ISTRI MASA DEPANKU

ISTRI MASA DEPANKU
PART 2 KANG DAE DAN YO RI BERSAMA (PERNIKAHAN EDWARD DAN SARRAH)


__ADS_3

Tok..tok..tok


Pintu ruangan Park Jong Ah di ketuk oleh seseorang, dan muncullah sekretarisnya dari balik pintu dengan membawa sebuah undangan.


"Direktur, ini ada undangan dari orang yang bernama Edward dari London. Apakah kau ingin melihatnya?"


"Edward? Bawa kemari undangan itu."


Park Jong Ah melihat bingkai undangan tersebut yang nampak mewah. Di atasnya telah tertera nama Edward dan calon istrinya Sarrah yang akan menikah dua minggu lagi.


"Apa yang kau lihat hingga seserius itu? Kau bahkan tidak menyadari kehadiranku." Tanya Lee Min Im sambil melangkah mendekati Park Jong Ah.


"Kau lihatlah undangan ini. Senior Edward akan melangsungkan pernikahannya dua minggu lagi. Apakah kita bisa ketemu sana?"


"Itu tergantung dari kemampuanmu dalam merayuku,"


"Ah, aku akan berusaha sekuat tenaga kalau begitu." Ucap Park Jong Ah dan mendekat pada Lee Min Im. Setelah cukup lama mengenal sisi manja suaminya, Park Jong Ah kini menjadi lebih peka. Wanita itu tak lagi malu-malu seperti dulu, ia kini lebih agresif dalam berhubungan. Dan Lee Min Im tentu saja amat menyukai Park Jong Ah yang sekarang. Ketika sedang asyik bercumbu, tiba-tiba saja pintu ruangan Park Jong Ah terbuka.


"Oh, maaf aku tidak sengaja." Kang Dae muncul dengan senyum kikuk, membuat Lee Min Im menatap sinis kearahnya.


"Ada apa kau kemari?"


"Aku hanya ingin menunjukkan undangan ini. Apakah kau juga telah mendapatkannya?"


"Maaf Dokter Kang, mengapa kau harus mengetahui istriku mendapatkan undangan tersebut atau tidak?" Lagi-lagi Lee Min Im bertanya dengan nada dingin menusuk.

__ADS_1


"Cukup! Ya aku pun sudah dapat. Apakah hanya itu yang ingin kau tanyakan senior Kang?"


"Tidak, aku juga ingin memberitahumu bila rapat dengan investor asing dari Vietnam akan segera berlangsung."


"Baiklah. Aku akan segera ke sana. Terima kasih untuk pemberitahuannya Senior Kang."


Kang Dae mengangguk dan meninggalkan ruangan Park Jong Ah begitu saja. Ia berjalan cepat menjauhi pintu itu, masih terngiang di otaknya kejadian Park Jong Ah yang tengah bercumbu dengan Lee Min Im. Membuat hati Kang Dae bagaikan lahar di puncak gunung berapi yang mendidih.


"Baiklah Presdir Lee, sebaiknya kita segera ke ruang tamu, agar tidak membuat para investor itu menunggu lama."


"Kita bisa menunda pertemuan ini dan menyelesaikan urusan kita barusan."


"Tidak, tidak, tidak. Kau tau betapa pentingnya para investor itu untuk rumah sakit ini bukan? Jadi, ayo kita lekas kesana dan menyelesaikan semuanya. Aku berjanji, malam ini aku milikmu Presdir Lee."


Mendengar hal itu, senyum cerah Lee Min Im langsung terbit. Uang lalu menggandeng tangan Park Jong Ah dan menuju ruang rapat.


Sebuah Gereja terbesar di London, kini dipenuhi oleh para tamu undangan yang menghadiri upacara pernikahan Edward dengan wanita cantik keturunan Hellard. Semua tamu yang hadir di sana kebanyakan dari anghota kerjaan dan juga petinggi negara. Ada juga beberapa diantaranya adalah orang-orang dari kalangan pengusaha ternama.


Park Jong Ah dan Lee Min Im tiba di Gereja itu dengan pengawalan yang cukup menyita perhatian. Tindakan berlebihan Lee Min Im ini, semata-mata untuk menjauhkan Park Jong Ah dari bahaya seperti tempo lalu.


"Apakah mereka dari anggota kerajaan? Mengapa aku tidak pernah melihatnya? Dan wajah mereka juga terlihat sangat asing." Ucap salah satu tamu undangan yang hadir di acara tersebut pada rekannya.


"Kurasa bukan. Aku seperti tidak asing dengan pria itu, tapi entah dimana aku pernah melihatnya."


Banyak orang yang mulai memperbincangkan kedatangan Lee Min Im dan Park Jong Ah di acara itu. Saat pesta nan megah itu berlangsung, setiap hadirin mengucapkan selamat kepada kedua mempelai dengan berbagai macam doa. Begitu juga dengan Park Jong Ah dan kedua sahabatnya.

__ADS_1


Penampilan Yo Ri yang terlihat berbeda saat ini, membuat Park Jong Ah hampir tidak mengenalinya. Yo Ri tampil lebih elegan dengan gaun berwarna gold berbelahan dada rendah. Rambut yang ia sanggul ke atas hingga menampilkan leher putih jenjang miliknya, menambah kesan seksi pada diri seorang Yo Ri Yun.


"Terimakasih karena kalian sudah datang ke acaraku hari ini." Ucap Sarrah pada Park Jong Ah dan juga Yo Ri.


"Kami akan sangat rugi, bila sampai tidak menghadiri pesta yang mewah ini."


Ketiga gadis itu saling bersenda gurau, dan kaum pria akan membicarakan mengenai bisnis mereka masing-masing.


"Yo Ri, mengapa wajahmu terlihat makin pucat? Apakah kau baik-baik saja?"


"Aku memang kurang sehat akhir-akhir ini. Tapi kau tenang saja, sebagai seorang Dokter, aku tentu tau mengenai kondisi tubuhku saat ini."


"Ya, semoga kau benar." Baru saja Park Jong Ah selesai berbicara, Yo Ri sudah terhubung dan hampir pingsan. Sarrah segera meminta bantuan untuk membawa Yo Ri ke ruang istirahat.


Lee Min Im, Edward dan Kang Dae yang tengah berbincang dengan tamu-tamu lain langsung menghampiri Sarrah ketika mendengar gadis itu berteriak. Dan Lee Min Im makin panik, ketika tidak melihat Park Jong Ah di sisi Sarrah, padahal tadi ia yakin bila istrinya itu masih ada di sana.


"Di mana istriku?" Tanya Lee Min Im pada Sarrah dengan panik. Edward dan Kang Dae bahkan ikut panik ketika tidak menemukan Park Jong Ah.


"Istrimu ada di ruang istirahat bersama-" Belum lagi selesai Sarrah menjelaskan, Lee Min Im sudah lebih dulu meninggalkannya bersama dengan Kang Dae.


"Apa yang terjadi?"


"Entahlah. Yo Ri tiba-tiba saja pingsan. Dan Park Jong Ah menemaninya ke ruang istirahat.


"Apakah kau tidak lelah? Kau juga bisa pergi ke ruang istirahat. Biarkan para tamu di sini aku yang menangani."

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2