
Kini Park Jong Ah telah berada di Inggris, gadis manis itu tinggal dalam sebuah asrama yang sudah di sediakan oleh pihak universitas untuk mahasiswa yang mendapatkan beasiswa di sana. Dia memiliki kamar yang sama dengan seorang siswi dari Negaranya yang bernama Yo Ri Yun.
Gadis itu juga mendapatkan beasiswa dari Skolahnya di Korea. Hanya bedanya, Yo Ri Yun berasal dari keluarga yang mampu dan berada. Menurut Park Jong Ah, setidaknya ia memiliki seseorang yang bisa satu bahasa dengannya.
Selama menjadi mahasiswi di Oxford, Park Jong Ah selalu menantikan kabar dari kekasihnya, hingga tak terasa dua tahun telah berlalu. Ia memutuskan untuk tidak lagi berharap pada Lee Min Im dan kembali ke tujuan awalnya saat dia diberikan kesempatan kedua. Yaitu, memperbaiki kehidupannya saat ini dan menjadi Dokter hebat di kemudian hari.
"Park Jong Ah, pagi ini kita akan kedatangan Dosen baru. Ku dengar dia adalah seorang wanita yang galak dan sangat tepat waktu."
"Benarkah? Kalau begitu kita harus lebih cepat tiba ke ruangan sebelum Dosen itu." Ucap Park Jong Ah pada teman sekamarnya Yo Ri.
Kedua gadis itu berlari menuju ruang kelas mereka, untung saja keduanya tepat waktu. Saat baru saja mendudukkan bokong mereka pada kursi, Dosen yang mereka bicarakan tadi pun tiba.
Seperti yang dikatakan oleh Yo Ri, bila sang Dosen wanita itu sangatlah galak. Dia akan berteriak, memukul dan memarahi setiap orang yang tidak bisa menjawab pertanyaan darinya. Ruang kelas kedokteran itu terasa sangat mencekam seperti sedang berada dalam rumah hantu.
Setiap hahasiswa dan mahasiswi yang mengambil jurusan yang sama dengan Park Jong Ah, merasakan ketegangan dan tertekan akibat Dosen wanita itu. Tapi tidak bagi Park Jong Ah dan sahabatnya Yo Ri. Mereka nampak biasa saja dan menikmati setiap penjelasan dari Dosen tersebut.
"Permisi Miss Anna, saya ingin menanyakan sesuatu." Ucap Park Jong Ah sambil mengangkat lengannya. Semua orang yang ada dalam ruangan itu menatap kearahnya.
"Ya, kau. Apa yang ingin kau tanyakan?"
"Dalam dunia medis, terdapat beberapa istilah untuk luka dalam. Lalu, bagaimana bila kita baru menemukan luka dalam yang serius pada pasien stelah seminggu kemudian? Tapi, sang pasien sendiri tidak merasakan sakit apapun pada luka yang dideritanya. Apakah kita harus melakukan operasi pada pasien tersebut?"
"Siapa Namamu?"
"Saya Park Jong Ah Miss."
"OK Park Jong Ah, namamu sulit juga disebutkan ya? Pertanyaanmu ini sangat bagus, tapi kita tidak bisa hanya melihat dari apa yang dirasakan oleh pasien. Karena terkadang, orang baru mengetahui dirinya menderita sebuah penyakit saat penyakit itu sudah sangat parah dan sulit untuk di sembuhkan. Ada yang bisa menjelaskan kenapa?"
Semua tertunduk takut, ada juga yang memberikan umpatan pada Park Jong Ah dalam hatinya. Hingga Yo Ri mengangkat tangan dan memberikan jawaban pada Dosen tersebut. Membuat semua mahasiswa bisa kembali bernafas lega.
"Karena gejala awalnya tidak terasa Miss."
"Benar! Karena gejala awalnya tidak dirasakan."
__ADS_1
Dosen itu pun memberikan tugas pada setiap mahasiswa dan mahasiswinya untuk mencari tahu apa saja nama penyakit yang gejala awalnya tidak menimbulkan rasa sakit. Dan bagaimana cara mengatasinya.
Setelah menyelesaikan sesi tanya jawab dan beberapa persoalan, kelas kali ini berakhir. Park Jong Ah dan Yo Ri beserta beberapa teman-temannya menuju kantin bersama. Mereka memesan beberapa makanan dan membawanya ke sebuah meja panjang.
Ada banyak orang yang duduk di sana dan menikmati makan mereka. Tapi tidak dengan Park Jong Ah dan Yo Ri. Kedua gadis itu masih belum terbiasa dengan makanan yang ada di sana. Mereka harus mencoba untuk mengadaptasikan lidah mereka dengan cita rasa makanan itu.
"Ah, aku sangat merindukan Korea." Ucap Park Jong Ah sambil mengunyah makanan di mulutnya
"Aku memesan Ramyon dan beberapa makanan Korea pada orang tuaku tempo hari, mungkin sore ini akan tiba. Bagaimana kalau kita memasaknya malam ini?"
Mta Park Jong Ah berbinar kala mendengar ajakan temannya itu.
"Benarkah? Kau sungguh baik Yo Ri, aku akan memasaknya kalau begitu."
"Em!" Jawab Yo Ri di sertai anggukan oleh kedua gadis remaja itu. Keduanya menjadi makin akrab dari hari ke hari.
Park Jong Ah memutuskan pergi ke perpustakaan untuk meminjam sejumlah buku bersama Yo Ri. Oxford memiliki perpustakaan terbesar di Inggris. Jadi kedua gadis remaja itu memerlukan waktu yang cukup lama untuk menemukan buku yang mereka cari.
"Aku sudah mendapat buku-buku yang kuperlukan, bagaimana denganmu?" Tanya Yo Ri pada Park Jong Ah sambil memegang beberapa buku di pelukannya.
"Baiklah kalau begitu."
Yo Ri pun meninggalkan Park Jong Ah di perpustakaan itu. Saking seriusnya Park Jong Ah mencari buku, gadis itu sampai tak sengaja menabrak seorang pria bertubuh jangkung.
Sepertinya pria itu adalah orang yang berasal dari Negara ini. Terlihat dari gaya penampilannya dan cara bahasanya.
"Maaf, aku tidak sengaja." Ucap Park Jong Ah dan membungkuk pada pria itu.
"Tak masalah, apakah kau memerlukan bantuan?"
"Em, ya, aku mencari sebuah buku mengenai ilmu pengobatan luka dalam. Apakah kau mengetahui buku mana yang bagus?" Tanyanya lagi, Park Jong Ah benar-benar hampir putus asa saat mencari buku itu. Jadi dia memutuskan untuk bertanya pada pria di sampingnya ini.
"Tentu, kau jurusan Kedokteran? Semester berapa?"
__ADS_1
"Aku sudah semester enam, apakah kau juga dari jurusan yang sama?"
"Ya, aku Seniormu di sini. Ikutlah denganku, aku akan menunjukkan beberapa buku yang bagus."
Park Jong Ah mengangguk kemudian mengikuti langkah pria di depannya itu. Mereka berhenti di depan sebuah rak buku yang dicari oleh Park Jong Ah. Gadis itu tersenyum senang melihat buku-buku yang dicarinya sejak tadi akhirnya bisa ditemukan.
"Namaku Daniel Edward, panggil saja aku Ed." Ucap pria itu menyebutkan namanya. Park Jong Ah membalikan tubuhnya dan memandang ke arah Ed lalu tersenyum dan menyebutkan namanya.
"Aku Park Jong Ah, kau bisa memanggilku Park."
Usai mendapatkan buku-buku yang dibutuhkannya, Park Jong Ah memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan menyusul Yo Ri. Seperti yang kedua gadis itu rencanakan sewaktu di kantin tadi, kini Park Jong Ah dan Yo Ri memulai acara masak memasak mereka.
"Kau sangat pandai dalam menggunakan pisau, apakah kau selalu memasak saat tinggal bersama orang tuamu dulu?" Tanya Yo Ri, saat melihat kepandaian Park Jong Ah ketika memotong beberapa sayuran.
"Tidak, aku bahkan hampir tidak pernah merasak saat bersama mereka."
"Lalu, bagaimana kau bisa melakukan ini? Kau seperti sudah bertahun-tahun berkutat di dapur."
Pertanyaan dari Yo Ri membuat Park Jong Ah sedikit bingung. Bagaimana dia akan menjawabnya, tidaklah mungkin dia mengatakan bila ia melakukannya di masa depan. Hal itu tentu saja akan membuat Yo Ri berfikir bila ia tengah berbohong.
"Em, tentu saja dengan belajar. Bukankah ini sangat mudah?"
"Tentu saja tidak, aku bahkan hanya bisa memasak Ramyon dan mendadar telur saja. Hahahaha, sepertinya kau sangat berbakat."
Kedua gadis itu pun berbincang dan bercanda bersama sambil memasak makan malam mereka.
BERSAMBUNG....
☆☆☆halo readers...
tekan like dan jadikan favorit ya...
jangan lupa kunjungi novelku yang lain juga ya...
__ADS_1
dijamin ga kalah seru deh!
judulnya cold hearted a girl,what's wrong with my bos dan taruhan berhadiah cinta☆☆☆