ISTRI MASA DEPANKU

ISTRI MASA DEPANKU
BERTEMU PEMILIK RUMAH SAKIT


__ADS_3

Di tempat lain, Lee Min Im yang merutuki kebodohannya, tengah menghabiskan malamnya di sebuah kamar yang penuh dengan botol wisky yang berserakan.


Lee Min Im benar-benar merasakan kehidupannya hancur saat ini, Dan itu semua akibat kebodohannya sendiri.


"Presdir, saya mohon berhentilah meminum alkohol. Itu akan merusak kesehatanmu, kau memiliki riwayat lambung akut."


"Biarlah aku mati malam ini Baek Song, aku pantas mendapatkannya. Laki-laki sepertiku memang tidak pantas berada di dunia ini lagi. Aku bahkan telah menghancurkan hati wanita yang aku cintai. Bahkan menyia-nyiakan kesetiaan yang telah dia berikan untukku."


Baek Song menghembuskan nafasnya, ia tau betul bagaimana rasanya patah hati. Namun, ia juga tidak tau harus berbuat apa agar atasannya itu dapat berhenti menyiksa dirinya seperti ini.


Dan sebagai sekertaris, Baek Song hanya dapat menemani Lee Min Im agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


"Presdir, saya rasa Anda masih dapat meminta maaf pada Nona Park, besok. Bila dia memang mencintai Anda, maka sebesar apapun kesalahan yang telah Anda perbuat, ia akan tetap memaafkan Anda. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menunjukkan padanya ketulusan Anda saat meminta maaf." Ucap Baek Song mencoba memberikan saran.


Namun saat ia menoleh ke samping, Lee Min Im telah tergeletak di atas sofa panjang sambil memegangi perutnya.


"Presdir, apakah Tuan baik-baik saja? Saya akan memanggil Dokter kemari!"


Lee Min Im menahan lengan Baek Song dan menggeleng lemah. Ia sengaja melakukan itu untuk menghukum dirinya sendiri.


"Tapi Presdir, bila di biarkan seperti ini terus akan semakin berbahaya bagi lambung Anda."


"Bantu aku ke atas tempat tidur saja, aku ingin berbaring dengan tenang."


"Presdir Lee,"


"Argh..! Cepat!"


"B..baik Presdir!" Baek Song pun membantu Lee Min Im ke atas tempat tidur dan membaringkan tubuh laki-laki itu.


Lee Min Im terus saja menggeliat di atas ranjangnya dan sesekali mengerang kesakitan.


Baek Song mau tidak mau menelpon Dokter pribadi keluarga Lee, untuk memeriksa keadaan Lee Min Im saat ini.


Tak lama Dokter tiba dengan membawa sebuah tas di tangannya. Ia bersiap untuk memberikan obat dan memasangkan selang infus pada lengan Lee Min Im namun, di tepi kasar oleh pria itu.


"Pergi!! Jangan memperdulikan aku! Pergi!" Bentak Lee Min Im pada Dokter itu.

__ADS_1


"Tapi Presdir, kondisimu saat ini sangat berbahaya. Bila tidak segera mendapatkan pertolongan, maka akan memperparah luka di lambungmu."


"Aku tidak perduli! Sekarang aku ingin kalian keluar, pergi!" Baek Song dan Dokter itu pun meninggalkan Lee Min Im sendirian.


Di depan pintu Dokter yang sudah bekerja pada keluarga Lee selama puluhan tahun itu pun menanyakan masalah apa yang membuat Lee Min Im hingga seperti sekarang.


Pasalnya, terakhir kali Lee Min Im menyiksa dirinya sendiri ketika lima tahun lalu dan di sebabkan oleh seorang wanita.


Baek Song pun menjelaskan kronologi kejadian yang membuat atasannya seperti ini, dan rupanya itu semua di sebabkan oleh gadis yang sama.


"Huft...anak muda jaman sekarang memang sulit di mengerti. Bagaimana mungkin hanya karena seorang gadis saja sudah bisa membuat mereka tidak memperdulikan nyawanya lagi." Ucap sang Dokter lirih, namun tak lama mata Dokter itu pun terbelalak lebar.


"Tadi siapa kau bilang? Nama gadis itu Park Jong Ah? "


"Ya, apakah Dokter mengenalnya?"


"Ya, dia adalah Dokter baru di rumah sakit ku. Kalau begitu biar aku yang tangani masalah ini. Kau bantu aku membawa Presiden Lee menuju rumah sakit, ia harus segera mendapatkan pertolongan."


"Ta...tapi," Ucap Baek Song ragu. Ia takut akan mendapatkan masalah bila tidak menuruti ucapan atasannya itu.


Dokter yang mengerti akan kerisauan Baek Song pun menepuk pundak laki-laki muda itu seraya berkata "Jangan hawatir aku akan menanggung semuanya."


Baek Song dan sang Dokter pun kembali masuk ke kamar Lee Min Im dan membawa pria itu secara paksa menuju mobil.


Lee Min Im yang susah tidak berdaya lagi hanya bisa pasrah ketika Baek Song dam Dokter pribadi keluarganya dengan paksa membawanya menuju rumah sakit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Siang harinya, Park Jong Ah terbangun dan bangkit dari tempat tidurnya menuju dapur.


Ia tidak mendapati satu orang pun di dalam bungalow itu.


'Mungkin mereka sudah mengantarkan Yo Ri ke bandara.' Pikir Park Jong Ah dan mengambil sebetulnya air mineral dari dalam kulkas.


Ia meraih botol air itu dan menenggak habis air yang ada di dalamnya. Saat Park Jong Ah baru saja mendudukkan bokongnya ke atas kursi dan ingin menyantap sarapan pagi yang susah terlewatkan, deringan ponsel menghentikannya.


"Ya,?"

__ADS_1


"Segeralah ke rumah sakit. Direktur Wang ingin bertemu denganmu."


"Apakah tidak salah? Aku hanya Dokter baru di rumahsakit, lalu mengapa Direktur Wang ingin bertemu denganku?"


"Aku juga tidak tau, lebih baik kau segera ke rumah sakit. Sepertinya ini sangat penting."


"Baiklah," Tanpa menghabiskan sarananya Park Jong Ah bergegas mencari taksi dan menuju rumah sakit.


Sebenarnya hari ini dia bebas tugas namun, karena Direktur pemilik rumah sakit ingin bertemu dengannya secara pribadi, jadi Park Jong Ah akhirnya memutuskan untuk bertemu dengan orang besar itu.


Ia hanya berharap semoga Direktur rumah sakit tidak memintanya menangani pasien, sebab ia masih di pengaruhi oleh efek alkohol yang di minumnya semalam.


Setibanya Park Jong Ah di rumah sakit, Kang Dae menghampirinya dan menyerahkan sebuah rancangan yang berisikan sup penghalang mabuk untuk Park Jong Ah.


Ia sebenarnya ingin mengantarkan sup itu ke bungalow nanti setelah menyelesaikan beberapa tugas di rumah sakit.


Namun, gadis itu sudah lebih dulu tiba di sana, jadi Kang Dae pun langsung memyerahkan sup itu pada Park Jong Ah.


"Ku pikir kau redaksi bertugas hari ini?"


"Memang begitu, tapi tadi Seok Byun menelpon dan mengatakan bila Direktur ingin bertemu denganku."


"Mengapa Direktur ingin bertemu denganmu? Apakah kau mengenal Direktur sebelumnya?"


"Tidak. Aku juga tidak tau alasan Direktur ingin menemuiku, itulah mengapa aku di sini sekarang. Kalau begitu aku pergi dulu, dan terimakasih untuk supnya." Park Jong Ah pun berlalu meninggalkan Kang Dae dan menuju ruangan Direktur Wang.


Tok..tok...


Park Jong Ah mengetuk pintu ruangan sang Direktur dengan perasaan was-was.


Walaupun Park Jong Ah merasa tidak pernah melakukan kesalahan, tapi ia yakin, bila ada alasan tertentu yang membuat pemilik rumah sakit tempatnya bekerja saat ini ingin bertemu dengannya.


...**CERITA INI HANYALAH KARANGAN BELAKA!...


...BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, KARAKTER DAN LAINNYA ITU HANYALAH KEBETULAN SEMATA**....


Mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen dan juga vote

__ADS_1


Jangan lupa untuk menjadikan cerita ini sebagai favorit kalian ya...


__ADS_2