
"Aku menyukaimu. Maukah kau menjadi kekasihku?"
Park Jong Ah seketika menoleh ke arah Edward dan kemudian tertawa.
"Kau bercanda kan Ed?"
"Aku serius!"
Lee Min Im yang mendengar seorang pria menyatakan cinta pada kekasihnya mengepalkan tangan begitu kuat. Ia akan menghampiri pria itu dan memberikan sebuah pukulan andai saja ucapan Park Jong Ah tidak menghentikannya.
"Tentu aku menerimau."
Edward merasa sangat bahagia akan jawaban dari Park Jong Ah. Pria itu bahkan sampai memeluk gadis di hadapannya ini.
Sedangkan Lee Min Im langsung mematung di tempatnya. Lantai yang di pijaknya saat ini seakan runtuh ke dasar bumi. Perlahan dia mulai menjauh dan pergi meninggalkan pesta itu dengan rasa sakit yang menghujam jantungnya.
'Apakah hanya aku yang berjuang selama ini? Jadi perjuangan selama ini hanyalah sia-sia? Dia hanya menganggap hubungan kami sekedar angin belaka. Baguslah Park Jong Ah, setidaknya kini kau telah meraih mimpimu.' Lirih . Lee Min I'm dalam hati.
......................
Kembali ke acara pesta, Park Jong Ah melepaskan pelukannya dan Edward. Gadis itu memandang Edward dengan senyum yang terukir diwajahnya.
"Tentu saja aku akan menerimamu, andaikan saja aku masih belum memiliki seorang kekasih. Maafkan aku Edward, kita tidak bisa bersama. Aku telah memiliki seseorang di dalam hatiku." Tutur Park Jong Ah memberikan penjelasan pada Edward. Ada binar cantik di mata gadis itu saat mengucapkan di hatinya telah ada seseorang. Membuat Edward tersenyum mengerti dan mengangguk pada Park Jong Ah.
"Kalau begitu, bisakah kita tetap berteman? Anggap saja aku tidak pernah mengatakan hal tadi padamu."
"Tentu, kau adalah orang yang baik Edward. Suatu kerugian besar bagiku bila menolak pertemanan dengan pria sepertimu. Apalagi kau adalah seorang keturunan bangsawan." Keduanya pun tertawa bersama.
Pesta kini berakhir, Edward mengantarkan Park Jong Ah kembali ke asramanya. Ia bertindak sebagai pria sejati, tidak ada lagi pembahasan mengenai perasaan di antara keduanya, semua kembali seperti semula.
"Bagaimana pestanya? Apakah sangat mengesankan?" Tanya Yo RI pada Park Jong Ah saat melihat gadis itu baru saja pulang.
"Kau belum tidur?"
__ADS_1
Yo Ri menggeleng lalu mendudukkan dirinya di atas ranjang milik Park Jong Ah "Aku masih menunggu ceritamu."
Park Jong Ah menyungingkan sudut bibirnya, lalu ikut mendudukkan dirinya di atas ranjang.
"Acaranya sangat membosankan, tidak ada orang yang ramah di sana. Mereka hanya membicarakan masalah bisnis dan kekayaan yang mereka miliki. Hanya makanannya saja yang terasa lezat, selain itu semuanya sangat membosankan."
"Apakah tidak ada hal lain? Dan Edward? Apa saja yang sudah kalian berdua lakukan di pesta itu?"
Park Jong Ah ragu ingin menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu. Ia malas untuk memberikan penjelasan pada gadis di hadapannya ini. Tapi, Park Jong Ah juga tau bila ia tidak memberikan jawaban yang memuaskan, Yo Ri tidak akan berhenti bertanya sampai besok pagi.
"Kami hanya berdansa dan berjalan-jalan di taman."
"Bedansa? Taman? Apakah dia mengatakan sesuatu padamu di sana?"
"Ya, dia menyatakan cinta padaku."
"Dan kau menerimanya?"
Park Jong Ah menggeleng atas pertanyaan yang didapatinya dari Yo Ri, membuat gadis manis sahabatnya itu membelajarkan matanya.
"Kau ini cerewet sekali ya? Kau tahu kan kalau aku sudah memiliki kekasih, aku tidak akan mungkin menghianatinya." Jelas Park Jong lalu bangkit dan meninggalkan Yo Ri.
Siang ini, kedua gadis yang tidak memiliki jadwal kuliah, memutuskan untuk menghabiskan waktu di luar asrama. Park Jong Ah dan Yo Ri pergi ke pusat perbelanjaan dan menghabiskan waktu di tempat-tempat yang menyenangkan di sana.
Tiba di sebuah Toko pernak pernik wanita, Park Jong Ah melihat kekasihnya Lee Min Im bersama seorang wanita cantik yang tengah memilih ikat rambut wanita.
Gadis itu terpaku di tempatnya berdiri, kedua orang di sana nampak begitu serasi. Lee Min Im tersenyum pada wanita yang memegang sebuah ikatan rambut di tangannya.
'Jadi inikah alasannya tidak menghubungiku selama ini? Kau telah memiliki dia? Jadi hanya akulah yang berjuang di sini? Baguslah Park Jong Ah, untuk kedua kalinya kau dikhianati oleh orang yang kau percayai.' Batin Park Jong Ah dengan drain air mata di pipinya.
(Prof author: nah loo kan jadi salah paham semua😨)
Yo Ri yang melihat Park Jong Ah menangis menghampiri sahabatnya itu dan memeluknya.
__ADS_1
"Hei, ada apa? Apa yang terjadi padamu? Ceritakan padaku?" Tanya Yo Ri dengan penuh kekhawatiran.
Park Jong Ah menggeleng lemah dan berkata "Bisakah kita pergi dari sini?"
Kedua gadis muda itu meninggalkan tempat pernak pernik dan menuju sebuah Cafe. Yo Ri memesankan sebuah jus untuk menenangkan hati sahabatnya itu.
"Kau bisa mulai bercerita sekarang."
"Aku melihat Lee Min Im bersama dengan wanita lain di sana."
"Lee Min Im? Kekasihmu yang tidak ada kabar itu? Kenapa kau tidak mengatakannya padaku tadi?! Aku akan memberikan pelajaran pada pria tidak tau di untung itu!" Tanya Yo Ri dengan nada sedikit meninggi.
Park Jong Ah menggeleng dan kembali menangis di tempat duduknya, membuat Yo Ri makin geram pada Lee Min Im. Yo Ri tidak pernah bertemu dengan kekasih sahabatnya itu. Dia hanya sering mendengar Park Jong Ah bercerita tentang Lee Min Im.
"Kenapa kau tidak menghampiri dan menanyakan siapa wanita itu padanya?"
"Untuk apa? Untuk mempermalukan diriku sendiri? Selama ini, aku selalu percaya padanya walau tidak pernah ada kabar sedikitpun darinya. Aku selalu mencoba menepis segala pikiran buruk tentangnya, agar tidak ada lagi keraguan di hatiku. Tapi ternyata dia memang benar-benar sudah memiliki orang lain dan melupakan kisah kami. Mungkin akulah yang terlalu bodoh karena sudah mempercayainya selama ini."
(Prof author: ya, biar ga salah paham lah mba...😒 elu pegimane sih? main asbak aja, asal tebak😯)Lee Min ImLee Min Im
"Kalau begitu apa yang kau tangisi? sudalahlah, lebih baik kita kembali agar kau dapat beristirahat. Kau terlihat sangat kacau saat ini."
Keduanya pun memutuskan untuk kembali ke asrama dan membatalkan rencana mereka yang ingin menghabiskan waktu di luar. Park Jong Ah memang sangat membutuhkan waktu untuk menenangkan hatinya saat ini.
Yo Ri benar, bukan hanya penampilan gadis itu saja yang terlihat kacau tapi juga hati dan pikirannya. Dia masih tidak menyangka, kehidupan akan mempermainkannya untuk kedua kali. Betapa sangat menyediakannya seorang Park Jong Ah,
BERSAMBUNG....
☆☆ Nah, gimana? Masih penasaran gak sama kelanjutan kisahnya?😄
Terus ikuti cerita novel buatanku ya...😉
Jangan lupa juga buat kasih like, komen dan vaforitnya🙆
__ADS_1
I L♡VE YOU ALL😘😘