ISTRI MASA DEPANKU

ISTRI MASA DEPANKU
PERAN PUTRI SALJU


__ADS_3

"Setelah aku mengantarkanmu pulang, aku di hadangan oleh beberapa orang. Mereka mengambil ponselnya dan juga ingin membunuhku. Untung saja orang suruhan Ayah tiba dan menyelamatkanku dari serangan itu. Sayangnya, Ayah dan Ibuku tidak dapat tertolong. Para penjahat itu menghabisi nyawa mereka dengan sangat kejam."


Lee Min Im berhenti sejenak dan menetralkan deru nafasnya. Ia menengadah ke langit-langit kamar, sembari membayangkan peristiwa beberapa tahun silam.


"Im Jee Sok masih berusia lima tahun saat itu, dan dia berada di rumah teman sekolahnya. Jadi Im Jee Sok dapat terlepas dari maut, dia tidak mengetahui peristiwa sebenarnya mengenai kematian Ayah dan Ibu. Yang ia tau mereka neninggal akibat kecelakaan mobil. Aku memutuskan untuk menyembunyikan itu agar tidak mengganggu kesehatan psikisnya. Aku yang tidak pernah sedikitpun belajar mengenai cara memimpin perusahaan saat itu sangat kebingungan. Butuh waktu satu tahun bagiku untuk mempelajari tentang perusahaan. Aku bahkan sampai tidak ada waktu untuk mencari nomor ponselmu sebab, banyak pemegang saham yang ingin menarik kembali sahamnya. Seperti yang kau tau, aku tidak pernah terjun ke dunia bisnis sebelumnya, kepergian Ayah dan Ibu yang secara tiba-tiba memaksaku mengambil alih perusahaan dan mengembalikan kembali situasi seperti saat Ayah masih hidup. Dan saat semua sudah kembali normal, aku pergi ke London untuk menemuimu. Sayangnya, kesalahpahaman pun terjadi. Aku yang mendengar ucapan Mr. Edward menyatakan cinta padamu langsung di butakan oleh rasa cemburu. Bahkan aku sampai membuatmu begitu kecewa."


Lee Min Im menatap mata Park Jong Ah dalam-dalam, ia seakan menyampaikan rasa penyesalannya yang mendalam pada gadis manis itu.


"Ya, aku sangat kecewa padamu saat itu. Bahkan jauh lebih kecewa dari pada saat Kim Nam Jun menghianatiku dulu."


"Maaf, maafkan aku.."


"Semuanya sudah berlalu, aku harap kedepannya kau bisa lebih mempercayaiku dan juga menjaga kepercayaanku."


Cup..!


Lee Min Im mengecup bibir Park Jong Ah singkat "Tentu," ucapnya lirih dan kemudian kembali m3lum4t lembut b1b1r gadis itu. Saat Lee Min Im ingin melanjutkan tindakannya, Park Jong Ah segera mencegah.


"Dia masih belum kuat," bisikan lembut di telinga Lee Min Im. Dengan nafas berat, mau tidak mau pria itu pun berhenti dan kemudian bangkit.


"Kau mau ke mana?"


"Mandi dengan air dingin untuk menetralkan otakku,"


Lee Min Im pun melangkah menuju kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin guna meredam kembali hasrat yang sudah terlanjur memuncak. Park Jong Ah yang melihat wajah masam Lee Min Im, tertawa terbahak-bahak. Demi janin yang ada di dalam perutnya, pria itu mau menahan hawa nafsu.


Saat Lee Min Im kembali ke tempat tidur, ia melihat Park Jong Ah yang sudah terlelap. Perlahan ia meninggalkan gadis itu menuju balkon dan menghubungi seseorang.


"Apakah semuanya sudah siap?"


"Ya Tuan, hanya tinggal sedikit lagi dan semuanya akan segera beres."


"Bagus, aku ingin kalian menyiapkan semuanya semegah mungkin, hingga istriku tidak akan melupakan ini seumur hidupnya."

__ADS_1


"Tentu Tuan."


Panggilan diakhiri, Lee Min Im kembali ke atas tempat tidur dan ikut berbaring di sisi Park Jong Ah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi hari tiba, Im Jee Sok beserta Park Jong Ah telah berada di meja makan dan menunggu kedatangan Lee Min Im. Hingga suara seorang wanita yang menggema terdengar ke seluruh ruangan.


"Sayang...!" Wanita dengan dandanan ala orang barat muncul dan menatap Park Jong Ah dengan tatapan membunuh.


"Kau wanita j4lang! Apa yang kau lakukan di sini? Apakah pelajaran yang aku berikan tempo hari masih belum cukup?"


Usai berkata demikian, Han Kyong Si mendekat ke arah Park Jong Ah. Ia mengangkat tangannya ke udara dan ingin kembali menampar wajah Park Jong Ah. Untung saja, Lee Min Im datang dan menghempaskan tangan wanita itu kasar.


"Jangan pernah kau menyentuh istriku dengan tangan kotormu itu!"


"Apa?! Istri? Aku adalah tunanganmu yang sah! Apakah kau sudah lupa Lee Min Im?"


Lee Min Im tersenyum sinis mendengar ucapan wanita itu. Ia kemudian memanggil beberapa penjaga untuk mengusir Han Kyong Si keluar.


Penjaga dengan tubuh tegap dan kekar itu pun menyeret tubuh Han Kyong Si dengan paksa.


"Lepaskan aku! Lee Min Im kau tidak bisa melakukan melakukannya padaku!" Ucap Han Kyong Si mencoba meronta.


"Pergi! Pergi sebelum aku membuatmu tidak dapat menggunakan kedua kakimu lagi untuk berjalan!"


"Kau!"


"Bawa dia!"


Kini para penjaga itu benar-benar menyeret Han Kyong Si hingga keluar rumah. Lee Min Im menghampiri Park Jong Ah dan memeriksa keadaan gadis itu.


"Apakah dia menyakitimu?"

__ADS_1


"Tidak, kau datang tepat waktu."


"Ya, untungnya Kakak segera datang. Kalau tidak, aku yakin penyihir tua itu sudah membuat Kakak cantikku ini terluka." Tutur Im Jee Sok yang ikut geram saat melihat kelakuan Han Kyong Si barusan.


"Aku akan memperketat penjagaan agar wanita gila itu tidak dapat masuk ke rumah ini lagi."


"Apakah Kakak akan bekerja hari ini?"


"Tidak, aku akan menemani Kakak iparmu di rumah. Kenapa?"


"Aku hanya ingin mengajak kalian pergi ke sekolahku. Karena hari ini sekolahku akan mengadakan pertunjukan panggung dan aku akan tampil." Jawab Im Jee Sok dengan suara kecil.


"Begitukah? Peran apa yang kau mainkan?" Park Jong Ah bertanya dengan nada lembut.


"Aku menjadi putri salju." Im Jee Sok kembali menjawab namun nada suaranya terdengar sangat antusias kali ini.


"Kalau begitu kami pasti datang. Sekarang, kau habiskan sarapanmu dan kita akan berangkat bersama."


Im Jee Sok mengangguk dan mulai menghabiskan sarapannya. Lee Min Im menatap Park Jong Ah seraya memberikan kode pertanyaan mengenai kandungannya. Namun di jawab dengan senyuman oleh garis itu.


"Tak apa, akunya akujygaakan akujygaakanmati karena bisanya bila selalu diam di rumah. Toh kita hanya kan duduk sambil melihat pertunjukan Im Jee Sok."


"Baiklah,"


BERSAMBUNG....


...**CERITA INI HANYALAH KARANGAN DARI AUTHOR BELAKA!!!...


...DAN BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, TEMPAT KARAKTER DAN SEBAGAINYA ITU HANYALAH KETIDAK SENGAJAAN....


Mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen dan juga vote😄


Dukungan kalian sangat berguna bagi AUTHOR, makasih yang udah setia menanti kelanjutan cerita ini

__ADS_1


I♡U READER'S 😘😘😘**


__ADS_2