ISTRI MASA DEPANKU

ISTRI MASA DEPANKU
DEFINISI BERJALAN MENURUT LEE MIN IM


__ADS_3

Kang Dae tengah memeriksa pasien hingga seorang gadis muda datang ke ruangannya. Gadis yang sudah menanam perasaan pada Dokter tampan itu membawakan sebuah kotak makan siang di tangannya.


"Selamat siang Dokter Kang, sa..saya membawakan makan siang. Semoga Dokter menyukainya" Ucap gadis itu dan berlari keluar ruangan sang Dokter tampan.


"Wah, kau berani sekali! Bagaimana reaksinya? Parah dia menyukai makanan buatanmu?"


"Aku tidak sempat melihatnya memakan makananku, aku langsung berlari keluar setelah meletakkan kotak makan siang itu di atas mejanya." Lirih suara gadis manis itu dengan wajah yang masih bertemu merah.


"Ah, sayang sekali. Tapi Dokter Kang pasti memiliki kesan tersendiri tentangmu." Hibur temannya. Mereka adalah anak magang yang baru bekerja di rumah sakit itu.


"Hei! Apa yang kalian lakukan di sini? Teman-teman kalian sudah menunggu di tempat praktek." Tegur senior pembimbing mereka dari lorong lain. Kedua gadis itu pun berlari ke arah sang suster tadi dan ikut masuk menuju ruang praktek di mana rekan-rekannya yang lain sudah berada.


Hari ini para junior akan mempelajari tentang bagaimana caranya untuk mengecek tensi dan berbagai hal mengenai hal-hal mendasar dalam pemeriksaan awal pada pasien. Kebetulan kebanyakan dari anak magang di rumah sakit itu adalah para wanita. Hal itu tentu saja menjadi hiburan tersendiri bagi para sutera senior pria di sana.


"Hei apakah kau tau, aku dengar Dokter Park telah menikah."


"Apa? Bukankah Dokter Park dan Dokter Kang adalah pasangan? Lalu bagaimana bisa dia menikah dengan pria lain?"


"Aku juga tidak tau, tapi yang pasti setelah pernikahan Dokter Park, Dokter Kang menjadi orang yang lebih tertutup."


"Ah aku pun pasti akan menjadi sama sepertinya, atau bahkan mungkin lebih gilang lagi. Seperti yang kau tau, Dokter Park adalah malaikat termanis di rumah sakit ini. Jadi sudah pasti Dokter Kang akan merasa amat sakit hati atas kehilangan wanita itu."


Pembicaraan di antar dua suster pria tadi terdengar oleh gadis magang yang memiliki rasa pada Kang Dae. Dia belum mengenal siapa itu Dokter Park yang di sebutkan oleh mereka. Sebab, dia masuk ke rumah sakit itu bertepatan dengan tragedi yang menimpa Park Jong Ah beberapa hari lalu. Itulah mengapa ia hanya mengenal nama Park Jong Ah saja tanpa mengetahui bagaimana rupa wanita yang telah memikat hati pria pujaannya.

__ADS_1


'Siapa sebenarnya Dokter Park itu? Mengapa mereka seakan begitu mengaguminya?' Batin gadis itu bertanya-tanya.


😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻


Sedangkan di kediaman Lee Min Im, kondisi Park Jong Ah dan janinnya sudah makin membaik. Dokter pun sudah memperbolehkan wanita itu untuk mulai berjalan-jalan dan melakukan kegiatan ringan. Dan hari ini dia di temani oleh sang suami berkeliling taman belakang rumah mereka. Hanya saja Lee Min Im masih tidak membiarkannya untuk berjalan. Ia menyiapkan kursi roda untuk istrinya itu hingga mereka dapat berkeliling taman yang memang cukup luas itu dengan kursi roda.


"Apakah kau suka?"


"Suka, tapi bisakah aku berjalan sebentar? Aku sangat lelah duduk seperti ini," rengas Park Jong Ah dengan nada manjanya.


"Tidak. Kau tidak boleh berjalan dulu sebelum Dokter menyatakan kau memang sudah boleh beraktivitas seperti biasanya."


Park Jong Ah memanyunkan bibirnya kedepan sebagai bentuk protes atas ucapan Lee Min Im barusan. Ia benar-benar tidak mengerti akan jalan pikiran sang suami tentang definisi boleh berjalan. Secara Dokter kandungan pribadinya saja sudah memperbolehkannya untuk berjalan-jalan dan melakukan aktivitas ringan. Tapi Lee Min Im justru mengartikan hal itu sebagai artian belum boleh berjalan.


'Sungguh sangat menyebalkan!' Gumam Park Jong Ah dalam hati.


Di sana bahkan sudah ada sebuah tempat peristirahatan seperti dipan besar dengan tirai-tirai yang menutupinya. Lee Min Im mengangkat tubuh Park Jong Ah dan membawa wanita itu ke sana.


"Aku baru tau rumah ini memiliki taman yang begitu cantik."


"Maaf karena baru saja membawamu kemari. Taman ini sebelumnya belum ada, aku baru saja merenovasinya saat kita kembali bertemu di bar waktu itu."


"Benarkah? Tapi mengapa?"

__ADS_1


"Karena aku tau kau akan menyukainya, dan sebagai seorang suami, aku tentu saja tau hal apa saja yang akan membahagiakanmu."


"Bagaimana jika saat itu aku menolakmu?" Tanya Park Jong Ah dengan pandangan menyipit.


"Tidak mungkin, karena di hari itu aku sangat yakin kau akan kumiliki."


"Ah, kau percaya diri sekali Presdir Lee? Aku seperti menemukan sosokmu yang lain."


"Banyak hal dari diriku yang belum kau kenali Nyonya Lee. Jadi maukah kau mengenalinya lebih jauh lagi?" Tanya Lee Min Im seraya mengecup telapak tangan Park Jong Ah lembut.


BERSAMBUNG....


...CERITA INI HANYALAH FIKSI SEMATA!!!...


...BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, TEMPAT, KARAKTER DAN SEBAGAINYA, ITU HANYALAH KETIDAK SENGAJAAN AUTHOR....


^^^mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen dan juga^^^


^^^votenya ya...^^^


^^^Dukungan kalian sangat berarti bagi Author, dan untuk yang selalu setia menunggu kelanjutan karyaku, aku ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya pada kalian...^^^


Selamat tahun baru 2023 semua....!😄

__ADS_1


Semoga di tahun baru ini kita selalu di berikan limpahan rezeki, kesehatan dan juga panjang umur🙏🙏


I♡U READER'S...😙😙.


__ADS_2