ISTRI MASA DEPANKU

ISTRI MASA DEPANKU
PART 4 YO RI DAN KANG DAE BERSAMA (MENJEMPUT KANG DAE)


__ADS_3

Merayakan sebuah pesta besar tentunya sangat melelahkan. Apalagi itu adalah sebuah pesta pernikahan. Begitulah kira-kira yang dirasakan oleh Edward dan Sarah. Mereka baru saja menyelesaikan upacara pernikahan dan ingin kembali ke hotel tempat mereka menginap. Namun tiba-tiba saja, asisten kepercayaan Edward menghampirinya dan memberikan ponsel.


"Tuan, ini panggilan dari seseorang yang mengatakan bila teman Anda tengah berada di bar dan tidak sadarkan diri."


"Sial! Apa yang dilakukan manusia bodoh itu? Sayang maaf, aku harus menemui pria Br3ngs3k itu dulu. Kau kembalilah bersamanya, aku akan segera menyusulmu ke hotel." Pinta Edward dengan lembut pada Istrinya. Ya, kini bukan hanya Lee Min Im saja yang merasa tergila-gila pada pendamping hidupnya. Edward, seorang pria keturunan bangsawan Inggris pun tak kalah jauh. Cinta yang semula tidak pernah terbayangkan akan muncul, tanpa terasa mulai memenuhi hatinya. Perlakuan lembut dan manis dari Sarrah, mampu meluluhkan kerasnya hati Edward.


Dengan senyum manis, Sarrah menyetujui permintaan Edward. "Baiklah," Dan ketika Sarrah akan meninggalkannya, Edward memberikan sebuah ciuman singkat.


Kini Edward beserta anak buahnya, telah berada di ruangan yang penuh dengan asap rokok, wanita setengah telanjang, serta suara hingar-bingar musik. Membuat Edward makin merasa jijik di sana, dan ingin bergegas menghampiri Kang Day lalu menarik pria itu keluar.


"Apa kau gila? Ini adalah pesta pernikahanku! Kau bahkan tidak membiarkanku bersama istriku dengan tenang."


"Apa yang harus aku lakukan? Aku adalah laki-laki yang tidak berguna." Lirih Kang Dae dan masih ingin kembali menenggak alkohol di tangannya.


"Ya..ya..ya, kau memang sangat tidak berguna. Hidupmu selalu saja menyusahkan orang lain." Umpat Edward seraya ingin membawa Kang Dae pergi. Ia memberikan kode kepada anak buahnya untuk membantu memindahkan Kang Dae menuju mobil, namun segera di tepisnya.


"Klau begitu, tinggalkan aku di sini. Biarkan aku mati di tempat ini! Tempat kotor ini, bahkan lebih baik daripada diriku."


"Ayolah teman, jangan kau menunda waktuku bersama istriku. Aku tidak mungkin meninggalkanmu di sini sendirian. Apalagi dengan kondisimu yang seperti ini." Edward masih mencoba membujuk Kang Dae, agar dia mau ikut pergi bersamanya.

__ADS_1


"Kau tidak mengerti Edward. Aku adalah laki-laki yang gagal."


Edward yang sudah jenuh akan setiap kata dari mulut Kang Dae pun mengira itu hanyalah ucapan meracau Kang Dae karena ia tengah di bawah pengaruh minuman alkohol belaka. Hingga ia merasakan tubuh sahabatnya itu tak lagi bertenaga, barulah Edward dan anak buahnya bisa membawa pergi pria itu tanpa perlawanan.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Lee Min Im dan Park Jong Ah memanfaatkan waktu bersama mereka di London, dengan mengunjungi tempat-tempat yang menarik. Kedua pasangan itu, berjalan-jalan di sana sembari menikmati indahnya cahaya malam kota.


"Apakah kau tidak lelah?"


"Lelah, bagaimana bila kita berhenti di sana dan memesan sesuatu sembari menghilangkan rasa lelah?"


"Baiklah." Lee Min Im menggenggam tangan Park Jong Ah dengan lembut. Tangannya yang begitu kuat dan besar, terasa hangat dan menenangkan untuk Park Jong Ah.


"Selamat malam, Tuan dan Nyonya Kang?"


Senyum cerah di wajah Park Jong Ah dan Lee Min Im perlahan sirna. Mata Lee Min Im menatap tajam kearah pria yang baru saja menyapa dia dan istrinya.


"Kau tidak perlu menunjukkan tatapan tidak sukamu padaku. Aku kemari hanya ingin sekedar menyapa, tanpa adanya niatan lain."

__ADS_1


"Bukankah kau sudah melakukannya? Sekarang pergilah! Kau merusak mataku."


Bukannya pergi setelah mendengar ucapan Lee Min Im yang dingin, Kim Nam Jun justru duduk bersama kedua pasangan itu.


"Aku awalnya ingin meninggalkan kalian setelah menyapa. Tapi, ada hal yang membuatku mengurungkan niatku."


Park Jong Ah sangatlah muak akan tingkah laku Kim Nam Jun saat ini. Entah mengapa sikap mantan suaminya itu menjadi makin menyebalkan. Park Jong Ah sampai mual dan hampir muntah saking jengkel nya ia pada Kim Nam Jun.


"Hoek..!" Lee Min Im dan Kim Nam Jun menoleh ke arah Park Jong Ah bersamaan. Saat Kim Nam Jun ingin menyentuh Park Jong Ah, Lee Min Im menepis kasar tangan pria itu.


"Sayang, apakah kau baik-baik saja?"


"Kepalaku pusing. Aku ingin pulang."


"Apakah kau sakit? Mengapa kau membawanya pergi keluar bila tau dia sedang tidak enak badan? Kau ini suami macam apa?!" Tanya Kim Nam Jun dengan nada tinggi. Ia sengaja ingin mempermalukan Lee Min Im di depan semua orang yang ada di kafe tersebut. Melihat itu, Park Jong Ah tentu saja merasa tidak trima.


"Jangan pernah berlagak menjadi pria baik, padahal kau adalah bajingan yang sesungguhnya!" Bentak Park Jong Ah, lalu menarik suaminya pergi meninggalkan meja mereka.


Ini pertama kalinya Park Jong Ah mengeluarkan nada tinggi pada Kim Nam Jun. Pria itu bahkan sampai ternganga mendengar suara tinggi Park Jong Ah. Selama ia menjalani rumah tangga bersama wanita itu dulu, Park Jong Ah selalu bertutur kata manis. Bahkan ketika ia sedang marah sekalipun, Park Jong Ah tidak akan mengucapkan kata-kata kasar.

__ADS_1


"Apakah kau sudah benar-benar membenciku? Tapi, aku sangat mencintaimu. Bila bukan aku yang memilikimu selamanya, maka, jangan harap ada laki-laki lain."


BERSAMBUNG...


__ADS_2