
"A..apa yang kau lakukan? Cepat hentikan mobil ini dan turunkan aku!"
Tanpa memperdulikan ucapan Park Jong Ah, Lee Min Im langsung meraup bibir ranum gadis itu dengan penuh g**rah. Dapat Park Jong Ah rasakan betapa bringasnya Lee Min Im saat ini.
Park Jong Ah mencoba melepaskan tautan mereka dengan mendorong dada Lee Min Im sekuat tenaga, akan tetapi hal itu sia-sia. Lee Min Im malah makin bringas dan memperdalam c**mannya.
Sang asisten pribadi Lee Min Im yang merangkap menjadi supir itu pun sampai terkaget-kaget di kursi depan. Ia sangat tak menyangka bila atasannya itu ternyata memiliki sisi agresif macam itu.
'Aku di mana? Aku siapa? Aku tidak mendengar dan tidak melihat apapun.' Gumam sang asisten dalam hati sambil terus mengemudi dan mencarikan hotel terdekat di sekitar sana untuk sang atasan.
Lee Min Im yang merasa nafas Park Jong Ah hampir habis, melepaskan tautan keduanya dan memberikan waktu untuk gadis itu menghirup udara.
"Huft..huft..! Kau ini kenapa hah?!"
"Itu hukuman untukmu karena sudah menghianatiku."
Park Jong Ah terkesiap mendengar ucapan Lee Min Im yang menuduhnya berkhianat.
'Apa? Bukankah dia yang lebih dulu berselingkuh dariku?' Batin Park Jong Ah, ketika gadis itu ingin memberikan bantahan atas tuduhan dari Lee Min Im, mobil telah berhenti di depan sebuah hotel.
Lee Min Im menarik lengan Park Jong Ah memasuki hotel tersebut dan memboking sebuah kamar. Park Jong Ah masih berusaha melepaskan genggaman tangan Lee Min Im dari pergelangan tangannya.
"Lepaskan aku! Aku bisa saja menuntutmu atas perlakuan tidak menyenangkan yang kamu lakukan saat ini!"
Lee Min Im tak perduli dan terus saja membawa Park Jong Ah menuju kamar yang telah di sewanya. Di sana ia menghempaskan tubuh mungil Park Jong Ah ke atas ranjang besar yang super empuk.
Lee Min Im sudah tidak dapat mengontrol hasratnya lagi, ia mulai melepaskan pakaian Park Jong Ah satu per satu secara paksa. Lee Min Im bahkan tidak memperdulikan rintihan Park Jong Ah yang merasakan sakit akibat kukungan tubuh kekarnya.
Mata dan hati Lee Min Im telah tertutupi oleh dendam juga nafsu yang melebur bersamaan. Tangisan Park Jong Ah seakan air mineral yang memuaskan dahaganya.
Park Jong Ah terus memberontak dengan deraian air mata, walaupun ia masih sangat merindukan pria ini, tetapi dia tidak mengharapkan dengan cara ini melepaskan rasa rindunya.
Merasa upaya yang di lakukannya seperti sia-sia, akhirnya Park Jong Ah hanya bisa pasrah akan apa yang akan dilakukakan oleh Lee Min Im nanti padanya.
__ADS_1
Lee Min Im m*nc*mbui setiap inci dari tubuh Park Jong Ah, tak ada sedikit pun bagian yang tertinggal dari c*mb**nnya. Merasa sudah tak ada lagi perlawanan dari Park Jong Ah, Lee Min Im mulai melembutkan c*mb**nnya.
Ia menatap mata cantik Park Jong Ah yang bergenangan oleh bulir bening. Perlahan Lee Min Im mengusap air mata dari pipi gadus manis itu.
"Aku sangat mencintaimu." Bisik Lee Min Im di telinga Park Jong Ah lalu m*lum*t bibir manis gadis itu. Hanya kali ini l*m*tan yang di lakukan oleh Lee Min Im terasa lebih lembut dan hati-hati.
Park Jong Ah yang semula masih tercengang untuk beberapa saat akan apa yang di dengarnya barusan mulai ikut terlena akan c*mb**nya dari Lee Min Im.
'Aku juga mencintaimu Lee Min Im.' Batin Park Jong Ah dan mulai membalas l*mat*n Lee Min Im.
Keduanya saling bergumul dan berbagi kehangatan di atas ranjang saat itu. Dan ketika Lee Min Im sudah memulai membuka jalan untuk memasuki terowongan surgawi milik Park Jong Ah, gadis itu terpekik kesakitan.
"Ahk..!"
"Kau, masih p*raw*n?"
Dengan wajah merah padam Park Jong Ah mengangguk, hal itu membuat Lee Min Im tersenyum puas. Ia pun menunduk dan mendekatkan wajahnya ke telinga Park Jong Ah.
"Aku akan perlahan-lahan memulainya, kau rilekslah dan jangan tegang." Park Jong Ah kembali mengangguk dan membiarkan Lee Min Im meneruskan aksinya.
"Emh.." Desah Park Jong Ah tertahan merasakan perih dari bagian bawah tubuhnya yang dia ketahui telah sobek saat ini.
Hingga akhirnya k*jant*nan milik Lee Min Im berhasil masuk seutuhnya ke dalam zona nyaman milik Park Jong Ah, barulah Lee Min Im memberi jeda pada **** * milik Park Jong Ah untuk menyesuaikan kondisinya saat ini.
Lee Min Im menatap kembali wajah Park Jong Ah yang memerah, entah karena rasa sakit, atau tengah malu saat ini. Kedua bola mata mereka saling bertemu, dan senyum tulus kembali terukir di wajah tampan Lee Min Im.
"Sudah siap? Kita lanjutkan"
Park Jong Ah yang sudah siap pun mengangguk dan mulai memejamkan matanya agar dapat lebih menikmati permainan mereka saat ini.
Malam panjang yang hangat di musim dingin tahun ini mereka lalui bersama, dengan tubuh berpeluh dan ******* serta erangan dari keduanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Sementara itu, di bar tempat para sahabat yang di tinggalkan oleh Park Jong Ah tanpa kabar, kini tengah kebingungan mencari gadis itu.
Yo Ri Yun yang merasa kepergian Park Jong Ah terlalu lama memutuskan untuk menyusul sahabatnya itu ke toilet. Namun betapa terkejutnya ia kala tidak menemukan gadis itu di sana.
"Park Jong Ah tidak ada di toilet! Ponselnya juga tidak bisa di hubungi." Ucap Yo Ri saat kembali ke dalam ruangan yang di sewa oleh Edward.
Mendengar ucapan Yo Ri, Edward dan Kang Dae bangkit. Mereka kemudian menuju ruang pengawas untuk mencari keberadaan Park Jong Ah di bar itu.
Setibanya mereka di sana, penjaga kamera CCTV menunjukkan rekaman beberapa saat yang lalu pada tiga orang itu. Dan terlihatlah Park Jong Ah yang ingin membantu seorang pria namun justru di bawa pergi secara paksa oleh pria itu.
"Pressdir Lee?" Ucap Edward dan Kang Dae bersamaan?"
"Kalian mengenal pria brengs*k itu?" Tanya Yo Ri pada kedua pria di sisinya.
"Ya, dia adalah rekan bisnisku."
"Dan dia juga pengusaha terkaya nomor dua di Korea saat ini." Sambung Kang Dae memberi penjelasan mengenai siapa Lee Min Im itu.
"Lalu apakah kita harus menelpon polisi? Aku rasa Park Jong Ah dalam masalah sekarang." Yo Ri kemudian memutar kembali rekaman CCTV saat Lee Min Im yang baru saja keluar dari sebuah ruangan dan hampir tidak mampu berjalan.
"Ada yang tidak beres dengan prilaku pria itu."
Mendengar penuturan Yo Ri, Edward dan Kang Dae saling bertatapan. Kemudian ketiga orang itu menuju mobilnya masing-masing dan mulai mencari keberadaan Park Jong Ah.
BERGABUNG....
...***Ok gais....thank's buat like kalian....
Jangan lupa jadikan vaforit cerita ini ya...
Dukungam kalian ini sangat berguna buat aku😙😙
Jangan ketinggalan novel karyaku yang lainnya juga!
__ADS_1
Ada yang berjudul what's wrong with my bos?, istri masa depanku dan taruhan berhadiah cinta***