
Yo Ri tengah bingung saat ini, ia tidak dapat menemukan jawaban atas perdebatan hati dan logikanya. Ia memutuskan untuk kembali ke apartemen miliknya terlebih dahulu. Dan ketika Yo Ri telah tiba di depan pintu kamar apartemennya, Park Jong Ah tiba-tiba menghubungi ponselnya.
"Ya?"
"Bisakah kau menemaniku jalan-jalan di luar? Aku sangat bosan selalu berada di apartemen."
Sebenarnya Yo Ri ingin menolak permintaan Park Jong Ah, tapi ia juga tidak tega. Jadi, Yo Ri menyetujui permintaan sahabatnya itu dan meninggalkan apartemennya untuk bertemu dengan Park Jong Ah.
Sebuah tempat yang tidak pernah sama sekali Yo Ri kunjungi selama berada di London karena tempatnya yang begitu mewah dan harus melakukan reservasi terlebih dahulu. Hari ini ia dapat dengan mudah memasuki tempat itu tanpa kendala. Kedatangan Yo Ri disambut langsung oleh seorang pelayan yang berdiri di depan pintu.
"Atas nama Nyonya Lee?"
"Ya."
"Mari ikut saya."
Yo Ri mengikuti pelayan wanita yang menuntunnya menuju tempat Park Jong Ah tengah duduk dan menikmati secangkir coklat hangat. Senyum manis Park Jong Ah menyambut kehadiran sahabatnya.
"Yo Ri!"
__ADS_1
"Hai, apakah kau sudah lama menungguku?"
"Tidak. Aku baru saja tiba. Ayo duduk, Coba kau nikmati kue-kue ini. Rasanya sangat lezat!" Yo Ri duduk di sisi Park Jong Ah dan menikmati kue serta secangkir coklat hangat. Mereka berdua membicarakan tentang banyak hal. Dan karena usia kandungan mereka yang relatif tak sama, Park Jong Ah dan Yo Ri saling bertukar pengalaman semasa kehamilan.
"Kapan kau akan mengadakan pesta pernikahan?" Pertanyaan Park Jong Ah yang tiba-tiba itu membuat Yo Ri yang sedang menyeruput coklat hangatnya menjadi tersedak.
"Uhuk..! Uhuk..!"
"Kau baik-baik saja? Kenapa kau terlihat gugup? Apakah ada masalah yang tidak kau ceritakan padaku?"
"Ti..tidak. Aku hanya kurang berhati-hati saat minum tadi."
"Apa?"
"Kau sebaiknya jujur. Akan sangat mengecewakan bagiku bila kau sampai berbohong dan aku mengetahui kebohongan dari orang lain."
Yo Ri menghembuskan nafasnya berat. Ia tau, bila Park Jong Ah adalah wanita yang memiliki insting kuat. Jadi, ia lebih baik jujur dari pada sahabatnya itu akan jauh lebih kecewa dari saat ini. Yo Ri juga berpikir, mungkin dengan ia menceritakan masalahnya pada Park Jong Ah, akan dapat menemukan solusi atas keresahan yang ia rasa.
"Em, sebenarnya Ayah dari janin dalam perut ku bukanlah anak dari pria yang akan ku nikahi."
__ADS_1
"Maksudmu?"
"Aku hamil dengan pria lain. Aku tidak memberitahukan kehamilanku pada pria itu, karena aku tau di dalam hatinya ada wanita lain. Jadi, aku berniat menyembunyikan kehamilan ini dan mencari pria lain untuk menutupinya."
"Kau gila? Biar bagaimanapun kau sudah membohongi anakmu sendiri. Dia pun berhak mendapatkan kasih sayang dari Ayah kandungnya. Lalu, hingga kini pria itu masih belum mengetahui kehamilanmu?"
"Dia ternyata sudah tau dan menemui ku barusan. Dia mengatakan bila dia akan bertanggung jawab akan kehidupan kami dan memintaku untuk memberinya kesempatan. Tapi aku tidak ingin hidup dalam bayang-bayang orang lain. Aku tidak ingin bersama pria yang tidak pernah mencintaiku sama sekali. Setidaknyanya dengan begitu, hatiku tidak akan bertambah sakit."
Park Jong Ah menatap dalam wajah sahabatnya. Ia tau akan perasaan Yo Ri saat ini, namun Park Jong Ah juga tidak akan membiarkan sahabatnya mengambil jalan yang salah.
"Yo Ri, cobalah kau pikirkan kembali keputusanmu. Coba kau pikir, bila kau hidup dengan pria yang tidak kau cintai, bukan hanya dirimu saja yang akan tersakiti, tetapi juga bayimu. Sedangkan bila kau hidup dengan Ayah dari bayimu, setidaknya dia akan mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Bahkan kau juga memiliki kesempatan untuk membuat pria itu jatuh cinta pada dirimu. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Biarlah waktu yang akan mengubah hati dan pikirannya. Bila hingga saatnya nanti dia masih tidak dapat menghapus nama wanita lain di dalam hatinya, setidaknya kau sudah membuktikan perasaanmu dan memberikan kasih sayang yang sesungguhnya untuk anakmu."
Yo Ri terdiam, ia mencerna satu per satu kalimat Park Jong Ah. Kini hati Yo Ri mantap untuk menerima tawaran Kang Dae dan membesarkan anak mereka bersama. Meskipun suatu saat nanti dalam hati pria itu belum terukir namanya, ia akan terus menunggu hingga nama Park Jong Ah perlahan memudar dari dalam hati Kang Dae dan bergantikan namanya.
"Kau benar. Terima kasih Park Jong Ah, kau memanglah sahabat terbaikku."
"Kau baru menyadari itu? Aku nantikan undangan pernikahanmu."
Yo Ri mengangguk dan memeluk erat tubuh Park Jong Ah. Keduanya saling berbagi kebahagiaan, dan kembali bercanda gurau seperti sebelumnya. Hingga tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat. Lee Min Im datang ke tempat itu untuk menjemput Park Jong Ah kembali. Begitu juga dengan Yo Ri, ia pun memutuskan untuk kembali ke apartemen miliknya.
__ADS_1
BERSAMBUNG....