ISTRI MASA DEPANKU

ISTRI MASA DEPANKU
KONTRAKSI


__ADS_3

Lee Min Im dan Park Jong Ah meninggalkan kantin rumah sakit. Mereka memutuskan untuk makan siang bersama di sebuah restoran yang lumayan jauh dari rumah sakit tempat Park Jong Ah bekerja. Perjalanan menuju restoran itu awalnya lancar-lancar saja, hingga sebuah mobil tiba-tiba berhenti di depan mobil yang mereka tumpangi.


"Ah...!" Teriak Park Jong Ah sambil memegangi perutnya.


"Apakah kau baik-baik saja?" Tanya Lee Min Im yang khawatir dan mengecek keadaan istrinya. Dengan wajah pucat, Park Jong Ah menganggukkan kepala. Dengan penuh emosi Lee Min Im membuka pintu mobil dan menghampiri mobil lain di depannya.


"Hei keluar!" Bentak Lee Min Im sambil mengetuk-ngetuk kaca mobil orang tersebut.


"Hei!" Berulang kali Lee Min Im mencoba mengetuk pintu mobil itu namun tidak ada jawaban, ia pun berinisiatif untuk melongok kedalam. Terlihat seorang pria tak sadarkan diri dengan kepala yang tersandar ke atas stir. Lee Min Im mencoba mencari bantuan pada orang-orang sekitar untuk membantu mengeluarkan pria itu dari dalam mobil.


Beruntunglah dengan bantuan dari banyak orang pria tersebut akhirnya dapat di keluarkan dari dalam mobil. Park Jong Ah menghampiri orang itu untuk memeriksa keadaanya.


"Permisi, tolong beri jalan."


Park Jong Ah mengeluarkan stetoskop dari dalam tasnya dan memeriksa denyut nadi pria tersebut.


'Denyut nadinya semakin melemah, matanya juga terlihat memerah. Jangan-jangan dia mengalami serangan jantung.'


"Cepat panggil ambulans! Dia mengalami serangan jantung!"


Dengan sigap Park Jong Ah melakukan CPR pada orang itu. Hampir setengah jam ia membantu pria asing tadi hingga ambulan akhirnya tiba dan membawa orang itu ke rumah sakit. Ketika Park Jong Ah ingin bangkit kakinya terasa lemah, hampir saja ia terjatuh andai Lee Min Im tak sigap menangkap tubuhnya.


"Kau baik-baik saja?"


"Kakiku kram, a..ah!" Erang Park Jong Ah seraya memegangi perutnya yang terasa tidak nyaman.


"Ada apa?"


Park Jong Ah tak dapat lagi menjawab pertanyaan dari Lee Min Im, ia hanya bisa meringis menahan rasa sakit di perutnya. Dengan sigap Lee Min Im mengangkat tubuh Park Jong Ah dan membawanya menuju rumah sakit. Dengan hati-hati Lee Min Im mendudukkan Park Jong Ah ke kursi depan. Terlihat keringat dingin telah membanjiri tubuh Park Jong Ah, mem membuat Lee Min Im menjadi makin khawatir.

__ADS_1


"Ku mohon bersabarlah, kita akan segera tiba di rumah sakit."


"Huft..huft..!" Deru nafas Park Jong Ah merasakan nyeri di perutnya makin meningkat.


Setelah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, akhirnya Lee Min Im sampai di rumah sakit tempat Park Jong Ah bekerja.


"Tolong!!!" Teriak Lee Min Im dan di sambut oleh para suster yang membawa troli bad.


"Apa yang terjadi dengan Dokter Park?"


"Perut istriku tiba-tiba sakit setelah membantu seorang pria yang gagal jantung di jalan tadi."


"Baiklah, tunggu di sini. Kami akan mencoba sebaik mungkin."


Para suster itu membawa Park Jong Ah menuju UGD dan meninggalkan Lee Min Im di luar. Mereka juga memanggil Dokter Obgyn terbaik di rumah sakit untuk membantu menyelamatkan bayi Park Jong Ah.


Hampir satu jam lamanya para Dokter di dalam mencoba menyelamatkan Park Jong Ah dan bayinya. Hingga akhirnya semua orang keluar dengan senyum merekah di wajah mereka.


"Bagaiman dengan istriku?"


"Untung saja Dokter Park dan bayinya masih bisa di selamatkan, tapi untuk beberapa hari kami sarakan baginya bad stress saja di rumah. Sebab kondisi janin Dokter Park masih sangat rentan."


"Terimakasih banyak atas bantuan kalian." Ucap Lee Min Im dengan wajah penuh kelegaan. Ia benar-benar bersyukur karena bayi mereka masih bisa di pertahankan. Lee Min Im masuk ke ruang UGD dan menemui Park Jong Ah yang masih terpejam dengan selang infus yang menancap di pergelangan tangannya.


"Siapkan makanan yang penuh dengan protein untuk istriku. Pastikan semuanya aman untuk kandungannya." Titah Lee Min Im pada seseorang di telepon. Ia kemudian menciumi kening Park Jong Ah dan menemani wanita itu sepanjang hari hingga akhirnya Park Jong Ah pun siuman.


"Kau sudah bangun? Bagaimana, apakah masih terasa sakit?"


"Tidak, maaf sudah membuatmu khawatir."

__ADS_1


"Ya, dan kau pantas di hukum." Jawab Lee Min Im dan mencubit lembut hidung Park Jong Ah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"B3ngs3k! Beraninya dia merebut priaku! Aku tidak akan melepaskanmu wanita j4l4n9!" Umpat Han Kyong Si yang melihat Lee Min Im begitu memperdulikan Park Jong Ah.


"Jangan salahkan aku bila kau kehilangan nyawamu j4l4n9!" Han Kyong Si melajukan mobilnya dan meninggalakn halaman rumah sakit. Dengan laju mobil sport yang di kendarainya, Han Kyong Si tak butuh waktu lama untuk tiba di sebuah tempat yang terlihat tak terawat. Wanita itu turun dari mobil dan menemui seorang pria bertubuh tinggi besar dengan tato di sekujur tubuhnya.


"Yow...! Angin apa yang membawa putri iblis berkunjung di istanaku?"


"Aku ingin memberikan sebuah tugas untukmu. Dan bila tugas ini dapat kau selesaikan dengan baik, maka aku akan memberikan bayaran berapapun yang kau inginkan."


"Ha..ha...ha... Kau tenang saja, tidak ada pekerjaan yang tidak dapat aku bereskan." Ucap pria bertato itu dengan sombongnya.


Han Kyong Si memberikan selembar foto pada pria itu dan membisikan sesuatu. Dengan senyum iblisnya, pria itu mengangguki ucapan Han Kyong Si. Usai mencapai kesepakatan Wanita cantik itu pun meninggalkan tempat itu dengan mobil sportnya.


BERSAMBUNG....


...CERITA INI HANYALAH FIKSI SEMATA!!!...


...BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, TEMPAT, KARAKTER DAN SEBAGAINYA, ITU HANYALAH KETIDAK SENGAJAAN AUTHOR....


^^^mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen dan juga^^^


^^^votenya ya...^^^


^^^Dukungan kalian sangat berarti bagi Author, dan untuk yang selalu setia menunggu kelanjutan karyaku, aku ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya pada kalian...^^^


I♡U READER'S...😙😙.

__ADS_1


__ADS_2