Istri Sempurna Milikku

Istri Sempurna Milikku
BaB I Takdir dan Jodoh


__ADS_3

“Kareen kau seharusnya tidak melakukan semua ini padaku!”


“kau wanita terkejam yang pernah ku temui,apa kau tahu aku sungguh kecewa padamu!”


Suara-suara itu terus bergema memenuhi gendang telinga Kareen,suara pria itu seolah-olah mengalami rasa sakit yang luar biasa.kerongkongannya seakan tertusuk oleh ribuan jarum saat mengeluarkan kata-kata itu,Kareen perlahan-lahan mengerjap-ngerjapkan kedua matanya yang terasa berat.samar-samar dia melihat seseorang berdiri di hadapannya dengan raut wajah penuh kebencian,pria itu memandang Kareen dengan tatapan suram yang menyedihkan,Kareen tahu siapa pria yang sedang berdiri di hadapannya itu.


Kareen dapat merasakan kesedihan yang sama bahkan dirinya siap jika harus di benci olehnya sekalipun,segala rasa yang ada dalam dirinya kini telah musnah semua yang ia yakini sudah punah seluruhnya,Kareen tidak mau lagi terjebak akan angan-angan manis bernamakan cinta.seluruh dunia serta kepercayaan yang ia miliki selama ini telah hancur hanya dalam hitungan detik.apa takdirnya memang harus seperti ini?Tuhan seolah tidak memperbolehkannya menjalani hidup yang ia rancang,Kareen menghembuskan napas beratnya ke udara,menelan semua pil pahit yang ada dalam hidupnya.Kareen bertanya pada pria di depannya dengan nada yang menyedihkan.


“Kau tahu aku ini memang wanita kejam bukan?”


“Aku yang mencampakkan mu,aku yang meninggalkan mu tanpa alasan adalah wanita kejam yang jahat!”


“Lalu apa yang ingin kau lakukan padaku?menuntutku atas apa yang terjadi padamu saat ini?”


Semua yang keluar dari mulut Kareen berbanding terbalik dengan apa yang ada di dalam hatinya,Kareen ingin menceritakan keluh kesahnya pada pria yang sekarang ada di hadapannya tapi rasanya akan sia-sia,dia tidak ingin lagi orang-orang yang di sayanginya memakan rasa sakit yang sama.air matanya mulai jatuh bergulir,Kareen tertunduk lesu,kedua tangannya mengepal erat memegang tepian ranjang,rambut coklat keemasannya teruai menutupi seluruh wajahnya.


“Kareen kau menyerah begitu saja terhadapku dan terhadap hubungan kita?”Pria itu menanyakan hal yang sangat Kareen ingin hindari.


“Iya.”Kareen menjawab dengan pasti pertanyaan pria itu tanpa ada keraguan dalam hatinya.


“Kareen aku tanpamu hanyalah sebuah tanaman kering tanpa air!”


“Kareen selamat tinggal....!”


Bayangan pria itu lambat-laun menghilang saat Kareen mendongak dia melihat darah mengalir dari pakaian pria itu“TIDAK AT.....!”


Kareen terbangun dari mimpi buruknya,jantungnya berdegup kencang,napasnya tidak beraturan,keringat dingin mengalir deras di pelipisnya.ternyata tadi hanyalah sebuah mimpi buruk belaka tidak nyata!Kareen buru-buru bangkit dari tempat tidurnya namun bagi Kareen semua itu terasa sangat nyata,ia memandangi wajah pucatnya di cermin ada rasa takut tak terlukisankan dalam hatinya.seusai mencuci muka Kareen berdiri dekat jendela dan menyandarkan tubuh lelahnya di dinding,kedua mata kehijauannya memandang rumah kaca milik ibunya yang di tanami berbagai jenis macam bunga.


“Bu apa yang harus kareen lakukan?”Kareen bergumam pelan.


“haruskah aku menentang ayah dan membuat hatinya sedih?”


Kareen tidak mengerti dengan kehendak takdir,takdir yang ia miliki selalu saja menuntutnya agar patuh padanya,dia ingat ancaman ayahnya,kematian tragis ibunya dan masa kecilnya.ayahnya tidak menyetujui pria pilihannya dan yang lebih menyakitkan dirinya di paksa memilih dua di antara satu pilihan,memihak salah satunya akan menyakiti pihak yang satunya lagi.


“KAREEN JIKA KAU BERANI BERLARI DI HARI PERNIKAHAN MU,AYAH PASTIKAN KALAU BESOK KAU HANYA AKAN MELIHAT MAYAT AYAH!”

__ADS_1


Ucapan sang ayah membuat hatinya pedih,dia tidak di ijinkan bahagia dalam hidup,harapan selalu memberinya mimpi yang kosong,kenyataan bahkan lebih sakit di bandingkan angan-angan,Kareen terus memikirkan ancaman ayahnya sampai dia tidak sadar ada seorang pria yang sedari memperhatikannya.pria itu tahu kalau dia telah membuat satu keputusan yang tepat dalam hidupnya,bibir sensualnya mengembangkan senyum misteriusnya.


“Dia adalah calon ibu yang tepat untuk kedua putraku.”


Beberapa jam sebelumnya......


Arkana Ramadhan tidak pernah memikirkan bagimana tipe calon istri idamannya bagi Arka wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya haruslah bisa menyayangi anak-anaknya,cukup hanya satu syarat itu yang harus di penuhi seorang wanita agar dapat menjadi pasangan hidupnya.Arka telah menemui banyak wanita cantik dari berbagai kalangan tetapi ketika mereka mengetahui tentang masa lalunya,satu persatu dari mereka menyerah untuk menjadi istrinya bahkan ada satu orang wanita yang cuma bertahan satu hari karena tak terima telah di bohongi.


“Arka apa ini sudah keputusan akhirmu?”tanya pria di depannya,suaranya bertamatabat tanpa cela.


“Sejak kapan anda mulai peduli tentang hidup saya?”Arka tidak ingin menjawab bahkan ia enggan hanya untuk sekedar berbasi-basi dengan pria yang sedang menatap tajam pada dirinya.


“ARKA!”suara pria itu kini sedikit meninggi bercampur kesal namun tak mengurangi wibawanya.


Arka mengambil sebatang rokok dan menghisapnya lalu ia memuntahkan asap rokoknya perlahan-lahan,rokok dapat membantunya menenangkan pikiran semenjak kematian ibunya beberapa tahun silam,rokok telah menjadi candu bagi dirinya dan merupakan semacam obat penghilang rasa kesal ataupun frustasi seperti sekarang ini.


“Tuan Jonathan Ramadhan atau harusakah aku memanggilmu ayah?”tanya Arka dengan nada mencibir.


Arka memandangi ayahnya dengan tatapan penuh cemooh,Jonathan hanya mampu menggelengkan kepalanya tak berdaya.dia tahu benar kalau anak satu-satunya ini teramat membenci dirinya,di usiannya yang menginjak senja dia harus menyetujui apapun keputusan putra semata wayangnya itu,Jonathan tidak ingin kehilangan satu orang anak lagi dalam hidupnya.


“Aku tidak tahu!”Arka menjawab asal.


Dia bangkit berdiri dari tempat duduknya,mematikan puntung rokok di asbak yang ada di meja samping tanpa berpamitan ia langsung melenggang pergi meninggalkan kediaman Jonathan Ramadhan,Arka tahu tindakannya itu salah tapi ia juga belum bisa memaafkan kesalahan ayahnya di masa lalu.


“Memusuhinya?apa dia belum juga sadar atas kesalahannya?”Arka tersenyum kecut sambil meninju marcedez benz hitam miliknya.


Arka tidak mau lagi mengingat masa lalu yang pahit karena itu membuat hatinya merasakan sakit yang sekarang harus ia lalukan hanyalah mencari kandidat terbaik untuk calon ibu sambung JJ dan Jason,sebelum menuju ke kediaman Kusuma Wijaya ia memutar kemudi ke arah lain karena harus menjemput seseorang terlebih dulu sebelum menemui calon istrinya.


Sedari tadi Arka memanggil-manggil namanya tapi Kareen tak juga menoleh dengan terpaksa dia berjalan mendekati Kareen yang masih sibuk memandang keluar jendela,bibir seksinya mengukir sebuah senyum manis.


“Kareen.”suaranya begitu seksi serta merdu dan sangat dekat di telinganya,Kareen terkesiap hampir saja dia jatuh tersungkur sebelum hal itu terjadi Arka dengan sigap menangkapnya.


“lepaskan!siapa kau?”


“bisa-bisanya kau masuk ke rumah ku tanpa seizinku!”bentak Kareen sambil melepaskan diri dari pelukan Arka.

__ADS_1


“apa pria ini seorang mafia penjajah wanita yang sedang menyamar?dan darimana dia tahu namaku?”


Kareen menatap curiga pada Arka yang di anggapnya sebagai penjahat,yah Kareen memang mempunyai sikap paranoid ketika dia bertemu orang asing yang belum di kenalnya,satu kebiasaan buruk yang belum bisa terlepas dalam dirinya.Arka menatap Kareen dari atas sampai bawah dapat di pastikan kalau kali ini dirinya tidak salah dalam mengambil keputusan,wanita unik di depannya ini adalah kandidat terbaik bagi calon ibu untuk anak-anaknya.


“Kareenina Wijaya.”sapa Arka lagi.


Kareen tersadar dan menyahut dengan ketus,Kareen berpikir mungkin pria di depannya ini salah satu kolega ayahnya.


“Ya,ada perlu apa?jika kau ingin bertemu dengan ayah beliau sedang tidak ada di rumah.”


Arka tidak menanggapi perkataan Kareen,dia justru menatap Kareen sambil tersenyum dengan penuh misteri.Kareen bergidik ngeri dia langsung saja mengerjap-ngerjapkan kedua kelopak matanya di iringi mulut yang berkomat-kamit persis penyihir yang sedang membaca mantra untuk mengusir roh jahat berharap pria di hadapannya menghilang dari pandangannya namun saat ia membuka mata yang ia dapati malah seorang anak kecil berusia sekitar enam atau tujuh tahun.anak kecil itu mengenankan pakaian mahal brand ternama,Ia mengenakan kemeja putih bergaris abu-abu dengan rompi berwarna hitam di padukan dengan celana jeans hitam sungguh penampilan yang luar biasa menajubkan untuk ukuran anak seusianya,wajahnya yang tampan namun polos tampak menggemaskan,mata biru cerahnya berkedip-kedip lucu.


“Kareen perkenalkan aku Arka lebih tepatnya Arkana Ramadhan calon suami masa depanmu.”


Kedua mata Kareen membelalak lebar menatap tak percaya,Arka tersenyum sopan seraya mengulurkan tangannya,sekujur tubuh Kareen terasa kaku dan ia mengabaikan uluran tangan Arka ,belum hilang keterkejutannya anak laki-laki itu mengatakan sesuatu yang membuatnya seolah-olah terkena serangan jantung mendadak.


“Kakak cantik...kakak cantik apa kau yang akan menjadi mommy ku nanti?”


Anak itu berkata dengan nada riang nan gembira,Kareen merasa dunianya telah runtuh seketika itu juga ,tega-teganya ayahnya menjodohkan dirinya dengan pria berstatuskan duda beranak satu belum hilang sepenuhnya keterkejutannya dia sudah mendengar suara tangis bayi.


“jangan katakan kalau bayi itu juga anaknya?jadi ayah tega menjodohkanku dengan seorang pria duda beranak dua?aku berharap ini semua hanyalah delusi semata!”


Tiba-tiba saja Kareen merasa seluruh tubuhnya mati lemas,kepalanya tak bisa berpikir jernih,pandangannya mulai kabur ketika tubuhnya akan jatuh ke tanah,Arka buru-buru menghampirinya dan menangkapnya.


“Papi Arka apa dia baik-baik saja?”JJ bertanya dengan cemas.


“dia baik-baik saja sayang,tenang saja oke.”


Arka membawa Kareen ke kamarnya,sebelumnya Arka sudah di beritahu oleh Kusuma Wijaya kalau kamar milik Kareen berada di atas,sementara dia mengantar Kareen ke kamar.Arka menyuruh JJ supaya menunggunnya di ruang tamu.


“Apa kau sangat terkejut dengan perkataan JJ barusan?”


“Maaf...aku tidak bermaksud mengejutkanmu.”


Arka bertanya pada Kareen yang masih belum sadar dari pingsannya,Arka meletakkan Kareen dengan hati-hati dan menyelimutinya,sejenak dia memandang wajah cantik Kareen yang sedang tidak sadarkan diri.wajah cantik Kareen mengingatkannya pada seseorang,seseorang yang telah lama menghilang dalam hidupnya setelah puas memandangi Kareen ia bangkit dan pergi.

__ADS_1


“Kareenina Wijaya kau adalah takdirku dan kumohon jangan pernah berlari pergi meninggalkanku.”


__ADS_2