
Dokter Irene tidak bisa berkata-kata lagi,dari sudut pandang wanita hamil,harapan untuk putus asa bahkan lebih kejam.
“Arka aku tahu kau mencintai Kareen lebih dari nyawamu sendiri tapi apa kau sanggup melihatnya menunggu harapan yang tidak pasti?”Athala langsung memulihkan ketenangannya,“bintang kecil itu bernafas dan hidup,Arka aku mau kau dan Dokter Irene merahasiakan hal ini bila perlu bilang pada Kareen bahwa bayinya tidak mungkin dapat di selamatkan!”
“Kau gila!”tangan Arka mengepal dan meluncur lurus tepat di depan wajah Athala namun sebelum tinjunya mengenai wajah Athala,Athala telah berhasil menahannya.
“Kau boleh menyebutku apapun yang kau mau!aku tidak peduli!jika kau ingin melihat Kareen lebih bersedih lagi karena adanya harapan dalam keputusasaan silahkan!”
Athala menatap galak di sertai pandangan mencemooh,"Dokter Irene aku ingin kamu menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menjaganya!"
“Saya seorang dokter,ini adalah tugas saya.” Dokter itu mengangguk.
“Apa yang kau butuhkan,kau tidak perlu datang pada siapa pun,datang saja padaku atau Arka...”
Dokter itu sedikit terkejut“Apakah Tuan yakin tidak ingin memberitahukan hal ini pada Nona Kareen?”
“Kau tidak mengerti apa yang aku katakan?”Athala mengangkat alisnya,suaranya dingin.
“Dan untuk Arka selaku suami Nona Kareen,apa anda juga yakin dengan keputusan ini?”Dokter menatap ragu-ragu dan Arka hanya meangguk lemah.
Dokter itu menelan ludah diam-diam dan mengangguk dengan cepat,“saya tahu,dan saya tidak akan memberitahukan hal ini pada orang lain.”
Meskipun Arka tidak mengerti mengapa ia patuh pada kata-kata Athala dan tidak berkomentar banyak tentang rencananya,Arka mengerti secara emosional Athala tidak stabil,Athala meninggalkan ruang operasi dengan ekspresi dingin di wajahnya.
ini sungguh tidak masuk akal!jelas-jelas di tangga ada sebuah karpet merah lalu bagaimana Kareen bisa terjatuh?Kareen tipe orang yang sangat berhati-hati dalam hal tertentu,dia tidak akan sebegitu cerobohnya pasti ada sesuatu yang tidak ia ketahui?seolah-olah ada seseorang yang dengan sengaja ingin mencelakai Kareen tapi pada saat Kareen terjatuh ia tidak melihat siapapun.
sayup-sayup terdengar suara lirih dari dalam kamar,Arka membuka pintu tanpa menimbulkan bunyi.ia melihat senyum menghiasi wajah Kareen namun masih ada jejak kesedihan meskipun kedua matanya tertutup,ia menyeret langkahnya yang berat dan berdiri di samping Kareen.
“Husband,si kecil memanggilku Mom..”
“Dia memanggilku Mom...”
“Mom..mom...mom....,”
“Umm..”Dahi Kareen benar-benar berkeringat.jari-jari Arka mengelap lembut butiran keringat yang jatuh,Kareen tampaknya terjebak dalam mimpi buruk,dan tidak dapat menahan diri“Umm...”
Kareen mengerang dalam kesedihan,kedua tangannya berangsur-angsur mengencang di bagian perut,dan selimut itu melilitnya dengan kuat“Arka,aku bertemu seorang anak....”Kareen merancau kembali.
__ADS_1
“Arka..tapi anak itu malah menjauh dariku dan hanya mengulurkan tangan mungilnya sambil menangis...”Dan berteriak padaku“Mommy menginginkanku tetapi Mommy tidak dapat memilikiku...”
“Arka sewaktu aku ingin melangkah maju untuk menggendong anak itu tiba -tiba saja anak itu menghilang...!”
“Umm..ugh..”Kareen mengerang kesakitan dan keringat di dahinya menjadi semakin tipis,Arka mengecup keningnya,berharap Kareen segera bangun dan tersadar dari mimpinya,Kareen tiba-tiba saja terbangun tetapi terbaring kembali mungkin karena sakit di perutnya belum pulih.
“Sayang mana yang sakit...”Tanya Arka seraya merapikan rambutnya,Kareen tidak menjawab,Kareen meraba-raba perutnya yang telah rata,dia tahu dengan benar kalau si kecil sudah tidak ada lagi dalam perutnya.
“Arka dimana star?sayang katakan padaku kalau Star baik-baik saja!”suara Kareen bergetar dan menatap Arka dengan binar penuh harap.
“bayimu dalam keadaan kritis saat dilahirkan dan Dokter mengatakan padaku kalau bayimu tidak dapat di selamatkan!”suara acuh tak acuh itu keluar dari mulut Athala yang baru saja datang.
mata Kareen berkedut“Kau.....omong-kosong apa yang sedang kau bicarakan?”
“sudah kubilang kan bayimu meninggal ketika Dokter mengeluarkannya.”suara Athala masih acuh tak acuh tanpa ada rasa belas kasihan sedikitpun“atau apakah menurutmu bayimu bisa hidup dalam keadaan seperti itu?”
Arka menarik Kareen ke dalam pelukannya,rasanya hatinya ingin berteriak dan memberitahukan padanya bahwa Star masih ada namun ia tidak mampu,air mata Kareen keluar tak terkendali.
“Athala...apa yang kau bicarakan?”Kareen berteriak marah seperti orang gila,dia bahkan tidak peduli dengan luka di perutnya“Kau berbohong...!”
“Kau berbohong padaku....!”
“bayiku...selama berbulan-bulan aku menantikannya....dimana bayiku?kembalikan dia padaku....!”
“Arka katakan kalau apa yang semua di katakan Athala hanyalah sebuah kebohongan....!”
“Moree...kumohon tenanglah!”
“lepas..lepaskan aku Arka!”Kareen melompat turun dan menghampiri Athala,kedua tangannya mencengkram erat kerah bajunya.
“Sayang...tenanglah!”Arka mencoba membujuk tapi Kareen tak menggubrisnya sama sekali.
“Diam...!Arka biarkan aku bicara padanya!”
Athala memandang Kareen dengan acuh tak acuh bahkan dengan berani menatap kedua mata Kareen yang dipenuhi kebencian“bayimu sudah tiada apakah aku harus menyimpannya sebagai mayat!”
“apa kau bilang!”
__ADS_1
“Kau monster!aku benci kau!”
“Kau harus mengembalikan bayiku...!kau yang bertanggung jawab!untuk segala yang terjadi padaku dan bayiku!”Kareen melepaskan cengkeramannya,dia melempar barang-barang di tempat tidur dengan gila, matanya merah dan air mata itu mengalir deras tanpa kendali,luka di perut terbuka lalu darah menetes,air mata serta darah membanjiri kamar,aku langsung menyergap Kareen dari belakang.
“Lepas...lepaskan!lepaskan aku Arka!”
“Kau boleh marah dan mengamuk bila perlu lampiaskan kemarahan mu padaku karena aku juga ikut andil dalam hal ini.”
“Kareen,sayang kumohon tenanglah,lukamu terbuka jika kau seperti ini terus aku juga akan kehilanganmu...!”
“Athala mengatakan kalau dia mencintaiku tapi sebenarnya tidak!dia tega membuatku berkubang dalam jurang derita!”
“dia tidak tahu aku setiap waktu menantikan kehadirannya,mendengar tangisan pertamanya dan menggendongnya dalam pelukanku....dia tidak akan pernah tahu bagaimana perasaan seorang ibu yang berbulan-bulan menunggu kelahiran anaknya!”
“KAMU TIDAK AKAN PERNAH TAHU!!!”
“Ya..aku seorang monster yang kejam dan aku juga tidak pernah mau mengerti perasaan orang lain!bayi itu sudah tiada seharusnya kau bisa menerimanya..!”
“Athala...!”Arka memperingatkannya.
“apa?kau ingin aku bersimpati terhadapmu dan Kareen?”
“apa yang sebenarnya yang kau mau dariku?”Kesedihan di mata Kareen dipenuhi dengan ketakutan.
“apa yang aku mau darimu?menurutmu apa?”suara rendah Athala menggema di ruangan,sepertinya dia tidak mengharapkan Kareen menjawab.
“apa yang dapat kuharap kan darimu?aku yang bodoh karena terjebak oleh wajah palsu mu!”Kareen mencibir.
“kehidupan yang baik tidak selalu berpihak kepadaku..rasanya aku lelah!”tangisan menyakitkan itu meredam tenggorokannya,itu suara keputusasaan yang tidak bisa mati,dari waktu ke waktu Kareen terus berteriak dan menyalahkan dirinya sendiri tanpa memperdulikan luka di perutnya.
“Athala......”Kareen menatap Athala dengan air mata yang membasahi wajah dan terukir sangat jelas di wajah cantik Kareen kalau ia mengukir kebencian pada Athala
“Seumur hidupku aku akan selalu membencimu!kau tidak harus mati tapi ku pastikan kau akan menderita di atas rasa bersalah!”
Athala mengauchkan segala kemarahan Kareen,ia berjalan keluar meninggalkan Kareen dan Arka di dalam sana,kakinya terus bergerak dengan langkah yang gontai.air matanya yang sedari ia tahan menetes dari waktu ke waktu,ia memasuki sebuah ruangan khusus yang hanya dan James yang dapat memasukinya.Athala menatap kosong pada lukisan besar yang ada di dinding ruangan khusus itu,ia merebahkan tubuhnya di atas kasur,tangannya meraba-raba benda yan ada di bawah bantal.
Aku tidak menginginkan dia dalam hidupku!seharusnya dia lenyap dan tiada!
__ADS_1
Air matanya kembali menetes di bubuhi rasa sakit yang menusuk hati saat membaca halaman kedua buku harian itu.