
“apa yang dia katakan padamu?”Tanya Kareen penasaran,Arka menyeringai jahil dan membisikan sesuatu yang membuatnya tertawa.
“pemuda itu bilang kau wanita paling beruntung di dunia ini karena memiliki suami tampan dan bersuara merdu sepertiku.”
“Hah?dasar suami narsis!”Kareen mencubit pelan pinggangnya.
“aku tidak peduli kalau kau bilang aku ini suami narsis atau apapun,yang penting istriku selalu bahagia bersamaku.”sebuah kecupan mendarat mulus di pipinya,kenapa pikirannya jadi teringat akan hal-hal yang di lakukan Arka dulu ketika mereka baru menikah untuk pertama kalinya.
“Kita pergi?”
Kareen meangguk, mereka berjalan perlahan,tepukan tangan kembali bergemuruh saat mereka melewati kerumunan tadi,sebagian orang menatap kagum pada Arka terutama kaum wanita.mereka menatap Arka dengan pandangan penuh binar sambil meneriakan kata-kata yang tidak dapat Kareen mengerti.
“apa yang mereka katakan?”Tanya Kareen lagi kali ini sambil berjalan dengan sebelah lengannya melingkari pinggang Arka.
“Bukankah aku tampan?”Arka mengakat sebelah alisnya.“mereka meneriak ku sebagai pria tampan dan menanyaiku apakah salah satu dari mereka bisa menjadi kekasih gelapku,bukankah suamimu ini begitu tampan?”
Kareen mengerucutkan bibirnya lalu memasang wajah masam dan berpura-pura marah.“kalau begitu pergilah dan ambil salah seorang wanita untuk kau jadikan simpananmu!”
Arka berbalik,kedua tangannya merengkuh wajah Kareen dengan lembut,ia juga menempelkan keningnya di dahi Kareen“Apa istri tercintaku ini sedang cemburu?”tawanya lembut dengan nada menggoda.
“Moree di mataku selamanya hanya ada kau,aku tidak akan menaruh perhatian pada wanita lain.di dunia ini hanya kau yang ada di mataku.”
“mereka mengatakan kalau kau memiliki pria terbaik dan mereka berdoa agar kita bahagia selamanya serta mendoakan agar anak kita kelak menjadi anak yang selalu di berkati.”
“benarkah?”sahut Kareen.
Arka menyunggingkan senyum penuh pesonanya dan itu hanya di tunjukkan padanya,bukankah a dia wanita paling beruntung?
“tentu saja itu benar!”Arka berujar dengan percaya diri.
Mereka berdua menuju tempat berikutnya yang akan mereka kunjungi merupakan sebuah jalan berliku dengan taman di sisi kiri dan kanannya,jalanan nya cukup unik karena membentuk pola zig-zag yang jarang ia temui.
“Bukankah ini Lombard street?”Kareen menoleh untuk melihat Arka,dan ia mendapati Arka tengah duduk termenung sambil menatap kaca jendela mobil.
“Husband,apa kau pernah ke tempat ini sebelumnya?”Kareen memegang tangan Arka lalu membawanya ke bibirnya dan mencium telapak tangan Arka seperti yang sering di lakukan Arka padanya.serangan mendadaknya membuat Arka tersentak kaget.
__ADS_1
“hei!gadis nakal apa yang kau lakukan.”Arka tertawa lalu membawa Kareen ke dalam pelukannya.
“ah..Tuan aku tidak tahu kalau ternyata aku ini seorang gadis nakal bukan istri seseorang!”Kareen tertawa ketika Arka mengangkat sebelah alisnya dan berlaga marah.
“lagipula pertanyaan dari gadis nakal sepertiku tidak begitu penting bagi Tuan Arkana Ramadhan yang memiliki segalanya sampai pertanyaan ku saja tidak di jawab!”
Arka memeluk Kareen semakin erat,jari-jari panjangnya membelai rambut Kareen dengan lembut.
“Oh,lihat Star apa yang harus ayah lakukan untuk membujuk gadis nakal seperti ibumu?”satu tangannya mengelus pelan perut besar Kareen.Arka seperti ingin mengalihkan topik pembicaraan,dan Kareen hanya menepuk pelan tangannya.
“dasar pemuda nakal!”
Arka tergelak dan sepanjang perjalanan mereka berdua saling menggoda satu sama lain dengan penuh canda tawa.
“baiklah moree kalau begitu kita berdua adalah sepasang pemuda-pemudi nakal yang sedang di mabuk asmara.”
“hah,apa katamu?”Kareen menolak untuk setuju.
“gadis nakal dan pemuda nakal.”kata Arka sambil menyeringai jahil.
“baiklah karena kau pemuda nakal tanpa nama,jadi gadis nakal ini harus tahu namamu bukan?”Kareen berbicara pada Arka dengan nada manja yang menggoda.
“emm bagaimana ya?aku sungguh penasaran atau tidak ya?”Kareen bangkit dari posisinya dan kini keduanya saling bertatapan,dengan susah payah Kareen menahan tawa agar tidak meledak keluar karena melihat ekspresi wajah Arka antara serius dan kesal bercampur dengan senyum yang ia coba tahan.
“jadi kau mau tahu atau tidak?”Tanya Arka sambil berpura-pura mendengus sebal.
“oke pemuda tampan tanpa nama jadi siapa gerangan namamu?”
“chuck..”jawab Arka singkat.
“apa?jadi kau wujud asli dari boneka chucky,ya Tuhan!”kedua mata Kareen membulat dan dengan cepat ia menjauh dari Arka lalu berlaga sok takut.
“tentu saja bukan,dasar gadis nakal bodoh!”
“lalu,chuck siapa?”Kareen berpura-pura tidak tahu,Arka mendekat dan meraih wajahnya.
“gadis nakal!jangan berpura-pura tidak tahu!”
__ADS_1
“kau mau aku cium ya?”ada kilatan cahaya tajam menggoda di kedua bola mata berwarna biru gelapnya.
“ah Tuan,kau belum menjadi suamiku jadi tolong jangan menciumku.aku tahu maksudmu kau itu chuck yang pasangannya blair di serial gossip girl itu,apa aku benar?”
“gadis nakal yang pintar!dan kau adalah pasanganku,jadi gadis nakal namamu seharusnya blair karena kau pasangan jiwaku!”
“huh?bisakah ku sebut ini semacam pemaksaan Tuan Chuck?”
“tentu saja tidak Nona Blair.”
“oke aku harus terpaksa setuju karena jika kalau aku tidak menyetujuinya pastinya kau punya cara jitu untuk memaksaku bukan?”
“gadis nakal kau semakin pintar...”
di tengah perjalanan Arka menyuruh supir untuk berhenti tepatnya di tempat wisata bernama Golden Park,Arka terlebih dulu turun lalu ia memutari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Kareen.ia mengulurkan tangannya dan Kareen menyambutnya tanpa ragu dengan jantung yang selalu berdegup cepat lalu perasaan bahagia seolah menjalari seluruh saraf serta tubuhmu.
“Jadi Chuck..,apa kau berencana mengajakku berkencan?”
Arka menggeleng pelan,Kareen merasakan Arka menghembuskan nafas perlahan detik berikutnya Arka sudah berlutut dengan menopang satu kaki di tanah dan tangannya memegang lembut tangan kanan milik Kareen,angin berhembus pelan meniup niup rambutnya.rasanya nafas Kareen terhenti detik itu juga.
“Hari ini aku bukanlah pemuda nakal bernama Chuck melainkan seorang pria bernama Arkana Ramadhan dan kau bukanlah gadis nakal bernama Blair melainkan seorang wanita cantik bernama Kareenina Wijaya yang di ciptakan Tuhan untukku.”
“Kareen takdir terkadang kejam tapi kadangkala takdir juga akan terasa manis jika kita percaya akan ada keajaiban di baliknya bukan?”
Kareen tidak dapat berkata-kata dan hanya menunggu kelanjutan dari kata-kata Arka,hari ini untuk pertama kalinya Arka menyebut namanya lagi setelah sekian lama.
“mungkin terlambat bagiku mengatakan ini semua padamu hanya saja aku,hanya ingin kau tahu kalau aku mencintaimu bukan hari ini saja,saat itu juga ketika pertama kali aku melihatmu aku telah jatuh hati padamu...”
“Hari ini aku sekali lagi ingin melamar mu dengan cara yang benar,aku mau kau menerima lamaran ku karena cinta bukan karena terpaksa....”
“Kareenina Wijaya maukah kau menikah kembali denganku?”
Air matanya mengalir kali ini bukan air mata yang jatuh bukanlah air mata derita melainkan air mata bahagia yang tidak mampu Kareen bendung.
“Ya..aku bersedia.”
Arka bangkit berdiri, ia mengusap air mata yang jatuh di wajah Kareen dan mencium lembut keningnya.
__ADS_1
Arka mengajak Kareen ke taman di Golden park ketika mereka memasuki taman,Kareen terkejut melihat mawar merah serta putih melilit satu sama lain dan itu membentang panjang hingga mencapai gapura putih berukir bunga yang sama.Kareen semakin terbelalak saat melihat layar televisi berukuran lebar,ada sekiranya tiga atau empat wanita asing yang mendekat ke arah mereka.