
Beberapa jam sebelumnya
ia ingin menghentikan waktu walau hanya dalam sekejap tapi pada kenyataanya ia tidak akan pernah dapat menghentikannya!meskipun hanya satu detik karena jarumnya akan terus berjalan bagaikan arus sungai.
Mereka berdua melaju cepat melintasi jalan raya,ia menyuruh Teddy mengemudi layaknya seorang pembalap jalanan,raungan dan caci maki dari orang-orang berdengung meneriaki mereka tapi ia tidak peduli selama ia masih bisa menemukan kareen lebih cepat dari Athala apapun resikonya ia tidak peduli meski harus ia pertaruhkan nyawanya,ia pasti rela jika semua itu demi Kareen.
“Berapa lama kita dapat sampai ke kafe (Z),Teddy?”Arka bertanya pada Teddy masih dalam kondisi panik.
Teddy menjawabnya sedikit ragu dengan kedua mata yang masih terus fokus melihat jalanan“kurang lebih sepuluh menit.”
Arka tidak bertanya lebih lanjut,dirinya berpura-pura tenang tetapi jauh di lubuk hatinya ada rasa gelisah lambat-laun menyebar menjadi sebuah ketakutan,ia takut ketika sesampainya di sana semua sudah terlambat!Rem keras datang dengan raungan mesin mobil yang menderu, dan ia melihat bagian depan,sebuah mobil yang berlawanan arah berlari melintasinya,tampaknya itu di luar kendali,tetapi pada saat ini rupanya Teddy tidak ingin berpikir lama!
Teddy buru-buru berbalik arah,tubuh mobil berputar di jalan dan ada tabrakan tak lama kemudian mobilnya sudah di luar kendali,mobil yang mereka kendarai menabrak sisi pembatas jalan,sepertinya ia mendengar napas Teddy tersengal-sengal jika Teddy bukan ahli dalam bidang teknisnya,Arka yakin mereka tidak dapat menghindari kecelakaan.
“Tuan Arka?”
Teddy berbalik dan menatap Arka mungkin ia mau bertanya apakah Arka baik-baik saja.Arka meninju keras sandaran kursi yang baru saja ia jadikan pegangan sesaat lalu,ia kerjapkan kelopak matanya yang terasa berat.
“Teddy....pergilah!”
pada saat yang bersamaan ia turun dari mobil.jarak antara jalanan ini menuju kafe(Z),butuh waktu sekitar tujuh atau delapan menit.ia mencoba memotong jalan dari jalanan utama dan itu membutuhkan waktu kurang lebih sepuluh menit!ia tak dapat memikirkan apapun saat ini, satu-satunya hal yang bisa di lakukan sekarang adalah berdoa dan berharap hal itu bisa menunda sedikit waktu,setidaknya biarkan ia yang datang dan menemukan Kareen sebelum Athala!
Dan pada dasarnya realita hidup memang akan selalu terasa pahit ketika ia telah sampai di sana,ia tak mendapati sosok Kareen.manajer kafe menjelaskan seluruh detail kejadiannya padanya.memandangi cuaca suram dan tidak ingin sedikitpun ia berbicara sekali lagi ia lengah dan kalah langkah dari si pecundang bernama Athala.
“Dimana kau sekarang berada,Moree?”
Ia selalu saja bertanya pada dirinya sendiri seperti ini dalam perjalanan pulang ke rumah, Sam dan Melody sedang menunggunya di ruang tamu,melihat kondisi Arka dalam kondisi lesu bagaikan seekor serigala kelaparan yang terdampar di padang gersang,mereka sudah bisa menebak apa yang terjadi tanpa perlu Arka menjelaskannya.
“Kau kehilangannya lagi,sob?”
__ADS_1
Arka mengacuhkan pertanyaan Sam dan terbaring lemas di sofa,ia benar-benar merindukan Kareen“Moree aku merindukanmu,aku harap kau dan star baik-baik saja!”
adapun Melody dia tidak bicara sepatah katapun dan hanya menngis.orang-orang sepertinya dalam keadaan di lema.Arka melirik Sam di sofa seberangnya dengan Melody di sebelahnya,Blue selalu setia di pelukan Sam.kedua tangan Sam sibuk memegang kertas serta pena tapi Arka tidak berminat sama sekali untuk melihat apa sedang Sam kerjakan,kedua malaikat kecilnya pun telah ia titipkan di tempat yang aman saat ia hendak tidur,suara Sam menganggetkannya.Blue telah selesai melakukan tugasnya dan pimpinan Sam yang berada di negara bagian selatan baru mengembalikan Blue pada Sam tadi siang.
“Arka sepertinya Kareen di bawa ke sebuah tempat menyerupai istana dan tempat itu di kelilingi laut serta hutan kalau kau ingin ke sana hanya ada satu jalur yaitu melalui udara.”
Arka segera bangkit dan menghampiri Sam lalu ketika ia ingin menanyakan lebih detail tempat yang di katakan Sam tadi,tiba-tiba ponselnya berdering,satu pesan masuk dari nomor tidak di kenal.
Pesan teks From 08xxx:
Hai pecundang,ingin tahu dimana Kareen tersayang ku berada?
sebelum ia sempat membalas pesan kurang ajar yang di kirimkan Athala,pesan lainnya bermunculan dari nomor yang sama.
Pesan teks From 08xxx:
tapi ingat kau hanya boleh menemui ku sendirian!
dan satu hal lagi jika kau berani membawa anak buahmu.seumur hidupmu kau takkan bisa bertemu Kareen!
Kalau kau menuruti perintahku,akan kubawa kau menemui Moree ku.
Athala George
Arka membalasnya dan hanya membalas singkat pesannya.
Pesan teks to 08xxxx
Baiklah,akan ku temui kau besok brengsek!
__ADS_1
“Arka,akan ku bantu kau melacak tempat ini.”
Arka menguap dan berpura-pura tidak tertarik pada tempat yang di lukis oleh Sam.
“aku mengantuk,biarkan aku tidur sebentar Sam!”
Sam memandang bingung dengan perubahan sikap Arka tapi jika hal menyangkut persoalan Kareen,ia tak mau gegabah.Athala memperingatinya agar tidak melibatkan anak buahnya kemungkinan Sam juga termasuk meskipun dia bukan anak buahnya
“Sam,Melody,aku sangat berterimakasih kalian masih mau meluangkan waktu mengkhawatirkan Kareen tapi ini sudah malam,pulang dan tidurlah kalau ada kabar mengenai Kareen.secepatnya akan ku hubungi kalian.”
mereka berdua meliriknya dengan pandangan penuh kecurigaan.namun beberapa detik berikutnya keduanya mengangguk pasrah dan berlalu pergi meningalkannya sendirian.alarm berbunyi hampir menghancurkan gendang telinganya,tepat pukul empat setengah pagi.ia terbangun,buru-buru ia kenakan kemeja serta celana hitam kesukaannya,memacu mobilnya agar berjalan lebih cepat begitu sampai tujuan.matanya mejelajah liar ke segala penjuru mencari sosok Athala dan sialnya bukan sosok Athala yang datang melainkan sekelompok orang berbaju serba hitam tiba-tiba menerjangnya.samar-samar ia mendengar mereka menyebutkan bos sebelum ia pingsan oleh pengaruh obat bius.
Sam memang tak menaruh curiga pada Arka tapi satu yang Sam tahu,Arka di ancam oleh Athala dalam hal menyangkut keselamtan orang yang di cintainya.Arka akan bertindak sangat hati-hati.Blue menggambar sesuatu yang lain selain bangunan menyerupai Kastil,ada gambar seorang anak kecil di sebuah ruangan,akan ada pertemuan,dan akan ada tragedi yang akan menimpa Arka dan Kareen namun di balik semua itu akan ada kebahagiaan.
Sam tersenyum lega karena setibanya Arka di sana akan ada perubahan dalam diri Athala,Sam tidak tahu apa yang terjadi pada hidup Athala sebelumnya,bisa saja Athala mengalami hal yang buruk di masa lalu dan hanya Kareen yang mampu menariknya dari keterpurukan.Melody melihat Sam senyum-senyum sendiri sejak pulang dari rumah Kareen tadi.
“pria usil apa ada hal yang membuatmu bahagia?”
“tentu saja..benarkan Blue.”
Melody mendelik sebal padanya“namaku bukan Blue!”
“aku tidak berbicara padamu..aku bicara pada kucingku.”
Melody langsung memalingkan pandangannya dan menatap keluar kaca mobil,ia mati-matian berusahan menekan rasa malunya.bodohnya lagi kenapa dia mau saja di antar pulang oleh Sam,pria usil yang menyebalkan!Sam biasanya memanggil dia dengan sebutan blue mana dia tahu kalau blue yang di maksud Sam itu kucingnya.
“hey gadis kau marah?”
Melody tidak menanggapinya dan hanya berfokus memandang keluar jendela.
__ADS_1