
perasaan sedih kembali melandanya,bibirnya bergetar,ada rasa rindu yang menyesakkan dada.Kareen merindukan suara manja JJ saat malaikat kecil itu memanggilnya“Mommy Kareen.”
“Halo,JJ sayang ini mommy.”
“Mommy Kareen,apa kau baik-baik saja?”
JJ berbisik lembut,si kecil bertanya dengan nada cemas.
“Mommy Kareen,mommy Kareen pergi kemana saja,aku dan JJ kecil tidak bisa menemukan mu di manapun.”
“Sayang,mommy baik-baik saja,adik kecil kalian juga baik-baik saja secepatnya mommy akan kembali oke.”
Kareen terpaksa berbohong pada malaikat kecilnya setelah waktunya berakhir.ia tidak tahu apakah ia dapat kembali dan berkumpul lagi bersama keluarganya.
“Oke,mommy Kareen,mommy Kareen ketika kau kembali nanti,aku akan memberikan hadiah untuk adik kecilku.”suara JJ masih menggemaskan meskipun saat ini dia sedang dalam tahap menuju dewasa.
“Hadiah?bolehkah mommy Kareen tahu apa hadiahnya?”
hening sejenak.“tidak!ini adalah sebuah kejutan untuk adik kecilku.”
tidakkah JJ tumbuh seperti Arka?
“Oke,apapun hadiah yang JJ berikan pasti adik kecilmu akan menyukainya sayang,Mom merindukanmu.”
“aku juga merindukan mommy Kareen,cepatlah pulang oke.”
“tentu,sampai jumpa sayang!”
sebelum ia menutup telepon,sambungan telepon sudah terputus terlebih dulu,nampaknya JJ mengantuk.Kareen mendengarnya menguap.
entah darimana datangnya air mata itu,air mata selalu saja muncul secara tiba-tiba.ia ingin mengatakan segalanya kepada Arka,ia juga ingin Arka membawanya berlari dari tempat ini tapi ia tidak bisa selamanya menjadi orang yang egois!dengan lembut Arka meraih tangan Kareen dan membawanya ke bibir untuk di cium lalu dia berkata dengan lembut“Gadis bodoh,kau menangis?”
Kareen memiringkan kepalanya lalu menatap Arka supaya kesedihannya tak terlalu kentara.
“Memanggilku gadis bodoh lagi?”Kareen mendengus sebal dan Arka malah tertawa.
“Moree ku sangat cantik saat dia sedang kesal!”bibir tipis Arka telah menempel di bibirnya pada saat kata itu terucap.
__ADS_1
“apa kau sekarang berubah menjadi seorang perayu handal?”Arka membungkuk untuk mencium perut besar Kareen sedangkan satu lengannya melingkari pinggang Kareen,angin berhembus perlahan meniup pelan rambut panjang milik Kareen.cuaca hari ini cerah tapi mungkin tak secerah keadaannya saat ini.
“Star,lihatlah ibumu sayang,dia menyebutku seorang perayu handal,apa itu bagus jika kau lahir nanti jadilah sepertiku jangan seperti ibumu oke.”
“Hei,jangan mempengaruhi anakku yang belum lahir!”
Kareen dan Arka tertawa bersama,Arka memandangnya penuh sukacita,rasanya ia tidak ingin waktu berlalu.biarkan dunianya seperti ini,Tuhan apakah itu terlalu sulit untuknya,ia telah kehilangan orang-orang yang ia sayangi haruskah ia kehilangan mereka juga,ia ingin egois tapi hatinya menentangnya.
“Hei pasangan yang sedang di mabuk cinta,ini waktunya bagi kalian untuk pergi kencan ke tempat berikutnya!”Leon berteriak sambil berlari menuju ke arah mereka tapi dia hanya sendirian biasanya Kareen selalu melihatnya bersama Belle,kemana dia?oh sudahlah lupakan,hari ini adalah harinya bersama Arka.
“tempat berikutnya?”Arka menatapnya penasaran dan Kareen hanya meresponnya dengan seutas senyum manis,bukankah mereka berdua terlihat seperti pasangan yang sedang di mabuk asmara tanpa harus melalui jalan panjang yang berliku?kenyataannya tidaklah seindah dunia mimpi yang di penuhi cinta.
“Ayo.”Kareen meraih tangannya,dan membungkus telapak tangannya yang terasa hangat.
Arkana Ramadhan terimakasih telah hadir dalam hidupku,mengisi hari-hariku, terimakasih telah menjadi suami terbaikku, dan menjadi Ayah terbaik bagi malaikat-malaikat kecilku tanpamu aku tidaklah sempurna.kamu yang selalu setia di sisiku dan tidak pernah menyerah akan ku,kamu adalah cahaya dalam gelap ku.
Leon membawa mereka berdua menuju helikopter yang sudah di siapkan Athala,seorang pilot dengan pakaian rapih sudah menunggu mereka,itu pilot yang sama ketika Kareen masih bersama Athala dulu.
“Nona muda Kareen,Tuan Arka,silahkan masuk.”
Arka lebih dulu menyuruhnya masuk, dia menuntun Kareen dengan hati-hati seolah-olah Kareen adalah boneka porselen yang mudah retak jika tidak di rawat dengan baik.cukup lama perjalanan yang mereka tempuh akhirnya helikopter itu mendarat di area khusus,sebelum kakinya menginjak tanah,Arka sudah lebih dulu menangkapnya dan mengangkat tubuhnya.
Arka tak menghiraukan perkataannya hanya terus berjalan dan menggendong Kareen layaknya seorang putri“aku berat!”Kareen bergumam lirih.
“untuk istriku,tidak ada sesuatu yang berat!”
Kareen mendongak untuk menatap wajahnya,ia melihat bibir tipisnya tersenyum cerah,Kareen segera menunduk serta melingkarkan kedua tangannya di leher Arka,menyadarkan wajahnya di dada bidang milik Arka untuk meredam isak tangisnya.ia tidak ingin terlihat sedih dan muram di depan Arka.selamanya ia ingin Arka di sampingnya ketika telah ia temukan tambatan hatinya mengapa harus ada sebuah celah yang memisahkan mereka?Arka mengehentikan langkahnya,wajahnya sedikit menunduk,dia menatap Kareen dalam-dalam.
“Moree,jangan menangis kumohon!apa kau tidak bahagia bersamaku?”nadanya begitu sendu dan terluka“Moree satu hal yang perlu kau ketahui,aku takkan pernah sanggup melihatmu menangis lagi!jadi kumohon tersenyumlah.”
Mendengar Arka berbicara seperti itu membuatnya semakin terisak,ia bodoh!Arka selalu tahu perasaannya!jangan menangis Kareen!jangan menangis!hari ini kau harus bahagia bersamanya!ia terus-menerus mensusgeti dirinya sendiri.Kareen terpaksa menunjukkan senyum manis terbaiknya pada Arka.
“aku selalu bahagia bersamamu untuk sekarang maupun nanti.”ucap Kareen tulus.
Arka menunduk dan menempelkan bibir Kareen di bibirnya,ia merasakan air mata Arka jatuh membasahi pipinya“aku senang mendengarnya,moree jangan pernah bersedih lagi oke.”
Kareen tidak sanggup lagi berkata-kata,Arka pria terbaik dari yang terbaik yang pernah ia temui,seandainya Arka lah yang ia cintai lebih dulu mungkin saja keadaannya tidak akan seperti ini.sebuah mobil hitam berhenti di depan mereka,seorang sopir memakai setelan hitam keluar dan memberi hormat pada mereka,Arka tahu kalau itu orang suruhan Athala,dia langsung menuju ke mobil lalu menurunkan Kareen secara perlahan,mobil yang mereka tumpangi melaju perlahan melintasi jalanan kota SanFransisco.Arka meraih Kareen kedalam pelukannya ketika Kareen ingin memandangnya,Arka sedang menatap keluar kaca jendela mobil dan tiba-tiba saja ia menyuruh sopir untuk berhenti.
__ADS_1
"moree,ayo kita turun."Kareen mengernyit bingung pada Arka tapi itu hanya sesaat setelah itu Kareen mengikuti perintah Arka,mereka berdua keluar dari mobil dan menyuruh sopir memarkirkan mobilnya di suatu tempat.Arka menggenggam tangannya di bawah sinar matahari,dia membawa Kareen ke tepi jalan di sana ada seorang pemusik jalanan yang tengah memainkan gitarnya.Arka menghampiri seorang pria muda,mereka berbicara dalam bahasa asing yang tidak Kareen pahami dan dalam sekejap gitar milik pria muda berambut coklat itu sudah bertengger manis di tangan Arka.terdengar alunan nada menggema indah nan suara merdu miliknya.
“Lagu ini ku persembahkan khusus untuk seseorang yang istimewa dalam hidupku, selamanya dia akan menjadi yang terakhir bagiku dan tidak akan tergantikan.”lagi-lagi Arka mengucapkan sesuatu yang tak ia mengerti tapi hatinya merasa di penuhi bunga ketika Arka mulai menyanyikan lagu milik Shane Filan.
Not sure if you know this
but when we first met
I got so Nervous,I couldn't speak
In that very moment,I found the one and
My life had found its missing piece
So as long I live I'II love you,
will have and hold you
You look so beautiful in white
And now from till my very last
breath,this day I'II cherish
What we have is timeless,
my love is endless
And with this ring I
say to the world
You're my every reason,
you're all that I believe in
With I mean every moment
__ADS_1
saat Arka selesai menyanyikan lagu itu gemuruh tepuk tangan berdatangan dari kerumunan orang yang tadi mereka lewati, biarkan air mata bahagia ini mengalir,Arka selalu saja membuat Kareen terkejut dengan aksinya.Arka mengembalikan gitar kepada sang pemiliknya,pria itu berbicara menggunakan bahasa asing yang jelas-jelas tidak Kareen mengerti lalu Arka hanya mengangguk dan tersenyum.