Istri Sempurna Milikku

Istri Sempurna Milikku
BaB XXI Jiwa yang terguncang


__ADS_3

Kebahagiaan bagai musim yang berganti,ia datang dan berganti sesuai kemauannya


Lihatlah langit biru yang semula terang benderang berubah hitam pekat,dunianya yang ia miliki semula putih menjadi gelap gulita tidak ada lagi sinar mentari yang menerangi.takdir dengan kejam merenggut segalanya yang ia miliki,ibu,ayah,kekasih bahkan suaminya berencana pergi setelah ini.gumpalan-gumpalan awan lambat laun meneteskan air,membasahi jiwa-jiwa yang tengah berduka seketika payung-payung hitam terbuka lebar melindungi manusia dari guyuran derasnya air hujan.


Semua pemandangan di depannya adalah hitam,hitam,dan hitam.adakalanya ia ingin mencemooh mereka yang mempercayai takdir maupun keajaiban!Oh dari awal sudah sepatutnya ia tak meyakini itu ada,bila keajaiban itu ada maka saat ini ia bukanlah sedang berada di dunia nyata melainkan negeri dongeng yang dipenuhi sihir dimana orang sekarat akan sembuh dengan hanya mengucapkan mantra dan Ya Para peri bersorak-sorai ketika mantra nya berhasil bekerja pada seseorang.keajaiban hanyalah semacam sebuah omong kosong untuk membodohi seorang anak kecil!


Kedua kakinya berdiri goyah di atas bumi yang seakan berguncang seolah mengombang-ambingkan tubuhnya.orang-orang yang ia cintai,ia kasihi telah pergi.tega dan meninggalkan dirinya bersama kegelapan hati yang menyelimuti.sampai kapanpun ia tidak bisa menerima kebenaran ini!bahwa ayahnya sudah tiada,ayahnya tidak mati!ia yakin kalau ini bukanlah pemakaman ayahnya!Ia menghadiri pemakaman orang lain dan seratus persen yakin saat ini ayahnya sedang menunggunya di rumah dengan secangkir teh di tangannya.ia berbalik ke samping kiri seraya berbisik di telinga Arka.


“Husband,aku mau pulang dan menemui ayah di rumah,sudah lama sejak kita menikah,kita berdua tidak menjumpainya.”


Arka memandang istrinya dengan rona menyedihkan di wajahnya,ia tahu Kareen hanya akan sadar sesaat,pengaruh obat yang di berikan Dokter itu sudah hilang dan sekarang Kareen kembali kehilangan kendali diri,Kareen sungguh belum mampu melepaskan kepergian ayahnya,Arka tahu persis seperti apa perasaan yang sedang di rasakan Kareen saat ini,ketika orang yang teramat kau kasihi tiba-tiba meninggalkan mu,hati mu akan terasa bagaikan tertusuk duri-duri kecil yang terlihat dan orang yang melihat mu bersedih tidak bermaksud menghiburmu,hanya ada dirimu di saat kesedihan itu menerpa dan hanya akan ada segelintir orang yang mau berempati padamu tapi Arka tidak mau Kareen berlarut-larut dalam kesedihan untuk itu dia harus bersikap sedikit tegas terhadap istrinya.


“Moree,apa kau sudah lupa?”


nada bicara Arka setengah marah,Kareen berpaling lalu melihat Melody yang berada di sebelahnya.Melody menangis tanpa henti dan mengusap air matanya sesekali,Kareen mengerutkan kening bertanya-tanya di dalam hati mengapa semua orang terlihat bersedih?lalu kenapa dia harus menghadiri pemakaman orang lain!dia ingin cepat-cepat pulang dan menemui ayahnya di rumah tapi ia melihat semua orang berduka cita.Kareen sama sekali tidak ingin melihat pemandangan yang suram di depannya,hujan tak hentinya mengguyur bumi,ia menyukai hujan akan tetapi mengapa kali ini rasanya berbeda?hatinya seperti tertindih benda berat dan itu terasa menyakitkan!dia tidak ingin menangis karena orang yang sedang di makamkan sudah pasti bukanlah ayahnya,untuk memastikannya dia harus bertanya pada Melody.


“Mel siapa yang kau tangissi?”tanyanya pelan.


Melody menatap Kareen dengan tatapan seolah-olah dirinya sudah tidak waras!Melody tidak akan membiarkan sahabatnya berada dalam ketidak warasan,Melody tahu rasanya kehilangan seorang ayah bahkan rasa kehilangan yang ia rasakan lebih sakit di bandingkan yang di alami Kareen.Melody harus membuat Kareen tersadar dari rasa kehilangan yang menyakitkan.


“Moree,relakan kepergiannya.”ucap Arka sembari mencengkram bahu istrinya kuat-kuat.


“Gadis,paman akan bersedih melihatmu seperti ini!”timpal Melody dengan tegas.

__ADS_1


“gadis sadarlah,paman sudah tidak ada lagi!dia telah pergi meninggalkan kita untuk selamanya!aku mohon padamu Kareen sadarlah!”


Melody memegang lengan Kareen dengan sekuat tenaga dan menatapnya lekat-lekat namun yang di lihat Melody sungguh memperhatin kan,ia hanya melihat tatapan tak percaya di kedua mata Kareen yang indah,tatapan seperti seseorang sedang membodohi nya dengan trik murahan,bagaimana Melody menyadarkan Kareen akan hal ini?kalau Kareen telah kehilangan ayahnya untuk selamanya,Kareen sahabat dan telah ia anggap seperti adiknya sendiri,dia tidak mau Kareen berakhir menjadi gila.


“apa yang Kalian berdua bicarakan?aku tahu kita sedang menghadiri pemakaman seseorang.lantas apa yang perlu ku relakan?dan siapa paman yang kau maksud Mel?”


Arka dan Melody telah mencoba berbagai cara agar Kareen tersadar tapi apa mau di kata mungkin mereka harus menyerahkan segalanya pada waktu!biarkan waktu yang akan menuntun Kareen menemukan jalannya kembali,waktu akan menunjukkan nya pada sisi terang dalam dunianya yang sekarang terasa gelap.


“Kareen,kita sedang mengantarkan ayahmu ke tempat peristirahatan terakhirnya,apa kau lupa Sayang?”Arka mengguncang-guncang kan tubuhnya.


“Gadis,jangan katakan padaku bahwa kau belum bisa menerima kepergian Paman!”


Melody menggenggam erat lengannya,Melody tidak tahan lagi!apa mereka berdua telah kehilangan akal sehat?tega sekali mengatakan hal kejam bahwa ayahnya sudah mati!Kareen tidak mengerti mengapa dirinya seketika saja berada di sebuah upacara pemakaman seseorang,dia tidak mau lagi mendengar omong kosong orang-orang kalau ayahnya telah tiada!


Kareen berteriak marah sampai orang-orang yang hadir untuk berkabung mendadak menatap ke arahnya,ia tak memperdulikan tatap-tatap aneh di sekelilingnya.Ia melangkah dengan terseok-seok karena sesuatu yang mengganjal dalam hatinya,sedih,kalut,benci melebur menjadi satu,seseorang menarik kasar lengannya lalu ia membalikkan tubuhnya hingga membentur dadanya yang keras.


“Moree,kau harus bisa menerima kenyataan yang menyakitkan ini!”tutur Arka sedikit lembut dan agak marah.


Arka terpaksa bersikap kejam!semua demi kebaikan Kareen,apapun yang ia lakukan terasa percuma!kenapa Tuhan selalu menghukumnya!orang-orang yang berada di sekelilingnya terus saja di timpa penderitaan!Kareen meredam isak tangisnya di dada bidang Arka,entah apa yang terjadi pada dirinya tiba-tiba saja dia hanya ingin menangis di pelukan Arka.


“Benarkah itu ayah?”


Arka membawanya tenggelam semakin dalam ke dalam pelukannya.yang Kareen ingat ayahnya terbaring lemah di rumah sakit sesudah itu ayahnya membuka mata dan menceritakan masa kecilnya,Yah hanya satu kebenaran itu yang masih dapat ia terima.

__ADS_1


“Husband,itu bukan ayah.itu orang lain!ayah tidak mungkin mengngikari janjinya padaku!”


Arka mengangkat wajah Kareen,memaksanya menatap wajahnya.


“Moree,sadarlah!”Salaknya.


Arka menggeram marah di iringi isak tangis,Kareen menatap arka dengan tatapan hampa,diam tak bergeming membiarkan hujan menghujam keras membasahi tubuh mereka,jika itu benar ayahnya telah pergi untuk selamanya lalu apa gunanya di menjalani hidup!lebih baik mati!ia dapat menerima beban apapun dalam hidup ini kecuali kematian ayahnya ia tak sanggup menerimanya!dimana keadilan?ia tak melihatnya di manapun juga!Kareen mau hujan menenggelamkannya hingga tak bersisa.


“Husband,kalau begitu aku ingin mati saja!aku ingin mati!


Arka menariknya lagi kedalam pelukannya.“tidak!Moree Tuhan akan adil padamu,Tuhan akan memberikan sesuatu yang lebih indah padamu nanti!”


Memberinya sesuatu yang lebih indah?apa itu?keindahan pun mempunyai sedikit cacat yang terlewatkan oleh mata,sesuatu yang indah pun mampu menipu seseorang,ia membuat seseorang terhanyut hingga lupa akan rasa sakitnya.


“Kau jahat!mengapa kalian tega mengatakan hal yang menyakitiku?ayah tidak akan pernah pergi untuk selamanya!Ia akan selalu bersamaku,ayah sudah berjanji takkan pernah meninggalkanku...jika Tuhan mengambil ayah itu artinya Tuhan tidak adil padaku!itu bukan ayah!”


“Semua orang telah tega membiarkanku dalam kesendirian!ayah dan Ibu mereka berdua tidak ingin aku bahagia!maka untuk itu satu-persatu dari mereka menghilang di kehidupanku!kenapa Tuhan memberikanku takdir yang begitu kejam!”


“Tidak sayang kau salah,jangan menyalahkan Takdir,masih banyak orang-orang di sekelilingmu yang menyayangimu,ada aku suamimu,JJ,JJ kecil,Bibi Shuzi,Melody dan juga Bibi Shanty!”


Arka membawa Kareen kedalam pelukannya lagi,mendekapnya erat tapi Kareen berusaha lepas darinya dan mendorong tubuhnya sekuat tenaga dengan membabi buta memukul-mukulnya penuh amarah,Arka membiarkan Kareen melampiaskan segala emosi serta kemarahannya yang memuncak.


“Aku tidak mau siapapun!Aku cuma mau ayah!bawa kembali ayah padaku!bawa ayah ke hadapan ku!aku hanya ingin ayah!katakan kau mampu membawanya kembali padaku.!aku tidak butuh siapapun!yang aku mau hanya ayah...!”

__ADS_1


Sisa tenaga Kareen terkuras habis oleh amarah,pandangannya mulai mengabur.hal terakhir yang ia ingat hanyalah kegelapan dan kegelapan sebelum akhirnya tersungkur jatuh ke tanah.


__ADS_2