Istri Sempurna Milikku

Istri Sempurna Milikku
BaB XXIII Little Starr


__ADS_3

Dia tahu Keajaiban hanyalah ada di sebuah kisah negeri dongeng belaka tapi harapan itu berbeda Ia ada dan nyata.


Kareen berusaha menahan rasa sakit di bagian bawah perut dan mencoba mengurangi rasa sakitnya dengan menggigit bibir bawahnya tetapi dalam sekejap pandangannya mulai mengabur,tidak!dia tidak boleh jatuh!dia tidak bisa jatuh!ia ingin mengatakan banyak hal pada Arka.Kareen memperingatkan dirinya sendiri berulang kali,seolah-olah rasa sakit d perut bagian bawah secara bertahap berkurang.


“Kareen,sayang?”


suara lembut bercampur khawatir Arka memberinya sedikit dorongan untuk menatap wajahnya.


“Husband..aku.”


Kareen tidak sanggup menahan rasa sakitnya padahal ia mau mengatakan banyak pada Arka tapi tubuh lemahnya menolak bekerja sama ia terjatuh lagi dalam kegelapan,Kareen ingin menanyakan perihal perceraiannya dengan Arka jika memang Arka tidak mau lagi bersamanya mungkin ia harus mau menerima segala konsekuensinya!bukankah kehidupan yang ia jalani memang sudah di penuhi ketidakadilan dan kepahitan.


“Moree...bangunlah!demi alam jangan tinggalkan aku!”


Meskipun perpisahan terasa menyesakkan dada ia sangat bersyukur karena Arka masih mengkhawatirkan keadaannya,bibirnya mengembangkan seutas senyum manis sebelum ia tak sadarkan diri,ia mengerjap ketika seberkas sinar menyorot membuat silau matanya,ia meraba kepalanya yang masih sedikit pusing.semua serba putih pucat, ada jarum tertancap di lengannya yang terhubung dengan selang infus,dia berada di rumah sakit?ia melihat sekelilingnya tak ada seorangpun,ia mendengar dengar pintu terbuka,seorang wanita berambut ikal coklat,memiliki tubuh tinggi semampai berjalan ke arahnya,bibirnya tersenyum penuh pesona memancarkan aura yang luar biasa cantik,kacamata putihnya bertengger di hidung mancungnya.


“Kareen,selamat untukmu.”


Kareen mengerling padanya dengan tatapan heran,kalau ia telisik lagi wanita itu memakai pakaian Dokter,ia melihat pin yang di sematkan di atas sudut kanan baju, tertera nama Dr.Bryne Lucas.tawanya terpendam dalam diam,Kareen tersenyum mengejek dan memutar kedua bola matanya,ia tak mengerti mengapa Dokter itu memberinya ucapan selamat?


“Selamat untukku?”


Kareen memandangnya penuh tanda tanya,Dokter itu membalas menatapnya penuh senyum,satu tangannya menggenggam tangan Kareen dan satu tangannya yang bebas ia taruh di atas perut Kareen.otaknya masih belum bisa mencerna atas tindakan Dokter itu lalu alam bawah sadarnya terbangun dan menyadarkannya,kalau dirinya baru saja pulih dari ketidak warasan,ia harus menerima kenyataan kalau Arka sebentar lagi akan pergi dari sisinya!Arka pasti menyuruhnya menandatangani surat perceraian itu!Arka juga akan membawa malaikat kecilnya pergi.


Pada akhirnya dirinya terkurung dalam kesendirian lagi!kesepian yang bertema kan sunyi lantas untuk apa ucapan selamat itu?kalau semua yang ia sayangi satu persatu akan pergi meninggalkannya!Melody benar di tinggalkan seseorang atau meninggalkan seseorang keduanya sama-sama menyisakan duka tersendiri!ia sudah mencoba ikhlas tapi hatinya menolak!


“Dokter untuk apa ucapan selamat itu?selamat padaku karena sebentar lagi hidupku dilanda sepi?selamat orang-orang yang ku sayangi akan pergi jauh dari sisiku?selamat untuk apa?”


Kedua alis Dokter Bryne bertaut,memandangnya dengan tatapan aneh.


“Apa yang kau katakan Kareen?”ujar Dokter Bryne masih menatap heran bercampur rasa kesal.


Kareen?bagaimana Dokter itu tahu namanya?padahal Kareen belum memberitahu kan namanya,oh dia lupa rumah sakit tempat ia di rawat adalah milik Arka tentu saja orang-orang akan mengenalnya.Dokter Bryne tahu apa yang ada di pikiran Kareen sebenarnya Dokter Bryne juga heran bagaimana gadis di hadapannya ini mampu menaklukan seorang Arkana Ramadhan yang berhati dingin itu!seorang pria keras kepala yang pernah ia kenal dengan hadirnya sosok Kareen,ia tak perlu lagi khawatir lagi tentang Tania yang akan mengusik kehidupan Arka,Dokter Bryne tidak sudi kalau Tania bersatu kembali dengan Arka.

__ADS_1


“Apa kau tidak senang,didalam perutmu ada si kecil?aku mengucapkan selamat karena sebentar lagi kau akan menjadi seorang Ibu,kukira kau akan senang mendengarnya.”


Kareen tersentak,tangannya refleks mencengkram lengan Dokter Bryne.


“aku hamil?”Tanya Kareen masih tak percaya.


“Dokter kau tidak bercanda bukan?”imbuhnya lagi.


“hey,pelan kan suaramu atau kau tidak bisa memberi kejutan padanya.”


Kareen mengikuti arah pandang Dokter Bryne,Arka tertidur pulas di sofa tak jauh dari ranjangnya,wajahnya terlihat begitu letih,Ya tuhan Arka menunggunya semalaman bukankah ia beruntung telah menikahi pria seperti Arka.


“Kareen aku tidak pernah melihat Arka begitu peduli pada seorang wanita,mungkin hanya kau satu-satunya perempuan yang bisa menaklukkan hatinya,apa kau tahu dia baru mau melepas genggamannya dari tanganmu setelah aku bilang ingin memeriksa keadaanmu jika tidak kau akan mati!”Dokter Bryne menampilkan seringai jahilnya.


Tentu saja sebelum ada Kareen mengisi hidupnya,Dokter Bryne tahu kalau dulu Arka hanya peduli pada seorang gadis bernama Tania sampai suatu hari Tania meninggalkan Arka tanpa pamit ataupun memberi penjelasan kenapa gadis itu tiba-tiba saja menghilang dalam hidup Arka membuat Arka frustasi hingga kehilangan arah di saat bersamaan entah tersambar petir darimana mendadak Arka memberitahunya kalau ia akan menikah dengan seorang gadis cantik,Dokter Bryne mengira gadis cantik itu Tania ternyata bukan!Dokter Bryne lega karena yang Arka nikahi bukanlah Tania yang sudah mencampakkannya.


“Dokter kau mengenal Arka?”Kareen bertanya dengan rasa ingin tahu.


“bisa dibilang dia itu seperti benalu menempel terus di dekatku waktu kami masih kecil,jangan mengatakan hal ini padanya kalau tidak aku akan berakhir di kamar mayat!”


“apa?takut kalau aku memberitahu Kareen soal masa lalu mu dan Tania?”


Dokter Bryne memberi isyarat pada Arka lewat tatapan matanya,Arka tak memperdulikannya dan terus berjalan menghampiri Kareen.Dokter Bryne melepas genggamannya,ia berdeham-deham sambil merapikan pakaiannya yang tidak terlihat berantakan sama sekali.


“Sayang,kau sudah sadar?”


Arka duduk disampingnya dan memeluknya tak puas hanya mendekapnya ia juga mencium bibir Kareen.


“Ehemm...ehemm...”


Arka mengacuhkan dehaman Dokter Bryne yang sengaja dibuat-buat dan meneruskan mencium Kareen.ia mencoba mendorong Arka tapi gagal,Dokter Bryne menggeram pelan,ia pergi dengan menghentak-hentakkan kakinya,sebelum menutup pintu Dokter Bryne berteriak lantang.


“Lanjutkan ronde berikutnya di tempat tertutup,kalau perlu ubah rumah sakit ini menjadi sebuah hotel!”

__ADS_1


Arka mengakhiri ciumannya,ia membawa Kareen ke pangkuannya.


“Moree..jangan pernah tinggalkan aku!aku tak sanggup jika terjadi sesuatu yang buruk padamu!”


Arka memeluk pinggangnya,Kareen bersandar dipundaknya,irama detak jantung Arka naik turun,terdengar sangat nyata ditelinganya,tak terpikirkan olehnya,ia akan memiliki seorang bayi.ia teringat pada gambaran mimpi-mimpi sebelumnya,bocah kecil lucu yang kedua matanya mempunyai warna berbeda.seperti bocah yang di serahkan ayahnya padanya di alam mimpi,putih dan rupawan tergolek dalam pelukannya,Tuhan memang adil bukan? Tuhan tidak memberinya suatu keajaiban tapi Tuhan menggantikannya dengan sebuah harapan baru,bintangnya,si kecil yang telah tumbuh di rahimnya.


“Junio.r..terimakasih kau hadir di saat yang tepat,Mom tak lagi sendiri sekarang.”


“Husband..apa kau cemburu kalau aku bilang aku mempunyai bintang lain selain dirimu?”


Arka mengakat sebelah alisnya,wajahnya kini tertekuk menampakkan semburat dingin di sekitarnya.


“Siapa bintangmu yang lain,Athala?”ucapnya datar.


“Sudah kuduga,kau pasti menyebut nama Athala!”


Kareen mengambil tangan Arka dan menaruhnya diperutnya“disini,bintangku telah tumbuh.. dia Junior.”


Arka melihatnya cukup lama,memandang Kareen sebenatar dan otaknya berpikir keras.sesuatu yang ada di dalam perut?ia akan menjadi seoranga ayah?ya ampun Tuhan telah memberinya anugerah terindah yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.


“Moree...kau hamil?”


kedua matanya membulat,ia menarik nafas dalam-dalam.Arka meletakkan kembali Kareen di atas ranjang kemudian beranjak pergi.beberapa jam sudah berlalu,kemana ia pergi?hatinya mulai cemas bagaimana kalau Arka tidak siap menjadi seorang ayah?tiba-tiba saja dia pergi?Arka datang kembali dengan membawa amplop coklat di tangannya,Arka mengeluarkan benda didalamnya sebuah lembaran kertas putih,Tidak!apa Arka bermaksud menceraikannya?Tidak!ini tidak boleh terjadi!ia tengah mengandung anaknya Arka,bagaimana nanti jika anaknya lahir tanpa seorang ayah di sampingnya?kedua tangannya mencengkaram kuat ujung selimut yang menutupi sebagian tubuhnya,air matanya mulai mengalir deras.


“Moree,kenapa kau menangis?”


mendadak Arka jatuh berlutut dihadapannya.


“Kau ingin menceraikanku bukan?aku tahu aku belum bisa menjadi istri yang sempurna bagimu maka berikan aku kesempatan.”katanya sambil terisak.


“Moree..aku bukan seorang pria pecundang yang tega menceraikan istrinya ketika ia sedang mengandung darah dagingku!apa kau pikir aku pria busuk yang tidak tahu namanya bertanggung jawab!”


Kareen mengeleng lemah,Arka tersenyum dan mencium kedua tangannya.

__ADS_1


“Moree..aku berniat merobek surat itu di depanmu agar kau yakin Aaku takkan pernah meninggalkanmu,satu hal lagi ingat kata ini di benakmu,aku tak membutuhkan seorang istri yang sempurna,denganmu disisiku menjadi pelengkap hidupku itu sudah cukup!”


Karena takkan ada kesempurnaan tanpa ada yang melengkapi.


__ADS_2