
suara Arka sangat rendah dan dangkal secara magnetis,dia mencurahkan isi hatinya sekali di hadapan khalayak ramai dan mengucapkan kata-kata yang membuat hati Kareen berbunga:
“tapi sebelum upacara pernikahan ini di mulai aku telah mampu mencurahkan segala perasaanku yang ku milikku padanya dan aku telah mendapat jawaban yang sangat ku harapkan selama ini,aku sangat berterimakasih karena Tuhan telah mempertemukan ku dengannya.bagiku kebahagiaanku adalah istriku serta anak-anakku..dan bagiku semua ini sudah lebih dari cukup!”
Mereka berdua membungkuk seraya memberi hormat kepada mereka yang sudah sudi menjadi saksi atas janji suci mereka berdua.mereka yang hadir bertepuk tangan di iringi ucapan-ucapan dan di sertai senyum tulus.
Kareen dan Arka meanggap ucapan dari mereka adalah sebuah doa yang indah dan mulia,Arka kembali menciumnya,Kareen merengkuh lehernya dan membalas ciuman Arka kali ini tanpa sebuah paksaan,Kareen menciumnya dengan hati yang berbunga.langit menunjukkan waktu akan menjelang sore,setelah upacara pernikahan usai,Arka berlari mengelilingi taman sambil berteriak gembira dalam bahasa inggris.
“aku sudah menikah...akhirnya aku telah menikahi wanita yang ku cintai....”
seusai berlari dan berteriak,Arka kembali ke tempat Kareen,mereka membalikkan punggung,bersama memandangi seikat bunga mawar merah bercampur putih di tangan mereka,di selimuti perasaan bahagia mereka berdua melemparkannya dengan keras ketika mereka berdua berbalik bunga itu jatuh di tangan seseorang dan senyum di sudut mulutnya di penuhi kebahagian,dia dan Arka berganti pakaian.
Matahari perlahan-lahan menciut,cahaya oranye nya menyinari tubuhnya dan Arka, mereka saling memandang sambil bergandengan tangan,mereka meninggalkan Garden Park dengan perasaan bahagia yang luar biasa.
“bagaimana kau mempersiapkan ini semua,apakah Athala tahu?”Tanya Kareen penasaran.
Arka tersenyum“ada seorang wanita baik hati yang secara sukarela membantuku,dan ya tentu saja Athala tidak mengetahuinya!”
“Wanita baik hati,siapa dia?”Kareen menatap curiga padanya.
“Moree,aku akan memberitahumu ketika pulang nanti oke,dia juga yang membantuku mempersiapkan ini semua,”
“oke,kita harus benar-benar mengucapkan terimakasih padanya.”
Arka berhenti sejenak dan mencium puncak kepalanya“more ku sangat baik dan pintar..”
Waktu satu hari yang ia habiskan bersama Arka terasa begitu cepat dan singkat,ia mau setiap hari menghabiskan waktu bersamanya,meskipun ia dan Arka telah mengucap sumpah serta melewati hari yang takkan pernah terlupakan namun ketika hari menjelang malam sepertinya ada jarak yang memisahkan mereka kembali.ia ingin bertanya kepada Arka sampai kapan ilusi ini bertahan?tapi kata itu tidak dapat keluar mencapai mulut,ia menelannya lagi,ia tahu kedatangan malam merupakan akhir yang indah.
“Arka,besok kau harus kembali lebih dulu ke Indonesia..”bibir Kareen bergetar begitu kata itu keluar bahkan ia tak berani menatap Arka!Arka mengangkat dagunya dan menatapnya dengan sendu.“mengapa kita tidak kembali bersama?”
Kareen menggeleng lemah“tidak...aku tidak bisa melakukannya!”ia mulai terisak.
“kenapa?”
“Moree apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?”Arka mulai menatap curiga padanya.
“tidak!”Kareen mengelak dan mencoba tersenyum pada Arka.
__ADS_1
“hanya saja ia ingin kau pulang lebih dulu,maukah kau melakukan itu untukku dan Star?”Kareen berkata lirih.
“baiklah,untuk more ku apa saja akan ku lakukan...”Arka mendekap lembut tubuhnya.
Mengapa harus ada pertemuan jika setelahnya ada sebuah perpisahan mungkin dua kata itu akan selalu berkaitan di setiap hidup manusia.
“Arka...”
“Ya...”
“bila suatu hari aku membuat kesalahan,kumohon jangan pernah membenciku dan aku berharap kau mau memaafkan ku..”
Arka semakin mendekat erat tubuhnya,Kareen merasakan debaran jantung milik Arka yang berdetak cepat
“gadis bodoh!jangan bicara hal-hal konyol!aku takkan pernah membencimu bukankah aku telah bersumpah padamu atas nama cinta dan Tuhan?”
“more maukah kau juga berjanji untuk selalu berbagi duka mu bersamaku?”
Arka mengeluarkan suara rendah yang menggetarkan jiwa seolah berkata“andai aku bisa,aku ingin membawamu pergi sejauh mungkin darinya!”
seakan Arka tahu apa yang sedang ia coba sembunyikan.
Arka mengantarkannya sampai kamar tapi dia tidak masuk,Arka hanya berdiri diam di pintu,sebelum ia menutup pintu,Arka menatapnya di iringi senyum.
“selamat malam pelangi ku..”gumam Kareen pelan,ia memberikan ciuman di udara dan Arka menangkapnya sebelum pintu itu tertutup sepenuhnya.Kareen takkan pernah mau mengucapkan selamat tinggal padanya.ia percaya Tuhan pasti mempersatukan mereka kembali.
sebelum pergi untuk tidur,Kareen berdiri di dekat kaca jendela menatap luasnya air laut yang memantulkan cahaya rembulan bermandikan bintang-bintang,pemandangan yang sangat indah,Kareen membayangkan Arka dan dirinya berada di luar sana lalu mereka berdua memandangi bintang di selingi cerita.
ketukan di pintu membuyarkan segala hal indah yang ia bayangkan tadi,saat pintu itu terbuka ia melihat Athala berdiri mematung,Athala tidak mengatakan sepatah katapun Athala hanya menatapnya dari waktu ke waktu.dan Kareen tidak tahan dengan sikapnya yang seperti itu.
“jika kau tidak ada keperluan apapun bisakah kau pergi,aku ingin tidur!”
“Athala menahannya untuk menutup pintu.“tunggu..Moree hari ini mood ku sedang jelek! Karena kau belum tidur maukah kau menemaniku jalan-jalan di luar?”
“mood mu jelek itu bukan urusan ku lagipula ini sudah malam,aku mengantuk!”
Athala tersenyum sinis,matanya seolah berbicara jika yang mengajakmu Arka pasti kau tak akan menolaknya bukan?mau selarut apapun!seluruh sarafnya menegang saat Athala mengucapkan sesuatu yang seakan mengancamnya.
__ADS_1
“moree jangan paksa aku!”
“Baiklah aku akan menemanimu,tunggu sebentar aku mau mengganti pakaianku dulu!”
Athala meangguk tanpa banyak bicara.Kareen mengambil gaun putih longgar dengan kardigan berenda berwana senada serta memakai sendal putih,ia biarkan rambut panjangnya tergerai dan berserakan di sekitar pinggang.
“kita mau pergi kemana?”Tanya Kareen dengan nada malas.
“moree kita hanya akan berjalan-jalan di sekitar pantai jadi tenang saja!”Athala menyahut dengan nada rendah yang di tekan.
angin malam berhembus menusuk kulitnya,mereka berdua berjalan sepanjang tepi pantai,Athala menghentikan langkahnya secara otomatis Kareen juga ikut berhenti,Athala berdiri menghadap laut,memandang birunya air laut bermandikan cahaya bulan.
“moree,bisakah cinta berubah menjadi sebuah kebencian?”Athala bertanya tanpa menoleh ke arahnya, pandangannya hanya berfokus menatap laut.
“cinta dapat berubah menjadi sebuah kebencian,begitupun sebaliknya kebencian perlahan mampu merubahnya menjadi sebentuk cinta,bukankah kau juga bisa berubah menjadi jahat!”
Athala tertawa pelan,dia tidak marah ataupun sekedar berbalik untuk menatapnya dengan penuh kebencian yang membara saat Kareen mengatakan semua itu padanya.
“moree kau begitu membenciku bahkan orang-orang di sekelilingku juga lebih memilih mengkhianatiku,bukankah itu menyedihkan?”ada nada ejekan dalam setiap ucapan Athala.
“apa james telah mengkhianatimu?”
sebenarnya Kareen tidak mau bertanya tapi ia merasa ada yang aneh dengan Athala hari ini.
“tidak ini bukan tentang James!”
“lalu..tentang siapa?”Tanya Kareen lagi.
“moree,aku sudah menepati janjiku padamu untuk membebaskannya maukah kau menepati janjimu juga?”Athala mengacuhkan pertanyaannya dan malah membahas hal yang tidak ingin Kareen bicarakan.
“aku sudah menempati janjiku padamu bukan!”sahut Kareen agak kesal.
“apakah bintangmu sekarang hanya ada dia seorang?”Athala bertanya hal aneh seperti bukan dirinya saja.
“Ya,bintangku hanya Arka seorang apa kau puas!”Athala membalikkan tubuhnya,dia mendekat dan hanya menatapnya ketika dia mengulurkan tangan untuk meraih tangan Kareen,dia menariknya lagi.
“more apa yang hal yang bias membuatmu bahagia?”
__ADS_1
Athala bertanya pada Kareen apa hal yang membuatnya bahagia bukankah Athala tahu hal apa yang mampu membuatnya bahagia?
“kau pasti tahu apa yang bisa membuatku bahagia bukan?”Athala tersenyum hangat,dia menatap Kareen dalam-dalam.