
Beberapa minggu yang lalu mereka lewatkan di istana Royals sekarang mereka sudah kembali ke rumah,tempat di mana segala kenangan pernah tercipta.Arka dan Kareen menyadari satu hal selama mereka berdua menjadi tahanan Athala.seseorang akan selalu mempunya dua sisi sifat yang berbeda,ia tidak begitu saja menjadi seseorang yang jahat tanpa ada alasan di baliknya.
Kareen sekarang mengerti apa yang membuat Athala berubah seperti monster yang tak terkendali hanya ada satu alasannya Athala tidak pernah mendapat kasih sayang yang tulus dari siapapun termasuk ibunya.
Kareen menyadari itu saat Athala berusaha mati-matian meraih cintanya yang takkan pernah ia dapatkan kembali,Athala hanya takut di tinggalkan dan di abaikan,Kareen memandangi bunga-bunga yang bermekaran di sekitarnya,ia mengambil sekuntum bunga daisy yang merupakan bunga kesukaan ibunya,Kareen jadi teringat masa lalu.
“Bu begitu banyak bunga di sini kenapa ibu sangat menyukai bunga yang satu itu?”
bulu mata Kareen yang panjang mengerjap lucu,Almira memeluk putri kecilnya itu dan memangku Kareen di pangkuannya.
“Putri ku ini apa kau mau tahu kenapa ibu sangat menyukai bunga yang satu ini?”
“tentu saja bu,aku mau tahu apa alasan ibu sangat menyukai bunga ini?bunga ini terlihat sangat biasa.”ujar Kareen sambil menunjuk bunga yang sedang di pegang nya.
Kareen mengambil bunga yang ada di tangan ibunya dan membolak-balikkan nya,dia ingin melihat apa yang istimewa dari bunga yang di sukai ibunya itu,menurut pendapatnya bunga yang ia pegang terlihat sangat biasa.
“Kareen putriku sayang,bunga ini memang terlihat sangat biasa tapi memiliki arti yang sangat indah.”
“ini namanya bunga daisy,bunga daisy merah memiliki makna Kepolosan,kemurnian, kesucian,kesetiaan,kelembutan,kesederhanaan,kecantikan yang tidak di ketahui pemiliknya, cinta tulus serta sederhana,cinta yang jauh dari gairah yang berlebihan,dan cinta diam-diam.”
“Kareen sayang ketika kau besar nanti carilah pria yang mencintaimu apa adanya dan yang akan selalu mendampingi mu di keadaan apapun.”
Almira mencium lembut puncak kepala putrinya,dia mempunyai firasat kalau hidupnya tidak akan bertahan lama jadi sebisa mungkin dia tidak melewatkan sedetikpun pertumbuhan Kareen jika Tuhan mengijinkannya ia mau melihat putrinya memakai gaun pernikahan dan bersanding bersama pria yang mencintai putrinya.
“Bu aku masih kecil!”Kareen menunduk malu.
“Ibu tahu sayang...apa kau ingin menikah dengan Damian saat besar nanti?”Almira menggodanya.
“Bu...”
“oke...sayang ibu tidak mau menggoda mu lagi.”
__ADS_1
Air matanya tiba-tiba menetes membasahi sekuntum bunga daisy merah yang sedang di pegang nya,waktu berlalu begitu cepat,Kareen juga tidak pernah tahu kapan ajal akan menjemputnya untuk itu dia tidak mau melewatkan masa-masa pertumbuhan anak-anaknya.
“Bu aku sudah menemukan pria yang mencintaiku,dia juga pria terbaik di antara ribuan pria lainnya,bu doakan kami selalu bahagia..dan berkati Arka juga agar ia selalu bahagia dalam hidup ini.”
Kareen meletakan bunga daisy merah itu di meja seolah-olah dia sedang melihat ibunya yang memakai gaun biru cerah panjang tanpa lengan dengan rambut panjang hitam yang bergelombang sedang menatap padanya dan tersenyum,ibunya menghampirinya dan memeluknya.
“Kareen putriku maafkan ibumu yang tak mampu mendampingi mu hingga akhir.”
Kareen menutup kedua matanya,pelukan ibunya terasa nyata biarpun ia tahu kalau itu semua hanyalah bayangan ibunya yang telah tiada,ia juga merasakan kedua tangan ibunya mengusap air matanya yang sedari tadi tidak mau berhenti mengalir.
“Kareen sayang,maafkan ayah juga yang karena ayah tak bisa menepati janji.”
Kareen perlahan membuka kedua matanya dan melihat kedua orang tuanya berdiri berdampingan,ayahnya memakai pakaian serba putih berdiri di sebelah ibunya yang terlihat anggun dan cantik,kedua orang tuannya tersenyum padanya dan perlahan-lahan menghilang dari pandangannya.
“Kareen sayang sekarang kami bisa pergi dengan jiwa yang damai karena kau telah menemukan kebahagiaanmu,selamat tinggal sayang.”
“ibu,ayah selamat tinggal!”
“merindukan ibumu,sayang?”
“Moree apa kau sedang merindukan ibumu?”
Arka menanyakan hal sewaktu ia baru datang tadi karena Kareen belum menjawab pertanyaannya.
“Ya aku sangat merindukannya.”
“husband saat kau kehilangan ibumu,berapa usiamu waktu itu?’
Kareen sangat penasaran dengan masa lalu Arka,ia hanya baru tahu sebagian saja mengenai masa lalu Arka,Kareen ingin mengenal lebih jauh tentang Arka.
“sewaktu aku kehilangan ibuku ketika aku mulai beranjak dewasa.”
__ADS_1
Saat ia kehilangan ibunya Arka sudah tumbuh dewasa berbeda dengan Kareen yang harus kehilangan ibunya ketika usianya masih belia,sebelum ibunya pergi Kakak perempuannya yang paling ia sayangi pergi lebih dulu tidak hanya kehilangan sosok seorang kakak,ia juga harus kehilangan ibunya setelah kakaknya tiada.ayahnya menikahi selingkuhannya,wanita yang akan benci seumur hidupnya tapi ia juga takkan pernah mau menyakiti istri baru ayahnya karena mendiang ibunya pernah berpesan kepadanya kalau ia tak di perbolehkan melukai seorang wanita.
“waktu itu aku sangat frustasi dan nyaris gila untungnya aku masih memiliki JJ kalau tidak!”
Kareen menempelkan jari telunjuknya di bibir Arka.
“husband maafkan aku,aku tidak bermaksud membuatmu sedih.”
Arka mengambil tangannya dan meletakkan tangan Kareen di bibirnya.
“tidak sayang,moree aku ingin kau tahu segalanya tentangku.”
“moree aku sangat bersyukur karena Tuhan mempertemukan kita berdua.”
Cinta sangatlah aneh kata itu mampu mempersatukan dua insan yang tak saling mengenal satu sama lain menjadi satu,dulu Arka pernah kehilangan wanita yang di cintainya!di khianati oleh orang terkasihnya membuat hatinya di dera sakit,pengalaman pahit mampu membuatnya berdiri tegak dan menatap masa depan.
“husband haruskah kita kehilangan dua jagoan kecil kita?”
Arka membelai wajah Kareen dan memandang Star di pelukan ibunya,si kecil tertawa lepas seolah dia bisa melihat beban di pundak kedua orang tuanya terlepas dan hanya akan ada kebahagiaan yang menanti mereka.
“mooree kita takkan kehilangan mereka untuk selamanya suatu saat nanti kita pasti akan bertemu lagi dengan mereka.”
“kita harus memberi Kak Johanes kesempatan untuk merawat anak-anaknya.”
“husband aku tahu ini berat tapi aku akan berusaha merelakan kepergian mereka.”
Perkataan Arka ada benarnya seorang ayah yang terpisah dari anak-anaknya karena keadaan harus di beri satu kesempatan lagi untuk merawat anak-anaknya,dia masih memiliki Star dan itu dapat mengatasi rasa kesepiannya nanti,dia dan Arka terpaksa berpisah dari anak-anak mereka yang lainnya.
“Arka..”
Arka dan Kareen menoleh bersamaan ketika seseorang menyebut nama Arka,seorang pria mengenakan pakaian berwarna putih,rambut panjang hitam kecoklatan sebahunya tergerai sempurna,kedua mata biru cerahnya terlihat sendu,surga!Kareen takkan pernah melupakan wajah tampan ayah kandung Jordan dan Jason.
__ADS_1
“Arka...aku datang untuk menjemput kedua malaikat kecilku.”
“Kakak ipar duduklah.”