Istri Sempurna Milikku

Istri Sempurna Milikku
BaB IV Istri Pemula part1


__ADS_3

Sedari tadi Kareen bolak-balik masih dalam balutan selimut milik duda mesum bernama Arka“arrghh”dia berteriak frustasi oke ini kebodohannya yang tak terduga,mengapa juga ia lupa membawa baju ganti dari rumah,tangannya menggapai ponsel yang tergeletak di meja sisi ranjang,Kareen mengernyit bingung seingatnya ponsel miliknya tertinggal di rumah kenapa mendadak muncul di kamarnya Arka.


“kenapa bisa ada disini?hidupkan....jangan..hidupkan...jangan?”


“__”


Kareen takut jika dia mengaktifkan ponselnya pria yang di cintai nya menghubunginya dan kalau ia mengatakan bahwa dirinya sudah menikah dengan orang lain pasti pria yang di cintai nya tidak dapat menerima kenyataan yang ada,dia pengecut dan egois membiarkan pria yang di cintai nya menunggu kepastian darinya yang sudah jelas-jelas telah menjadi milik orang lain!


“aku egois,maafkan aku,jangan katakan aku jahat dan kejam karena memutuskan hubungan secara sepihak tanpa memberitahumu mungkin ini kesalahan terindah tapi juga terkejam yang pernah ku lakukan pada seseorang.”Kareen bergumam pelan.


“cukup!Kareen sekarang bukan saatnya memikirkan hal itu!”


Saat ini bukan waktunya dia memikirkan pria yang di cintai nya tapi baju apa yang akan ia pakai,Kareen tidak mau terus-terusan memakai selimut,menghubungi bibi Suzhi atau Melody perlu menghidupkan ponsel,menelepon menggunakan telepon rumah Kareen tidak mengingat nomor mereka.


“Damn!kenapa aku Cuma menghapal nomorku sendiri sih!lain kali aku akan menghapal nomor orang lain agar tak kesulitan sewaktu-waktu butuh pertolongan.”gerutunya.


“I’m sorry husband but I need some clothes.”Kareen meminta maaf terlebih dulu sebelum tangannya menarik sebuah kaus putih kebesaran bertuliskan“tangkap aku”kedua pupil matanya membesar.


“Dasar duda mesum!”


Kareen menghela napas berat antara ragu dan bimbang harus mengenakannya atau tidak,apa ada pilihan lain lagi selain pasrah dan pasrah,kaus yang di pegang nya lumayan besar cukup untuk menutupi setengah pahanya,Kareen menggerutu frustasi pada dirinya sendiri di depan cermin,sialan rambutnya sangat susah untuk di tata dan sialan pada suami dudanya yang menyuruhnya membuatkan sarapan dan mengancamnya dengan hukuman jika dia memakan waktu lama.


“Kareen sayang...apa suamimu ini harus menggendong mu turun ke bawah,perutku sudah berteriak meminta makan sejak jaman kerajaan!”Arka berteriak lantang dari lantai bawah.


“tak sabaran..salah siapa coba..dia tidak menyiapkan baju ganti untukku.”rutuk Kareen.


“naik saja kalau kau berani dan tak berkeberatan menggendongku turun ke bawah!”tantang Kareen.


“aduh..aku lupa kalau aku sudah menantang serigala ganas.”


Sekarang dia tidak tahu bagaimana nasibnya tapi teriakannya tadi sudah terlanjur menggema di seluruh ruangan,suara langkah kaki terdengar di tangga langkahnya semakin dekat terdengar menuju ke atas,Kareen merasakan dadanya berdegup kencang,ia memegang erat sisir yang di gunakan nya untuk menata rambut susah di aturnya,sosok tinggi menjulang itu keluar dari balik pintu dan ternyata sosok tinggi itu adalah Arka yang berdiri dengan wajah dinginnya.


“bikin kaget saja!untung saja sisir ini tidak ku lemparkan padanya.”ucap Kareen pelan.


“wife berapa abad lagi suamimu ini harus menunggu?”tanya Arka sinis.


Ia menatap Kareen dari ujung kepala hingga kaki,Kareen tak menghiraukan ucapan Arka dan sibuk menyisir kembali rambutnya agar rapih lagi-lagi dia harus menggeram frustasi dan membanting sisir sialan yang tidak mau bekerja sama dengannya.pagi harinya yang biasanya menyenangkan seratus delapan puluh derajat berbalik menyebalkan,Kareen memutuskan untuk mengikat rambutnya secara asal-asalan.ia melihat wajah diam Arka di cermin setiap kali Kareen memandang wajah diam Arka entah mengapa mendadak hatinya membeku.


Saat Arka dalam situasi seperti itu,Kareen merasa Arka sedang menunjukkan perasaan yang sesungguhnya wajah dinginnya seolah menunjukkan kesedihan yang mendalam.Arka membungkuk dan memungut sisir di lantai,tangannya menurunkan lengan Kareen yang masih sibuk mengikat rambut,Kareen terdiam melihat tindakan Arka berikutnya.jari-jari Arka yang besar,panjang,dan indah itu menyisir rambutnya dengan penuh kehati-hatian seolah-olah Kareen adalah boneka porselen yang rapuh.


Kareen takjub melihat dirinya di cermin,rambut coklat keemasannya,Arka mengepang sebagian rambutnya dan separuhnya lagi ia biarkan rambut itu terurai menyentuh pinggang,Arka menghela napas,wanita di depannya ini istrinya,miliknya,mengapa dia begitu ragu akan perasaan yang di milikinya untuk Kareen.dia sangat egois!ia melakukan sesuatu yang tak ia sukai agar Kareen jatuh cinta padanya,Arka tidak mau lagi rokok menjadi candu baginya,menurut informasi yang dia dapat Kareen tidak menyukai pria yang suka merokok maka dari itu Arka mulai menjauhi hal-hal yang di benci Kareen.


Kareen memutar tubuhnya menghadap Arka sedikit berjinjit agar dapat melihat wajah suaminya“husband terimakasih.”katanya tulus walau bagaimanapun mau menolak seperti apa juga Arka sudah menjadi suaminya itu artinya dia harus menerima serta menghormatinya apalagi Arka telah memperlakukan dirinya dengan baik.


Arka memajukan tubuh Kareen dan merangkul erat pinggangnya,ia menempelkan bibirnya di pipi Kareen sewaktu Arka akan menurunkan bibirnya dan hampir mencium bibir Kareen-Kareen segera mendorongnya.


“hey tidak ada bonus tambahan!cukup ungkapan terimakasih.”Kareen terus mendorongnya karena Arka terus saja memaksa untuk menciumnya sampai akhirnya mereka berdua jatuh sempurna di atas kasur akibat aksi saling dorong-mendorongnya akhirnya Kareen berbaring di badan Arka,ia berusaha bangkit namun Arka segera menangkapnya kembali dan mengunci erat Kareen dalam pelukannya.


“istri bonus tambahan itu perlu,say thank you saja tidak cukup bagi suaminya ini...apalagi kau sudah menggodaku dengan memakai kaus ini.”mata birunya mengerling jahil pada Kareen.


Kareen sangat yakin kalau Arka mempunyai sifat dua sisi yang berbeda,di momen ini wajah tampan dinginnya serta sorot mata tajamnya akan menghilang,di waktu tertentu ia akan kembali menjadi seorang Arkana Ramadhan berwajah dingin tanpa ekspresi.

__ADS_1


“ini salahmu gara-gara pernikahan kaget ini(mendadak)aku sampai lupa membawa baju ganti.”balas Kareen ketus.


“salahku?bagaimana bisa?”Arka memutar kedua bola matanya,bibirnya menyunggingkan senyum manis“tapi menikah denganku mungkin akan jadi kesalahan terindah dalam hidupmu nanti.”sambungnya lagi.


“yang benar saja.”kata Kareen.


Ia mencoba melepas tangan Arka yang melekat di pinggangnya tapi Arka tak juga bergeming,salah satu tangannya kini memegangi kepala Kareen hingga jarak wajah mereka berdua hanya terpaut satu inci,sekuat tenaga Arka menempelkan bibir Kareen pada bibirnya lalu sebuah suara mengejutkan keduanya.


“papi Arka..Pa...”


Kareen berpaling dan melongok ke arah sumber suara dan ia mendapati sosok mungil yang ia lihat sebelumnya di rumahnya,si mungil itu menutupi kedua matanya dengan telapak tangan,Kareen segera bangkit berdiri “sialan kami berdua seperti sepasang kekasih yang tertangkap basah oleh petugas keamanan karena sudah berbuat tak senonoh.”Kareen melotot ke arah Arka.


Si mungil itu berbalik pergi dan berlari secepat kilat menuju pintu “papi Arka JJ tunggu di bawah.”teriaknya.


Lebih baik dia cepat turun dan menyiapkan sarapan untuk pria banyak maunya di depannya ini,baru satu langkah ia berjalan Arka menyambar tubuhnya dan menaruhnya di atas pundak.


“turunkan aku kalau tidak!”Kareen menjerit sambil memukuli punggung Arka yang keras“aku bisa berjalan sendiri.”


“ugh,sialan aku telah salah menantang seekor singa buas.”


Arka terus berjalan menuruni undakan tangga dengan Kareen di pundaknya sesampainya di meja makan dekat dapur Arka baru menurunkannya,ia kaget melihat sosok mungil yang tadi.


“papi Arka kenapa papi Arka menggendongnya?”tanyanya polos,mata biru cerah si kecil membulat.


“istri papi sedang kelelahan gara-gara aktivitas semalam sayang.”sahut Arka.


“Oh..”


Kareen memutar matanya menatap tajam pada Arka,si kecil turun dari kursinya dan menghampiri dirinya.si mungil mendongakkan wajah padanya,ia mengerjap-ngerjapkan matanya lalu tangan kecilnya memberi isyarat agar Kareen menunduk,Kareen menuruti perintahnya hingga posisi keduanya sejajar,bibir mungilnya menggelitik telinga Kareen saat ia berbisik.


“Ya Tuhan kok bisa sih anak menggemaskan sepertinya menjadi anak si duda mesum?”Kareen berkata sambil menjerit dalam hatinya.


Kareen memeluk si mungil tampan itu lalu mengecup puncak kepalanya,rasanya Kareen juga ingin mencium pipi putih berisi itu.


“Ya baby sekarang kakak cantik sudah resmi menjadi ibu mu.”Kareen berkata pelan padanya,si kecil membulatkan kedua matanya dan meloncat-loncat gembira.


“horee...sekarang aku punya mommy,teman-teman di sekolah tidak dapat mengejek ku lagi.”tangannya bergelayut di leher Kareen.


“Nah sekarang kakak cantik mau buat sarapan dulu untuk papi Arka ya sayang.”


Si kecil melepaskan rangkulannya dari lehernya,mendadak wajahnya cemberut“aduh apa aku salah bicara?”pikir Kareen.


“Kakak cantik aku belum tahu nama mu dan kakak cantik tidak boleh lagi menggunakan kata kakak,tapi harus memanggil diri sendiri dengan sebutan mommy karena sekarang mommy sudah mempunyai anak.”si mungil berceloteh tanpa jeda,Kareen memegangi tangannya dan tersenyum.


“oke sayang..panggil kakak mommy..mommy Kareen.”Kareen mencium lembut tangan mungilnya JJ,anak itu menampakkan sederet gigi kecil putih terawatnya.


“oke...tapi mommy Kareen JJ itu nama panggilan kami berdua.”


“nama panggilan?”Kareen mengerutkan dahi bingung.


“nama panjang ku Jordan Ramadhan dan J satunya lagi nama adik bayi yaitu Jason Ramadhan,papi Arka bilang JJ itu untuk sebutan kami berdua.”

__ADS_1


“oh..”sahut Kareen.


“tunggu dulu apa Jordan berkata adik bayi?jangan-jangan itu bayi yang di bawa Arka ke rumah,Tuhan aku belum hamil tapi sudah mempunyai dua orang anak.”Kareen mengelus dada untuk bisa menerima semua ini.


“My love..cintaku..aku lapar buatkan aku roti bakar dengan telur mata sapi di atasnya dan secangkir kopi.”


Mendengar nada memerintah dari Arka Kareen langsung mendelik padanya“disini tidak ada telur mata sapi.”Kareen asal menyahut.


JJ terkikik mendengar perkataan Kareen barusan“Mommy Kareen kalau papi Arka ingin mata sapi JJ bisa mengambilnya di pertenakan sapi tapi JJ tidak tega mengambil mata milik sapi nanti sapi tidak bisa melihat lagi..hemm,papi Arka jangan minta yang aneh-aneh ya sama mommy Kareen.”


Kareen menahan tawanya agar tidak menyembur kelauar,Arka melotot,wajahnya di selimuti kekesalan


“sayang maksud papi,telur mata sapi itu telur yang di goreng dengan bulatan kuning di atasnya


“JJ sayang maksud papi,telur mata sapi itu telur yang di goreng dengan bulatan kuningnya tidak hancur.”Arka menjelaskan dengan nada manis pada putranya lalu JJ menatap Kareen.


“Mommy Kareen apa mommy bisa membuatnya?”tanya JJ.


Deg!Kareen hanya mampu terdiam tidak menjawab pertanyaan JJ,jangankan telur mata sapi memasak sepanci air saja belum tentu ia bisa melakukannya lalu dia mendengar Arka berkata dengan nada sinis.


“mana mungkin mommy Kareen bisa sayang.”Arka mengangkat sebelah alisnya dan menyeringai jahat,Kareen tidak mempedulikan ejekannya.


Pertama-tama Kareen membuatkan secangkir kopi dulu,duh yang dia tahu kopi itu berwarna hitam,ia mengambil toples berisikan bubuk hitam,Kareen mencium dulu aromanya setelah yakin itu bubuk kopi Kareen memasukannya kedalam cangkir setelah itu apa ya?di jeda tertentu otaknya terus berpikir,oh ya gula,dia melihat sejejer warna butiran putih yang mana gula kenapa sih tidak menempeli tulisan di toplesnya!Kareen asal saja memasukan dua sendok gula,secangkir kopi ia letakan persis di depan wajah Arka.


“Husband silahkan di nikmati ini adalah kopi istimewa.”Kareen berbalik dan bertanya pada JJ.


“JJ sayang kau mau apa?”


JJ berpikir sejenak :“Mommy Kareen,aku mau secangkir susu hangat dan roti berlapis keju.”


Kareen meangguk lalu melangkah ke lemari es,dehaman seseorang menghentikan langkahnya“istri kopi buatan mu ini memang sangat manis.”


Kareen tersenyum penuh kemenangan namun kata-kata Arka selanjutnya menusuk hatinya“rasa manisnya bagai rasa air di lautan luas.”


Jleb rasanya dia seperti jatuh di atas ketinggian langit dan terjerembab ke bawah bumi,memalukan sekali.


“istri tapi aku menghargai kerja keras mu,kau masih pemula dan masih harus banyak belajar bahkan ketika di atas...”Kareen segera membekap mulut Arka“husband apa kau ingin mengatakan hal-hal vulgar di depan anak kecil!”Kareen berbisik di telinganya.


“mommy Kareen mana susu ku.”JJ merengek.


“ya sayang segera datang.”


“aku mau buatin JJ sarapan dulu baru kau.”kata Kareen kesal.


“istri jangan sampai JJ merasakan air laut.”Arka tertawa geli.


Setelah JJ selesai sarapan ia berpamitan pada mereka berdua


“papi Arka,mommy Kareen JJ berangkat dulu sebenarnya JJ ingin mommy Kareen mengantar JJ ke sekolah tapi papi Arka bilang mommy Kareen kelelahan gara-gara aktivitas malam.”


Kareen menelan ludah“dasar duda mesum untung JJ hanya seorang anak kecil yang masih polos.”JJ mengecup pipi Kareen sebelum pamit“mommy Kareen sampai ketemu nanti sore.”JJ berjalan ke arah Arka.

__ADS_1


“papi Arka jangan buat mommy Kareen beraktivitas di malam hari lagi ya soalnya besok JJ mau mommy Kareen mengantar JJ ke sekolah bye papi Arka.”


Kali ini Kareen benar-benar tersenyum penuh kemenangan“Yes..finally thanks JJ my little hero.”


__ADS_2