
Denting Lonceng berbunyi tiga kali saat penculiknya memberi instruksi agar ia berjalan lurus ke depan,ia tidak mengetahui di mana tepatnya penculiknya akan membawa dirinya pergi karena kedua matanya tertutup kain akan tetapi suara lonceng itu seperti tidak asing baginya,mereka hanya berhenti sebentar di toko pakaian pengantin beberapa jam lalu,ia berusaha untuk melarikan diri namun sia-sia!penculiknya dengan cekatan menutup kedua matanya dari belakang padahal ia ingin melihat wajahnya,ia berusaha meronta dan berteriak tapi penculik itu berhasil membungkam mulutnya.penculik itu mengancam akan mencelakai bayinya jika ia tidak patuh pada perintahnya.ia mengira yang menyetir mobil itu adalah penculiknya ternyata dia salah orang itu hanyalah supir yang ditugaskan mengantarkan mereka berdua ketempat tujuan.
ia bisa merasakan rumput liar yang tumbuh panjang disekitar hutan menusuk-nusuk lengannya sewaktu ia berjalan.hutan?jangan katakan Athala menyuruh orang suruhannya membawanya ketempat itu?Kastil suram yang berada ditengah hutan kota Bandung selatan .Athala mengapa Athala membawanya ke tempat di mana tidak akan ada satu manusia pun yang menjamahnya!dan ia sendiripun enggan bertandang lagi ke sana.
Athala apa kau sengaja memilih Kastil The Black sebagai sarang mu agar keberadaan mu tidak dapat terlacak oleh siapapun?
Kareen tidak menyangka Athala yang memiliki kepribadian baik dimata orang-orang akan menjelma menjadi seekor ular licik hanya karena keinginannya belum terpenuhi!penculik itu menyuruhnya berhenti tepat sewaktu terdengar suara decitan pintu.
“Kareen Sayang.”
Suara lembut Athala menggaung merdu di telinganya tapi ia merasa jijik mendengarnya.
“Pengantinku,kau telah datang sayang.”
Perlahan-lahan kain yang sedari tadi menutupi kedua matanya terlepas,betapa terkejutnya ketika ia melihat sosok James tersenyum bangga pada Athala.
“Tuan tugas saya membawa Nona Kareen ke hadapan anda sudah saya laksanakan apa perintah selanjutnya untuk saya Tuan?”
Athala merapikan rambutnya dan ia menepis kasar lengannya.Kareen masih tidak percaya James orang kepercayaan ayahnya bekerja pada Athala.tubuh James masih setengah membungkuk dan wajahnya tidak menunjukkan rasa bersalah padanya.
“James,Kau?”
Kareen tidak mampu berkata-kata,ini adalah bentuk pengkhianatan!ia mencemooh dirinya sendiri adakalanya orang-orang yang sangat kau percayai mampu menusuk mu dari belakang tanpa ragu!tidak ia sangka manusia juga bisa berubah-ubah seperti bunglon bisa menyamar di keadaan tertentu dan oh ia dengan bodohnya tertipu.
“James pergilah!calon istriku mungkin masih shock atas pengkhianatan yang kau lakukan pada keluarganya!”
__ADS_1
Athala berujar santai.James membalasnya dengan seutas senyuman licik.
“Tuan dari dulu saya hanya bekerja untuk satu orang yaitu kau Tuan Athala George,kalau begitu saya permisi dulu jika Tuan sudah tidak ada keperluan apapun.”
James melenggang pergi dengan santai tanpa bertanya apapun padanya.
Athala membopong tubuhnya yang mengenakan gaun pengantin,Kareen berusaha meronta tapi sia-sia.Athala dengan licik berkata“Moree kau ingin Junior mati hari ini juga?”
Kareen terdiam,di dalam kekuatan akan selalu ada titik kelemahan.Athala berjalan santai menulusuri undakan tangga,Kareen mengepalkan kedua tangannya.saat ini ia hanya bisa bersikap kooperatif jika tidak anaknya taruhannya!Kareen yakin Arka pasti mampu menemukannya.
Bunyi lonceng kembali berbunyi,kali ini dentingnya yang nyaring nyaris memekakkan telinganya.Athala sering membunyikan lonceng di menara yang berada tak jauh dari kastil The Black saat hatinya sedang bahagia dan berbunga.dulu kareen selalu mengenang masa-masa indah itu tapi sekarang hanya ada Arka dalam hati dan pikirannya.
Athala membaringkan tubuhnya dengan hati-hati,kedua tangan Athala sibuk merapikan gaun pengantin yang Kareen kenakan dengan berat hati.
“Amor,pastikan tidurmu nyenyak karena besok hari pernikahan kita berdua.aku tak mau kau terlalu lelah!”
“Cantik ku hapus air matamu!besok adalah hari bahagia untuk kita.”
Bisik Athala di sampingnya.tangan Athala bergerak di atas tubuhnya dengan sengaja,napas Athala begitu dekat dilehernya.
“Jangan...Jangan lakukan ini!kumohon Athala!”
Kareen memohon pada Athala mencoba mendorongnya dengan kedua tangannya.
“Mengapa tidak?besok kita akan menjadi sepasang suami istri,kau mencintai ku dimasa lalu?kau tergila-gila padaku waktu itu?aku juga.”katanya merayu.
Athala memutar wajahnya kemudian mencondongkan wajahnya sendiri dan mencoba menciumnya.Kareen memalingkan wajahnya“Athala kumohon,aku sedang mengandung!”
__ADS_1
Athala mencengkram dan menjepit dagunya dengan kasar,memaksa Kareen memutar wajahnya agar kembali menatapnya.
“Moree kau milikku!jangan pernah berpikir tentang pria brengsek itu!perebut kekasih orang itu ku pastikan dia akan ku kirim terbang menuju neraka!”ucap Athala dengan suara kejam sebelum Athala beranjak dan menyandarkan punggungnya ke didinding.Kareen mengelus lembut perutnya.
Athala memandang perut Kareen dengan ekspresi jijik
“Ugh!benih si brengsek itu tumbuh dalam dirimu bukanlah bagian yang menyenangkan terutama saat kau seutuhnya akan menjadi milikku!kau sungguh tahu bagaimana memberi kesenangan kepada seorang pria!”keluh Athala.
“Kau tidak berniat membunuh bayiku bukan?”
Kareen berpikir untuk menyembunyikan rasa paniknya,berjuang untuk tetap tenang dan tidak lari,ia membutuhkan sedikit kepercayaan dari Athala atau lebih tepatnya mendapatkan kepercayaannya.
“aku belum tahu atau mungkin aku harus terpaksa mengakui bayi kecil itu sebagai calon anak tiri ku!”
Athala menyeringai dengan licik“jika sayangku menurut padaku,aku tidak perlu membunuh bayimu dan semuanya akan berjalan sesuai keinginanmu.”
Kareen Cuma diam mendengar jawaban Athala,dia hanya berharap Arka secepatnya menemukannya,Athala tiba-tiba pergi tanpa mengatakan apapun padannya.Kareen tidak peduli,dia Cuma harus berdiam dan menurut agar Athala tidak menyakitinya.
“Junior ayah pasti menyelamatkan kita.”
Kareen mengelus pelan perutnya,terdengar suara ribut-ribut di bawah,ia tidak tahu apa yang sedang terjadi di bawah.ada suara-suara atau gerakan kecil di lorong menara ia sangat yakin kalau ada seseorang di dalam menara itu!tapi siapa?Kareen bangkit berdiri dan berjalan dengan hati-hati,ia berdiri tepat di depan lorong menara,ada jalan masuk rahasia ke kamar yang sekarang ia tempati,saat dulu Athala dan ia masih kecil,Athala mengajaknya bermain di kastil The Black,eh tunggu dia dan Athala pernah saling mengenal sewaktu mereka masih kecil?tapi bagaimana ia bisa mengenal Athala saat kecil?Kareen benar-benar lupa kalau dia dan Athala pernah berteman dari kecil.
Kareen mengambil vas bunga yang ada di atas meja,memegang kuat-kuat pas bunga itu,hewan ataupun orang asing dia takkan segan melemparkan benda itu setelah yang berada dalam lorong menara keluar,beberapa menit berlalu.sungguh menunggu adalah hal paling membosankan!sambil menunggu orang itu keluar,Kareen dengan iseng membuka laci meja yang berada di dekatnya.dia menatap tak percaya pada benda yang ada di dalam laci seperti buku harian seseorang dan yang membuat Kareen lebih terkejut sampulnya adalah foto Athala waktu masih kecil,tepian fotonya berwarna merah seperti menggambarkan warna darah yang mengalir dari tubuh seseorang.Kareen mengambilnya dan membaca halaman awal buku harian itu.
Tahun pertama ku harusnya menyenangkan tapi apa yang aku dapatkan hanyalah petaka!aku tak menginginkan semua..itu!dia....seharusnya...
Sewaktu Kareen ingin meneruskan membacanya tiba-tiba sesuatu keluar dari lorong menara,Kareen bermaksud melemparkan sembarangan pas bunga yang tadi di pegangnya tapi saat dia melihat wajah pria yang di cintai nya Kareen mengurungkan niatnya.
__ADS_1
“Husband aku tahu kau pasti datang!”