Istri Sempurna Milikku

Istri Sempurna Milikku
BaB II Pernikahan


__ADS_3

Ini memang sudah suratan takdir yang harus di jalaninya,kadang-kadang kodrat seorang wanita selalu di paksa tunduk pada nasibnya walaupun ia telah berjuang semampunya agar hidupnya sendiri sesuai keinginan hati namun apa daya jika semua itu tidak dapat di raih dalam genggaman tangannya.


Rumah-rumah mewah yang terletak di jalan asia afrika itu berjejer rapih tepatnya orang-orang menyebutnya perumhan(E)ada satu rumah yang terlihat mencolok,rumah itu bergaya bangunan eropa berdiri atas tanah seluas sekitar satu hektar terdiri dari satu rumah utama,dua paviliun,satu rumah kaca dan satu ruang bioskop pribadi itu adalah rumah milik keluarga Kusuma Wijaya.hari ini tepat tanggal 22 juni 2019 adalah pernikahan putri tunggal Kusuma Wijaya-Kareenina Wijaya dengan seorang pria bernama Arkana Ramadhan.


“Percuma menangisi nasibmu sekarang sudah terlambat bagimu untuk menyesalinya!kenapa kau tidak menolaknya saja!”gadis di dalam cermin itu berkata dengan marah ,nada ejekannya menggema di seluruh ruangan.


“haruskah aku menolak dan melihat ayahku mati di depanku?”Kareen balas berteriak marah padanya.


“kau selalu saja menjadi boneka seseorang bahkan nanti kamu tidak Cuma memerankan peran seorang istri tapi juga seorang ibu dari anak wanita lain!”


Kareen membanting sisir yang di pegangnya ke lantai dengan perasaan emosi yang membara detik selanjutnya dia Cuma meratapi bayangan dirinya di depan cermin.


“Sialan!”rutuknya.


Jika dia melarikan diri itu akan percuma karena Kusuma Wijaya pasti sudah mempersiapkan anak buahnya membentuk sebuah pasukan barikade di depan gerbang tak Cuma itu Kusuma Wijaya juga akan memberi perintah pada anak buahnya untuk berjaga di depan pintu kamarnya,ketukan di pintu menyadarkan Kareen,buru-buru ia menghapus air matanya yang sedari menetes dan kembali menata ulang riasan di wajahnya.


“Nona Kareen upacara pernikahan sebentar lagi di mulai.”Bibi Suzhi memperingatkan Kareen dari luar.


“Ya aku akan segera turun Bibi.”sahutnya dari dalam.


Bibi Suzhi memandang takjub Kareen,wanita yang hampir berusia enam puluh tahun itu sudah mengabdi pada keluarga Kusuma Wijaya sejak Kareen masih kecil semenjak kepergian ibunya,Kareen telah meanggap bibi Suzhi layaknya keluarga,bibi Suzhi terisak ketika tangannya menggandeng tangan Kareen.

__ADS_1


“Bibi Suzhi apa yang membuatmu bersedih?”Kareen bertanya seraya menatap kedua mata bibi Suzhi yang sembab.


“Nona Kareen bibi hanya merasa akan kehilangan dan merasa kesepian setelah nanti suami nona Kareen membawa nona Kareen pergi untuk tinggal di tempat tinggal yang baru.”Bibi Suzhi terisak lagi,Kareen merangkulnya sekedar untuk menenangkan hati bibi Suzhi padahal hatinya sendiripun sedang di landa kalut,dia harus menahan tangis karena ucapan bibi Suzhi.


Keheningan panjang menyelimuti keduanya,Kareen melepas pelukannya,jari-jarinya mengusap lembut air mata bibi Suzhi. kini hanya terdengar detak jantungnya yang bertalu-talu bila teringat sosok Arka yang sedang menunggunya di altar pernikahan,terkadang sulit melupakan seseorang yang membuatmu telah jatuh cinta namun terkadang juga kamu harus merelakan kebahagianmu demi kebaikan pihak lain.


Kareen berjalan dengan sedikit mengakat dagunya agar nampak anggun dan cantik,Kusuma Wijaya sudah siap menyambutnya di bawah,ia menatap putrinya yang berbalut gaun putih dengan senyum bahagia bagi Kareen waktu seakan terhenti,semua pasang mata tertuju padanya termasuk Arka.mata biru gelapnya menatap lurus pada sosok Kareen setiap kali ia memandangi Kareen seperti itu seolah-olah wanita itu memang di takdirkan Tuhan untuknya.


Sesaat mereka berdua saling bertukar pandang sampai uluran tangan Kusuma Wijaya dan dehamannya mengejutkan Kareen,Kusuma Wijaya tersenyum,sebelah alisnya terangkat seraya berbisik di telinga putrinya“Kareen sayang,kamu bisa memandangnya sepuasmu nanti.”


Kareen menatap kesal ayahnya dalam hatinya dia sungguh tidak ingin memandangi pria yang telah merenggut masa-masa muda serta kebahgiaannya itu sampai puas.


Kareen dan Kusuma Wijaya berjalan berdampingan dengan Kusuma Wijaya yang memegang sikunya,keduanya melewati para tamu saat menuju pelaminan,alunan musik lambat-laun bermetafosa menjadi sebuah lagu,Kusuma Wijaya menyenggol putrinya.


Kareen tidak menjawab dan hanya berjalan fokus ke depan,Kusuma Wijaya tahu betul perasaan putrinya seperti apa tapi semua yang dia lakukan semata-mata demi kebaikan putri semata wayangnya,Kareen nyaris ingin berbalik dan pergi sejauh mungkin tapi kakinya seolah terjebak di tempat dan menyuruhnya melangkah maju,dia mengedarkan matanya ke segala penjuru arah mencari sosok anak kecil kemarin atau kereta bayi namun yang ia lihat hanya wajah Arka,wajahnya memenuhi matanya dan menyarati pikiran bawah sadarnya.


Matanya lembut dan berkilauan bagai sebongkah berlian,wajahnya yang sempurna nyaris tenang oleh kedalaman emosinya kemudian Kareen sempat bertanya-tanya dalam hatinya apa yang membuat Arka bersedia menerimanya sebagai seorang istri?apa Arka tidak takut kalau suatu hari dirinya meninggalkannya pergi?Kareen yakin Arka tidak memiliki perasaan apapun terhadapnya mungkin menikah dengannya ada sebuah alasan di baliknya.


Langkahnya semakin dekat tiba-tiba Kusuma Wijaya mencengkram lengannya dengan erat agar Kareen tidak menghambur keluar sepanjang upacara pernikahan,Kusuma Wijaya sungguh sangat takut kalau putrinya tiba-tiba melarikan diri setelah yakin Kareen tidak akan berlari.Kusuma Wijaya melepaskan genggamannya,alunan lagu bertemakan pernikahan terasa lambat,Kareen berusaha menenangkan debaran jantungnya,memejamkan mata dan menarik napas dalam-dalam,akhirnya tiba dimana dia akan menjadi seorang istri dari pria dengan dua orang anak.


Arka mengulurkan tangannya sedangkan Kusuma Wijaya meraih tangan putrinya dan meletakan tangan Kareen di tangan Arka,janji setia mereka berdua sederhana,kata-kata umum dalam sebuah pernikahan mengucapkan janji suci pernikahan di hadapan semua orang yang hadir merestui mereka,Arka mengucapkan sumpah pernikahannya yang di tunjukannya untuk Kareen,seandainya yang mengucapkan janji setia itu pria yang di cintainya.Kareen akan menangis bahagia karena tak ada hal lain yang berarti kecuali membangun biduk rumah tangga bersama pria yang di cintainya dan impian itu sekarang hanya sekedar fatamorgana saja baginya,

__ADS_1


Kareen baru sadar dia menagis menangis ketika membayangkan wajah orang yang di cintainya hingga tiba waktunya dia mengatakan“Saya bersedia.”dia berhasil mengeluarkan kata itu meskipun dengan rasa sakit yang menggeroti seluruh tubunhnya ketika tiba giliran Arka bicara,kata-katanya berdentang jernih dan lembut seolah tidak ada keterpaksaan baginya mengikat Kareen dalam sebuah pernikahan tanpa rasa cinta.


“Saya bersedia.”janjinya.


Mr.Antonio menyatakan mereka berdua sah sebagai suami-istri dan tanpa pesetujuan Kareen kedua tangan Arka terangkat,ia merengkuh wajah Kareen,mata biru gelap sebening berlian itu menatapnya dengan intens.Arka menurunkan kepalanya ke kepala Kareen-Kareen berusaha berontak tapi sia-sia saja Arka dengan cepat mengambil tubuh Kareen ke dalam pelukannya.


“sialan berani sekali dia!aku tidak mencintainya,aku tidak ingin dia menciumku apalagi di depan khalayak ramai!”


Kareen menggeram marah dalam hatinya,Arka menciumnya dengan lembut dan mesra,Kareen langsung menutup matanya.Kareen sungguh tidak ingin melihat wajah Arka sekarang ini“Aku akan membenci pria ini seumur hidupku!”


Arka lebih dalam menciumnya,dia seperti melupakan kehadiran ayah Kareen, kedua orang tuanya juga para tamu yang hadir,bibir Kareen ingin memprotesnya tapi Arka berhasil membuat tubuhnya seakan mati rasa.Arka masih tak memedulikan decakan dan dehaman para tamu,akhirnya Kareen dapat terbebas karena Arka telah mengakhiri sesi ciuman paksanya,Kareen memandang geram padanya namun Arka membalasnya dengan senyuman yang mendadak terlihat geli,nyaris seperti orang mengejek lalu ia membisikan sesuatu di telinga Kareen.


“Wife ini baru ronde awal akan ada ronde selanjutnya.”Arka mengembangkan senyum manis yang nampak semacam seringai jahat menurut Kareen.


Para tamu bersorak,Arka berbalik memutar tubuhnya dan Kareen hingga menghadap ke arah teman-teman serta kerabatnya,Kareen tak mampu melawan takdir apalagi menolak keinginan ayahnya sekali lagi dia hanya bisa pasrah,Kareen mengalihkan pandangannya dari Arka untuk melihat ayahnya,bibi Suzhi menghambur dan memeluk Kareen,wajahnya berlinangan air mata lagi,bibi Suzhi melepaskan pelukannya saat Kusuma Wijaya menghampiri Kareen.


“bahagia untukmu,anakku.”Kusuma Wijaya mencium kening putrinya cukup lama,Kareen bahkan dapat mendengar helaan napasnya yang berat,suara ayahnya agak serak sebab menahan tangis.


Kareen juga melihat mata sembab sahabatnya Melody,teman dekatnya yang paling dia percaya akan terlihat jahat bila ia tidak mengundang sahabat baiknya ke pesta pernikahannya,Melody melambaikan tangannya dan melemparkan ciuman ke udara,Kareen membalasnya dengan hal yang sama,mata coklatnya seakan mengisyaratkan.


“semoga bahagia dalam menempuh hidup baru.”

__ADS_1


Kareen tidak akan tahu bagaimana hidupnya yang akan di jalaninya bersama Arka bukan hanya dengan Arka saja tapi juga bersama satu anak laki-laki dan seorang bayi,ini seperti kau membeli produk beli satu dapat bonus dua,asal kalian tahu saja Kareen sama sekali tidak merasa beruntung baru menikah dia sudah mempunyai dua orang anak,ini sungguh menyiksa batinnya.


__ADS_2