
Mungkin Arka bersikeras memanjakan Kareen setelah sebelumnya Arka bersikap dingin Padanya di hari malam seusai pesta pernikahan mereka berdua dan segala yang Arka lalukan sekarang ini adalah salah satu bukti usahanya untuk melunakkan hati istrinya.
Kareen bertanya-tanya dengan iseng”bagaimana sikap Arka sebelum bertemu dengannya.”
“Amor ku harap kau suka pilihanku.”Ketika Arka bertanya padanya,Kareen tak menanggapinya karena asyik melamun dan bibir seksinya sudah menempel di bibir Kareen.
“Amor,apa kau tidak menyukai Pilihanku?”
Kareen tidak menjawabnya,ia berbalik melihat tumpukan baju pilihannya kemudian menengok ke belakang,Arka tersenyum melihatnya,matanya yang biru berkerut di sudut-sudutnya.
“Wife atau kau lebih suka model pakaian seperti bentuk handuk?”
Kareen segera membulatkan mata agar terlihat besar“Vulgar..!”
Arka tampaknya suka berbicara sembarangan apalagi untuk hal-hal vulgar,Arkana Ramadhan orang seperti apa kamu?orang-orang dari Departemen Store itu memberi hormat kepada mereka berdua sewaktu akan pergi,Arka sekejap saja sudah menghilang dari sampingnya.
“Ya ampun pria itu suka sekali muncul tiba-tiba dan menghilang pun juga secara tiba-tiba.”
Kareen mencari Arka di dalam kamar tapi Arka tidak ada di kamarnya,ia mencoba mencari di kamar JJ tidak ada sosok Arka di sana,ia menyerah dan kembali Ke kamar,di atas ranjang ada secarik kertas dengan huruf kapital tersusun rapi bertuliskan pesan singkat.
"AMOR ADA SEDIKIT MASALAH DI KANTOR YANG HARUS KU SELESAIKAN,MUNGKIN AKU AKAN PULANG TERLAMBAT.KU-TITIPKAN DUA JAGOAN KECIL KU,INGAT JANGAN MERINDUKAN KU DI RANJANG."
Cium penuh Gairah(Your Husband).
“Vulgar!”Makinya.
Kareen meremas kertas itu dan membuangnya ke tempat Sampah,takut kalau JJ membacanya jika tidak segera di buang.Ponselnya mati untuk waktu lama tidak ada salahnya menghidupkannya kembali apapun resikonya akan Kareen tanggung walaupun harus menerima kemarahan pria yang ia cintai,ia memejamkan kedua matanya,Kareen tak berani melihat apa yang akan muncul pertama kali di layar dan membuka matanya perlahan,suara merdu Whitney Houston menggema indah di ponselnya,lagu kegemarannya bersama dia. Lagu“I Have Nothing” mengalun indah hingga meresap ke tulang rusuk,sederet pesan bermunculan di layar ponsel.
Windy:
Sayang..aku tidak melihatmu di kampus..rindu kau girls
Melody:
__ADS_1
Girls Aku tahu kau tidak mencintai suami mu karena bagimu hanya dialah cinta mati mu tapi satu hal yang harus kamu ingat seiring berjalannya waktu perasaan seseorang akan berubah lalu kau akan menemukan apa yang terpenting dalam hidupmu..jaga suami mu Girls jangan coba mengkhianatinya atau aku akan membencimu seumur hidup!Bagiku Pengkhianatan Seseorang adalah hal paling menyakitkan di Dunia.
Melody memperingatkan Kareen arti sebuah kesetiaan dalam hubungan,ia belum bisa melupakan pengkhianatan kekasihnya Ardan,ini menimbulkan trauma tersendiri bagi Melody bagaimana tidak menyebabkan trauma dalam diri Melody di hari pernikahannya,Ardan Pria brengsek itu mengatakan di hadapan Khalayak ramai bahwa ia mencintai wanita lain,Kareen mengutuknya saat itu,Kareen berharap Ardan akan menyesal sepanjang hidupnya!tepat ketika Ardan mengatakan bahwa ia mencintai wanita lain di saat itulah ayah Melody meninggal akibat serangan jantung,hari dimana seharusnya Melody bisa berbahagia malah berubah menjadi hari duka-cita untuknya bukan hanya kehilangan kekasih yang sangat ia percayai tapi juga kehilangan sosok seorang ayah yang sangat ia sayangi.
Sejak kejadian naas itu Melody tak lagi mempercayai simbol cinta,simbol pengikat sebagai tanda ia milik seseorang yaitu cincin,bagi Melody benda bulat yang melingkar indah di jari manis itu adalah benda terkutuk yang telah menghancurkan hidupnya,Melody tahu tak seharusnya ia melimpahkan kesalahan pada benda bulat itu namun kehancuran hidupnya berhubungan erat dengan benda itu.Kareen akan selalu meneteskan air mata jika mengingat hari mengerikan itu,Kareen membuka pesan berikutnya sekumpulan pesan dari teman-teman kampusnya dan sepuluh pesan dari pria teramat ia rindukan.
From :Yang Tercinta
Amor kamu tidak lupa kan?tepat tanggal 22
Juni adalah satu tahun kebersamaan kita
Sunshine,Jangan marah Aku akan berusaha meluluhkan hati Ayahmu.
Amor jangan mengacuhkan-ku dengan tidak membalas pesanku.
Amor Apa kau marah??????
Amor hari ini Aku menunggumu di kafe (Z)..datanglah dengan gaun yang ku kirim padamu.
Amor kau jahat,kejam tak berperasaan membuatku menunggu begitu lama!apa kau tahu semalaman aku menginap di Kafe itu!
Amor di mana kau...mengapa ponsel mu mati!!!Amor apa kau bermaksud membunuhku secara perlahan??Amor Jawablah!
Amor Maafkan kata-kataku tadi...Kareen berhentilah marah padaku!
Amor tolong jawablah..kamu dimana??
Apa telah terjadi sesuatu padamu!Amor!!!!
Dada Kareen terasa sesak tepat di hari pernikahannya,pria yang ia cintai ingin melamarnya,satu pesan suara,hatinya berdentum kencang,ia mendengarkan suara pria idaman hatinya di Ponsel.
“Sayangku.... ponselmu tidak dapat dihubungi ku harap kau baik-baik saja dan tidak terjadi sesuatu yang buruk menimpamu...Kareen..Jangan marah Oke meskipun aku yang harusnya marah padamu,Amor aku sudah meninggalkan pekerjaan ku sebagai bartender walaupun aku tidak bisa hidup tanpa dunia ku akan ku tinggalkan segalanya untukmu!Seperti yang ayahmu inginkan aku akan jadi seorang pengusaha sukses.Amor hubungi Aku kembali saat kamu mendengar pesan ini!"Peluk dan cium dari jauh kekasihmu.
__ADS_1
wajah Kareen bertumpu di kedua lututnya sambil terisak,Melody berkata pada dirinya jangan pernah mengkhianati Arka tapi secara tidak langsung dia sudah terlebih dulu mengkhianati kekasihnya,ia harus bersikap bagaimana pada kekasihnya nanti?mengatakan segalanya bahwa dirinya telah menikahi pria dengan dua orang anak?hatinya berkecamuk marah antara merindukan kekasihnya atau menghapus seluruh kenangan bersamanya.jagat raya seakan senang melihatnya menentukan pilihan yang rumit,lebih baik dia menanyakan pendapat Melody,jari-jarinya menekan nomor Melody.
“Gadis..ada apa?”tanya melody panik,suara melody terdengar agak mengantuk.
“Mels apa aku mengganggu malam mu?”
“Gadis bodoh..tentu saja tidak, Girls jangan bilang padaku kamu sedang menangis?”
“Ya.”jawab Kareen agak serak.
“Gadis siapa yang berani membuatmu menangis?Katakan padaku!”Kareen yakin sembilan puluh sembilan koma sembilan,Melody saat ini sedang melompat turun dari ranjang dan memutarkan kedua bola mata coklatnya.
“Takdir!”Jawab Kareen datar,ia mendengar helaan nafas berat dari Melody.
“Gadis Aku tahu ini berat bagimu tapi..?”
“Tapi Aku secara tidak sengaja telah mengkhianati kekasihku dan menjadi seorang pengkhianat!”Kareen memotong kata-kata Melody,hening sesaat.
“Mels...!!”Melody masih tak menjawab.
“Girls aku memang membenci seorang pengkhianat serta pengkhianatan seseorang tapi Kau mengkhianati kekasihmu demi menyelamatkan nyawa ayahmu!Girls ayahmu adalah Orang yang nekat jika sekarang kamu ingin berpisah dari Arka lalu berlari ke pelukan kekasihmu akankah Kamu masih bisa melihat ayahmu,mendengar nafasnya?bagiku sosok seorang ayah tidak dapat digantikan oleh Apapun kecuali oleh sosok seorang ibu!”
“Mels..tapi...?”tanyanya lagi.
“Gadis ,Seorang kekasih hanya akan menyematkan kata setia di bibir saja belum tentu setianya mutlak dari dalam lubuk hati sedangkan seorang pria yang ingin belajar arti cinta bisa saja menjadi seorang kekasih yang setia bahkan ketika kau sedang berada ditepi Jurang keputusasaan!”Kareen mencoba mencerna perkataan Melody.
“Mels...tidurlah maaf telah mengganggu malam mu!”
“Gadis bodoh tentu saja tidak...Girls tidurlah dan cobalah hidup bahagia bersama suami mu!”Melody memutuskan teleponnya terlebih dahulu.
Kareen turun dari atas ranjang dan berdiri di samping balkon,langit malam bertaburan bintang melukis bentuk-bentuk yang sangat indah.Kareen meangakat lengan ke atas,jari-jarinya menunjuk satu persatu bintang-bintang kecil itu,sebuah telapak tangan besar perlahan menyusuri lembut lengannya dan menggenggamnya dengan hati-hati, kenangannya bersama Athala berputar lagi di benak Kareen sampai tanpa sadar bibirnya menyebutkan namanya.
“bintangku...apa kau merindukan ku?”
__ADS_1
“bintangmu...siapa dia?”sebuah suara dingin di belakangnya membekukan tubuh Kareen seketika itu juga.