
Angin yang bertiup mengibarkan rambut pirang sepundaknya,kedua mata hijaunya menatap birunya air laut,semua yang di sayangi telah pergi meninggalkannya,hatinya masih merasa berat karena harus melihat orang yang di cintai nya bersanding dengan orang lain dari awal dia memang di takdir kan untuk sendiri.dia telah kalah dalam segala hal entah itu tentang kekasih ataupun keluarga.
“keluarga?”
“kekasih?”
Athala tertawa pahit,apa Tuhan menciptakannya hanya untuk merasakan kehidupan pahit yang tak berujung?Athala sungguh merasa kehadirannya tidak di perlukan, orang-orang di sekitarnya selalu menganggap nya benalu yang harus segera di singkirkan sebelum berubah menjadi sebuah parasit permanen,dia ingat ayahnya bunuh diri karena tidak tahan atas tindakan ibunya yang sudah menghilangkan nyawa orang lain dan membuat nama baik keluarga George tercoreng sampai dia terpaksa tinggal di jalanan sebab ia menolak mengurus bisnis keluarganya ia lebih memilih hidup bebas tanpa perlu di repot kan oleh hal-hal semacam itu namun saat ia bertemu lagi dengan Kareen ia mau mau mengambil alih bisnis keluarganya kembali dan hal itu membuat ibunya murka.jika bukan karena bantuan James pelayan setia keluarga George mana mungkin dirinya hingga saat ini masih hidup.
Bertemu dengan seorang wanita bernama Kareenina Wijaya adalah sebuah anugerah terindah dalam hidupnya yang hampir hancur tak bersisa,wajah cantik serta tingkah polosnya membuat Athala ingin memiliki Kareen selama sisa-sisa hidupnya,setiap hari selalu membayangkan hari bahagianya bersama wanita yang di cintai nya namun angan-angan serta harapan tidak mampu membawanya dalam kehidupan nyata,hidup di alam mimpi bahkan terasa lebih baik daripada harus hidup di dunia yang penuh ketidakpastian.
“Athala...”
Sekujur tubuh Athala menegang saat mendengar suara yang sudah lama tidak di dengarnya,sudah sejak dua belas tahun silam Athala hampir tidak pernah mendengar suaranya lagi,setiap kali Athala berusaha memanggil-manggil namanya di kala tubuh kecilnya meringkuk ketakutan,kelaparan bahkan ketika dia hampir mati karena putus asa,wanita itu tidak pernah sekalipun muncul dan sekarang tiba-tiba wanita yang tak ingin ia temui lagi muncul dalam hidupnya.
“Athala,ibu tahu kau pasti marah dan tak ingin melihat ibu tapi...”
“Ibu..?”
Athala berbalik dan memotong ucapan ibunya,dia melihat penampilan ibunya yang lusuh,wajah cantiknya sedikit kuyu penampilannya yang dulu selalu nampak anggun,bersih,cantik serta arogan menghilang seiring berjalannya waktu.
tidak ada lagi Sandra George yang berwajah dingin yang angkuh,sekarang dia hanyalah wanita biasa yang berstatuskan buronan polisi tapi kenapa Sandra tiba-tiba bisa sampai ke Istana Royals?itu Karena dia sendiri yang memerintahkan James untuk membantu ibunya dan mengirim ibunya padanya meskipun dia sendiri tidak ingin bertemu lagi dengan ibunya .
“Ibu..?”
__ADS_1
“apa kata itu pantas di sematkan padamu bu?”
“apa kau pernah peduli padaku meski sekali saja dalam hidupmu?apa kau ingat bagaimana aku merayakan ulang tahunku untuk pertama kalinya?”
“APA KAU INGAT BU!”
Kedua tangan Athala terkepal erat,dia menatap tajam Sandra yang sedang tertunduk lesu,Sandra sangat ingat bagaimana dirinya memperlakukan Athala kecil yang masih belum mengerti apa-apa semua perlakuannya kepada Athala semacam bentuk rasa pelampiasannya karena Sandra tidak terlalu puas dengan apa yang di milikinya,Sandra yang marah karena Kusuma Wijaya tidak pernah menjadi miliknya saat pria itu sudah mencapai tangga kesuksesan dalam hidup,amarah yang terpendam dalam hatinya yang menumpuk akan selalu ia lampiaskan pada Athala kecil.semua itu memang salahnya tapi ketika hari ini tiba dimana ia telah melihat putranya tumbuh dewasa,ia merasa segalanya terlambat untuk dipahami ataupun dimengerti olehnya bahwa Athala membutuhkan kasih sayang serta cinta seorang ibu.
“Athala maafkan ibumu yang egois ini.”Sandra tergugu,saat ia mau memeluk putranya,Athala mundur satu langkah ke belakang.
“dia menolak mu!apa yang kau harapkan Sandra!meskipun seribu kali kau mengucapkan kata maaf padanya luka yang ada pada hati serta jiwanya tidak akan hilang begitu saja!”
“Athala maafkan ibu...jangan membenciku kumohon Athala...ibu melarikan diri dari penjara hanya untuk menunjukkan kalau ibu sungguh menyesal karena perbuatan ku kau jadi korbannya.”
“maaf?”Athala mencibir.
“Bu aku tahu orang yang seperti apa dirimu.”
“setelah sekian lama baru sekarang kau muncul dan berkata maaf?kata maaf yang kau sampaikan padaku sebagai pengobat luka yang telah kau torehkan,tidak cukup untuk mengobati rasa sakit di hatiku!jika semua penderitaan dapat di hapuskan dengan kata maaf maka tidak perlu ada lagi obat penawar hati!”
Segala bentuk penyesalan selalu saja datang dengan terlambat,saat orang yang teramat berharga bagi kalian terbang menjauh baru kalian sadari bahwa kalian tidak dapat menjangkaunya kembali dan menggenggamnya di tangan,rasanya terasa sesak dan pedih.Sandra tahu Athala bersikap dingin padanya juga salah satu bentuk kesalahannya di masa lalu akan tetapi kenapa Athala tidak mau memaafkan kesalahannya di masa lalu?dia Cuma seorang manusia biasa yang tak luput dari sebuah kesalahan,ia hanya ingin Athala memaafkan segala perbuatannya di masa lalu apa begitu sulit?Sandra melangkah maju tapi kali ini dia berjalan melewati Athala dan berdiri di pinggir pantai,kedua kaki telanjangnya bermandikan deburan ombak.
“Athala sebuah kata maaf memang tidak mampu mengobati rasa sakit,penderitaan,ataupun penawar hati hanya saja permintaan maaf dapat mewakili perasaan bersalah.”
__ADS_1
“kau tidak mau memaafkan ibu itu tidak masalah bagi ibu yang terpenting ibu sudah dapat bernapas lega,melihatmu tumbuh dewasa seperti ini membuatku bahagia.”
Sandra tersenyum bahagia walaupun dia tahu Athala pasti menganggap perkataannya hanyalah sebuah bualan semata tapi itu tidak jadi masalah buatnya,tujuannya datang pada Athala memang ada maksud tertentu di baliknya,Athala sangat cerdik sampai tidak mudah di kelabui olehnya yang pintar bersandiwara di balik senyum bahagianya yang terlihat tulus ada senyuman lain di sudut bibirnya yang mempunyai makna tersirat.Sandra tidak pernah meanggap Athala sebagai anaknya karena Athala bukan darah dagingnya,suaminya Franklin George memungut Athala dari jalanan dan menjadikan Athala sebagai ahli waris seluruh harta milik keluarga George.
Sandra sungguh tidak rela kalau semua harta yang di miliki suaminya jatuh ke tangan orang yang bahkan tidak mempunyai hubungan darah dengannya lalu suatu hari dia melakukan kebodohan yang sangat fatal,sampai-sampai dia harus mendekam dalam penjara hingga suatu hari datang satu kesempatan yang membuatnya bisa meloloskan diri dari penjara,hari dimana ketika James datang untuk mengunjunginya dan memberitahukan padanya mengenai perkembangan Athala,mengenai Istana Royals dan juga kejadian-kejadian baru-baru ini yang terjadi di SanFransisco.
Jika Sandra dapat menyingkirkan Athala kali ini,dia dapat menguasai Istana Royals serta seluruh aset yang Athala miliki,ini adalah sebuah tebusan yang harus di bayar suaminya karena tidak memberi kompensasi apapun padanya ataupun menyisihkan sebagian hartanya buat ia kuasai,kesempatan bagus ini tidak boleh di lewatkan olehnya.
“Athala ibu sungguh-sungguh minta maaf padamu,maafkan ibu.”Sandra berbalik dengan wajah yang di penuhi air mata.
“sungguh?apa kau sungguh tulus meminta maaf padaku bu atau Cuma berpura-pura agar aku bersimpati padamu?”Athala menatap tak percaya.
“Athala maafkan ibu,ku mohon maafkan ibu.”
“dasar anak kurang ajar tak tahu diri!”
“memangnya siapa kau!berani-beraninya kau berbicara padaku dengan tatapan menghina!”
“tanpa jasa suamiku kau hanyalah sampah tak berguna!”
Athala menghampiri Sandra,dia memeluk erat Sandra dan membisikkan sesuatu di telinga Sandra yang membuat seluruh pembuluh darah wanita itu tiba-tiba mendidih“Bu aku adalah seorang penjahat!seorang penjahat dapat mencium niat tersembunyi penjahat lainnya!”
Athala melepaskan pelukannya dan berbalik pergi membuat Sandra berdiri mematung dengan darah yang masih bergejolak dalam dirinya”dasar anak pungut sialan!”
__ADS_1