Istri Sempurna Milikku

Istri Sempurna Milikku
BaB XVII Percaya keajaiban?


__ADS_3

Dua orang perawat mendorong banker Kusuma Wijaya dengan tergesa-gesa,dua orang perawat itu meminta mereka berdua untuk menunggu diluar,saat ayahnya Kareen memasuki ruang ICU,Arka merangkul bahunya dan menyandarkan Kareen di dadanya. beberapa menit yang menegangkan seluruh saraf terobati ketika Dokter Edward keluar dari ruang ICU, berkata pada Kareen dan Arka kalau Kusuma Wijaya sudah melewati masa kritisnya.


Mereka berdua memasuki ruangan ICU,begitu memasuki ruangan yang di dominasi warna putih terkesan pucat sepertinya warna putih pucat mendominasi hidup Kareen akhir-akhir ini.ia belum bisa bernafas lega jika belum melihat keadaan ayahnya secara langsung,Kareen melangkah pelan saat akan menghampiri ayahnya,Kusuma Wijaya tersenyum lemah padanya,Kusuma Wijaya mengerahkan segenap kekuatannya dengan napas yang terengahengah,dia berbalik lemah ketika menoleh pada Kareen.


“Kareen,putriku jangan menangis!ayah akan baik-baik saja,ayah hanya ingin tidur sebentar.”


Kusuma Wijaya memejamkan kedua matanya sementara itu Dokter Edward sibuk memeriksa kondisinya,tangan Kareen menggenggam tangan ayahnya lalu menciumnya,ia bertanya mengenai kondisi ayahnya pada Dokter Edward.


“Dokter apakah ayahku akan kembali pulih?”Kareen bertanya penuh harap.


Dokter Edward menghela nafas berat“Kareen saya tidak dapat memastikannya saat ini,berdoalah agar Tuhan memberimu suatu keajaiban!sebenarnya pasien dengan penderita jantung akut kemungkinan selamat sangat kecil.”


sesak di dada Kareen terasa akan membuncah keluar saat ia mendengar pernyataan Dokter Edward.


“Dokter aku mohon padamu,lakukan apapun agar ayahku selamat!”


“Kareen,ini tergantung dari kemauan pasien itu sendiri apakah dia ingin tetap bertahan atau tidak!”Dokter Edward memandangnya dengan penuh keraguan.


“Dokter Edward,bagaimana jika kita melakukan operasi dengan donor jantung?”Arka bertanya sambil mencengkram bahu Kareen.


“Maafkan saya Tuan Arka,tapi itu sudah tidak bisa kami lakukan karena kondisi pasien yang tidak stabil,kami tidak mau mengambil resiko.”


“Jadi bagaimana perawatannya sekarang?”tanya Arka lagi.


“Saat ini kami hanya bisa melakukan perawatan dengan sangat hati-hati!”


Dadanya terasa sesak kembali,air mata itu mulai terurai lagi,Kareen bertanya dengan helaan nafas yang menyesakkan jiwa.


“Dokter jika ayahku melakukan perawatan tanpa operasi berapa lama Beliau bertahan hidup?”


“Ayahmu bisa bertahan dua atau tiga bulan,tubuh manusia sangat misterius dan tidak dapat diduga Nona Kareen,ayahmu bisa saja pulih tapi kalau kondisi ayahmu memburuk kemungkinan untuknya bertahan hidup sangat kecil.”Dokter Edward menjelaskan padanya dengan hati-hati.


“tapi kalian jangan putus asa mungkin keajaiban selalu ada.”


Kareen memegang lengan ayahnya erat-erat,jari-jarinya menelusuri wajah tenang ayahnya yang sedang tertidur.


Ayah Kareen mohon bertahanlah!apa yang akan Kareen lakukan tanpa ayah?Kareen tidak ingin sendirian menghadapi dunia!sebentar lagi Arka berniat meninggalkan Kareen,Lalu jika ayah pergi juga buat apa Kareen masih tetap bertahan hidup?semua orang boleh pergi meninggalkan Kareen asalkan jangan ayah!


Hatinya sangat sakit hingga terasa menyesakkan jiwa!apa takdir hidupnya memang harus seperti ini?di tinggalkan!dan pada akhirnya ia hanya akan sendirian menghadapi dunia ini?tidak!dia tidak mau hal itu menimpanya lagi!Kareen ingin hidupnya berjalan normal seperti wanita pada umumnya.

__ADS_1


“Apa hidup ayahku bergantung pada kata-kata itu?”


“Moree,mari kita berharap Tuhan memberikan keajaiban pada ayahmu.” 


“Arka,sebelumnya aku bukan orang yang mempercayai takdir maupun keajaiban,tapi untuk kesembuhan ayah mari kita berharap Tuhan memberinya sebuah keajaiban,benarkan husband?”


Kareen berpaling dan menatap Arka,seumur hidupnya ia tak pernah mempercayai kata-kata itu(keajaiban)bagi Kareen sebuah keajaiban maupun takdir hanyalah sebuah kata untuk memanipulasi seseorang,ia pernah memohon satu keajaiban dulu sekali saat ibunya masih hidup ia ingin ibunya cepat pulang dan ketika ia memohon itu Tuhan memang mengabulkan permintaannya tapi yang ia dapat malah tubuh ibunya yang berlumuran darah serta mata ibunya yang terpejam mulai saat itu dia tidak ingin lagi mempercayai yang namanya keajaiban.


“Ya itu benar,Moree.”


Arka menyandarkan Kareen di dadanya yang keras,Kareen bermaksud menemui Dokter Edward di ruangannya hari ini hanya ingin memastikan apakah ayahnya benar-benar bisa pulih,dia tidak peduli omong kosong dokter yang mengatakan ayahnya hanya akan bertahan hidup selama tiga bulan.baginya jika ia sekali lagi percaya pada takdir dan keajaiban ayahnya pasti akan sembuh bukan cuma untuk tiga bulan saja.ketika ia akan mengetuk pintu,Kareen mendengar suara Arka yang menggelegar marah,tubuhnya seperti terpaku ditempat.


“Aku tidak ingin mendengar omong kosong kalian!yang aku mau dengar kalian bisa menyelamatkan nyawa ayah mertuaku!”


Arka tidak mau Kareen terus-menerus bersedih setiap hari ia melihat Kareen seperti mayat hidup.tidak ada lagi wajah berseri yang ia lihat sebelumnya,setiap kali Arka menyuruhnya makan Kareen hanya memakan satu sendok nasi,dia tidak tahan!kalau saja nyawa bisa di tukar ia akan menukarkan yanyawanya demi kesembuhan ayah mertuanya asalkan Kareen kembali ceria,dia tidak mau kehilangan sinar permata berharganya.


“Maafkan kami Tuan Arka,kami sudah melakukannya semampu kami tapi kondisi Tuan Kusuma Wijaya semakin hari semakin memburuk!”para Dokter itu berkata setengah takut.


“Aku memperkerjakan kalian bukan untuk mendengar kata-kata itu keluar dari mulut kalian!”


terdengar suara benda jatuh di dalam ruangan,Kareen mengira di ruangan itu tidak hanya ada Dokter Edward saja tapi ada Dokter lain juga,aksen orang asing.dugaannya memang benar ada Dokter lain selain Dokter Edward.dua di antaranya adalah Dokter asing yang di panggil Arka dari Inggris.


“Kalian adalah Dokter!tugas kalian menyembuhkan pasien!seharusnya kalian bisa mengobati pasien dengan segenap kemampuan yang kalian miliki!”


Kareen berbalik dan berjalan lunglai sepanjang koridor rumah sakit,sampai akhirnya ia terduduk di salah satu kursi.menangkup wajahnya dengan kedua tangan sambil terisak.


“Bu Kareen tidak ingin merasa kehilangan untuk kedua kalinya,Permainan Takdir macam apa yang Tuhan berikan kepada Kareen?hidup Kareen bagaikan jarum jam berputar pada waktu!Tuhan memberi Kareen sedetik kebahagiaan namun detik berikutnya Tuhan memberikan Kareen penderitaan!Bu apa benar keajaiban itu ada?apa keajaiban yang Tuhan miliki itu mutlak?”


Kareen menyandarkan tubuh lelahnya di sandaran kursi,sebuah lengan tiba-tiba menyanggah kepalanya.


“Moree,semua akan baik-baik saja..kita akan menghadapinya bersama.”


Suara Arka terdengar selembut sutera di telinganya,Kareen tertawa getir pada dunia,pada dirinya dan juga takdir yang ia miliki.


“Husband,segalanya tidak ada yang baik,kau bilang kita akan menghadapinya bersama tapi pada kenyataannya jauh di lubuk hatimu kau ingin pergi menjauh dariku!Dokter-dokter itu bilang berharap lah keajaiban datang padamu lalu apakah keajaiban itu nyata?”


Kareen ter gugu tak kuat lagi menahan tangis yang ia tahan sejak tadi.


“Moree,aku tahu ini sulit bagimu tapi apakah kau pernah berpikir di luar sana masih banyak orang yang lebih tidak beruntung daripada kau,setidaknya kau pernah merasakan kebahagiaan!”

__ADS_1


Arka merapikan rambut Kareen dengan jari-jarinya,Arka mengatakan sesuatu semacam itu pada Kareen sebab ia juga tidak tahu harus bagaimana menghibur Kareen yang sedang di landa kesedihan,Arka pikir Kareen akan bahagia jika ia melepasnya pergi dan membiarkan Kareen mengejar cinta sejatinya.apa ia telah salah dalam mengambil keputusan?tapi dia harus melepas Kareen pergi setelah Kusuma Wijaya pulih,Arka berharap ayah mertuanya bisa sembuh dengan begitu ia akan lega meninggalkan Kareen.


“Moree tapi takdir yang menyatukan kita.”


“Dan takdir pulalah yang memisahkan kita pada akhirnya!”


Kareen menyela kata-kata Arka.


“Husband kau pernah bertanya,suatu saat akankah aku jatuh cinta padamu?”


“Dan Ya aku telah jatuh hati lebih dari yang kau tahu,kata cinta tidak harus melulu terucap dari mulut seseorang,dia juga bisa menunjukkannya melalui tindakan.”


“Moree aku tahu perasaanmu,Moree hidup itu bagaikan sebuah pil pahit mau tak mau kau harus menelannya jika tidak kau akan menderita sakit yang lebih parah begitu juga hidup kalau kau tak sanggup menghadapinya maka hidupmu akan menyedihkan di bandingkan seekor itik yang terlantar!”


Arka mendekapnya lebih erat,mata Kareen terpejam,menghirup aroma khas dari tubuhnya.tangisnya terendam di dadanya.


“Husband,jangan tinggalkan aku.”Kareen merengek padanya,detak jantung Arka berdetak cepat,napasnya naik-turun.


“Moree,aku tidak akan meninggalkanmu!”


“Orang bodoh mana yang tega meninggalkan wanita secantik kau?apalagi kau itu tidak bisa membuat secangkir kopi.”


Arka menyeringai dan Kareen mendongak padanya.


“Orang itu adalah kau!”sahut Kareen sebal,tangisnya mereda karena kata-kata Arka.


“Moree,lihat ada wanita cantik tersenyum malu-malu.”


“aku tidak melihat wanita cantik di manapun!”


Kareen menunduk dan menatap pada kedua kakinya sendiri.


“Jadi kau bukan seorang wanita?demi alam apa aku menikahi seorang pria yang sedang menyamar menjadi wanita?”kedua bola matanya berputar-putar sambil tersenyum jahil.


“Hey,aku bukan wanita jadi-jadian!”


oh pria disampingnya mencoba membuat lelucon agar ia tertawa“ayah sembuh lah!aku dan Arka akan mendoakan mu sepanjang waktu.”


“Moree,aku senang kau kembali tertawa!”

__ADS_1


Kareen memeluk leher Arka dan berbisik di telinganya“Karena ada seorang suami terbaik di sisiku,husband aku punya harapan lagi untuk ayah yang menentukan kehidupan beliau hanya Tuhan yang tahu.”


mungkin akan selalu ada segurat pelangi setelah hujan reda.


__ADS_2