Istri Sempurna Milikku

Istri Sempurna Milikku
Bab.63 menjemput mereka


__ADS_3

“Arka...”


suara Kakak iparnya Johanes berdengung di telinganya.Arka masih tidak bisa mempercayainya kalau yang sedang berbicara di telepon adalah suara Kakak iparnya Johanes,ia terdiam untuk waktu yang cukup lama.


“Kak Johanes.”


“kau sudah sembuh.”


hanya kata-kata itu yang mampu keluar dari bibirnya,ia tidak tahu harus berkata apa pada Kakak iparnya Johanes karena sudah sangat lama mereka berdua tidak berbincang semenjak kepergian Kakaknya Arka, Arrabella,Kakak iparnya Johanes mulai bertingkah aneh dia tidak ingin menemui siapapun setiap hari Kakak iparnya Johanes memanggil-manggil nama Arrabella seperti orang gila.


“Ya Arka,aku sudah sembuh.”


“ini semua berkat dirimu.”


“Arka aku tahu aku ayah yang buruk karena telah menelantarkan anak-anak ku.”


“seharusnya aku mampu menahan diri dan tidak menyakiti mereka ketika Arrabella pergi dari sisiku selamanya.”


“Kakak apa kau sekarang tahu kebenaran mengenai Kak Bells?”


“Ya Arka,aku tahu segalanya.”


“wajah Bells masih tetap cantik seperti dulu.”


“Arka sekali lagi terimakasih karena kau telah merawat tubuh Bells dengan baik.”


Suara Kakak iparnya Johanes agak parau saat ini mungkinkah dia sedang berada di rumah belakang di mana tubuh Kak Bells yang sudah tidak bernyawa di tempatkan.Arka sengaja mengawetkan tubuh kakak perempuannya Arrabella.Arka juga yakin kakak iparnya Johanes sedang berada di tempat itu.


“Kak Johanes sebenarnya aku agak terkejut mendengar suaramu karena Dokter Steve tidak memberitahuku sebelumnya kalau Kakak sudah sembuh.”


“Arka maafkan aku ini semua salahku karena akulah yang melarang Dokter Steve memberitahumu mengenai kondisi ku padamu.”


“Tidak...Kak Johanes tidak perlu meminta maaf padaku...aku hanya sedikit terkejut ku pikir perlu waktu lama bagi Kak Johanes untuk sembuh dari penyakit itu.”


“Arka kamu benar-benar adik ipar ku yang sangat pengertian.”


“Kau berlebihan Kak.”


“Arka ketika kau telah menyelesaikan segala urusanmu...izinkan aku menemui kedua anakku...aku ingin menjemputnya dan membawa mereka untuk tinggal bersamaku.”


“Kak Johanes..tapi...”


“Arka aku mohon....Tuhan telah memberiku kesempatan kedua agar aku sekali lagi dapat menjadi ayah yang baik bagi mereka berdua.”

__ADS_1


“aku akan berbicara pada JJ terlebih dahulu apa dia ingin tinggal bersamamu atau tidak.”


“Arka terimakasih.”


sambungan telepon terputus Kakak iparnya Johanes mengakhiri percakapan mereka,Arka duduk di samping Kareen yang sedang tertidur, wajah cantiknya sangat damai persis seorang anak kecil yang tak memiliki dosa,bagaimana caranya Arka memberitahu Kareen kalau sepulangnya dari sini mereka berdua akan berpisah dengan kedua malaikat kecilnya itu,Kareen pasti akan sedih.jari-jarinya menelusuri wajah Kareen dengan lembut.


“Emm....Husband.”


Kareen membuka kedua matanya dengan perlahan padahal ia tidak mau mengganggu tidurnya yang terlihat begitu damai,Kareen menangkap telapak tangannya kemudian sedikit menariknya.ia segera menghampirinya dan memeluknya.


“Husband ada apa?”


“Kenapa wajahmu terlihat sedih.”


“tidak ada apa-apa..”


“Kau bohong..”


Kareen melepaskan diri dari pelukannya,dia menatap tajam dan berpura-pura marah pada Arka“Cepat katakan kalau tidak aku tidak mau berbicara padamu lagi...!”


“Moree jika nanti sepulangnya kita dari sini lalu kau terpaksa harus berpisah dengan JJ dan Jason apa kau rela melepaskan mereka berdua pergi?”tanyaku Arka hati-hati.


“apa yang coba kau katakan Husband.”


“aku tidak mau ucapan itu keluar dari mulut mu lagi!”


“Jangan pernah bicara seperti itu lagi padaku..jangan pernah...!”Kareen mulai tergugu dia tak kuasa menahan kesedihannya,Arka mengelus punggungnya mencoba menenangkan suasana hatinya supaya lebih baik.


“Tapi Moree ini memang kenyataan yang harus ku sampaikan padamu..”


“Kenyataan apa...?”


“Aku tidak mau dengar....aku tidak mau dengar!”Kareen mulai menjerit.


“Moree Kak Johanes dia sudah pulih dari penyakit yang di deritanya.”


“Kak Johanes bilang saat semua urusanku selesai dia akan mengambil JJ dan Jason untuk tinggal bersamanya.”


“tidak...mereka berdua tidak boleh meninggalkan ku...malaikat-malaikat kecil ku tidak boleh pergi meninggalkan ku..Kau dengar...!”


“tapi Moree...Kak Johanes..”


“Arka....”Kareen memotong perkataannya.

__ADS_1


“Kau tadi yang bilang padaku kita akan mempunyai tiga orang putra dan satu orang putri apa kau lupa?”Kareen beranjak dari tempat tidur dan berdiri di hadapannya.


“lalu...kenapa sekarang aku harus kehilangan mereka...ini tidak adil bagiku!”Kareen berteriak penuh amarah.


“ini..tidak adil...ini tidak adil.”


“Moree ..kumohon tenanglah..”


“aku tahu mereka berdua bukan darah dagingku...aku tidak mengandung mereka tapi aku mencintainya...kumohon padamu jangan pisahkan aku dari anak-anakku.”


“apa aku egois Arka?”suara Kareen parau,air mata bergulir membasahi kedua pipinya,ia mengambil kedua tangan Kareen dan menggenggamnya.


“Kak Johanes memang lebih berhak atas malaikat-malaikat kecil ku di bandingkan diriku tapi tetap saja aku belum rela melepas mereka berdua pergi.”


“Moree...kita akan mencari jalan keluarnya oke...jangan menangis...jangan menangis.”


“Husband...apa aku harus memiliki satu dan kehilangan yang satunya...jalan hidup ku apa akan terus berjalan seperti ini?”nada bicara Kareen mulai melemah.


“Moreen jalan hidup mu tidak seperti itu...aku siap membantumu menemukan jalan hidupmu yang baru oke...akan ku lakukan apapun yang dapat membuat mu bahagia selama aku masih dapat bernafas di bumi ini...percayalah.”Arka mencium kedua tangannya.


“Mommy Kareen..”JJ berteriak dengan wajah panik dan langsung memeluk Kareen.


“Kenapa Mommy Kareen menangis...apa Papi Arka berbuat jahat padamu?”


Kedua mata JJ berkilat memandang Arka seolah ia penjahat yang harus menerima hukuman,Kenapa jadi dia yang salah?Arka mengelus dada.


“Mommy Kareen kalau Papi Arka berbuat jahat padamu Mommy Kareen cepat laporkan padaku dan Kak J.”Jason juga melihatnya dengan penuh permusuhan.


“Papi Arka kenapa Papi Arka membuat Mommy Kareen menangis..jawab?”tanya JJ sambil menatap tajam ke arahnya.


Ya Tuhan mereka itu anak-anaknya atau detektif yang sedang menyamar sebagai anak kecil,Athala yang sedang bersandar pada kusen pintu matian-matian mencoba menahan tawa dengan kedua tangan yang memegangi perutnya .sialan!awas kau Athala rupanya dia senang melihat Arka ditindas!ia beralih dari Athala ke Kareen dan Damn apa yang ia lihat Kareen juga berusaha menahan tawa.bukankah tadi Kareen menangis?sampai ia di tuduh melakukan tindak kejahatan !kenapa sekarang Kareen malah tertawa?Ya Tuhan...di sini dia korbannya...dia korbannya.


Tapi Arka ikut bahagia juga melihat pemandangan di depannya bebannya sedikit berkurang,Kareen tertawa seperti anak kecil,dia juga sudah menghilangkan kebenciannya terhadap Athala.ia tak menyangka akan berteman akrab dengan musuhnya,berbagi canda dan tawa.


Di lain tempat ___di suatu kota


Johanes duduk di marmer dimana tubuh mendiang istrinya di tempatkan,tangannya menyentuh wajah cantik Arrabella dengan gemetar.kalau saja waktu itu dia tidak kehilangan kendali pasti dia dapat mengurus kedua anak-anaknya dan tidak akan membebani Arka,satu penyesalannya ia tidak bisa memberitahu Arka kalau ada yang sengaja mencelakai kakaknya Arrabella,orang yang mencelakainya berpikir kalau dia dapat membuat Arrabella celaka ia bersama dirinya,Johanes ingat betul bagaimana orang itu sangat membencinya saat dirinya memutuskan menikah dengan Arrabella.


“Bells maafkan aku...aku sungguh tak berdaya ketika Tuhan mengambil mu dariku.”


“Bells aku akan memberi keadilan padamu,akan ku cari dia yang telah tega mencelakai mu hingga dapat.”


Johanes meletakan sembilan puluh sembilan bungan mawar putih di samping tubuh Arrabella,bunga-bunga mawar itu berserakan di sisi kiri dan kanannya.

__ADS_1


__ADS_2