
“JJ,Jason papi Arka tidak berbuat apapun yang menyakiti mommy Kareen.”Kareen memeluk kedua malaikat kecilnya dan mencium mereka secara bergantian.
sebentar lagi setelah ia,Arka dan Star meninggalkan tempat ini kedua malaikat kecilnya juga akan pergi dari sisinya,Kareen merangkul mereka berdua dengan erat rasanya ia tak rela melepaskan malaikat-malaikat kecilnya pergi ke sisi orang lain walaupun ia tahu orang lain itu ayah kandung mereka berdua.
“Mommy Kareen tidak boleh menangis lagi,aku dan Kak J janji tidak akan pernah melupakan mommy Kareen meski suatu hari kami akan pergi meninggalkan Mommy,”Jason dan JJ mencium pipi Kareen secara bersamaan.
terkadang perasaan anak kecil sangat sensitif mereka bahkan tahu bahwa suatu hari akan ada perpisahan di antara mereka berdua,Kak Bells dan Kak Johanes sangat beruntung karena memiliki anak-anak sepintar mereka,Arka tersenyum dan berkedip padanya,Kareen tahu apa arti kedipan Arka.
Kareen tidak boleh sedikitpun menunjukkan kesedihannya di depan kedua malaikat-malaikat kecil mereka berdua karena itu akan membuat mereka berdua berat sebelah dalam mengambil keputusan apapun yang terjadi ia tidak boleh bersedih di depan anak-anaknya.
“Mommy Kareen selamanya kami tidak akan pernah melupakan mommy Kareen,”ungkap JJ seraya merangkul erat lehernya
“Mommy Kareen,Jason menyayangi mu,”tutur Jason sambil mencium keningnya.
“Mommy Kareen juga sayang kalian jangan pernah melupakan mommy Kareen,”ucap Kareen sambil menahan air matanya yang akan jatuh.
“Iya.”ujar mereka berdua serempak.
melihat Athala yang sedang mengamati mereka hati Kareen sedikit jatuh,dulu dia pria jahat yang ingin menghancurkan kehidupannya dan hidup pria yang ia cintai tapi semua itu hanyalah kepingan masa lalu yang harus ia lupakan,tujuannya saat ini cuma berfokus pada masa depannya bersama Arka dan menata ulang segalanya dari awal.
Tuhan memberinya hidup yang rumit namun itu menuntunnya menemukan sedikit petunjuk tentang makna hidup yang sesungguhnya,takdir seakan mempermainkannya tapi semua itu salah!takdir hanya ingin ia menemukan jalan hidupnya agar ia menemukan calon pendamping yang tepat yang mampu mengerti akan arti keberadaannya di sampingnya.
arti seorang istri bagi suami adalah segalanya,istri bukanlah sekedar seseorang yang harus bertanggung jawab mengurus segala kebutuhan suami melainkan juga sebagai pelengkap hidup yang akan menemani sang suami menuju akhir hayatnya,ia beruntung karena Tuhan mengirimkan Arka padanya,dia seorang pria yang tak pernah mengeluh ataupun merendahkan martabat istrinya di mata orang lain.
Arka tak pernah menyerah dia selalu saja berjuang untuknya apapun akan dia lakukan demi kebahagian istrinya,menghargai pasangan adalah hal termahal dalam hidup ketika ia di landa frustasi Arka siap siaga di garis terdepan saat dirinya di ancam bahanya maka Arka yang akan terlebih dahulu maju untuk menghadang segala macam marabahaya yang akan datang menimpanya.
Ia tidak ingin mempunyai dendam terhadap Athala bagaimanapun Athala juga pernah jadi bagian di hidupnya,seperti kata orang bijak melupakan masa lalu yang pahit merupakan hal terbaik dalam hidup kalau kamu tidak mampu melupakan masa lalu maka selamanya kamu akan terjebak dalam bayang-bayang masa lalu itu sendiri.
“Athala.”
Athala yang semula bersandar di kusen pintu kini berdiri tegak dan menatapnya,kedua matanya masih diliputi perasaan bersalah.Athala takut Kareen tetap menaruh kebencian terhadapnya, ia agak kejam sebelumnya karena mengatakan hal-hal buruk terhadap Athala.
__ADS_1
“Mari kita melupakan masa lalu dan memulai segalanya dari awal lagi,”kata Kareen tulus tanpa sedikitpun tertoreh nada kebencian di dalamnya.
“Moree,”ucapan Athala terhenti sejenak kemudian dia mengalihkan pandangannya kepada Arka.
“Arka,mari kita bertiga menjadi sahabat,”ujarnya seraya tersenyum.
Senyum Athala barusan mengingatkannya pada sosoknya yang dulu tanpa kebencian ataupun rasa dendam,dia telah mengikhlaskan Kareen untuk tetap tinggal di sisi pria yang Kareen cintai.
Tuhan berikan sahabat baru ku pendamping yang akan mencintai dirinya dengan tulus tanpa pamrih,memiliki sahabat lebih baik daripada mempunyai banyak musuh di sekitar mu.
“Paman thala ayo kita bermain.”kedua mata Jason berbinar bahagia,JJ dan Jason berlari lalu serta-merta menyeret Athala pergi dari hadapan mereka.
“Moree penderitaan dalam hidup mu telah berlalu dan guratan-guratan warna pelangi itu sudah kembali di hidup mu.”tutur Arka sambil memegang kedua tangannya,Kareen membungkuk dan menempelkan bibirnya pada bibir Arka.
Ketika cinta hadir dalam hidup mu akan ada yang namanya patah hati dan jangan terkejut saat kamu sedang merasakan manisnya cinta kadang ada segelintir rasa sakit yang mendera hidup mu yakinlah di saat kamu kehilangan satu Tuhan akan memberi mu satu.
Hari demi hari berlalu Dokter yang menangani Star mengatakan kalau kesehatan Star semakin membaik,dia tumbuh dan tumbuh.hari ini langit biru menampakkan warna cerahnya,awan-awan putih berseliweran menggantikan kabut-kabut hitam yang selama ini menyelimuti hidupnya.
Dokter Irene menemaninya dan Arka untuk memeriksa Star,hari ini untuk pertama kalinya ia dapat merasakan kebahagian layaknya seorang ibu rasanya tak sabar ingin memeluk si kecil dalam dekapannya.berbulan-bulan ia menunggu buah cintanya lahir ke dunia meski dengan berbagai rintangan namun akhirnya perasaan bahagia merayapi sekujur tubuhnya,ibu manapun pasti bahagia melihat anaknya selamat dari maut.
“Moree...aku tak percaya ini akhirnya aku menjadi seorang ayah.”Arka duduk di hadapan nya,pandangannya tak lepas dari sosok Star.
“Pria bodoh...kau memang sudah menjadi seorang ayah sebelum si kecil lahir.”Kareen tertawa geli melihat tingkah lakunya.
“Star ....akhirnya kau hidup dan akan menemani kami.”
“Star papi Arka janji akan selalu membuat mu bahagia..kau adalah hidup dan matinya mommy,"
“Husband...Star tahu kalau kau pasti akan membuatnya selalu bahagia,”Kareen menyentuh kepalanya.
“Star...apa Star bisa mendengar Papi?”
__ADS_1
tubuh kecil Star menggeliat dalam pelukan Kareen,bibirnya terbuka sedikit memperlihatkan gusi yang belum tumbuh menjadi gigi,si kecil menanggapi perkataan ayahnya dengan tersenyum.
“Moree si kecil tersenyum.”
Arka terus memandangi Star sesekali ia menyentuh pipi si kecil,memegang jari-jemari kecilnya seolah dia takut semua ini hanya mimpi,harapan Star hidup sebelumnya sangatlah kecil namun sekarang mereka berdua dapat bernapas lega karena Tuhan telah memberi mereka kesempatan untuk merawat malaikat kecil kami dengan baik.
“Moree satu minggu lagi kita akan membawa Star pulang ke Indonesia.”
“Ya Husband Dokter Irene mengatakan satu minggu lagi kita dapat membawa Star pulang.”
“Mommy Kareen,apa aku sudah bisa melihat adik bayi?”tanya Jason riang.
“tentu saja sayang,”
“adik bayi ini aku Jason Kakak muda mu...dan Kakak JJ adalah Kakak tertua.”
“Hei...Jason jangan menyuruh adik bayi memanggil ku Kakak tertua...adik bayi harus memanggil ku Kak JJ mengerti!”protes JJ.
“huh..dasar Kak J selalu saja tidak mau di panggil tua.”sahut Jason sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Kak J belum tua tahu...Kak J masih anak-anak,”Keluh JJ.
“Oke adik bayi karena ada orang yang protes jadi adik harus memanggil ku Kak Jason dan memanggil Kak J dengan sebutan Kak JJ...apa adik bayi mengerti,”
“adik bayi pasti mengerti ucapan Jason ketika dia tumbuh dewasa nanti.”
“Moree,Arka apa kalian harus pergi secepat ini?”tanya Athala,raut wajahnya di selimuti kesedihan.
“Athala kami harus pulang orang-orang di rumah pasti mengkhwatirkan kami,”Kareen menjawab pertanyaannya dengan seutas senyum.
“baiklah aku akan menyuruh anak buah ku mempersiapkan segalanya,”
__ADS_1
“apa itu tidak merepotkan mu,”tanya Kareen hanya untuk sekedar memastikan Athala tidak melakukannya dengan keterpaksaan.
“tidak ada yang namanya repot kalau untuk sahabat-sahabat ku,”sahut Athala sambil berlalu pergi.