
Ia tidak bisa menghapus masa lalu tapi akan selalu ada jalan untuk mengikisnya perlahan hingga menjadi sebuah butiran kenangan.
Arka berbaring di sampingnya lagi,Arka tidak mengatakan sepatah katapun dan langsung memeluknya,bibir Arka mulai mendendangkan lagu Nina Bobo yang pernah Arka nyanyikan untuknya,Kareen menguap ketika nyanyian kecil itu berdentang lembut di telinganya.
“Aku sangat mengantuk.”
Kareen mendengus lalu ia menoleh ke dada Arka melihat sikap manja Kareen bibir tipis milik Arka mengembangkan senyuman.
“Aku akan pergi mandi sebentar lalu pergi tidur.”
Kareen mendekap erat padanya dan menahan Arka agar tidak pergi.“Jangan!aku masih ingin bersamamu suamiku kau bisa pergi mandi nanti!”
Arka memandangnya dengan tatapan yang sangat dalam tetapi juga penuh kasih sayang karena merasa kegerahan dan tak tahan akhirnya ia pergi mandi juga,ia berbaring di tempat tidur,kepalanya bersandar di kaki Arka.menikmati perlakuan khususnya,Arka menyeka lembut rambutnya dengan handuk,menggosok-gosok perlahan,Kareen merasa terlalu lelah hari ini.gerakan lembut Arka membuatnya tertidur terlelap tapi ia masih bisa merasakan gerakan kecil yang di buat Arka.
Arka meletakkan handuk dan memindahkan dirinya ke atas bantal“hemm ..emm.”Kareen bergumam tak jelas.
“Moree..sungguh mencintaimu saja tidak cukup!”
alam bawah sadarnya menariknya ke dunia lain,ia melihat dirinya berdiri di tepi laut dan menatap perut besarnya bukankah ini baru beberapa minggu?harusnya belum sebesar ini!dia bertanya pada dirinya sendiri seperti orang gila!tiba-tiba ombak besar bergulung menghampirinya,ombak besar itu seakan mau menerkamnya bak monster kelaparan,tampaknya ombak itu ingin menariknya ke gerbang hantu dan seluruh sarafnya mulai di penuhi nafas kematian.
“Husband..!husband!selamatkan aku..husband selamatkan aku!”
Bibirnya mulai bergumam tak jelas,kepalanya berputar-putar seolah-olah ombak itu akan menyeretnya,ia ingin membebaskan diri dari kepungan ombak tapi sia-sia ombak semakin besar dan terus mengejarnya.
“Husband...husband...husband!”
Nafasnya semakin lama semakin berat,dan tekanan air laut membuatnya sesak nafas secara otomatis tangannya memegang perut ini adalah naluriah seorang ibu,ia merasakan ada sesuatu yang hilang darinya nampaknya air laut telah meratakan perutnya.
“Tidak!....tidak!jangan...!husband..selamatkan
aku!husband selamatkan aku!”
Tangannya berangsur-angsur mengencang di bagian perut seketika suara dingin dan kejam Athala berdengung memenuhi telinganya.
“Moree..anakmu takkan kubiarkan ia lahir ke dunia ini!selama dirimu masih bersama pria perebut kekasih orang itu!aku pastikan kau tidak dapat melihatnya!aku akan membunuhnya Moree!aku akan membunuhnya!jika kau ingin anakmu hidup maka kembalilah padaku sayang kalau tidak maka anak dalam kandungan mu akan mati!”
“AH....”
“TIDAK!”
Kareen menjerit dengan mulutnya yang terbuka lebar,nafasnya tak beraturan,keringat dingin memenuhi pelipisnya.pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka menampakkan sosok Arka yang hanya mengenakan sehelai handuk,seluruh tubuhnya masih basah.
“Moree..?”
Kareen menatap tubuh setengah telanjang milik Arka,rona merah menjalari wajahnya,tapi ia tak berminat menikmati tubuh sempurna milik Arka yang dapat di bandingkan dengan seorang aktor Hollywood,ia tidak mau Arka mencemaskannya.Kareen menggelengkan kepalanya mencoba mengatakan pada Arka bahwa ia baik-baik saja namun ketika kata itu sudah mencapai bibir ia menelannya kembali.
“Aku baru saja mengalami mimpi buruk!”kata Kareen sedikit mengeluh
“Aku bermimpi kau meninggalkanku dengan kejam!dan memaksaku untuk meninggalkanmu!”
Arka segera mendekat pada Kareen sesudah ia mengenakan piyama hitam miliknya,ia menyeka air dari tubuhnya kemudian mengambil Kareen ke dalam pelukannya.
“Gadis bodoh!mimpi bodoh!”Arka menghela nafas tanpa daya.
“Mendorongmu pergi dari sisiku?itu tidak akan ku lakukan sayang!memaksamu meninggalkanku juga tidak mungkin!itu hanya mimpi buruk yang bodoh!apapun yang terjadi aku akan senantiasa menemanimu dalam suka maupun duka!”
Kareen tidak mau menceritakan soal mimpi buruknya tentang Athala yang mengancamnya,di tidak bermaksud membohongi Arka karena tidak mau Arka mencemaskan nya,Kareen bersandar di dadanya dan mendengar detak jantung miliknya baru-baru ini.
“Mimpi-mimpi itu?”
“Sayang tinggalkan mimpi-mimpi konyol itu!”Arka menyela kata-katanya.
“Mungkin karena hormon mu tidak stabil..kau
jadi terlalu sering bermimpi buruk sayang,Bryne memberitahuku soal ini!”
Kareen sedikit menengadah dan menatap rambut basah milik Arka.
“Bryne bilang itu normal bagi wanita hamil.”
bibir tipis Arka menyeringai membentuk garis senyum samar.
“Kau ingin melanjutkan mandi mu?”
Kareen melepaskan diri dari pelukannya
“Jangan berlama-lama suamiku nanti kau akan kedinginan!”
__ADS_1
Arka tahu Kareen tidak ingin melanjutkan topik mimpi buruk itu,ia menunggunya berbaring sebelum melesat pergi ke kamar mandi satu menit kemudian Arka keluar dari kamar mandi,tidur dalam pelukannya membuat hati Kareen damai dan ia tidak lagi bermimpi buruk.Arka memutuskan pindah ke rumah Kareen,mentari pagi sangat indah.Kareen melihat orang-orang berkumpul di ruang keluarga,mereka menyunggingkan senyum sumringah.Arka berjalan dan menyambutnya,menuntunnya hati-hati menuruni tangga.
“Husband kau sudah memberitahu mereka?”
Arka mengangguk dan tersenyum.
“Sayangnya sahabatmu Mel tidak bisa hadir,dia harus pergi ke singapura karena urusan pekerjaan tapi dia mengucapkan selamat untukmu sayang dan berharap dapat melihat junior lahir.”
Kareen bisa mengerti Melody,sahabatnya itu berusaha melupakan masa lalunya dengan cara berpergian ke berbagai negara.
“Nona..Kareen apa itu benar?”
Bibi Suzhi memeluknya,ia menangis bahagia,Kareen mengangguk lalu berkata bangga.
“aku akan menjadi seorang ibu bibi.”
Bibi Shanty juga tersenyum bahagia,JJ menghampiriknya dan Kareen berjongkok untuk menyamakan posisinya dengan JJ.
“Mommy Kareen apa di dalam perutmu ada seorang adik bayi?”
Kareen memandang bingung pada JJ yang menatapnya dengan wajah sedih.
“JJ sayang..apa JJ tidak bahagia kalau Mommy Kareen mempunyai seorang bayi?”
JJ menggeleng,raut wajah JJ tidak bisa dijelaskan,Kareen mendekap tubuh mungilnya
“Mommy Kareen saat mommy Bells memiliki bayi dalam perutnya,mommy Bells tidak pernah kembali lagi!mommy Bells selamanya tinggal di surga,mommy Kareen ketika bayimu lahir jangan tinggalkan JJ dan tinggal di surga ya.”
Ya Tuhan ternyata malaikat kecilnya masih trauma akan kepergian ibunya.
“Sayang..mommy Kareen akan selalu bersama JJ,JJ kecil, Papi Arka dan yang lainnya..kita semua akan hidup bahagia.”
JJ mengangguk dan mencium pipinya.
“Mommy Kareen JJ ingin adik perempuan!”
Arka melihatnya,bibirnya dipenuhi senyum kemenangan seolah berkata.
“Kau lihat sayang?jagoan kecilku juga menginginkan seorang anak perempuan!”
JJ kecil tertawa, JJ kecil tertawa,mereka semua tertawa bahagia,Arka memeluk keduanya tak pernah ia bayangkan sebelumnya kalau ia akan mempunyai keluarga kecil yang di penuhi canda tawa,dia ingin tawa ini selamanya memenuhi rumah barunya,tempat bernaungnya yang baru,bersama Kareen dan kedua jagoan kecilnya,dia tidak mau lagi mengalami hal pahit seperti di tinggalkan seseorang!ia akan menghapus kenangan masa lalunya,menghapus ia yang takkan sudah pergi meninggalkannya dan menyambut lembaran baru,oh ya ia baru ingat hari ini dia harus menemui Sam sebelum pergi ke kantor.
JJ mengacungkan dua jempolnya padanya,Arka lalu mencium perut Kareen sebelum pamit pergi“Junior jangan nakal tunggu ayah pulang oke.”
“husband ingat jangan main mata dengan wanita lain di luar sana!”
Kareen memperingatkannya dan Arka hanya tertawa melihat tingkah manja Kareen.
“siapa yang akan main mata kalau sudah ada wanita tercantik dan tercinta dalam hidupku.”
Kareen mencubit pinggangnya“dasar pria bermulut manis!”
Pesan teks send to Sam:
Sam temui aku di tempat biasa.
Pesan teks from Sam:
Oke sob...aku akan menemui di sana.
Arka pergi bekerja dan berniat mengelola perusahaan Wijaya Group yang beberapa minggu ini terbengkalai.Kareen bermain-main bersama kedua malaikat kecilnya sementara bibi Suzhi sibuk di dapur dan bibi Shanty menemaninya,ponselnya berdering mungkin itu Arka pikirnya,keningnya mengernyit ketika menatap nomor di layar ponsel,ia tidak mengenali nomornya,ia matikan saja bisa jadi itu hanya orang iseng atau seseorang yang menawarkan kartu kredit melalui telepon.ponselnya kembali berdering,nomor yang tadi ia matikan lagi,nomor tadi menghubunginya lagi dengan kesal ia menekan jawab kemudian berteriak marah.
“Jangan menggangguku!”
sebelum menutup telepon ia mendengar suara dingin Athala.
“Cantik ku?Amore..kau begitu menikmati kebahagiaanmu sayang!Moree tidak kah kau merindukanku atau sekedar memikirkan ku?sayang kau sangat cantik mengenakan gaun putih berenda itu rasanya tak sabar memilik mu dalam dekapan ku.”
Kareen bangkit berdiri dan mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru halaman tetapi ia tidak bisa melihat sosok Athala.
“Mencari Ku sayang?”Kareen terkesiap saat
Athala berbicara di telepon.
dimana Athala?bagaimana bisa ia mengetahui gerak-geriknya?apa Athala juga tahu ia sedang hamil?tidak!Athala tidak boleh mengetahui kalau ia takut mimpi buruknya menjadi kenyataan!
“Sayang..mengapa diam?kau senang bukan bersenang-senang di atas penderitaan ku?”
__ADS_1
Kareen menggantung ponselnya dan berdiri mematung di depan jendela.
“Moree..?”
Kareen tidak tahu kalau Athala sudah tidak ada di sekitar rumahnya dan yang memanggilnya adalah Arka,Kareen di selubungi emosi yang tertahankan dan ia berkata dengan marah.
“Jangan panggil Aku!”
Arka menatapnya dalam-dalam dan memandang curiga padanya.
“Husband..kupikir.”
Arka mengambil pinggangnya,menarik Kareen menempel pada tubuhnya.
“Kupikir...?”Arka mengulangi kata-kata Kareen.
Arka sengaja kembali lebih awal setelah kejadian di kafe tadi pikirannya di penuhi kenangan masa lalu namun saat ia memikirkan masa lalunya wajah Kareen selalu terlintas di depannya,ada perasaan cemas yang merayapinya,seperti ada dorongan kuat yang memaksanya untuk cepat pulang dan melihat Kareen lalu dia melihat Kareen berdiri melamun di depan jendela,saat ia memanggilnya Kareen berkata dengan penuh amarah!pasti ada yang tidak beres ketika dia sedang tidak berada di rumah,Arka jadi ingat perkataan Sam yang memperingatkannya agar waspada.
Beberapa jam sebelumnya___
Arka sudah sampai dan menunggu Sam di kafe yang biasanya mereka datangi sewaktu dulu,dia duduk di salah satu kursi yang berada dekat jendela,menyeruput secangkir capucinno yang ia pesan,sudah dua jam ia menunggu Sam tapi sahabat menyebalkannya itu belum juga menunjukkan batang hidungnya.seorang wanita memakai topi coklat yang menutupi setengah wajahnya menarik kursi di depannya dan duduk tanpa izin darinya.
“sudah lama kita tidak bertemu
Arka,bagaimana kabarmu..Ama?”
Hanya ada satu orang di dunia yang akan memanggilnya dengan sebutan Ama dan orang itu yang ingin ia lupakan seumur hidupnya.
“Kau..?”
Tanpa sadar Arka berdiri dan kedua tangannya menggebrak meja,ada api di dalam hatinya yang sudah padam mendadak menyala kembali,bertahun-tahun lamanya ia menunggu kabar dari wanita yang sekarang ada di hadapan ini tapi jawabannya yang ia tunggu tidak juga datang sampai akhirnya ia lelah dan menyerah dan sekarang tiba-tiba saja wanita itu muncul kembali di depannya!untuk apa?Arka telah melupakannya!sekarang Cuma ada Kareen dalam hatinya tidak ada ruang bagi wanita lain di hatinya.
“bagaimana kabarku?”Arka bertanya balik dengan sinis.
Wanita itu mendongak dan menatapnya dengan wajah cantiknya yang sedang sedih,ia tahu Arka akan membencinya setelah apa yang ia lakukan pada Arka di masa lalu,wanita itu sadar kalau ia telah salah dalam memilih,melihat Arka yang sekarang ia benar-benar menyesali keputusannya yang dulu tapi masih belum terlambat baginya untuk merebut hati Arka kemabali dengan pesonanya.
“Ama..aku tahu aku salah..aku minta maaf!”wanita itu mendesah.
“maaf untuk apa?setelah bertahun-tahun kau hanya bisa mengucapkan kata maaf dan apa kabar?”Arka tersenyum mengejek.
“maaf...aku tidak ada waktu menghabiskan waktuku dengan wanita lain!kalau istriku tahu dia akan sedih!”
Ketika Arka akan melangkah pergi,wanita itu mencekal kedua tangannya.
“Ama kau pasti berbohong!kau tak pernah mencintai wanita lain selain aku!kau pasti berbohong!”
Perempuan itu berteriak marah hingga menarik perhatian orang-orang di sekitar mereka,orang-orang mulai berbisik,Sam yang baru datang langsung menghampiri Arka dan menatap tak percaya orang yang saat ini sedang bersama Arka.
“Tania..”
“apa itu kau?”Sam menatap tak percaya.
Arka menatap tajam ke arahnya“Sam!kemana saja kau!urus dia!ini hukuman karena kau terlambat!”
Arka melepas paksa genggaman Tania.
ia kembali tersadar dari lamunannya dan memandangi istrinya,Kareen balas menatapnya dan menyembunyikan rasa cemasnya.
“tidak...sayang aku cuma sedang banyak pikiran,husband tak usah memikirkan perkataan ku barusan.”
Kareen mencium bibirnya sebentar.
“Merindukan suamimu...?”Arka menggodanya.
Kareen menjawab Arka dengan anggukkan kecil.
“Jangan terlalu banyak berpikir..ingat kau punya junior sekarang.”
Ada pesan teks dari Athala Kareen membukanya setelah Arka menjauh darinya.
From Athala:
Sayangku..tunggu aku!Moree akan ku pastikan kau menjadi milikku lagi..Aku akan membawamu pergi ke tempat yang paling indah..apa kau ingat tempat yang pernah ku tunjukan padamu?Peluk cium-kekasihmu Athala George.
Kareen menarik nafas dalam-dalam,menghapus cepat pesan dari Athala,tenang Kareen kau bisa menangani ini,ayahmu memiliki anak buah yang bisa diandalkan,ia meyakinkan dirinya sendiri.
Arka kembali lagi ke sisi Kareen sesudah ia mengerjakan sesuatu.Tania tiba-tiba hadir lagi dalam kehidupannya membuat dirinya dalam dilema tapi sekarang ia memiliki Kareen,sosok Kareen hadir dalam hidupnya di waktu yang tepat dan dia tidak berniat kembali pada masa lalu.
__ADS_1
“moree aku mencintaimu.”
Arka memegang dagunya dan mencium bibirnya.