
Beberapa minggu ini Arka sibuk menemaninya di rumah sakit,ia rela mengabaikan segala urusan perkantoran demi mendampingi Kareen dan ayahnya,jarak rumah sakit Ertains yang terletak di jalan pastur dengan jarak rumahnya tidak terlalu jauh ia rasa,Sudah berapa lama dirinya tak mengunjungi JJ?JJ kecil?Bibi Shanty?Bibi Suzhi dan rumahnya,jumat pagi ini ia sempatkan bertandang ke rumah,Bibi Suzhi pasti senang melihatnya.
duo JJ Mom juga merindukan kalian tapi Mommy belum bisa menengok kalian sayang.
Ia bersyukur malaikat kecilnya ada di tangan yang benar,rumah besar ini terasa sunyi tanpa kehadiran ayahnya,hanya ada para penjaga berbadan kekar,berambut ikal nan gondrong berpakaian hitam ala anak buah seorang bos mafia ganas,mereka berdua menunduk memberi hormat pada Kareen.
“Nona Kareen,selamat datang.” Ucap James dan Bond secara serempak.
Oh dua orang itu selalu berkata“Selamat Datang”
tanpa banyak ekspresi di wajah,setidaknya Kareen ingin mereka tersenyum padanya.
“Ya,terimakasih atas sambutan kalian.”kata Kareen sedikit kaku.
“Bibi Suzhi,sedang memasak apa?”
Kareen mengejutkan Bibi Suzhi dengan memeluknya dari arah belakang,kerutan di bibirnya mengulas sebuah senyuman.
“Nona Kareen,ah Bibi sangat merindukanmu.”
Wajah Kareen agak cemberut karena Bibi Suzhi tidak terkejut.
“ah ini tidak mengasikkan!”ucapnya.
Kareen akhir-akhir ini merasa lebih baik karena Arka terus menghiburnya dan memberinya kekuatan setiap waktu.
“Nona bagaimana kabar Tuan?”
“Ayah,beliau akan sembuh segera bibi tak perlu risau!”
“Benarkah itu Nona Kareen?”
Bibi Suzhi mengusap air mata bahagia di wajahnya.
“Ya,itu benar Arka bilang semua akan baik-baik saja!bibi jangan menangis.”
Kareen mencium pipi Suzhi sambil melongok wajan di atas kompor.
Oh My!itu makanan favoritnya,ayam kuah rendang.
“Bibi aku ingin melihat ruang kerja ayahku sebentar.”ujar Kareen.
“Nona Kareen,berlama-lama pun tak masalah.”sahut bibi Suzhi.
Oh Kareen ingin sekali mengajak Arka melihat-lihat ruang kerja ayahnya,dia akan berdecak kagum saat melihatnya.Kusuma Wijaya menyulap ruang kerjanya menjadi sebuah perpustakaan pribadi,sayang sekali suaminya hari ini ada pertemuan dadakan yang sangat penting.rak-rak kayu di cat dengan warna coklat mengkilap,buku-buku itu tersusun rapi memenuhi rak,dan ayahnya menyusunnya secara melingkar,berbagai macam buku tersedia di sini,tetapi Kareen lebih menyukai buku dongeng dan sejarah.
Ponselnya berdentang keras.
Sebuah pesan teks terpampang di layar.
From Melody:Gadis,dimana kau saat ini?
To.Melody:Rumah kesayangan Ayah!
From Melody:itu bagus,karena aku ada didepan pintu rumah mu.
Kareen melesat keluar secepat kilat,Wow MElody berbeda delapan puluh derajat ketika terakhir kali ia melihatnya.sekarang penampilannya bertambah menawan dan lihat siapa pria tampan dengan seekor kucing hitam bermata biru,pria itu memakai jaket kulit hitam.
“Mels,aku tak percaya ini kau semakin hari semakin cantik.”puji Kareen.
“Oh gadis,kau berlebihan saying.”
mels menekan hidungnya,kebiasaan lama mels yang paling ia benci.
“Siapa dia mel?teman kencan barumu?”Kareen mengedip padanya.
“Dia,hanya seorang pria penguntit pecinta kucing!masalah baru dalam hidupku!”
Melody memandang tak suka pada pria dibelakangnya,pria itu mengerucutkan bibirnya dan meniup pelan didekat telinga Melody“Blue,gadisku aku punya nama.”
Ia menjulurkan tangannya ke arah Kareen“Hai Cantik,aku Samuel Richard. panggil saja aku Sam,ngomong-ngomong kerongkonganku sedari berteriak meminta air ,bolehkah?”
__ADS_1
Ia mengerling pada Kareen.
“Oh ya ampun,aku hampir lupa mempersilahkan kalian masuk!”Kareen tersipu malu.
“Dasar pria aneh pecinta kucing!”rutuk Melody.
sepatu hak tinggi milik Melody yang hampir tiga puluh centimeter itu mendarat keras di kaki Sam,Sam meng aduh kesakitan.
“Sayang,ini bentuk cinta ter sadis yang pernah ku terima!”Sam mengeluh atas perlakuan Melody.
“Aku tak peduli!Black Kitty!”Melody memandang acuh padanya.
Melody dan Kareen berjalan di depan sedangkan Sam sepertinya ia menikmati berada dibelakang mereka,Kareen menyukai kucing hitam yang di gendong Sam dibandingkan kucing gendut berwarna oranye milik Arka.
“Cantik,aku belum tahu namamu?”
mulut Sam mulai berceloteh,Melody menatap kesal pada Sam.
“Apa?aku hanya mau tahu nama gadis cantik yang sangat santun ini Blue,tidak sepertimu,Ehmm bagaimana aku menguraikan tentang dirimu Blue?”
“Hey,pria kucing kau mau ku tendang hingga ujung dunia?”
Melody mengepalkan satu tangannya yang tertuju ke wajah Sam kemudian Sam menyambut tangan yang mengepal itu lalu menggenggam dan menautkan kelima jari Melody dengan kelima jarinya sendiri.
“Blue,suatu hari nanti sikap galak mu ini akan menumbuhkan benih-benih cinta kita berdua,kata orang jarak antara benci dan cinta itu tipis!”
Sam sama sekali tak menggubris kekesalan Melody.
“Kalian berdua terlihat cocok satu sama lain,semoga kelak berjodoh.”
Keduanya menyahuti Kareen secara bersamaan tapi jawaban mereka berdua tidak kompak!yang satu menjawab“tentu saja cantik.”
lalu Melody membalas“Mana mungkin!”
“Oh ya Sam,kau boleh memanggilku Kareen.”Kareen tersenyum manis padanya.
jika di sisinya ada Arka,ia tak berani mengumbar senyum pada pria lain.
Kareen membantu bibi Suzhi menyiapkan minuman sementara Sam dan Melody duduk bersebelahan,pemandangan yang sungguh unik untuk ditonton.Melody menggerutu tak jelas dan Sam tidak ambil pusing dengan tingkah pola Melody ia cuma sibuk mengelus kucing hitamnya.
“Gadis,dari tadi aku tak melihat paman dimana dia?”Kareen terdiam beberapa detik.
“Mel ayahku beberapa minggu ini jatuh sakit,sekarang ia sedang dirawat di rumah sakit Ertains!”
Melody pontangpanting menghampirinya“Bagaimana bisa!ceritakan padaku!”
“Ayah jatuh sakit setelah menerima panggilan telepon dari Athala,sejak kejadian itu aku mulai membenci Athala meskipun aku mencintainya tapi hatiku lebih menyayangi ayah Mel,kau tahu bagaimana aku menjalani hidupku ketika kehilangan ibuku!”
Melody menyandarkan kepala Kareen dipundaknya
“Gadis kuatkan dirimu,Athala pria brengsek itu jika aku bertemu dengannya mungkin aku akan menaruh racun di minumannya!”Ucap Melody berapi-api.
“Hey,aku tidak mau kau berubah kejam Mel!”
“Gadis ucapan ku padamu waktu itu benarkan?sejuta cinta yang diberikan oleh kekasih pada dirimu tak bisa di sandingkan dengan satu miliar kasih sayang orang tua yang telah mereka berikan padamu?”
Kareen mengangguk.
“Hey Blue,aku iri pada Kareen,kapan kau bisa berkata manis padaku seperti itu?”
“Diam lah!Pria aneh!sampai kapan kau akan mengikuti ku?”
“Sampai aku bosan!”sahut Sam datar.
“Gadis,aku ingin mengunjungi paman.”
“Kita akan pergi bersama!”
“Apa aku boleh ikut?”tanya Sam.
“tentu saja,Sam kau teman Mel.”
__ADS_1
“Gadis,aku keberatan dia ikut!buang saja atau kurung saja dia di kastil drakula sekalian.”Melody menyorot tajam padanya.
“Blue,aku takut kau diculik ditengah jalan kalau aku tidak ada di sampingmu lagipula kau berencana mengurungku di kastil drakula,apa kau tidak takut aku akan menggigit mu?”
“Cih kau tak akan berubah menjadi drakula karena darahmu pahit!apa kau seorang bodyguard?”tanya Mel kesal.
“Ya aku memang seorang bodyguard,bodyguard sang penjaga hatimu suatu saat nanti!”Sam mengedip genit ke arah Melody.
“Kau...!”
Kareen melemparkan tatapan tajam pada mereka berdua,Sam terpaksa harus menunggu di luar rumah sakit, karena ia tidak mau sedetikpun meninggalkan kucing hitam kesayangannya dan Sam enggan menitipkannya pada orang lain,Melody mengecup lembut kening ayahnya Kareen,Melody terisak saat berbicara pelan di telinga ayahnya Kareen.
“Paman ini Mel putri kesayangan mu tentu saja Kareen masih yang menjadi favoritmu,maafkan Mel paman,akhir-akhir ini Mel sibuk dengan dunia Mel sendiri,paman sehatlah kembali.”
tangan lemah Kusuma Wijaya mengusap lembut puncak kepala Melody“Sayangku Mello,terimakasih putriku untuk doanya.”
Melody mendongak lalu memberikan seutas senyum pada Kusuma Wijaya,Kareen duduk di sisi ranjang ayahnya seraya memegang telapak tangannya,Melody berdiri di sebelah kiri Kusuma Wijaya,ia bergerak-gerak gelisah,Kareen tahu apa yang ada di dalam pikiran Melody.ia teringat peristiwa menyakitkan ketika kehilangan sosok seorang ayah dan Melody tidak mau hal itu terjadi pada Kareen.
“ayah jangan khawatir,Dokter Edward telah menemukan solusi untuk penyakit ayah,selamanya ayah akan mendampingi Kareen.”
Tangan Kareen sibuk membenarkan selang infusnya ayahnya.
“Kareen,ayah pasti akan senantiasa mendampingi mu nak!kau tak usah resah meskipun ayah tiada nanti,sosok ayah akan ada dalam hatimu.”
Tidak!Kareen tidak mau ayahnya mengatakan hal semacam itu karena kata-katanya terasa bagaikan salam sebuah perpisahan sebelum seseorang pergi menjauh!
“Kau,ayah dan juga Mello akan selalu bersama kita adalah keluarga bukan?”
Kareen mengangguk dan tersenyum hangat.
“Iya ayah,Kareen tahu.”
Kareen dan Melody tidak tahu kalau Arka berdiri di pintu masuk sejak tadi,Kusuma Wijaya menoleh ke samping kiri dan memanggilnya dengan suara yang berat.terpancar kesedihan mendalam dari raut wajah Arka,tapi saat ia mendekat pada Kusuma Wijaya kemudian duduk berseberangan dengan Kareen,bibirnya mengukir seutas senyum manis.
“Arka,menantuku kemarilah!”
Kareen mengerling padanya sesaat.
“Arka kehidupan seseorang adalah sebuah misteri,mereka tidak akan pernah mengetahui kapan ajal menjemput mereka.Arka ayah sekali lagi ingin melihat kau menyematkan Cincin dijari putri kesayanganku,Kareen.”
Keduanya saling bertatapan,Kareen tersenyum padanya dan menjulurkan tangannya,tepat di depan ayahnya Kareen,Arka memakaikan cincin bertahtakan kelopak mawar sebening kristal di salah satu jarinya,Arka tersenyum penuh misteri,senyum yang tak dapat di jelaskan.bibir Kusuma Wijaya berkembang menjadi sebuah senyuman hangat yang mendamaikan jiwa,Melody memalingkan wajah ke sisi yang lain,sahabatnya teramat membenci ketika harus melihat seorang pria menyematkan sebuah cincin di jari manis seorang wanita.
“Kareen sayang,ayah sedikit haus,bolekah tolong membelikannya untuk ayah?”
“Baiklah,sepertinya anak ayah adalah Arka bukan Kareen ataupun Mel!”
Kareen tertawa pelan lalu mencium kening ayahnya sebelum pergi,Melody membuntutinya dari belakang.
“Ayah terimaksih karena telah memberikanku,istri sebaik Kareen.”
“Arka,Bolehkah ayah meminta tolong satu hal lagi padamu?”
“tanpa ayah mintapun,Arka akan selalu bersedia menolong ayah.”
“Arka,emosi Kareen sangat labil!dia juga gadis yang rapuh saat kehilangan seseorang yang berharga baginya, ayah tidak mau bila suatu hari ayah tiada jiwanya terguncang dan tak mampu mengendalikan diri,Arka ayah titipkan Kareen padamu,putriku adalah harta yang paling berharga dalam hidupku,Ia tak bisa tergantikan oleh apapun,bisakah kau menerima permintaan orang tua egois ini?”
“Ayah,jangan Kwahatir Arka pasti menjaga Kareen.”
Percakapan mereka berdua Kareen mengupingnya di balik dinding pembatas,ia menahan isak tangisnya dan meredamnya dalam kesunyian,Melody menitipkan salamnya pada ayahnya,ia tak bisa tinggal berlama-lama jika Melody mendengar kata-kata ayahnya,Melody akan sangat sedih.
“Arka,bila suatu hari aku tak disamping putriku lagi beritahu padanya jangan bersedih karena ayah tidak pergi meninggalkannya dan tetap akan berada disisinya untuk selamanya,tinggal didalam relung hati dan sepenggal kenangan.”
“ayah,jangan katakan hal-hal itu padaku,ayah kau pasti akan sembuh,jika ayah tidak ingin putrimu bersedih maka sembulah lalu berjuanglah!”
“Tuhan aku harap keajaiban itu ada dalam diri ayah.”Kareen menautkan kelima jarinya berdoa agar ayahnya diberi kesehatan.
“Arka,mulai sekarang ku serahkan Kareen padamu,putriku menjadi tanggung jawabmu!”
“Ayah,aku akan benar-benar menjaga Kareen.”
air matanya mulai merebak,ia menghela nafas dan menatap langit-langit ruangan tempat ayahnya dirawat.
__ADS_1