Istri Sempurna Milikku

Istri Sempurna Milikku
BaB XXII Membisu


__ADS_3

Seseorang takkan pernah bahagia bila terus bersedih dan meratapi nasibnya.akan ada setitik Cahaya diantara Ribuan Kegelapan,Percayalah.


Kareen tak pernah benar-benar memahami kesedihan dan kebencian Melody sebelumnya.ia tidak pernah membayangkan dirinya harus kesepian dalam kesendirian,hujan masih terus turun hingga menjelang malam tiba.tubuhnya meringkuk di atas sofa dekat jendela kamarnya,sebuah boneka beruang coklat ia peluk erat.


raganya berada disini namun jiwanya terbang entah kemana.indra penglihatannya menatap kosong pada boneka beruang yang berbaris rapi di lemari kaca maupun di atas kasur,boneka-boneka beruang itu pemberian ibu dan ayahnya, di setiap ulang tahunnya,orang tua Kareen pasti memberinya berbagai macam boneka beruang dari berukuran kecil sampai besar.dan ia menyukai rak berbentuk seperti sebuah labirin kecil di sudut dekat samping kanan ranjangnya yang berisi bermacam-macam buku.


mengingatkannya di tahun pertama memasuki kuliah,ia merengek manja meminta ayahnya membelikannya untuknya.acap-kali kenangan ayah dan ibunya berputar-putar di benaknya,air matanya mengalir begitu saja sesudah itu ia akan lupa orang-orang di sampingnya,ia menggigit bibir bawahnya menahan isak tangisnya,terkadang hidup menyebalkan seandainya ia bisa mati lebih cepat,sayangnya ia tak seberuntung itu.


Arka jatuh berlutut di sisinya,sorot matanya tampak tersiksa,Arka masih mengenakan pakaian setelan berjasnya.ia baru saja pulang dari kantor,Kareen pernah melihatnya marah dan juga pernah melihatnya kesakitan tapi-kali ini ia lebih dari sekedar menderita,Kareen ingin mengucapkan satu atau dua patah kata.tapi kata-katanya tidak mencapai mulut dan kembali tertelan,Arka meletakkan sebelah tangan Kareen di pipinya,Kareen tak menyadari sampai tubuhnya sudah berada dalam dekapan Arka.


“Moree,ayah hanya pergi ke tempat terindah dan Tuhan menjadikannya salah satu bintang di langit,jika kau rindu padanya pandanglah langit tapi sungguh sangat di sayangkan malam ini hujan.”


Arka ingin menghibur istrinya yang sedang di landa kesedihan dengan segala celotehannya tapi Kareen tak menanggapi kata-katanya,tubuhnya pun tidak mau merespon,Arka sungguh di buat frustasi oleh kebisuan Kareen tapi ia bisa apa?memarahinya?mengatakan kata-kata kejam padanya?tidak!mana mungkin ia sanggup mengeluarkan kata-kata yang bisa menyakiti hati orang terkasihnya,dia harus setuju dengan perkataan Melody biarkan waktu yang membawa kembali sinar kehidupan pada Kareen.


Arka menaruhnya di atas kasur,Kareen berbaring di antara tumpukan boneka beruang kesayangannya,Arka telah mengganti bajunya dengan piyama berwarna putih susu,dia terbaring di samping Kareen,lengannya melingkari pinggang Kareen,dia mengetatkan pelukannya dan bibirnya menggelitik telinga Kareen.


“Sayang,kau ingat JJ dan JJ kecil?”


“Aku tahu,kau pasti masih mengalami syok setelah kehilangan ayah dan sebelumnya aku telah menyakitimu dengan melayangkan surat gugatan cerai,Moree aku dapat menanggung derita apapun tapi kumohon katakanlah sesuatu jangan menyiksaku lewat aksi mogok bicaramu!”


Arka mengerang sangat pelan,pipi Kareen mulai bergelimpangan air mata,tanpa sadar ia merintih lalu meringkuk bagaikan kucing kehilangan induknya.


“Moree,maafkan aku jangan menangis lagi,aku akan menutup mulut sialan ku!maaf sayang,JJ tak henti-henti menanyakan mu.”


Arka sengaja tak membawa kedua jagoan kecilnya ke rumah Kareen,dia takut JJ sedih melihat keadaan Kareen yang seperti ini,ia memutar lembut wajah Kareen lalu mencium lembut air matanya,bibir hangatnya menempel lembut di bibir Kareen.


“Sayang tidurlah,JJ menitipkan salam padamu,JJ bilang aku merindukan Mommy Kareen, katakan pada Mommy Kareen JJ kecil mulai nakal karena terus menangis dan tidak mau menurut padanya.”Arka mengoceh lagi sementara Kareen mulai mengantuk.


“Moree,kalau kita memiliki anak sendiri,aku mau seorang anak perempuan,dia pasti akan sangat cantik sama seperti dirimu.”


“Sayang,apa kau mendengar ku?”


“Ya Tuhan begitu cepat kau terlelap dalam tidurmu,Moree apa yang bisa kulakukan?mencintaimu saja tidaklah cukup!”


“Moree..apa kau percaya akan selalu ada harapan di setiap keputusaan.”

__ADS_1


Arka harus menuntunnya menuruni tangga,dia takut Kareen tergelincir jatuh namun hatinya menginginkan semua itu,ia jatuh dari atas tangga dan kemudian berlumuran darah setelah itu mati!masa depan tak bergantung pada harapan,segala keyakinannya telah hancur dan lenyap.


JJ dan JJ kecil yang diceritakan Arka,ia belum bisa mengingatnya,apa ia mempunyai dua orang anak sebelumnya?nama itu tidak terdengar asing,ia masih bisa mengingat Arka,ia pria pilihan ayahnya untuk menjadi suaminya tapi JJ kenapa Kareen tak bisa mengingatnya?apa ini efek traumanya?mereka berdua sampai di dapur,Arka menyibukkan diri membuat sarapan pagi,bibir seksinya tersenyum kecil,Melody berlari riang ke arahnya dan mencium pipinya sekejap.


“Hai gadis,merasa lebih baik hari ini?well lihat aku bawakan black Forest kesukaanmu.”


Melody menarik salah satu kursi di meja makan tepat ketika ia duduk seorang laki-laki berambut hitam perunggu dan mata abu-abunya sewarna dengan laut,pria itu juga mendekap seekor kucing hitam bermata biru,duduk berhimpitan di sebelah Melody,samar-samar Kareen mengingat sedikit tentang pria itu tapi di mana?


“gadis,kau ingat pria aneh di sampingku?dia Sam ingat?”


Kareen sama sekali tak memberikan reaksi apapun,Melody sungguh gemas melihat tingkah Kareen yang masih linglung tapi apa mau di kata banyak hal-hal yang tak dapat di duga manusia dan pada akhirnya mereka hanya mampu menyalahkan tanpa mau berusaha bangkit lalu kasus yang di alami Kareen adalah hal lain lagi ia belum bisa menerima kenyataannya tapi Melody yakin jauh di lubuk hati Kareen pasti ada keinginan untuk bangkit.


“Cantik ku,bagaimana bisa kau melupakan aku semudah itu?demi medusa sayangku tak ada satupun wanita lupa akan wajah tampanku?”


Sam menatapnya intens,sampai ia di kejutkan oleh suara gelas yang terpelanting keras ke lantai yang membuatnya refleks berdiri dan menoleh ke arah dapur.Arka menggeram marah,kakinya bergerak maju namun tertahan karena tiba-tiba Melody berdiri ditengah-tengah mereka berdua.


“Jaga sikapmu pria pengganggu!Kareen istriku,jangan berani memandang atau menggodanya kalau tidak kau akan menyesalinya!”Arka mendesis.


“Santai kawan,aku tak bermaksud menggoda Kareen,mulutku memang sulit diatur jika melihat wanita cantik,biasanya mulutku bersiul saat menatap wanita cantik.”


“jaga mulut lancang mu Sam!kau harus menjaga sikapmu disini.”


Melody menarik kasar lengan Sam.dan membawanya pergi.


“Gadis,aku akan menemui lagi nanti setelah mengembalikan Sam Ke tempat asalnya!”Melody berteriak lantang.


“Moree,maafkan aku sudah bersikap kasar pada teman Melody tapi aku tidak dapat menahan emosiku ketika ada seorang pria menggoda mu,kau milikku hanya milikku Seorang.”


Dasar Samuel Richard pria brengsek sialan!awas kau nanti!dimana ia mengenal Melody dan berani sekali dia menggoda istriku,aku tahu Sam kau sengaja!


Arka menggeleng tak berdaya,dia tahu kelakuan Sam sejak dulu memang sudah seperti itu,kegemarannya menggoda gadis-gadis cantik tak pernah hilang tapi Sam juga ia memiliki kemampuan lain yang tak banyak orang tahu dan kucing hitamnya mempunyai kemampuan istimewa,sejak meninggalkan dunia itu Arka jarang berkomunikasi dengan Sam dan ia sengaja berpura-pura tak mengenal teman lamanya itu.


Beberapa minggu kemudian__


Arka menyingkap gorden kamar Kareen,sinar mentari pagi memantul indah“Moree,kau pernah bilang ada gedung bioskop mini disini bukan?”

__ADS_1


Jari-jarinya sibuk menguntai rambut Kareen,Kareen memandangi dirinya di cermin gaun putih yang sedang di pakainya saat ini persis sama sewaktu ia menikah dengan Arka,Arka menatapnya di cermin,aroma mint berhembus segar,Arka mencium tengkuknya sebentar,tangannya mengangkat tubuh Kareen,dia berjalan menuruni tangga,melewati dua paviliun,serta rumah bunga,Arka menurunkannya setelah mereka berdua didalam gedung bioskop yang terletak dibelakang rumah bunga.


ruangannya begitu gelap,Arka


mendudukkannya disalah satu kursi,terpampang layar lebar di depan mereka,perlahan-lahan layar lebar itu menyala memutarkan sebuah Film dokumenter,menceritakan kisah tentang keluarga kecil yang bahagia.Kareen terisak kala sosok yang ia kenali muncul dilayar,itu ibu,ayahnya dan dirinya sedang bermain-main di taman,ia sendiri duduk di ayunan,ayah dan ibunya di kiri-kanannya mendorong lembut ayunan,di Film itu mereka bertiga tertawa bahagia.


Kareen turun dari ayunan lalu ayahnya menaruhnya di pundaknya,umurnya baru lima tahun ia rasa waktu itu.


“Sayangku Kareen saat besar nanti apa cita-citamu?”


Ibu dan ayahnya mendongak ke arahnya bersamaan,kedua tangannya memegang kedua sisi wajah ayah,ia tertawa polos sambil berkata“Aku ingin menjadi Direktur seperti ayah.”


wajah ibunya cemberut,dia kecewa ketika mendengar jawaban putrinya,entah bagaimana perlahan air matanya lagi-lagi keluar tanpa ijinnya.Arka sangat panik dan buru-buru berbicara pada Kareen.


“Moree,jangan menangis,aku hanya ingin kau mengenang masa kecilmu agar kau bisa bangkit dari keterpurukanmu,aku tak sengaja menemukan rekaman ini di kamar ayahmu,Jangan menangis lagi.”


Kareen menyandarkan kepalanya di lengan Arka,ia menidurkan Kareen dipangkuannya.


“Oh sayang,aku tak tahu kalau ini akan membuatmu lebih bersedih lagi.”


Film itu berganti,sebuah pemandangan dengan latar belakang laut terhampar luas,Kareen mengernyit bingung menatap satu-persatu orang-orang yang ada di layar lebar,itu dirinya yang memakai gaun biru lengan panjang selutut sedang mendorong kereta bayi,disisinya ada Arka mengenakan kemeja putih dipadukan Jeans hitam,pinggangnya menggantung sempurna,diatas pundaknya ada seorang bocah lelaki tampan,bocah kecil itu melambai-lambaikan lengannya ke udara,sikecil tertawa-tawa riang.


kenangan-kenangan itu berkelebat bagaikan Film hitam dan putih yang berputar berulang-ulang dikepalanya.memori tentang kematian ibu,kenangannya bersama Athala, pernikahan mendadaknya bersama Arka hingga ia harus menjadi seorang ibu dari dua orang anak,ingatan terakhir adalah tentang kematian ayahnya yang mampu menggunjang jiwanya.


“Husband,aku rindu JJ!husband aku merindukan ayah..husband aku ingin bertemu JJ.”isak tangisnya menggema di ruangan.


“Moree,akhirnya kau bicara.”


Arka mengangkat Kareen dari pangkuannya kini mereka saling berhadapan,ia menatap takjub pada Kareen,Arka mencium bibirnya lama,Arka takut ini cuma sekedar ilusi.


“Husband,sakit..husband perutku


sakit,husband perutku sangat sakit!”Kareen mengerang sambil kedua tanganku terlipat diatas perut.


“Moree...tidak sayang bangun jangan tinggalkan aku!”

__ADS_1


__ADS_2