Istri Sempurna Milikku

Istri Sempurna Milikku
BaB.52 hadiah terindah


__ADS_3

“Ya aku tahu,saat ini ataupun nanti hanya dia yang mampu membuatmu bahagia bukan aku!”


“kalau kau tahu kenapa kau bersikeras memaksaku tinggal di sisimu!”Kareen menggertak kan gigi ketika kata itu keluar dari mulutnya.


“Aku hanya ingin merasakan seperti apa rasanya membentuk sebuah keluarga bersama orang yang ku cintai,moree...apakah itu salah?”Athala bertanya dengan raut wajah yang sedih.


Ada banyak hal yang tidak ia ketahui tentang Athala,mungkin ia yang salah karena dulu,ia belum sepenuhnya mengenal sosok seorang Athala,ia hanya mengetahui masa lalu Athala dari buku harian milik ayahnya,dan sekarang ia tidak tahu harus menjawab!hari ini sikap Athala sangat aneh.


“tidak ada yang salah dengan keinginan mu hanya saja caramu lah yang salah!”Kareen sedikit gugup serta takut saat mengucapkan semua itu pada Athala .


“mungkin perkataan mu ada benarnya!”Athala berbalik,dia kembali menatap birunya air laut.


“rasanya aku ingin ombak menelanku detik ini juga!”Athala bergumam pelan sedangkan


Kareen tidak dapat mencerna kata-katanya.


Kareen mulai menguap,dia sungguh di serang kantuk yang tak tertahankan,seseorang memeluknya dari belakang.Athala tersenyum padanya,dia tahu keputusan yang ia ambil kali ini akan memperparah luka di hatinya.dia juga tahu seseorang sudah membantu Arka,dia juga menghadiri pernikahan Arka dan Kareen tadi menatap mereka berdua di kejauhan,ada perasaan getir di hatinya tapi ia sudah bertekad melepas cahayanya dan merelakan menerangi hidup orang lain.


“akan ku suruh James menjemput mereka.”Athala tersenyum padanya.


Athala melihat pemandangan yang indah namun menyedihkan di depannya seseorang telah membawa Kareen pergi dan hatinya semakin sakit.


“Tuan Athala...kau sungguh melepaskan cintamu pergi?”


Dia mendengar seseorang berbicara padanya dan itu bukan suara James melainkan suara seorang wanita,dia tahu siapa wanita itu tanpa ia harus berbalik untuk melihatnya,wanita itu pelayannya yang masih muda dan cantik,memiliki rambut panjang sepunggung,rambutnya pirang kecoklatan agak mirip dengan Kareen jika wajahnya di lihat dari samping.


“Loin aku terpaksa merelakan ia yang tak mencintaiku pergi.dia dan aku bagaikan bumi dan langit...semakin aku ingin meraihnya semakin ia terlihat begitu tinggi dan jauh dari jangkauan.”


Loin hanya terdiam mendengar jawaban Athala,Loin memandang wajah Athala yang sedang menghadap laut,deburan ombak,langit malam yang bermandikan cahaya rembulan menimpa wajah tampan nan dingin Athala.ada getaran aneh di hatinya,Loin tidak tahu apakah dia akan sanggup menghabisi nyawa Athala?nyawa siapa yang akan ia pilih?

__ADS_1


Kareen tersentak kaget saat tubuhnya sudah berada di atas kasur,dan ada sebuah lengan yang memeluknya.ia buru-buru bangun dan dengan cepat menyingkirkan lengan yang melingkari pinggangnya,dia ingat semalam Athala memintanya berjalan-jalan setelah itu ia mulai mengantuk,tidak mungkinkan Athala berani tidur bersamanya?Athala tidak akan mungkin berbuat hal rendah seperti itu!


“My wife,good morning...”


Kareen semakin terkejut ketika mendengar suara khas milik Arka,Ya Tuhan rupanya ia sedang bermimpi indah dan mimpi itu terasa nyata.lengan itu kembali meraihnya dan memeluknya dari belakang,dia berbisik lembut di telinganya“My wife kau tidak senang ya,aku ada di sini?”


“Tuhan jika ini mimpi tolong jangan bangunkan aku!”


sebuah ciuman mendarat mulus di bibirnya,ia merasakan aroma mint khas milik Arka,jantungnya berdetak cepat,ia sangat bahagia dapat merasakan mimpi yang begitu indah,Kareen ingat kata terakhir yang di ucapkan Athala sebelum ia jatuh tertidur.


“Amore,aku ingin memberimu sebuah hadiah agar Tuhan tidak mengambil mu sepenuhnya dariku karena kau adalah satu-satunya sumber kebahagiaanku...”setelah itu ia tidak mengingat apapun.


“Sily girls,ternyata kau memang tidak ingin aku ada di dunia nyata yah!”


Arka mencubit hidungnya,dan satu kecupan mendarat mulus di keningnya


“My wife,turunlah ke bawah aku akan membuatkan sarapan untukmu..”


“My wife,kenapa kau lama sekali cepatlah turun atau aku akan naik ke atas dan menggendong mu!”teriakan Arka menyadarkannya,ia dapat merasakan bahwa semua itu bukanlah mimpi!ini mimpi nyata yang sangat indah,untuk pertama kalinya ia mampu tersenyum bahagia di tempat asing.


Ada alunan piano yang mengalun lembut menenangkan jiwa lalu ia mendengar suara anak kecil dan suara itu,suara yang telah lama ia rindukan itu suara milik JJ kecil“Kak J biarkan aku memainkannya juga untuk adik bayi.”


suaranya sangat menggemaskan,sepertinya JJ tidak membiarkan JJ kecil untuk memainkan piano sebelum dirinya menyelesaikan lagu yang sedang di mainkannya.Kareen segera beranjak dari tempat tidur,mencuci muka dan cepat-cepat keluar sesampainya di ujung tangga ia melihat pemandangan yang menakjubkan,JJ dan JJ kecil sedang duduk di depan sebuah grand piano serta Arka yang memakai celemek dan sibuk memegang piring berisi makanan di kedua tangannya.


apapun yang sedang di rencanakan Athala,Kareen tidak peduli,hari ini ketika ia terbangun Tuhan telah memberinya hadiah terindah,Jordan,jason....hanya dua kata itu yang terucap dari bibirnya.alunan nada piano itu berhenti,JJ dan JJ kecil menghambur ke arahnya,Kareen mencium keduanya.


“Mommy Kareen tidak sedang bermimpi bukan?”


hal indah seperti itu terlalu mengejutkan untuknya hingga hal semacam itu bagaikan mimpi baginya.

__ADS_1


“Mommy Kareen konyol jika mommy Kareen sedang bermimpi tentu saja kau takkan bisa memeluk kami dan merasakan kehadiran kami yang terasa nyata ini bukan?”suara menggemaskan itu datang dari JJ.


“Mommy Kareen apa kau masih ingat apa yang ku katakan di telepon malam itu?”JJ menatapnya penuh harap,tatapan lucu serta menggemaskan masih jadi ciri khasnya.


“Ya,tentu saja mommy Kareen ingat,JJ ingin memberi hadiah untuk adik kecil di perut mommy kan?”Kareen mencubit pelan hidungnya.


Arka menghampiri JJ dan membisikkan sesuatu padanya.Kareen memandanginya dengan penuh tanda tanya.


“moree,ayo kita sarapan dulu..”


Kareen mengangguk,Arka membantunya untuk bangkit,Arka menyuruhnya duduk dan tidak melakukan apapun.ketika Kareen melihat Athala berjalan dan menghampiri Arka,seluruh sarafnya tiba-tiba menegang,ia takut Athala memukuli Arka di hadapan anak-anak namun ia terkejut saat Athala hanya menarik salah satu kursi dan duduk diam.


“Arka,bolehkah aku bergabung untuk sarapan bersama kalian?”Athala bertanya dengan nada sopan tanpa sikap permusuhan pada Arka bukankah ini suatu keajaiban?


“ini rumahmu,mengapa kau harus meminta ijinku?”Arka menyahut sambil tersenyum,


mereka berdua terlihat seperti teman akrab yang menjalin pertemanan sejak kecil tanpa adanya rasa canggung sewaktu mereka saling berbicara.namun Kareen masih ragu,dia tetap memandang Athala dengan tatapan penuh permusuhan.pasti ada sesuatu ini aneh kenapa mendadak Athala menjadi baik.


“moree,ada apa?”tanya Arka dengan nada cemas.


Kareen hanya menggeleng sebagai tanda jawaban.Arka menaruh segelas susu di depannya“minumlah ini,bryne bilang padaku susu ini bagus untuk kandungan mu..”


Kareen hanya meangguk dan meneguk perlahan susu yang di buatkan Arka untuknya.


“moree,aku tahu kau pasti menyembunyikan sesuatu dariku maka dari itu aku menanyakannya langsung pada Athala,kau dan dia telah membuat sebuah kesepakatan bukan?”Kareen terbatuk-batuk sewaktu Arka membisikan kata-kata itu padanya.


Kareen menoleh ke arah Athala dan menatap tajam padanya,tapi Athala hanya bersikap acuh tak acuh sepertinya Athala benar-benar tidak pernah peduli dengan permusuhan yang Kareen tunjukkan secara terang-terangan,Athala hanya diam dan melanjutkan memakan sarapannya.


“Athala kau mengatakan kesepakatan kita pada Arka,apa kau mengancamnya!”

__ADS_1


Kareen menggeram pelan dan reaksi di wajah Athala hanya datar,tangannya yang sedang memegang roti mengambang di udara, ekspresi di wajahnya berubah dingin ketika dia berbicara seolah dunia menolak kehadirannya.


“sepertinya seseorang yang terlanjur berbuat kejahatan,dunia akan selalu meanggap nya sebagai seorang penjahat yang tak pantas berbuat kebaikan!”seusai mengatakan itu,Athala hanya terdiam dan memandang dengan tatapan kosong ke arah piano.


__ADS_2