
wanita-wanita asing itu membawa Kareen menjauh dari Arka,Kareen memandang Arka dan Arka hanya menyunggingkan sebuah senyuman padanya.
“tenang saja Nona,Tuan Arka meminta kami untuk mengganti bajumu.”
Kareen bersyukur ternyata wanita-wanita itu berbicara dalam bahasa inggris,ia bertanya-tanya dalam hati bagaimana Arka merencanakan semua ini?tanpa sepengetahuan Athala!sejak kapan Arka merencanakannya?
“Miss.Kareen this dress for you.”salah seorang wanita menyerahkan gaun putih panjang tanpa lengan dengan bagian bawah agak longgar,gaun itu polos namun tampak megah dan Kareen sangat menyukainya.
selesai mengganti baju,dua orang di antara mereka menyuruhnya duduk di meja rias,mereka membentuk rambut Karen sedemikian rupa.
“Miss.you look so beautiful.”
Kareen bisa merasakan wajahnya bak kepiting rebus,ketika pintu terbuka ia melihat Arka telah berganti pakaian,Arka mengenakan kemeja putih berpadu jas hitam dengan dasi kupu-kupu,mereka berdua saling terpaku satu sama lain bak orang bodoh yang baru saja saling mengenal.
“Pengantinku sangat cantik...”Arka mendekat padanya yang masih berdiri bagaikan patung,Arka menaruh sesuatu di rambut Kareen. Ia rasa itu adalah sisir mutiara berharga milik Arka.
“sekarang pengantinku sudah nampak sempurna..”
Kareen menggenggam kuat telapak tangan Arka.
“Ya Tuhan..,Moree tenang saja aku takkan berlari,kau tidak perlu memegang tanganku sekuat itu hingga rasanya hampir remuk!”Arka tertawa dan Kareen mendelik sebal padanya.
“Siapa juga yang mengira kau akan kabur hah?”ucap Kareen kesal.
Kareen tahu Arka cuma sekedar bercanda tapi bisakah Arka membaca situasinya?bahwa ia juga sedang gugup,sebelum ini Arka telah menjadi suaminya tapi saat itu ia menerimanya karena terpaksa lalu sekarang berbeda kondisinya dimana ia telah jatuh cinta pada Arka setengah mati.
“tentu saja kau siapa lagi?”Arka mengatakan itu sembari mengedip jahil pada Kareen.
“suami over pede!”sahut Kareen sebal
“tidak ada larangan aku over pede atau menggoda istriku terus-terusan karena aku melakukannya pada istriku sendiri bukan pada wanita lain!jika aku menggoda atau over pede dengan wanita lain aku takut hatinya sedih karena istriku adalah wanita kedua yang ada di hatiku setelah ibuku tentunya....”
__ADS_1
“Arka...”
“Ya....”
“aku mencintaimu..”
“Moree..aku juga...”
alunan musik mengalun indah,ada sekelompok orang memegang alat musik. mereka semua mengenakan pakaian putih,mereka memainkan alat musik dan bernyanyi sambil tersenyum,dimana-mana bertebaran bunga mawar dan putih.
“Arka...”bisik Kareen agak bingung.
“moree putih melambangkan kesucian dan merah merupakan simbol keberanian atau bisa berarti penuh gairah..”
“Mawar putih mengartikan cinta kita yang alami seputih kertas yang belum tergores coretan pena lalu Mawar merah adalah cairan tinta yang akan menuliskan perjalanan cinta kita.....”
Arka tahu segalanya tentang dirinya bahkan Arka berusaha memberikan arti tersendiri bagi bunga itu meskipun kata-katanya bukanlah sebuah filosofi sebenarnya tentang Mawar tapi Kareen sangat menyukai arti kata mawar yang terucap dari bibir Arka.matanya sedikit memerah akan tetapi sudut mulut Kareen membentuk sebuah senyuman.Arka mengambil mawar merah dan putih lalu meletakkannya di tangan Kareen.
“Husband...”nafas Kareen agak sedikit naik turun.
Arka tersenyum bahagia,dan senyumannya yang seperti itu benar-benar mampu menenangkan Kareen.
“Segala sesuatu di dunia atau yang kita miliki pasti memiliki maknanya tersendiri...Moree.”Arka menggenggam tangan Kareen dan hampir tak mau melepaskannya“selama kita percaya bahwa sebuah makna itu ada,putih adalah suci dan merah untuk keberanian yang membara!”
“Tapi...”rasanya Kareen ingin berbicara sesuatu dan tidak dapat menahannya tapi Arka dengan cepat memotong perkataannya.
“Sstt...moree ini hari bahagia kita..”Arka tersenyum menggoda“kita harus menikmatinya,setelah ini apa kita harus melakukan honeymoon atau baby moon?”
“Vulgar...!”
Arka tak memberinya kesempatan untuk berbicara,lengannya sedikit melengkung,Arka menunggu Kareen menyambutnya,ia menatap Arka dan melihat lengannya yang tertekuk.dengan pasrah Kareen memasukan tangannya dan menggenggamnya.
Dia dan Arka menuju Altar pernikahan seorang pendeta telah menunggu mereka,alunan musik indah itu kembali bergema mengiringi perjalanan mereka untuk mengikrarkan janji suci dalam sebuah ikatan pernikahan.tepat ketika mereka berdua tiba di hadapan pendeta.Kareen bisa merasakan apa yang pengantin lain rasakan,perasaan bahagia yang tidak dapat di jelaskan dengan logika.akhirnya ia bisa menikahi pria yang di cintai nya dengan sepenuh hati.
__ADS_1
Ayah aku harap kau menyaksikan semua ini dari surga.lihatlah putrimu sekarang bahagia bersama pria pilihanmu.
Ia akhirnya benar-benar akan menikahi Arka,bahkan jika ini suatu hal yang terlambat,ia tidak akan pernah menyesalinya seumur hidupnya walaupun seluruh dunia menentangnya ia tidak peduli!ia ingin selalu menggenggam tangan Arka seperti ini,berjalan seperti ini bila perlu ia ingin berjalan bersamanya hingga melewati ujung dunia.
Ia ingin jalan hidupnya dan dia bahagia selamanya,ia ingin Tuhan mengabulkan doa egoisnya tapi terlalu banyak manusia yang lebih merasakan penderitaan daripada kebahagiaan bagaimana bisa ia begitu egois agar Tuhan menentukan jalan terbaik baginya?bagaimana mungkin Tuhan punya waktu untuk memilah jalan semua orang?ada air mata yang jatuh namun di satu sisi ada seutas senyum yang menghiasi bibirnya.
“Terimakasih Tuhan..”kata pastor itu sambil tersenyum dalam bahasa inggris“Izinkan Saya sekali lagi bersaksi untuk cinta yang suci dan penuh gairah.”
Ia dan Arka memandangi pastor itu pada saat yang tepat para musik mulai menyayikan lagu-lagu suci pernikahan,mereka menyaksikan sepasang pengantin baru dengan sebuah senyuman.
pastor itu pertama mengucapkan serangkaian doa,kemudian tersenyum dan bertanya kepada Arka:
“Tuan Arkana Ramadhan,apakah kau bersedia menjadikan Kareenina Wijaya sebagai istrimu,dalam keadaan sehat atau sakit,kaya atau miskin, dalam senang maupun susah,kau berjanji akan setia mendampinginya dan takkan pernah meninggalkannya,bersamanya kau akan selalu setia di sisinya jika dia berada dalam kegelapan maka kau akan membawanya menuju cahaya dan berpegangan tangan dengannya sampai maut memisahkan?”
Arka melirik Kareen yang ada di sampingnya dan berkata kepada pendeta sambil tersenyum“Ya,saya bersedia!”
Kareen memandangi Arka dengan sedikit bodoh,sumpah pernikahan seperti itu terlalu mengandung makna yang sangat dalam,pastor itu beralih memandanginya dan bertanya sambil tersenyum“Nona Kareenina apakah kau bersedia menjadikan Arkana Ramadhan sebagai suamimu?”
Kareen kembali memandangi wajah Arka dan menatap wajah pastor itu.
“aku akan selalu menerangi jalan hidupnya,mencintainya tanpa pamrih,mendampinginya hingga akhir hayat meskipun banyak jalan yang berliku yang harus ku tempuh,aku akan selalu setia untuknya karena dia adalah sebongkah cahaya berharga yang di kirimkan Tuhan padaku.”
pastor itu agak bingung dengan apa yang Kareen katakan tapi matanya menerawang jauh seakan kata-kata yang keluar dari bibir Kareen memiliki makna tersendiri“bahkan dalam kegelapan dengan sepenuh jiwa kau percaya bahwa dia akan setia berdiri di sampingmu hingga maut menjemput?”
hidungnya bahkan lebih masam,Kareen menutup mata dan menelan kembali kesedihannya, ketika ia membuka mata lagi,bibirnya tersenyum lebar,ia meangguk dengan suaranya yang sedikit tersendat“Ya saya bersedia!”
senyum penuh berkat terpancar di wajah sang pendeta“sekarang pengantin pria bisa mencium pengantin wanita..”
Kareen dan Arka memandang mereka serta mengucapkan terimakasih yang hadir dalam pernikahan mereka berdua meskipun ia masih merasa kurang lengkap karena tidak ada keluarga yang hadir.pernikahan pertama mereka berdua memiliki banyak ketidakberdayaan.
Arka mencurahkan seluruh isi hatinya di hadapan semua orang hadir:
“Aku yang tidak mampu karena tidak dapat mengutarakan perasaanku pada wanita yang paling aku cintai dan ia yang tidak mencintaiku pada awalnya tapi untuk saat ini aku sangat bersyukur karena seiring berjalannya waktu kami berdua memiliki perasaan yang sama,dan aku sangat bahagia karena hari ini aku telah menikahi wanita yang paling aku cintai serta selalu aku rindukan setiap waktu."
__ADS_1