
Seusai menemaninya berjalan-jalan James mengantarkannya ke sebuah ruangan yang akan ia tempati lebih tepatnya sebuah kamar yang pernah ia lihat di mimpi buruknya.ia berdiri mematung cukup lama sebelum memasukinya dan itu membuat James kesal oleh aksi diamnya tapi ketika kau melihat wajahnya kau hanya akan beranggapan bahwa James cuma sedang bersabar karena dia sekadar memasang wajah datar tanpa ekspresi saat sedang marah atau kesal.
“Nona muda Kareen,jangan sampai aku berbuat kasar padamu!”
James memperingatkannya dengan nada tegas seketika ia tersentak dan secara refleks menoleh pada James dengan tatapan dingin tak bersahabat.ia bukannya ingin membuat James marah tapi ia hanya enggan memasuki kamar itu,bayangan tentang mimpi-mimpi buruk itu berkelebat di benaknya bagaikan sekumpulan awan hitam menyeramkan di sertai petir yang kapan saja mampu menyengat mu.
“Nona muda Kareen!”sekali lagi James memperingatkannya.
Kareen menjejakkan kakinya dengan perasaan kesal yang luar biasa.sewaktu mereka berdua bercakap-cakap di pantai tadi James mengatakan bahwa Athala akan segera datang dan dia menyuruhnya untuk beristirahat di kamar yang telah di sediakan Athala.Kareen terduduk di sofa putih panjang yang menghadap secara langsung ke pantai dengan begini ia dapat menikmati panorama alam yang indah tentu ini bisa sedikit mengatasi kegelisahan hatinya.
ia menatap birunya air laut dari waktu ke waktu,melihat itu semua mengingatkannya pada mata biru Arka serta JJ secara tak sadar ia sudah terisak dan menitikkan air mata, mendengar suara pintu terbuka,buru-buru ia menyeka air matanya dengan punggung tangan di saat seperti ini biasanya Arka lah yang akan menenangkannya.sial sejak kapan ia jadi gadis cengeng!ternyata kenyataan hidup memang lebih kejam dari angan-angan.
“Moree,aku merindukanmu.”
suaranya terdengar semanis madu tapi di sisi lain seolah ada racun berbahaya yang tersembunyi,telinga Kareen begitu akrab dengan suara seperti itu dan itu suara khas milik Athala.
“Sayangnya aku tidak merindukanmu sama sekali!”
Mendengar perkataan menyakitkan dari Kareen tiba-tiba saja Athala sudah terduduk di sampingnya,telapak tangannya yang kasar memutar secara paksa wajah Kareen untuk bertemu pandang dengan wajahnya.selama beberapa bulan Kareen tidak melihat Athala sekarang ia tidak tahu bagaimana cara menghadapinya.
kini wajahnya agak tirus,rambutnya ia biarkan memanjang mencapai pundak.Athala menyelipkan sebagian rambut pirangnya ke belakang telinga dan separuhnya ia biarkan terjatuh di sekitar wajah,dan tatapan matanya lebih tajam dari sebelumnya.mungkin para wanita akan semakin tergila-gila padanya ketika melihat penampilan Athala yang sekarang.
“Berapa lama aku tidak melihatmu?dan sekarang perutmu sudah mulai membesar.”
Athala mendengus dan suara lembutnya membuat orang melupakan ketegangan.Kareen berusaha menampilkan ekspresi wajah sedingin mungkin.
“Jika tidak?”
Kareen mendengus kesal,Athala malah tersenyum.dia tersenyum santai sepertinya Athala tumbuh menjadi jenis pria yang mempunyai daya tarik berbeda dari kebanyakan pria lainnya,meskipun dia telah berbuat kejahatan padamu tapi kamu akan merasa nyaman di dekatnya.
“Aku masih menyukai pemandangan ini.”Athala mengangkat sebelah alisnya sedikit.
__ADS_1
ekspresi datar di wajahnya setenang permukaan air“Moree waktu itu kau sangat cantik dan cerdas,aku menyukainya.”
Athala masih mengingat masa itu,saat pertama kali ia mengajak Kareen melihat istana royals,Athala ingin Kareen menjadi pendamping hidupnya dan selamanya di sisinya tapi justru Kareen menghancurkan segala impiannya dalam sekejap mata.apakah ia sudah berubah menjadi orang yang kejam?apakah semua perubahan dalam diri Athala,apa semua itu adalah salahnya? Hatinya menekan segala emosi yang tak mampu ia luapkan,diam terkadang cara terbaik bagimu ketika kamu tidak tahu harus berbuat apa.Athala mengerutkan keningnya, ekspresi di wajahnya tidak berubah sama sekali-sudut mulutnya selalu tersenyum lalu ia bertanya lembut pada Kareen.
“Moree ku dengar kau belum makan apapun dari kemarin?”
ngomong-ngomong tentang apa yang harus dimakan,Kareen menggertakkan giginya bahkan memandang tajam pada Athala dengan tatapan curiga.ia takut Athala akan membubuhi sesuatu pada makanannya,oh tingkat paranoid nya kembali muncul.Athala sepertinya tidak keberatan dengan sikap permusuhan yang di tunjukan Kareen padanya,ia meraih lonceng berwarna silver di dekat meja kecil di samping sofa dan membunyikannya,seketika itu juga seorang pelayan paruh baya masuk.
“tolong bawakan makanan kemari khusus untuk Nona muda Kareen.”
wanita paruh baya itu hanya mengangguk hormat dan pergi setelah mendengar serangkaian instruksi dari Athala,mereka berdua terdiam selama beberapa saat.
“Apa kau pikir,aku akan memakan makanan yang di sediakan olehmu?”nada bicara Kareen sedikit mencemooh.
Athala sedikit mengernyitkan keningnya“Amore apa yang harus ku lakukan untukmu?agar kau percaya bahwa aku tidak seburuk yang kau kira!Moree aku tahu kau lapar!sejak kemarin kau belum makan apapun bukan?atau kau mau tanpa sadar menghabisi anak si pecundang itu terlebih dahulu?”
“Athala!”Kareen berteriak marah oleh
Athala sedikit meanggukkan kepalanya.dia jelas tahu bagaimana cara terbaik untuk mengancam Kareen.pelayan masuk dengan meja dorong berisikan berbagai jenis makanan, percakapan mereka berdua terhenti di tengah-tengah oleh kehadirannya.
“Moree duduk dan makanlah,sedikit juga tidak apa-apa.ingat kau sedang hamil,dan aku baru saja pulang dari urusan pekerjaan yang membosankan!”
Athala memandangnya dengan cahaya suram yang sangat dalam.
“Amore kumohon!makanlah!jangan keras kepala,melihatmu seperti ini,aku juga tidak tahu kapan kau akan makan!”
Kareen sangat ingin berteriak marah padanya tapi perkataan Athala ada benarnya juga jika dia tidak makan maka itu tidak bagus untuk kandungannya,bayinya perlu asupan makanan.Athala menyodorkan setumpuk sandwich serta jus ke hadapannya.
“Amore,makanlah sesuatu jika tidak bayimu akan mati sebelum ia lahir!”
Athala tersenyum di sudut mulutnya, ketika kata-kata itu jatuh dari bibirnya Kareen tidak menanggapinya bahkan ia hendak bangkit berdiri dan ingin berlari keluar tapi lengan Athala menarik tubuhnya hingga jatuh terduduk kembali di sofa,pada saat yang bersaman tangan Athala sudah memegang sepotong sandwich,lalu ia menyodorkannya ke mulutnya.
__ADS_1
“makanlah!”
“membawaku kemari dan memisahkan ku dari Arka,apakah permainan ini sangat menarik?”ia menatap Athala,
lagi-lagi Athala hanya menanggapinya dengan senyum santai"Moree,terlalu membosankan untukku bermain dengan manusia,aku hanya mau menghabiskan waktuku bersama orang-orang tersayang mu.”
“apa kau ingin memulai permainan mu dari awal lagi atau kamu mau kita kembali seperti dulu lagi?”Kareen mengangkat sebelah alisnya.
Athala tersenyum sedikit lebih dalam“Amore, kau terlalu pintar untuk di mengerti seseorang.kau berpikir terlalu banyak-mungkin ini bukan hal baik untukmu.”
tangan diperut Kareen mendadak mengencang,ia ingin menolak rasa takutnya terhadap sikap Athala yang satu ini,ketika Athala tiba-tiba merubah sikapnya.kegelisahan hatinya mendadak berubah menjadi rasa takut.dan tentu saja rasa aneh meliputi mu seketika,lalu bagaimana bisa ia menolak perintahnya?
“makan!”
Athala berkata dengan samar“Diam adalah sebuah kegagalan,aku tidak akan menggunakannya untukmu.”
Kareen memandang Athala,perubahan besar dalam hidup Athala membuatnya benar-benar mengerti pikiran orang-orang.dia sungguh-sungguh khawatir akan keheningan.Kareen menghirup nafas lega,ketika ia siap untuk makan,tetapi saat ia hendak mengambil pisau dan garpu.piring di depannya telah diambil,Kareen mengerutkan kening bingung.dengan gerakan tangan yang sama seperti seni,ia melihat Athala mengambil pisau dan garpu,lalu ia mulai membagi makanan di atas piring.
“Athala,apa mau mu hah?”
Athala mengacuhkannya,Kareen benci harus menggertak kan giginya.namun matanya tetap mengawasi Athala memotong makanan saat ini,tetapi entah mengapa perasaan dingin menjalari seluruh tubuhnya.Kareen terus melihat gerakan Athala seperti itu,Athala kemudian meletakkan makanan yang di bagi di depannya,sungguh sebenarnya Kareen tidak memiliki nafsu makan sama sekali.ia tidak lapar,ia tidak tahu apa yang akan terjadi kalau sampai menolak perintah Athala.ia tidak mau hal buruk menimpanya,jika terjadi sesuatu pada junior.ia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri karena kecerobohannya.
ia menelan semua makanannya secara perlahan-secara teknis Athala masih mengingat makanan kesukaannya,ini semua makanan yang pernah ia pesan di kafe(Z) saat pertama kali mereka berdua berkencan.
“Moree,apa kau ingin melihat tawanan berhargaku?”tiba-tiba Athala bertanya dengan nada lembut.
Tangan Kareen terangkat dan memandangi wajah Athala dengan tenang,sudut bibirnya sedikit terangkat.ia tersenyum lembut pada Athala.kamu dapat berbohong dengan pura-pura tersenyum kepada orang lain,saat ini ia hanya ingin cepat-cepat menghabiskan makanannya,ia takut akan dapat kemungkinan terburuk untuk hasil akhirnya, kali ini saja ia tidak menginginkan Arka mencarinya,husband kumohon padamu untuk kali saja jangan pedulikan aku biarkan diriku yang mencari jalan keluarnya.
“maaf tapi aku tidak tertarik!”
Kareen menjawab dengan nada dingin,seperti yang ia katakan tadi,ia terlalu takut akan kemungkinan terburuknya!ia juga terlalu enggan berpartisipasi dalam permainan Athala meskipun ia sangat penasaran!setelah itu Athala tidak mengatakan apapun lagi,dia hanya tersenyum penuh makna.
__ADS_1