
Mobil marcedes benz yang Kareen tumpangi perlahan melaju meninggalkan rumah megah yang selama ini di tempati nya,air matanya mulai mengalir lagi dan pria di sampingnya hanya bersikap acuh tak acuh,keheningan menyelimuti mereka berdua sepanjang perjalanan.Kareen mengalihkan pandangannya kelauar jendela memandangi cahaya lampu orange yang menghiasi seluruh sudut kota Bandung,Kareen membuka mulut untuk memulai percakapan sekedar mencairkan suasana kaku diantara mereka berdua.
“Mengapa kau tidak menolak pernikahan ini?”tanya Kareen sambil masih memandang keluar jendela,Kareen tahu sikapnya ini tidak mencerminkan kesopanan tapi mau bagaimana lagi dia malas menatap Arka.
“Istriku dengan siapa kau berbicara?”tukas Arka dingin.
“tentu saja kau siapa lagi,”sahut Kareen.
“Aku atau kaca?”
Kareen yakin seratus persen Arka sedang mengakat sebelah alisnya dan menatap kesal padanya kemudian Kareen hanya terdiam tidak lagi menyahuti Arka,tangan Arka memaksa Kareen memutar wajahnya supaya Kareen berbalik melihat wajahnya.
“Istriku jika kamu ingin bicara pada seseorang tataplah muka lawan bicaramu!”Arka menatap dingin pada Kareen,raut wajahnya nampak marah di saat ia dalam keadaan seperti itu Kareen merasa takut,Arka bagaikan iblis tampan berhati dingin tapi Kareen juga tak ingin kalah darinya.
“Cold husband!asal kau tahu saja aku tidak sudi menatap pria yang suka memaksakan kehendaknya padaku!”kedua mata Kareen berkilat tajam rasa-rasanya Kareen ingin sekali melempar Arka ke samudera.
“Oh ya bagaimana kalau nanti aksi ranjangku akan membuatmu merasakan gairah cinta sayang?”
Arka menampilkan seringai iblisnya,kedua mata biru gelap itu menantang Kareen,seluruh tubuh Kareen serasa membeku,dia menelan ludah dan memaki Arka dalam hati tentu saja Kareen hanya dapat mencaci Arka dalam diam bila dia menghinanya secara terang-terangan Kareen tidak tahu apa yang akan terjadi padanya nanti mungkin Arka akan menerkamnya,bak seorang pemangsa sadis membayangkannya saja sudah membuat bulu kuduknya berdiri.
Arka kembali ke posisi duduknya semula,pandangannya menatap lurus ke depan dengan posisi tegak sempurna,kedua tangannya bersedekap di atas dada,Kareen mengerutkan keningnya dia berpikir dengan keras bagaimana bisa pria di sampingnya itu tampak sempurna dalam segala hal.
“dasar duda mesum sialan,kau lihat saja nanti aku tidak akan pernah mau merasakan aksi ranjangmu!”
Kareen mengepalakan kedua tangannya,kehidupan baru yang akan dia jalani nanti pasti akan terasa seperti di neraka,maresedes benz hitam itu berhenti di sebuah rumah bercat biru dan coklat muda mengkilat,bangunannya tidak lebih besar dari Kareen dari bangunan rumah milik Kareen namun terlihat mewah dengan dekorasi kolam air mancur yang berukuran besar di depan pintu masuk,di sekitarnya terdapat berbagai macam jenis bunga,pintu gerbang besi itu terbuka dengan sendirinya ketika mobil itu tepat terpakir persis di depan pintu,Arka keluar dari mobil tanpa memperdulikan Kareen,dalam hati Kareen menggerutu.
“bicara tentang sopan-santun padaku tapi dia sendiri bertindak tidak sopan!bahkan dia tidak menanyaiku apa aku mau turun atau tidak?”
“baguslah!”
Kareen berpikir lebih baik dirinya berdiam diri di dalam mobil daripada harus berurusan dengan si duda mesum di atas ranjang,oh well Kareen tidak mau Arka merenggut kesuciannya pria semacam Arka pasti akan membuktikan ucapannya,Kareen melihat Arka memasuki rumah hal itu membuatnya semakin geram.
“apa dia marah padaku atas sikap agak kasarku padanya?dasar pria tak berperasaan!”
Setidaknya Kareen ingin Arka menoleh atau sekedar menanyainya“apakah dirinya ingin masuk ke dalam rumah atau tidak?”terkadang sifat wanita sangat aneh mereka membenci sesuatu tapi ingin seseuatu yang mereka benci memperhatikan dirinya tanpa sadar kantuk mulai menghinggapinya hingga ia mulai menguap dan jatuh tertidur.
Arka bukan bermaksud mengabaikan istrinya hanya saja hatinya terlalu senang karena sudah menikah dengan wanita yang di cintainya tidak Cuma itu ia juga sudah menepati janjinya pada kedua putranya,begitu Arka membuka pintu mobil ia mendapati Kareen tertidur dengan wajah damai,rasanya dia tidak tega membangunkan tidur nyenyak istrinya.
“JJ maafkan papi Arka sepertinya mommy Kareen lelah.”dengan sangat menyesal Arka harus mengecewakan JJ.
__ADS_1
“papi Arka aku masih bisa menyambut mommy Kareen besok pagi.”JJ masuk kedalam mobil dan mencium lembut pipi Kareen.
“semoga mommy Kareen memiliki mimpi yang indah.”
Seusai JJ mengucapkan kata-kata itu JJ berlari memasuki rumah dan meninggalkan mereka berdua,Arka sungguh tidak tega membangunkan Kareen yang sedang tertidur lelap,dia benar-benar tega menyuruh Kareen berjalan dalam kantuknya itu.Arka memutuskan untuk menggendong Kareen,ini pertama kali dalam hidupnya ia memperlakukan seorang wanita dengan sepenuh hati,di pernikahan sebelumnya Arka akan memaksa istrinya mengerti dirinya.
Kareen merasa tidurnya mulai memasuki alam mimpi lalu ia bermimpi melihat seorang pangeran berparas tampan bak dari negeri dongeng muncul di hadapannya,sang pangeran menggendongnya lalu berjalan memasuki istana megahnya,Kareen menypitkan matanya pada sang pangeran seraya berkata:
“siapa kau?apa aku mengenalmu?”
Sang pangeranpun menjawab:___-
“tentu saja kau mengenalku,aku suamimu.”hati Kareen kelu mendengar kata suami lalu ia memandang tubuhnya sendiri,Kareen menghembuskan napas lega karena tubuhnya masih berbalutkan gaun putih pengantinnya.
Selanjutnya yang dia lihat hanyalah kegelapan,rasanya baru saja tertidur waktu sebuah suara lembut membangunkannya.Kareen merasa ia masih terjebak dalam alam mimpi karena mengantuk,susah payah ia berusaha untuk membuka matanya setiap kali selesai mengerjap butuh waktu beberapa menit baru sepenuhnya dia tersadar ketika ia menggeliat malas dan berbalik memutar tubuhnya ke samping.samar-samar dia menatap dada bidang telanjang mencetak huruf V sempurna seketika itu juga ia menjerit kemudian matanya mendapati sosok tampan yang sedang berbaring miring menghadapnya,ia menyeringai jahil memperlihatkan sederet gigi putihnya.
“Good morning my wife,apa semalam tidurmu nyenyak?”
“bukankah semalam aku tidur di mobil?kenapa tiba-tiba diriku berada di atas ranjang?”otaknya berpikir keras masih mencerna apa yang sedang terjadi kala ia bangun.
“tunggu dulu!ranjang.”
“sialan!”
“dimana gaunku?”
Arka tersenyum samar,kelopak matanya mengedip jahil,bibirnya bersiul gembira“istri bentuk tubuhmu sangat indah.”
“Aakh.”
Kareen berteriak ketakutan saat mendapati dirinya sendiri tanpa balutan busana,secepat kilat tangannya menyambar selimut dan selimut itu ia lilitkan hingga menutupi seluruh anggota tubuhnya serkarang rasanya ia tak mampu membendung air matanya lagi,kristal bening itu seperti ingin jatuh keluar tapi tertahan oleh amarah.
“apa yang telah kita perbuat semalam Arka?”tanyanya sambil menggigit bibir merah muda cerahnya.
Arka memberikan senyum samar pada Kareen,ia tahu kalau wanita di depannya ini terpaksa menerimanya sebagai suami bahkan tanpa mengenal satu sama lain lebih dulu.untuk itu dia akan melakukan segala cara supaya Kareen dapat bertahan di sisinya dan perlahan menerima keberadaannya.ia sengaja tidak langsung menjawab pertanyaan Kareen biarkan Kareen berpikir kalau mereka sudah melakukan hubungan suami-istri semalam di malam pengantin mereka.
“jawab apa yang telah kita lakukan semalam?”Kareen bertanya pada Arka dengan geram.
Arka bangkit dan menghampiri Kareen otomatis membuat Kareen ke samping hingga tubuhnya hampir terjerembab ke lantai namun tangan Arka yang cekatan segera menangkapnya dan menarik tubuh Kareen ke dalam pelukannya
__ADS_1
“lepaskan!”bentaknya.
Sebisa mungkin Kareen berontak namun bukan seorang Arka namanya jika ia melepaskan mangsanya begitu saja kadang kala Kareen berpikir bagaimana hubungan Arka dengan mantan istrinya.
“lepaskan?sayang semalam kau memintaku untuk tidak melepaskanmu,jangan menyangkal perasaanmu sendiri kau menginginkanku juga bukan?”
Arka menunjukkan senyum iblisnya lagi sedangkan Kareen berusaha meloloskan diri dari cengkaraman Arka,mencoba memukulinya sekuat tenaga tapi percuma saja,Arka menangkap tangannya menghentikan segala membabi buta yang di tujukan padanya sampai Kareen berhenti berontak.
“kenapa...kenapa...kamu tega menyentuhku tanpa persetujuan dariku?”
Kareen mulai terisak tidak tahan lagi membendung air mata yang sudah menumpuk di pelupuk mata,Arka mendekapnya erat hingga Kareen tak sanggup lagi melawannya,bibir Arka mendarat lembut di puncak kepala Kareen,Arka ingin sekali mengatakan yang sejujurnya pada Kareen tapi hati kecilnya berkata jangan mengatakan apapun jika kau mau istrimu berada di sisimu selamanya.
“sayang kau istriku perlukah seorang suami meminta izin menyentuh wanita yang sudah sah menjadi miliknya?”
“haruskah aku menderita karena tidak pernah merasakan malam pertama dengan istriku seumur hidup?”
“istri tersayangku jangan menangis,hatiku sakit saat melihat air matamu jatuh berlinang menjatuhi pipi.”
“kau jahat Arka...kau jahat!”
“iya...aku ini orang jahat.”
“jangan nangis lagi dong,apa mau aku beliin permen lolipop warna-warni biar kau berhenti nagisnya?”
“aku bukan anak kecil!”
Kareen tertawa geli mendengar perkataan Arka,dia jadi tidak bisa marah pada Arka biarpun pernikahannya dengan Arka terlalu mendadak dan serba terburu-buru,mengenal kepribadian suaminya saja dia belum sempat jadi untuk itu dirinya harus menyiapkan mental serta hatinya sebelum menerima Arka sebagai seorang suami dalam arti sesungguhnya.walaupun sakit karena di hatinya masih ada ia yang selalu hadir dalam mimpi-mimpinya.
“kalau bukan anak kecil nggak boleh nangis dong.”jari-jarinya panjang Arka mengusap lembut mengusap air mata Kareen yang jatuh dengan hati-hati,bibirnya mencium sudut kelopak mata Kareen,jantungnya seketika berdetak kencang atas perlakuan yang di berikan Arka padanya,Arka membebaskan diri dari Kareen dan berdiri sambil menguap.
“Nah istriku, aku sudah memanjakanmu sekarang berikan aku imbalannya.”
“imbalan?”tanya Kareen bingung.
“iya.”
Arka tahu apa yang ada di pikiran Kareen saat ini,dia perlahan merangkak ke atas ranjang dan mendekat padanya seraya tersenyum jahat membuat Kareen di landa panik,dia berbisik pelan:
“istriku buatkan suamimu tersayang ini sarapan,awas nanti kalau kau membuatku menunggu lama aku akan menghukummu!”ucap Arka dengan seringai jahat menghias bibir.
__ADS_1
Sumpah Kareen sungguh tidak menegerti apa yang di berkata barusan adalah pria yang sama beberapa saat lalu,Kareen dengan jengkel melemparkan bantal ke punggungnya Arka tapi ia mengelak sempurna dengan langkah cepat ia menuju pintu.
“DASAR DUDA MESUM BERKEPRIBADIAN GANDA.”TERIAK KAREEN LANTANG.