
Rintik-rintik air hujan yang turun serta langit yang mendung mengingatkannya pada pertemuan pertamanya dengan Kareen,ia dan Kareen baru berusia delapan tahun saat itu,dirinya yang masih kecil berjalan dalam kebingungan,ia berusaha mencari pertolongan di tengah kegelapan dan sunyi nya malam,ia berteriak di setiap lorong jalan yang ia telusuri namun tidak ada satu orangpun yang mau menolongnya atau sekedar menanyainya.orang-orang di sekelilingnya sibuk dengan urusan mereka masing-masing tak seorangpun memperhatikannya.
Tubuhnya mulai menggigil,pakaian yang ia kenakan mulai lusuh,badannya pun mulai berbau apek,sudah lima hari ia menjelajahi kota ini tapi tak ada satupun yang sudi memberinya uluran tangan,dia tidak tahu jalan arah pulang,dia hanya seorang anak kecil yang sedang linglung.preman-preman yang menyekapnya menyebutkan nama ibunya saat berbicara di telepon.
Ia tidak tahu mengapa air matanya mulai berjatuhan,seluruh tubuhnya kembali gemetaran,air matanya tidak mau berhenti mengalir,derasnya air hujan tak henti-hentinya menghujamnya.langit malam semakin gelap ketika tertutup awan-awan hitam,tidak ada cahaya di angkasa,ia mulai di dera rasa takut,tidak ada yang ia dapat percayai lagi.
“aku pasti mati hari ini!”pikirnya.
Tuhan tidak mengijinkannya memiliki cahaya di hidupnya yang gelap!jika dia mati hari ini dia hanya menginginkan satu hal biarkan seseorang datang untuk menemukan mayatnya!ibunya tidak pernah menginginkannya lalu untuk apa dia hidup?kalaupun dia bisa kembali ke rumah,apa ibunya akan menerimanya?jawabannya adalah tidak!dia tidak tahu kenapa ibunya sendiri sangat membencinya.tubuh kecilnya yang terus-menerus menggigil mendadak merosot ke tanah dia tidak sanggup lagi!mati mungkin pilihan terbaik untuknya!saat ia merasa hidupnya sudah hancur tak bersisa tiba-tiba ada sebuah suara yang mampu mendorongnya agar bangkit.
“hei...siapa kau?kenapa kau berkeliaran di malam hari?”
Dia sedikit mengangkat wajahnya dan mendapati seorang anak perempuan memakai gaun biru selutut berdiri di hadapannya,satu tangannya memegang sebuah payung,anak perempuan itu juga memayunginya,dia melihat seberkas cahaya dalam kegelapan malam.seorang pria paruh baya tergopoh-gopoh dan menghampirinya.
“Kareen sayang...sedang apa kau di sini.”
“ayah lihat ada anak kecil berkeliaran di malam hari...sepertinya dia tersesat apa kita akan menolongnya?”
“ya sayang kalau itu keinginan mu ayah pasti akan membantunya.”
Anak perempuan itu mengulurkan tangan padanya,secara naluriah tangannya bergerak sendiri dan menyambut uluran tangannya ada perasaan hangat menjalar ke seluruh saraf tubuhnya.perasaan ini ia tak pernah merasakannya kecuali saat ayahnya memeluknya.
“siapa nama mu?”dia bertanya lagi.
“Athala...”sahutnya dengan tubuh yang masih gemetaran.
“aku Kareen..”ucap Kareen sambil tersenyum ke arahnya.
“Athala kita akan menjadi teman baik bukan..?”
Athala tersenyum,Kareen menggandeng tangannya yang masih gemetaran,Kareen dan ayahnya membawa Athala ke rumah.Kareen menyuruh bibi Suzhi untuk mengurus segala keperluan Athala.Kareen melompat ke pangkuan ibunya yang sedang duduk di kursi.
“bu..ulang tahunku apa ibu akan memberikan Kareen boneka beruang lagi?”
Almira berpura-pura berpikir,ah dia suka menggoda putri kecilnya itu,menggoda putri kecilnya adalah hal yang paling mengasyikan.
__ADS_1
“emm...ulang tahunmu nanti mungkin akan ibu belikan boneka kodok...haha.”
Almira melihat wajah cemberut putrinya,Kusuma Wijaya mengedip pada istrinya,mereka berdua tersenyum.dia duduk di sebelah istrinya dan mengambil alih Kareen dari pangkuan istrinya.
“Kareen sayang...ibumu hanya bercanda...ayah yang akan membelikan mu boneka beruang saat ulang tahunmu nanti....sepertinya ibumu sedang kekurangan uang!”
“benarkah itu bu?apa ayah tidak memberi ibu uang?”tanya Kareen polos.
Almira mencubit pinggang suaminya dan suaminya mengaduh kesakitan.
“aduh..istriku bisakah kau sedikit lembut padaku.”
“suami...kalau kau memberiku sejumlah uang,aku pasti bisa bersikap lembut padamu.”
Keduanya tertawa,Kareen melompat dari pangkuan ayahnya begitu ia melihat Athala,Kareen membelikannya sepasang baju baru dan sepasang sepatu baru.Kareen mengamatinya dari ujung kepala sampai kaki.jika di perhatikan baik-baik Athala mempunyai fitur wajah yang tampan dia tampak seperti seorang anak yang berasal dari keluarga yang berada jauh dari bayangan Kareen sebelumnya,Athala berdiam seperti patung.rambutnya yang pirang,kedua matanya yang hijau serta hidungnya yang mancung membuat ia tampak bagaikan bangsawan.
“Athala apa kau tahu dimana rumahmu?”tanya Kareen.
Athala menggelengkan kepalanya,biarpun dia tahu dia tidak mau kembali ke rumahnya.dia mau tinggal bersama Kareen,Athala tidak mau kembali ke rumah dan bertemu ibunya.Kusuma Wijaya menghampirinya dan bertanya padanya.
“Athala George paman..”
Kusuma Wijaya terkejut saat mendengar nama belakang Athala.nama belakangnya George bukankah itu sama dengan nama belakang sahabatnya Franklin George?dia bertanya lagi pada Athala.
“siapa nama orang tuamu?”
“ Franklin George.”Athala menjawab takut-takut.
Kareen menarik tangan Athala dan membawanya pergi.
“Athala ayo ikut bersamaku ke suatu tempat.”
“ayah kau membuat temanku takut!jangan menginterogasinya lagi!”
Kusuma Wijaya hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya kecilnya yang semakin hari semakin tumbuh dewasa.ia berjalan ke arah telepon,dia menghubungi kediaman keluarga George dan memberi tahu sahabatnya Franklin kalau anaknya Athala ada di rumahnya.
__ADS_1
“Athala duduk di sebelahku..”ujar Kareen sambil menepuk-nepuk kursi di sebelahnya.
“Kareen..apa ini bioskop?”tanya Athala.
“betul...hari kita akan menonton film..apa kau tahu film tentang seekor anjing yang setia menunggu majikannya sampai ajal menjemput anjing itu?”ucap Kareen.
“aku tahu...tapi aku tidak terlalu suka dengan cerita itu!”sahut Athala.
“kenapa ...tidak menyukainya?”tanya Kareen penasaran.
Athala tidak menjawab dan Kareen juga tidak mau memaksanya,film di depan mereka mulai di putarkan,Athala hanya menatap kosong pada layar,dia tidak menyukai cerita yang menyedihkan,dia juga tidak suka saat pelayannya menceritakan dongeng yang mengkisahkan perpisahan.Athala menggenggam tangan Kareen,kepalanya mulai bersandar di pundak Kareen,di tengah-tengah kegelapan serta kesunyiannya ia menemukan secercah cahaya dan cahaya itu bernama Kareen.
Semalam ia tertidur saat menonton film bersama Kareen sewaktu ia membuka mata ia mendapati dirinya sudah berada di kamarnya sendiri.Athala mendengar suara James yang mengucapkan selamat pagi padanya.
“Tuan muda...Athala selamat pagi.”
Athala tak menyahuti sapaan selamat pagi dari James,ia masih bingung kenapa dirinya tiba-tiba berada kamar?dan di mana Kareen?Athala juga melihat ibunya masuk ke dalam kamar!ada rasa takut saat ibunya mendekat dan memeluk dirinya.
“anakku...aku senang kau selamat!apa kau tahu ibu sangat merindukanmu!”
Bohong!Athala bisa mereasakan kalau ibunya berbohong mengapa ibunya harus merindukan anak yang ingin ia singkirkan?kasih sayang yang ibunya berikan tidak tulus!ibunya hanya akan bersikap baik saat ayahnya berada di dekatnya.saat ini dia Cuma mau melihat Kareen dan bermain dengannya.
“Athala sayang...ayahmu mencarimu kemana-mana selama beberapa hari ini..tapi kau tak juga di temukan..untungnya teman ayah menemukan mu.”
Franklin memeluknya dan menciumi putra satu-satunya itu,melihat pemandangan itu membuat darah dalam diri sandra mendidih,Athala seharusnya tidak selamat!orang-orang yang ia sewa benar-benar tidak dapat di andalkan!rencananya untuk menyingkirkan Athala gagal di harus mencari hari lain untuk menyingkirkan Athala.anak itu satu-satunya penghalang untuk dirinya mencapai tujuannya.
“sayang, Athala pasti lelah biarkan dia beristirahat.”
Sebelum pergi Franklin mencium kening Athala.
“Athala...sayang jangan menghilang lagi atau ayah akan sedih.”
Sandra menatap tajam Athala dan membisikan sesuatu di telinganya yang membuat Athala kaget dan sedih.
“anak sialan!kenapa kau tidak mati saja!”
__ADS_1
Ada rasa pahit di hatinya ternyata kehadirannya tidak pernah di harapkan!