
Arka mengintip kaca spion mobilnya maksudnya mobil milik kareen baginya itu sama saja bukan?memastikan bahwa Sam benar-benar dapat melacak keberadaannya bukannya ia meragukan kemampuan Blue!tapi saat ini perasaannya sungguh tak karuan! hatinya belum bisa tenang bila belum menemukan lokasi Kareen.
Sebuah SUV biru langit menempel ketat di belakang mobilnya rupanya si pengendara berusaha untuk bisa mendahuluinya namun detik berikutnya mobil itu melakukan aksi gilanya!mobilnya berputar tiga ratus enam puluh derajat lalu berjalan mundur tepat ketika mobil itu berhasil menyamai kecepatan mobilnya,kaca jendela terbuka dan menampakkan sosok angkuh seseorang.
“Dasar tukang pamer!”teriaknya Sam hanya membalasnya dengan cengiran lebar.
Mobil Sam berhenti tepat di sisi jalan yang terlihat sepi,Arka menyusulnya turun dari mobil.pemandangan di sekitar mereka cukup menyeramkan.semak-semak tinggi tumbuh di sepanjang sisi jalan.
“Hutan?”Tanya Arka.
Sam mengangguk menjawab tanpa banyak kata.
“Blue memberi ku isyarat melalui kedua kakinya bahwa kemungkinan Kareen dibawa kedalam hutan!”kata Sam datar.
“Sam terimakasih masih sudi membantuku,kau sungguh kawanku.”
Sam merangkul pundaknya dan menyeringai jahil.
“Kawan ingat aku tidak memberikan bantuan secara cuma-Cuma!harus ada imbalan untuk ini!”ucap Sam dengan tegas.
“Uang?berapa jumlahnya?”tawar Arka.
Sam mendelik tajam ke arahnya.wajah Sam membentuk garis tegas.
“Bodoh!aku ingin sesuatu yang lain jangan bertingkah seperti seorang idiot Arka!”
Arka terkekeh melihat tingkah Sam saat ini.
“Ok aku tahu maksudmu,tentang Melody kan?”
Sam tersipu malu sewaktu Arka menyebut nama Melody.
“tak pernah terpikir olehku seorang anggota mafia berhati dingin mampu jatuh hati kepada seorang wanita!”kata Arka ragu.
“Dan kau tidak?”timpal Sam.
Blue mengeong tiga kali,Blue melompat dari pangkuan Sam lalu berlari di antara semak belukar.
“kau telah memberikan petunjuk mengenai Kareen sebelumnya pada Blue?”Tanya Arka sambil mengejar Blue yang sedang asyik berlarian.
“Kau masih meragukan kemampuan ku dan Blue?”kata Sam sembari tersenyum pongah.
Blue menghentikan langkahnya dan berdiam di depan sebuah gerbang hitam tua,gerbang yang ternyata menuju sebuah kastil. Blue berbalik dan menghambur ke pelukan Sam setelah blue yakin kalau Kastil itu adalah tempat di mana Kareen di sekap.Blue diam tak bergerak pertanda bagi mereka berdua agar waspada dan tidak bertindak gegabah.
“Kerja bagus Blue!”
Mereka bersembunyi di semak-semak,ada seseorang membuka gerbang hitam tua itu dan Arka pastikan itu adalah James.
__ADS_1
“Dasar pengkhianat!”
Arka menggeram marah dalam hati.Blue meloncat kemudian berlari menuju James,Blue melompat keatas kepala James berikutnya ia mencoba mencakar James setelah itu berlari entah kemana.
“Ayo kita masuk Arka selagi Blue mengalihkan perhatian James!”perintah Sam.
Sam tak bosan memberi aba-aba dan mengarahkannya bagaimana cara menyelinap masuk ke markas musuh tanpa di sadari lawan.Arka melihat siluet seseorang di jendela saat ia mendongak kebagian atas kastil.
“itu pasti Athala!dan sialan!Moree ku juga sudah pasti ada bersamanya!istriku berada satu ruangan dengan mantan kekasihnya!”
kakinya tanpa sadar menendang sebuah benda hingga menimbulkan suara.
“Apa kau bodoh?tahan emosimu!”Sam menggeram marah.
“Maaf kawan!”sesal Arka.
“Merunduk!”Sam memberi perintah pada Arka.
“Tunggu aku Moree,aku pasti menyelamatkanmu dan junior!”
“Arka pergilah ke bagian kiri Kastil ini tak jauh kira-kira sepuluh meter dari tempat yang kau lihat tadi,ada sebuah kotak berbentuk persegi,dorong sekuat tenaga maka kau akan menemukan lorong yang terhubung dengan sebuah ruangan.”
Arka menatap takjub Sam.
“Bagaimana kau bisa mengetahui detail tempat ini?sedangkan ini kali pertama mu kemari?”
“Wow!aku baru tahu kemampuan Blue yang ini?”kata Arka berbinar takjub.
Sam tak menggubris kekaguman Arka dan mengusirnya agar cepat pergi untuk menyelamatkan Kareen.apakah waktu terasa lama seperti berabad-abad berlalu dengan begitu lambat?Oh persis apa yang di katakan Sam terdapat kotak berbentuk persegi.kotak persegi itu terbuka membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit agar tubuhnya dapat melewatinya,lorong menaranya sungguh sempit,ia merasa layaknya seekor tikus yang terperangkap dalam sarang serangga.
sungguh melegakan saat ia berhasil mencapai ujung lorong menara dimana ada sebuah kotak agak panjang dan ia yakin itu adalah pintu menuju salah satu ruangan yang berada dalam kastil,ia membuka kotak itu dengan sangat perlahan agar tidak menimbulkan suara.dia juga mendengar suara orang sedang bercakap-cakap,cukup jelas baginya untuk mendengar suara Kareen.insting pertamanya adalah keluar dari tempat persembunyian!mengambil pistol dikantong celananya,menarik pelatuk kemudian menembak Athala di beberapa bagian tubuhnya,ia tidak tahu mengapa dirinya tak melakukannya?ia ingin membunuhnya membuat dia menderita dalam kesakitan sebelum ia mati!namun ia harus terlebih dulu menahan hasrat terpendamnya demi keselamatan Kareen.
Kareen mengenakan gaun pengantin putih gradasi biru muda dengan bagian atas sedikit terbuka,gaun pengantin itu menonjolkan lekuk tubuh indahnya.brengsek!terdengar suara keributan di lantai bawah mungkinkah itu Sam yang sedang melancarkan aksinya?pikirnya. Athala berjalan tergesa-gesa meninggalkan Kareen sendirian,YESS kesempatan bagus.larilah sekencang yang kau bias!dan jangan pernah kembali!Arka berlari mendekati Kareen terfokus hanya pada Kareen,menghirup aroma tubuhnya merasa bersyukur dapat memeluknya lagi seperti sekarang ini.
“Husband,aku tahu kau pasti datang!”
Kareen berjinjit agar dapat menciumnya.
“Moree,Cantik ku,aku pasti dating!”
Baru sebentar ia mencurahkan kerinduannya tiba-tiba tubuh Kareen mundur satu langkah kebelakang,Athala merenggut paksa Kareen darinya.menggenggam kasar kedua tangannya lalu mengikatnya dan mencengkram nya dengan erat.
“Tidak!”Kareen berteriak putus asa.
“Kau pikir bisa membodohi ku Arka?”Athala tersenyum mengejek.
“Selamanya kau takkan mampu lari dariku sayang!sudah kukatakan untuk tidak berpikir tentangnya!”
__ADS_1
Jari telunjuk Athala mengarah pada Arka.Arka menahan emosinya bersikap setenang yang ia bisa menunggu musuhnya lengah tapi sial!baru satu langkah kakinya maju rupanya Athala lebih cerdik,usahanya untuk membunuh Athala jelas sudah gagal karena sekarang Athala memiliki sebilah pisau yang menempel di leher polos dan indah milik Kareen.
“Jangan coba mendekat atau kau akan melihatnya mati!”ancamnya.
Tangan Arka terentang keluar tanda menyerah,menggelengkan kepalanya bolak-balik tanpa kata-kata.memohon pada Athala untuk tidak menyakiti Kareen tidak ada hal lebih buruk lagi baginya selain harus menyaksikkan gadis yang ia cintai terluka.
“Apa yang kau inginkan Athala?”
pertanyaan ***** yang keluar begitu saja dimulutnya jelas salah!Arka sudah tahu apa keinginan Athala tapi masih menanyakannya?
“Yang kuinginkan hanyalah hidup bahagia bersama Kareen dan menyaksikkan dirimu menggelepar tak berdaya!”teriaknya sengit sambil menyeret paksa tubuh Kareen.
“Jangan mengikuti kami atau kau tahu akibatnya!”
Arka tak berkutik dengan ancaman Athala,ikuti permainan musuh lalu serang ketika dia benar-benar lengah.di lantai bawah terjadi pertarungan sengit antara James dan Sam, pantas mertuanya mengagumi James saat beliau masih hidup,seorang Sam kewalahan menghadapi lawan?kau menemukan lawan yang tangguh Sam!Athala membawa Kareen keluar kastil,langkah Kareen tertatih-tatih karena harus menyamakan langkahnya dengan langkah kakin Athala.
“Athala aku sudah menyuruh anak buah ku
mengepung tempat ini!kau takkan bisa lari ke manapun!lepaskan Kareen sekarang juga!”
“Oh ya,seribu pasukan pun takkan membuat ku gentar!akan ku singkirkan siapapun yang menghalangi jalanku!”
Ancaman Arka tak berpengaruh apapun padanya,Athala membawa Kareen lebih jauh kedalam hutan.ia mengejar Athala secepatnya agar tidak kehilangan jejaknya,resiko apapun harus ia hadapi.mengambil pistol di kantong celananya dan menarik pelatuknya,satu peluru mendarat mulus mengenai kaki kanan Athala tapi saat Kareen membalikkan badannya dan mau berlari ke arahnya,mendadak langkahnya terhenti,saat kedua tangan Athala menangkap kedua kakinya.Ya tuhan di depan mereka adalah tepian jurang.
“Amoree..kau harus ikut bersamaku ke neraka!”
“Kita mati bersama!hanya kau dan aku!”teriak Athala dengan nada penuh keputusasaan.
“Arka...!”Kareen berteriak ketakutan,
Arka segera mendekap Kareen,dengan cepat menyingkirkan Athala.dan tubuh Athala tergelincir jatuh kedalam jurang,sungguh ia tak berniat mencelakainya.
“Athala...!”
Arka semakin erat mendekap Kareen,menyandarkan wajah Kareen di dadanya.mengusap lembut puncak kepalanya.
“Athala,dia jatuh kedalam jurang.”ucap kareen sambil terisak.
“Arka apa dia masih hidup?”tanyanya bergetar.
“Sayang aku akan mencari Athala besok,kita pulang sekarang.”kata Arka lembut.
Kareen mengangguk lemah tak berdaya.Sam menyusulnya,wajah Sam di penuhi memar tapi ia masih bisa tersenyum bangga.
“Sialan James seperti belut!sulit sekali bagiku menanganinya!dia berhasil melarikan diri!"ada nada kecewa ketika Sam mengatakan semua itu.
Sewaktu mereka meninggalkan kastil waktu menunjukkan pukul dua pagi,Kareen terlelap sepanjang perjalanan membuat Arka tak tega membangunkannya.
__ADS_1