Istri Sempurna Milikku

Istri Sempurna Milikku
BaB XIII Fakta JJ


__ADS_3

“Husband apa kebenaran mu?tentang Ibu kandung duo JJ kah?”


Annabelle mengatakan padanya bahwa ia akan menyesal dan mulut lancangnya berkata kedua malaikat kecil itu memiliki Gen dari seorang pengidap gangguan jiwa.teka-teki yang sulit untuk ia pecahkan setiap kali dirinya bertanya pada Arka-Arka akan mengelak dan mengalihkan topik.Kareen mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan tak terlihat sosok Arka dimanapun.Bibi Suzhi menatap heran padanya,wajahnya sarat akan kekhawatiran.


“Bibi aku sudah baik-baik saja.”


Kareen meyakinkan.


bibi Suzhi memeluknya“Nona Kareen,Tuan akan pulih kembali,bibi yakin Tuhan pasti mengirimkan keajaiban pada Nona.”


“Ya itu pasti bibi,ayah orang yang baik...dimana Arka?”tanya Kareen.


Bibi Suzhi melepas pelukannya.


“Tuan Arka bilang ingin pulang ke rumah sebentar memeriksa keadaan dua jagoan kecilnya.”


“Bibi aku sudah baik-baik saja.”


Kareen meyakinkan.bibi Suzhi memeluknya“Nona Kareen,Tuan akan pulih kembali,bibi yakin Tuhan pasti mengirimkan keajaiban pada Nona.”


“Ya itu pasti bibi,ayah orang yang baik...dimana Arka?”tanya Kareen.


Bibi Suzhi melepas pelukannya.


“Tuan Arka bilang ingin pulang ke rumah sebentar memeriksa keadaan dua jagoan kecilnya.”


Kareen mengangguk dan masuk kedalam kamarnya,mengambil sepotong pakaian untuk ia kenakan lalu pergi mengunjungi ayahnya di rumah sakit.tapi sebelum itu dia harus pulang ke rumah suaminya,meminta izin padanya dan berpamitan dengan kedua malaikat kecilnya.


“Paman..Paman Arka apa kau sudah berhasil mengambil hati Mommy Kareen heem?”JJ bertanya sambil memainkan pensil di tangannya.


“JJ sayang...bel.?”


Arka berhenti bicara wajahnya membeku ketika melihat Kareen berdiri di penuhi amarah.


“Paman..?Arka apa maksudnya semua ini?”


Arka diam mematung,tak satu katapun keluar dari mulutnya,seluruh tubuh Kareen terasa membeku,dunianya sekali lagi berguncang,kenyataan tentang Athala,ayahnya yang terbaring tak sadarkan diri di rumah sakit.ombak di lautan seperti meng ombang-ambingkan dirinya di atas sebuah perahu,Kebenaran pahit semacam apa lagi ini?Mengapa JJ memanggil Arka Paman bukan Papi?orang-orang disekelilingnya begitu senang mempermainkan hidupnya.


“Arka..apa arti dari semua ini? apa kita sedang bermain sandiwara keluarga?”


Kareen tertawa getir pada dirinya sendiri,mengapa Tuhan menciptakan dunianya begitu rumit dan menyakitkan hingga rasanya sesak untuk di tinggali meskipun hanya sesaat.


“Moree...”


Arka mencoba mendekat tapi jari telunjuk Kareen memperingatkannya agar dia menjaga jarak darinya.


“Jangan memanggilku Moree!aku ini memang wanita bodoh yang mudah dipermainkan oleh seseorang!olehmu!oleh Athala dan...”


“Siapa..siapa lagi yang ingin mempermainkan diriku?seluruh dunia mungkin sedang menertawai ku sekarang!”

__ADS_1


Hidungnya terasa masam,tangisnya tertahan di pelupuk mata.


“Moree...biar ku jelaskan aku tidak bermaksud membohongimu!”Arka berkata frustasi.


“Tidak bermaksud?lalu apa maksudmu sebenarnya?apa ayah juga tahu tentang ini?dan Athala bagaimana dia mengetahui tentang semua ini?”


“Hahaha....husband ini sungguh menakjubkan bukan?selama ini aku berusaha menjadi istri serta Ibu dari anak-anakmu yang ternyata mereka hanyalah pemeran teater!”


JJ mendekat dan menarik-narik lengan Kareen“Mommy Kareen..Mommy Kareen jangan bertengkar ini..?”


Kareen mendorong kasar JJ dalam keadaan kalut,tubuh kecilnya tersungkur membentur sofa.


“Jangan panggil aku Mommy aku bukan Ibumu,pergi dan cari Ibumu tinggallah bersamanya!”


Arka menyeret kasar Kareen hingga membentur tembok setelah menggendong JJ.


“BiBi,bawa JJ ke kamarnya!”Arka berteriak marah.


Bibi Shanty menatap takut pada mereka berdua,Ya Tuhan apa yang sudah ia lakukan pada JJ?ia telah menyakitinya bukan hanya fisik saja tapi juga hatinya,Kareen tidak bermaksud melukai JJ. kekalutannya membawa petaka,JJ hanyalah seorang anak kecil tak berdosa apa yang telah ia perbuat sampai tega melukai perasaan anak kecil yang tidak tahu-menahu mengenai masalah yang sedang di hadapinya.seharusnya dia tidak melampiaskannya pada seorang anak kecil!bukankah ia telah berjanji akan menerima masa lalu Arka apapun alasannya?


“Kareen..Kareenina Wijaya!kupikir kau akan berbeda dari wanita lainnya ternyata penilaian ku salah atas dirimu,begitu kau tahu kebenaran JJ bukan anak kandungku Kau marah besar dan menganggap kami bersandiwara!”


nada bicara Arka sedingin es,wajahnya semakin di selimuti kabut hitam,aura disekitarnya menyeramkan.Kareen tidak berani mengatakan sepatah katapun untuk menyangkal penghinaan Arka terhadapnya,dirinya memang telah bersalah,bersikap kasar pada seorang anak kecil tanpa dosa adalah kesalahan terbesarku dalam hidup.


“Kau tahu Kareen,apa yang lebih menyakiti hatiku?”


Kareen menggeleng,Arka melayangkan


“Kareen tenang saja aku tidak akan mau melukai seorang wanita karena itu tindakan seorang Pecundang!hal yang paling menyakitkan bagiku adalah saat kau menyuruh JJ mencari Ibunya dan mengatakan agar JJ tinggal bersama Ibunya!apa kau tahu dimana Ibu mereka berdua sekarang berada?”


Kareen menggeleng lagi,Arka menjauh darinya.tangan berdarah nya membuka tirai Jendela,angin berhembus masuk meniup-niup kan rambut hitamnya.sinar matahari senja menyinarinya hingga rambutnya berkilauan bagai sinar berlian.sejuta


kesedihan terpancar dari raut wajahnya.


“Kareen jika yang kau inginkan adalah terbebas dari semua ini. maka akan kukabul kan,kau tidak akan lagi memerankan tugas seorang istri maupun Ibu,dua jagoan kecilku mungkin tidak terlahir dari sel-sel ku,juga bukan terlahir dalam rahim istriku tapi aku mencintai mereka layaknya Putraku sendiri.hidup mereka berdua berubah tiga ratus enam puluh derajat sejak peristiwa enam bulan lalu lalu!”


Arka masih memandang keluar jendela bahkan dia tak lagi mau menatapnya saat berbicara,


apa yang terjadi padaku?aku telah melukai hatinya!


Arka berbalik kemudian berjalan kearahnya


“Ikut denganku ke suatu tempat kau akan tahu segalanya ketika kita tiba di sana!”


Mereka berdua tiba di kawasan pinggiran kota Bandung di ujung selatan.Arka membimbingnya menyusuri deretan gedung putih pucat,ia berhenti disalah satu gedung yang ukurannya lebih kecil dibandingkan gedung-gedung lainnya.jelas gedung itu dibuat sangat istimewa,warna putih pucat nya masih mendominasi,yang membuatnya berbeda dari gedung lainnya adalah berbagai macam bunga tertanam disini dan satu pohon bunga sakura menghias indah ditengah-tengahnya.begitu mereka masuk kedalamnya,Kareen terkejut melihat dua orang pria,dua wanita berpakaian putih-putih dan satu orang Dokter pria paruh baya.hingga jari Arka menunjuk siluet seseorang dari kejauhan,mereka menghampirinya sampai siluet itu nampak jelas,ia sedang duduk kedua lengannya memangku dagu,dia tersenyum di hadapan sebuah kursi kosong.Arka mengeluarkan suara berat yang parau untuk memanggilnya seakan seluruh tubuhnya didera rasa sakit luar yang biasa.


“Kakak ipar...bagaimana kabarmu?”


Siluet itu berbalik dan memperlihatkan wajahnya.Surga!Kareen tercekat memandang wajah tampan sempurnanya,tubuhnya tinggi,rambut panjang hitam kecoklatan serta mata biru cerahnya memancarkan cahaya se biru langit.ia tersenyum pada Kareen lalu tiba-tiba mencengkram kuat tubuh Kareen kedalam pelukannya.

__ADS_1


“Arrabella sayang kau kembali,selama ini aku tidak berhalusinasi kau memang tidak akan pernah meninggalkanku untuk pria lain bukan?”


Kareen kesulitan sulit bernafas,kedua lengan Johanes hampir meremukkan tulang-tulangnya.


“Kak Johanes lepaskan!dia bukan kak bells,dia Kareen istriku!”


Arka mencoba melepas kedua lengan yang melekat erat ditubuh Kareen.


“Kakak ipar kau menyakitinya,kumohon sadarlah!dia bukan Kakak Arrabella istrimu!”


Pria bernama Johanes tak juga bergeming,Arka meminta pertolongan para petugas medis yang bertugas merawat Johanes.


“Tuan tolong lepaskan Nona ini kau hampir membunuhnya!”salah seorang perawat pria membujuknya.


“Tuan,Nona Bells merasa kesakitan tolong lepaskan!”salah seorang perawat wanita merayunya dengan cara halus.cara itu berhasil meloloskan Kareen dari cengkramannya.Arka memegangi tubuh sempoyongan Kareen


“Kareen kau tidak apa-apa?”


Para petugas medis itu memegangi Johanes yang terus berontak.


“Jangan sentuh Bells ku brengsek!”


Johanes memaksa merangsek maju tapi para petugas medis itu mencekal nya dan memberi Ia suntikan penenang.


“Bells jangan pergi lagi,aku tidak bias bernafas tanpamu,Bells aku akan memperlakukan kedua malaikat kecil kita dengan baik asalkan kau berhenti marah padaku,aku salah Bells telah menyakiti mereka setelah kehilanganmu,tapi sekarang Kau kembali,Jangan tinggalkan aku untuk Pria tidak tahu diri itu Bells!”


perlahan kedua matanya terpejam,bibirnya mengukir sebuah senyum setelah sesaat tadi sempat merancau tak jelas.senyumannya mengingatkan Kareen pada JJ.Arka membalikkan tubuhnya dan berjalan Keluar,Kareen mengikutinya dari belakang, menjaga jarak darinya sekitar satu meter.mereka berdua bagaikan dua orang asing yang tak saling mengenal satu sama lain.Arka yang terus saja bersikap acuh padanya dan tidak lagi memanggilnya(Moree)Arka menghentikan langkahnya ketika bertatap muka dengan Seorang Dokter Paruh Baya yang Kareen lihat didepan tadi.


“Dokter Steve bagaimana Kondisi Kakak Ipar Ku?”


Dokter Steve menggeleng lemah,Ia mendesah keningnya berkerut“Tuan muda Arka bersabarlah,belum ada tanda-tanda Yang menunjukkan Tuan Johanes akan pulih


cepat!”


Arka ikut-ikutan mendesah,satu tangannya diselipkan disaku celana sedangkan satunya lagi ia biarkan di luar,Arka melanjutkan langkahnya kembali,Ia berjalan menelusuri sebuah area belakang gedung,pohon-pohon besar menjulang tinggi,rimbunnya daun memberi udara dingin di sekitar mereka,Kareen ingin meraih lengan Arka lalu saling menautkan telapak tangan mereka dan kepalanya bersandar di lengannya yang kokoh namun niat itu ia urungkan.


“Johanes dia..?”


Arka berhenti tiba-tiba hingga tubuh Kareen membentur punggungnya.


“Ayah kandung kedua jagoan kecilku!”Arka berkata Lirih.


Dia berjalan Kembali dan berhenti tepat di sebuah bangunan rumah Kecil bertabur mawar putih di luarnya bahkan dindingnya berhias mawar putih.


“Dan Arrabella..?”


Arka memutar kenop pintu,ia belum menjawab pertanyaan Kareen.


“Yang telah melahirkan dua anak pintar dan lucu bernama Jordan Michael dan Jason Michael.”

__ADS_1


Arka berjalan lurus sampai langkahnya terhenti di sebuah lukisan dan...


__ADS_2