
“JJ sayang apa kau percaya doa dan keajaiban Tuhan?”Arka berkata setenang permukaan air untuk menutupi rasa cemasnya.
“Ya,papi..JJ percaya akan kekuatan doa yang mempunyai keajaiban dari Tuhan.”Arka mengusap air mata yang jatuh di pipinya yang lembut.
“Papi Arka aku akan mengajak Jason untuk berdoa agar mommy dan adik bayi selamat.”JJ mencium pipinya sebelum pergi.
semua orang dalam dilema,cahaya suram nampak menyelimuti ruangan istana royals Karena dia jatuh dari tangga,Kareen sekarang dalam keadaan bahaya.Arka dan Athala berdiri di depan pintu ruang operasi.Suasananya begitu menyedihkan, wajah Athala masih diliputi perasaan bersalah.orang-orang di luar masih menunggu, tidak tahu apa yang terjadi di dalam di sana.
“sejak aku kehilangan Kareen,duniaku runtuh Arka!dan sejak saat itu pula aku terus membohongi diriku sendiri dengan berpura-pura kuat di depan Kareen.”
“Tapi sekarang ketegaran itu lenyap dan berganti dengan rasa takut yang luar biasa!aku takut Kareen kehilangan bintangnya lalu dia harus menderita!penyesalanku tidak sebanding dengan penderitaannya bukan?”Athala mengatakan segala kebenarannya pada Arka,kebenaran yang Athala simpan dalam dirinya selama ini.
Arka tahu Athala ingin menjadi yang pertama yang mengetahui situasi Kareen,dan Kareen tidak mengizinkannya melakukan sesuatu, tidak diizinkan!saat ini Athala berusaha menutup matanya dan mencoba menahan emosinya yang tidak terkendali.Pintu ruang operasi terbuka dan Arka melihat dokter kandungan berjalan keluar,Athala memandangi dokter,bibirnya bergerak,tetapi dia tidak mengatakan apa-apa.semua orang menahan napas.
“Apa ibu dan bayinya baik-baik saja?”Athala yang pertama membuka mulut dengan bibir sedikit gemetar.
“Dokter bagaimana keadaan moree dan bayi nya?”katakan bahwa segalanya baik-baik saja!Arka tidak ingin Kareen kembali membisu seperti saat dia kehilangan ayahnya.
Dokter itu tampak bermartabat.setelah memandangi Athala dan Arka perlahan-lahan Dokter itu berkata,“Aku sudah melakukan yang terbaik .”
“Apa maksudmu?”Athala menatap Dokter Irene dengan dingin.
“Apa artinya ini?”
ketegangan itu terasa kembali,bahkan James menatap Athala dengan pandangan ngeri,dia bergegas ke sisi Athala dan berusaha menenangkannya“Tuan Athala tenanglah,Nona Kareen pasti selamat.”
James memandang dokter yang keluar,James meliriknya dengan waswas mengisyaratkan supaya dokter itu bicara dengan hati-hati.
“Bagaimana keadaan Nona Kareen?”James bertanya tanpa sadar.
“katakan!”Sepatah kata keluar dari bibir Athala.
Dokter itu terlihat tegang serta menahan napas dan dengan setengah keberanian memandang Athala“Nona Kareen telah diberi pertolongan pertama dan hidupnya tidak lagi dalam bahaya...”Dokter berkata dengan terengah-engah,“Tetapi anak itu ...”Dokter itu tidak melanjutkan kata-katanya.tidak perlu untuk di jelaskan secara detail,Semua orang yang hadir mengerti apa yang ingin dikatakan oleh dokter Irene!
Arka hanya merasa bahwa jantungnya hilang untuk beberapa detak,dan tiba-tiba, napasnya mulai tidak teratur.
__ADS_1
“emm...”Arka mendengus,hati suami mana yang kuat mendengar berita seperti itu,Kareen adalah dunianya,rasanya ingin marah dan mengamuk tetapi tubuhnya tidak mampu melakukannya!
“Arka!”Athala berseru tapi tidak bergerak,dia masih berdiri di pintu ruang operasi untuk melihat kondisi Kareen dan juga bintangnya.
“Tim medis terbaik,peralatan medis terbaik ... apa gunanya semua itu?”
“Aku telah gagal menyelamatkan bintang serta harapan milik moree!tidak!katakan Arka semua ini tidak benar!”
“Tuan Athala ...”James dengan wajah sedih wajahnya,yang tidak terlihat peduli tentang hidup dan mati orang lain,kali ini,matanya menjadi merah tanpa sadar.
“Haha..haha!”Athala mencibir,mencibir pada dirinya sendiri.Langkah kakinya gontai,dia ingin masuk kedalam tapi niat itu urung di lakukan nya.
“Apa yang ku harapkan Arka?apa?aku ingin hidup normal tanpa di bayangi kegelapan!aku juga ingin keluar dari situasi ini,tapi apa? Tuhan selalu tidak memberiku kesempatan ini ...!aku pikir bias,aku bisa!Tapi ...nyatanya tidak!”
“Aku hanya bisa menikmati dunia gelap, menyaksikan kegelapan menelanku sepenuhnya!tidak ada yang akan menarik ku lagi ... tidak ada yang akan memberiku secercah cahaya!”
“Tidak lagi……!”
“seumur hidupnya hanya akan ada kebencian terhadapku!”
“Tuan Athala..”
“Ini tidak mungkin!”
“Athala..”Teriak Arka.
Athala tersenyum lagi,dan wajahnya yang di rundung putus asa seolah berkata dengan malu.“Aku tidak ingin serakah Arka ...”Dia bergumam,“Aku benar-benar tidak serakah kali ini!”
Penghinaan diri di wajahnya menjadi lebih dan lebih intens,
“di masa lalu Moree juga mengatakan bahwa akan ada bintang milikku...”suaranya bergetar dan mengejek,“Tapi semua itu tidak akan pernah ada lagi ... Tidak ...!”
Arka tiba-tiba bersimpati dengan pria di depannya,tidak peduli seberapa kuat seseorang,dia pasti memiliki kelemahan apalagi Kareen bersumpah akan mati di hadapan tubuh Athala yang sekarat jika Star tidak selamat!Dokter Irene menghela nafas berat,Arka tahu jauh di dalam lubuk hatinya Dokter Irene tidak mau ada satu kesalahan terlepas menyangkut keselamatan sang ibu dan bayinya di meja operasi,dia seperti mati rasa namun,melihat keputusasaan Athala,dia merasa sangat tertekan dan itu berlaku untuknya juga.Pintu ruang operasi tiba-tiba terbuka.
“Dokter, bayi itu tiba-tiba tampak hidup!”
__ADS_1
Suara bersemangat itu seperti fajar dalam gelap, yang membuat matanya melebar,dan Athala menatapnya dengan penuh harapan.Dokter Irene tidak mengatakan apa-apa, ia buru-buru berbalik, dan memasuki ruang operasi lagi sedangkan Arka dan Athala masih terpaku di tempat masing-masing.
“Arka,apa yang baru saja dikatakan Dokter itu?”Athala bertanya dengan sedikit ketidakpastian.
Arka tidak menjawab karena belum tahu kondisinya,Athala Melihat ke arahnya lagi dan berkata dengan gugup“Arka,apakah dia baru saja mengatakan...”
Sebelum kata-katanya selesai,Arka sudah membuka pintu ruang operasi dan melangkah masuk,Athala sedikit membeku,dia mengikuti dengan langkah yang agak tergesa-gesa.mereka berdua tidak memasuki ruang operasi dalam arti sebenarnya,tetapi di ruang desinfeksi di luar.ada jendela kaca mereka dapat melihat situasi di ruang operasi,Seiring waktu berlalu, kami menatapnya tanpa mengedipkan mata.
“Arka seperti apa yang selalu di katakan moree bahwa harapan itu ada!”Athala berkata dengan bibir yang sedikit bergetar.
“harapan akan ada selama kita mempercayainya!”Arka sendiri tidak yakin dengan apa yang ia ucapakan.Athala melirik dengan cemas ke dalam,lalu berbalik dengan tidak puas dan meninggalkan ruang operasi.
“Athala apa kau takut...”Arka bergumam tak jelas saat dia pergi.
Dokter memasukkan Star ke dalam inkubator dan menanganinya sebelum dia keluar“Apakah bayinya selamat?”Athala bertanya dengan ragu,suaranya tegang.
“Dokter katakan bahwa anakku baik-baik saja?”Arka bertanya dengan cemas.
Wajah Dokter Irene masih sangat tidak pasti
“Meskipun ada tubuh yang hidup, tapi ... kemungkinan bertahan hidup tidak lebih dari sepuluh persen..”.
Tingkat kelangsungan hidup yang begitu rendah hampir dapat diabaikan untuk anak usia dini.sesuatu di bawah mata Athala menjadi gelap, tetapi tidak ada emosi yang tidak terkendali yang membuatnya marah untuk pertama kalinya.
“Tuan Athala,Tuan Arka.” Dokter itu mendesah “wanita hamil itu sangat lemah,dan setelah bangun ...”
“Jangan katakan padanya!”Athala menutup matanya dan kemudian mengertakkan giginya..
“Katakan saja...”Dia melirik si kecil di inkubator“kalau Star dalam keadaan kritis!”
“Tapi..”Dokter Irene menatapnya takut-takut.
“Athala...,kau gila!apa kau mau Kareen bersedih?apa kau tahu dia sudah lama menantikan anaknya!”Arka ingin marah dan memukulinya secara membabi buta tapi kata-kata yang keluar dari mulut Athala mengurungkan niatnya seketika.
“Bisakah kau menjamin bahwa dia akan selamat?”Athala bertanya dengan geraman pelan.
__ADS_1
Dokter irene membeku,lalu menggelengkan kepalanya dengan sedih.Arka merasa tubuhnya hampir lemas dan jatuh,takdir macam apa yang ia miliki jika saja ia tidak menyeret Kareen masuk ke dalam kehidupannya,Kareen tidak akan pernah menderita seperti sekarang.
“Kalian memberinya harapan lalu setelah itu apa memberikannya sebuah keputusasaan?”Athala bertanya dengan menggertakkan giginya,seolah dokter itu dan Arka adalah musuhnya.