
Masa alu adalah hal yang paling ingin ia lupakan saat menyambut kehidupan baru tetapi entah mengapa kenangannya masih melekat dalam ingatan mungkin masa lalu merupakan bagian terpenting sejarah hidupnya.
Malam ini angin berhembus kencang membuat udara dingin betah berlama-lama tinggal di sekitarnya.ia menyingkap sedikit gorden jendela dan memandangi rumah bunga milik ibunya,Kareen mengingat bagaimana ia mendapatkan suaminya serta kedua malaikat kecilnya.segalanya serba terburu-buru kala itu,ia ingin membenci Arka saat itu karena kehadirannya telah merenggut semua rencana indah yang sudah ia dan Athala rancang sejak lama sedemikian rupa kandas begitu saja maka tidak mengherankan bila Athala teramat membenci keadaan mereka berdua sekarang.
Ia yang telah menjadi milik orang lain hingga keadaan tak memungkinkan mereka bersama lagi untuk selamanya,Kareen tahu ia yang bersalah dalam hal ini dan dia mengakuinya.semua memang salahnya demi kebahagiaan ayahnya,ia tanpa sengaja menyakiti orang lain dengan menghancurkan mimpi-mimpinya.ia ingat benar bagaimana pertemuan pertamanya dengan Athala,ia dan Athala bertemu di bawah pohon besar yang terletak tak jauh dari gedung kampus biru.
Rambut pirang pendeknya ia biarkan berantakan,itu tidak mengurangi ketampanan yang di milikinya.mata coklat keabu-abuan miliknya seolah mempunyai daya pikat tersendiri ketika kedua matanya menatap dingin pada seorang wanita.tatapannya mampu membuat jantungmu berdesir tak karuan seakan ada gelombang magnetis yang menarik dirimu mendekat padanya.
Dia mencuri pandang padanya melalui bahunya jelas tingkah Athala membuatnya gugup,setengah mati Kareen menutupi rasa tertariknya pada Athala dengan bersikap acuh dan sombong.seketika itu juga ia di kejutkan oleh uluran tangannya,Athala tersenyum penuh pesona seraya memperkenalkan diri padanya.
“Hai,aku Athala George mahasiswa desain.”
dalam keadaan canggung Kareen balas menjabat tangannya.ia harap kesan pertamanya pada Athala tidak terlihat konyol gara-gara sikap kikuk yang ia miliki.ia tahu Athala adalah mahasiswa jurusan desain,ia pria incaran para wanita di kampus,bukankah dia gadis paling beruntung karena bisa dekat dengannya seperti ini.
“Kareenina Wijaya,mahasiswi bisnis.”ucap Kareen datar
Percakapan mereka berdua begitu singkat,Athala tidak menanyainya lebih jauh begitu pula sebaliknya dengannya,hujan tiba-tiba turun membasahi mereka berdua.Athala mengeluarkan sebuah payung hitam dari tasnya alih-alih bertanya lebih dulu padanya. apa ia mau memakai payung bersamanya atau tidak?Athala menarik lengannya,mereka berlari menembus hujan bersama payung hitamnya melindungi mereka berdua.tubuh ramping Kareen menempel ke tubuhnya, ia bisa mencium aroma Parfum khas seorang Athala.wanginya sangat khas begitu berbeda dari bau Parfum milik pria lainnya.
perkenalan singkatnya dengan Athala membawa mereka lebih dekat satu sama lain sehingga menimbulkan percikan api cinta di hati mereka masing-masing tapi hatinya sangat sakit dan kecewa saat ayahnya tak menyetujui hubungan mereka.hampir setiap waktu Athala membuktikan dirinya pada ayahnya Kareen bahwa ia adalah pria baik dan memiliki rasa tanggung jawab namun ayahnya tak tersentuh walaupun Athala memohon-mohon restu padanya.sikap dingin ayahnya pada Athala menjungkirbalikkan dunianya,mengharuskan Kareen memilih untuk berada diposisi mana,sisi ayahnya atau Athala tetapi hatinya memilih berada ditengah-tengah mereka berdua sungguh di lema yang membuat hatinya lelah.
Athala dan Kareen berencana melanjutkan hubungan mereka ke jenjang lebih serius meskipun ayahnya bersikeras tak memberikan restunya pada mereka berdua,Istana Royals menjadi satu-satunya kenangan terakhir bagi mereka.
“Moree..aku ingin membawamu ke suatu tempat.”
kata Athala pada suatu senin pagi di bulan desember tahun lalu.Athala tidak mengatakan kemana ia akan mengajaknya pergi,dia menutup kedua mata Kareen dan membuatnya di hantui rasa penasaran.ketika Athala membuka penutup matanya,dirinya sudah berada didalam pesawat pribadi.
“Kemana kita akan pergi?tanya Kareen penasaran.
Athala tersenyum samar sambil memegang erat-erat tangannya“Sabar sayang,nanti kau juga akan tahu.”
Kareen cemberut dan melepaskan tangannya darinya,Athala terkekeh menampilkan pesona yang memabukkan.perjalanan mereka memakan waktu dua belas jam lebih kira-kira,mereka berdua turun dari pesawat dan meneruskan perjalanan dengan menaiki helikopter.sudah ada seorang pilot menunggu mereka berdua,pilot itu mempunyai tubuh berotot serta memiliki wajah lumayan tampan.
__ADS_1
ia memandang takjub hamparan laut luas,tebing tinggi dan juga sekumpulan pohon berjejer rapih bukan cuma itu sewaktu mereka mendaratkan kaki di tepi pantai terdapat berbaris-baris bunga mawar putih kesukaannya.
“Dimana kita sayang?”
Athala menyelipkan rambut Kareen ke telinganya,ia menggigit sebentar telinganya“Cantik ku mengapa kau begitu tak sabaran!”
Athala membalikkan tubuhnya menghadap sebuah rumah menyerupai kastil“Moree ini rumah masa depan kita nanti,aku menamainya Istana Royals.”
Athala menaruh kepalanya dipundak Kareen“Sayang ini adalah satu-satunya harta yang masih kumiliki selain dirimu.”
Kareen mengambil lengan Athala agar memeluknya.
“baiklah tepatnya dimana kita terdampar sekarang?”canda Kareen.
“Hei!”
Athala menyahut dengan nada agak marah
“SanFransisco,sayangku.”
Athala menggendongnya bak seorang putri raja ketika memasuki Istana Royale.kepalanya tiba-tiba sakit ia melihat Athala memangku JJ kecil yang telah berlumuran darah lalu Kareen menatap tubuh JJ tergeletak tak sadarkan diri di lantai,cairan merah pekat lambat laun mengalir ke kakinya.nafasnya sesak melihat pemandangan di sekelilingnya yang berubah menjadi lautan darah,Athala mendekat,wajahnya di penuhi rasa kecewa,tangan kirinya membawa sebilah pisau yang sudah berlumuran darah.
“Moree,kau tahu aku tidak suka di kecewakan!mengapa kau mengngikari janjimu?aku hanya memintamu berpisah darinya apa itu sulit?kau lebih memilih pria itu di bandingkan dua bocah mungil tak berdosa ini!”
“Kau lihat!apa yang telah kau perbuat,mereka mati karena keegoisan mu!”
“JJ,bangun sayang!”
Kareen tak bisa lagi mendengar detak jantungnya kedua malaikat kecilnya,Athala mendekat padanya,dia membuang pisau di tangannya,jari-jari Athala membelai wajahnya.
“Jangan...!”
__ADS_1
Tubuhnya gemetaran tanpa henti,Athala tanpa ampun melenyapkan kedua malaikat kecilnya.
“Sayang,sekarang giliran bayi dalam kandungan mu.”
“Jangan..sentuh aku..Jangan sentuh aku!”
Kareen berteriak marah dan menepis keras tangan Athala dari wajahnya.ia terpana ketika melihat tangan Arka terkulai lemas,semua itu hanya bagian mimpi buruknya mengapa ia bisa berada di sofa?dia tadi sedang melamun di dekat jendela,wajah Arka sedingin es saat Kareen menyuruhnya jangan menyentuhku,setibanya di rumah Arka melihat Kareen termenung dekat jendela,sesekali ia melihat Kareen menguap,Arka bermaksud menyuruhnya pindah tapi tak tega karena ia merasa Kareen sedang banyak pikiran tiba-tiba tubuh Kareen Arka menangkapnya dan menidurkannya di sofa,ia menunggui Kareen dan duduk di bawah sofa.
“Jangan menyentuhku?”
Arka bangkit berdiri kemudian berbalik,Kareen cepat-cepat memeluknya dari belakang.
“Jangan pergi!”
Arka membalikkan tubuhnya dan menghadapnya,merengkuh wajahnya
“kenapa aku tidak boleh menyentuhmu?sedangkan kau bisa menyentuhku?”
Kareen memeluk pinggangnya dan menempelkan pipinya di dadanya.
“Jawablah sayang!mengapa kau tidak
memperbolehkan aku menyentuhmu?bisakah kau menyentuh ku sekarang?”Arka mencibir.
“Husband aku baru saja mengalami mimpi buruk!”kata Kareen pelan.
Jari jemari Arka mengusap lembut puncak kepalanya“Moree apakah kau membuat mimpi-mimpi bodoh itu lagi?”
Kareen tidak menjawab hanya semakin mengetatkan pelukannya di sekitar pinggang Arka.
Athala aku akan memenuhi keinginanmu meskipun itu mengharuskanku menyakiti perasaan suamiku,jika itu bisa meloloskan anak-anakku dari cengkraman maut.
__ADS_1
Sekarang Arka mengerti maksud Sam dengan ia yang harus waspada terhadap orang-orang di sekitar rumahnya melihat tingkah Kareen yang aneh akhir-akhir ini membuatnya memahami satu hal,pasti ada sesuatu yang mengganggu pikiran Kareen.