Istri Sempurna Milikku

Istri Sempurna Milikku
BaB 36.Sebuah nama.. Sebuah harapan!


__ADS_3

Delapan Bulan kemudian___


Hari minggu pagi yang cerah seisi penghuni rumah keluar untuk menikmati matahari di pagi hari,Arka mengajak Kareen dan yang lainnya pergi berlibur ke pantai yang indah baru sedikit orang berkeliaran di tepi pantai.perut Kareen semakin membesar setiap bulannya Arka menuntun Kareen,membantunya berjalan supaya Kareen tidak kewalahan meskipun Kareen sering menolak ia bantu tapi Arka bersikeras karena sebagai seorang calon ayah sudah tentu dia tidak mau terjadi sesuatu pada calon anaknya.


Kareen merentangkan kedua tangannya ketika JJ kecil yang di jaga bibi Shanty terlihat berupaya berlari kecil menghampiri Kareen,langkah kecilnya yang sedikit tertatih menebarkan senyum bahagia kepada mereka.usia JJ kecil baru menginjak satu tahun lima bulan tahun ini tapi si mungil sudah pandai berjalan walaupun belum sepenuhnya mampu namun Arka bangga padanya.


Rasa sakitnya di masa lalu seolah lenyap begitu saja,Kareen memberinya kebahagiaan tidak ada lagi yang ia harapkan selain hidup hingga akhir hayat bersamanya dan juga anak-anak mereka.malaikat kecil mereka memang bukan darah dagingnya dan Kareen tapi mereka berdua mencintainya lebih dari apapun terutama Kareen ia akan mengorbankan segalanya untuk malaikat kecilnya.


JJ yang beranjak dewasa nampak acuh tapi ia tetap tidak bisa lepas dari Kareen,Dokter yang merawat Kakak iparnya mengatakan bahwa perlahan namun pasti Kak Johanes menunjukkan perkembangannya.kakak iparnya dapat pulih dalam waktu dekat,tentu ia senang ayah kandung JJ akan pulih dari gangguan mental yang di deritanya tapi bagaimana jika Kakak iparnya Johanes tiba-tiba muncul dan ingin membawa malaikat kecil mereka pergi?ia tidak bisa membayangkan perasaan kareen kalau harus terpisah dengan kedua malaikat kecilnya.JJ berlari-lari kecil menghampiri riak air laut,tertawa lepas seakan saat ini dunia adalah miliknya.


“Mommy ayo kita main air bersama Kak J!”Pinta JJ kecil.


Kareen tersenyum kemudian mengangguk tanda setuju.Arka menggeleng tak setuju dan itu membuat mereka berdua menampakkan ekspresi kecewa.


“Sayang aku tidak ingin Junior dan dirimu terluka!”kata Arka tegas tapi lembut.


“Arka Oh please kau terlalu berlebihan!”protes Kareen.


JJ kecil menggoyang-goyang lengan Arka,sorot kedua matanya begitu memohon.Oh sial!dia akan selalu tak berdaya di hadapan malaikat kecilnya bagaimana bila Junior lahir nanti?


“Baiklah,tapi kita akan bermain sebentar saja karena mommy tidak boleh terlalu lelah!”


Arka mengangkat tubuh kecilnya lalu menaruh JJ kecil di gendongannya,satu tangannya menggandeng lengan Kareen.


“Oke..oke…papi,JJ berjanji.”JJ mengacungkan jari kelingkingnya di depannya.


“Arka,saat-saat seperti ini akankah selalu menyertai kita?”tanya Kareen nampak ragu


wajahnya menatap langit biru dengan cemas.


Arka tahu Kareen takut Athala hadir dan mengacaukan hari-hari damai mereka yang penuh ketenangan.dia dan Sam sudah melakukan penyeledikan namun hasilnya masih nihil!mereka belum bisa menemukan keberadaan Athala serta James.pimpinan Sam meminta Sam membawa Blue ke markas karena ada keperluan mendesak untuk itu mereka sangat sulit menemukan keberadaan Athala,nomor terakhir yang di hubungi Tania sudah tidak aktif,untuk sementara waktu pencarian terhadap Athala di hentikan namun Arka tetap menyuruh anak buahnya agar mengawasi Kareen dari jarak jauh.


JJ kecil merosot dari pangkuannya,ia tak sabar ingin bermain-main bersama kakaknya.


“Kak J kenapa Kak J hanya bersenang-senang sendirian!”


tubuh kecilnya langsung meloncat ke atas punggung JJ.

__ADS_1


“KaK J Kau curang!”teriaknya sambil tertawa,


wajah JJ terlihat cemberut sepertinya JJ kesal.


 “Hey!turun!Jason kau berat dan sudah kubilang berulang kali panggil aku Kak JJ mengerti!”


JJ kecil nampak acuh tak acuh ketika JJ secara terang-terangan menunjukkan kekesalannya,si mungil malah menyuruh JJ menggendongnya


“Kau kakak ku untuk itu kau harus menjagaku karena papi sedang menjaga mommy dan adik kecil kita!”


“Oh adik ku yang pintar tapi terkadang menyebalkan!baik Kak J mu ini akan selalu menjagamu,satu orangpun takkan sanggup melukaimu!”


JJ menurunkan tubuh JJ kecil dengan hati-hati.


“Peluk Kakak...peluk Jason!”


JJ kecil langsung merangkul tubuh JJ,Kareen dan Arka tersenyum melihat pemandangan keakraban dua saudara yang saling menyayangi satu sama lain,kasih sayang mereka mampu menyejukkan hati semua orang.


Kareen merebahkan tubuhnya di sofa,mereka menyewa sebuah villa didekat pantai,malaikat kecil mereka telah lelap tertidur karena kelelahan.Arka menghembuskan napas,dan ia mendengar Kareen juga menghembuskan napas pelan.Arka tahu Kareen juga merasa kelelahan,sayangnya Kareen tak pernah mengeluh tentang hal itu padaku.Kareen selalu tidak ingin Arka terlalu khawatir tentangnya.


“Moree,kau kelihatan capek.”Arka mulai berkomentar.


“Kemari lah sayang!”


Arka menepuknepuk dadanya agar Kareen dapat bersandar,Kareen menggeser sedikit tubuhnya dan menyadarkan kepalanya di dada Arka.Arka meletakan kedua tangannya di perut Kareen yang besar dan bundar.


“Rasberry...”


ia menelan ludah“Maksudku Junior dia telah tumbuh sebesar semangka.”


Sesaat suasana sunyi senyap,mereka berdua tak saling bicara bahkan berkedi pun tidak kemudian Kareen tertawa.


“Ya ampun husband tak bisakah kau serius sedikit mengenai bayi kita!”teriak Kareen detik berikutnya ia meringis.


Tangan Arka bergerak ke puncak perutnya dan dengan lembut mengusap-usap tempat bayi tadi menendang perut Kareen.


“SST..”Bisik Arka.

__ADS_1


“Tawamu membuatnya Kaget...!”lanjut Arka lagi.


Mata Kareen membelalak dan terlihat takjub,Kareen menepuk bagian samping perutnya.


“Kau bisa merasakannya?Oh Junior maafkan mommy sayang.”


Arka mendengarkan dengan seksama,ia telengkan kepalanya ke arah perut buncit Kareen.


“Dia menendang-nendang lembut sayang,kurasa Junior menginginkan ku dan dia bahagia.”


Arka terdiam dan mendongak menatap mata Kareen.


“tentu saja dia bahagia karena memilikimu.”tutur Kareen penuh semangat.


napas Kareen naik turun dan mustahil tidak melihat kilau penuh cinta dan pemujaan.wajah Kareen berbinar tidak lagi di penuhi rasa takut akan sesuatu.


“Moree apa kau akan menamainya Junior?”


Kareen memandang bingung padanya dan Arka segera menyela.


“Ya maksud ku nanti mungkin orang akan bingung memanggil salah satu anak kita atau nanti JJ kecil akan memanggilnya adik J.”


Kareen bangkit lengannya melingkar di pinggang Arka.


“Husband aku tak menyangka kau akan berpikir jauh tentang hal sepele ini!”Kata Kareen santai.


Arka mengakat sebelah alisnya lalu memberinya tatapan sebal“Oh hal sepele buatmu!”


“Oke Junior hanya nama bayi kecil kita sebelum lahir,saat ia lahir ke dunia kita akan menamainya Star bagaimana?”pendapat Kareen.


“Kenapa Star masih banyak nama bagus?”


Kareen menggeleng kemudian tersenyum manis


“Husband karena Junior hadir di saat kondisi ku tidak stabil,Tuhan menghadirkan harapan ketika diriku putus asa lalu Tuhan mengirimkan Junior padaku maka untuk itu aku ingin menamainya Star karena dia bintangku!”


Arka mencium puncak kepalanya,menghirup wangi rambutnya dan membawa Kareen lebih dalam ke pelukannya“Star aku setuju setidaknya seseorang takkan pusing memanggil nama anak-anak kita.”

__ADS_1


Kareen menguap dan tertidur di dalam pelukannya,di masa lalu dia ingin marah pada Tuhan karena telah memberinya hidup yang begitu pahit!pertama ia di tinggalkan oleh kakaknya lalu ibunya dan yang terakhir ia di khianati kekasihnya yang Arka pikir akan selalu setia menemaninya dalam keadaan apapun namun takdir membawanya pada hidup yang lebih baik,Tuhan menuntunnya menemukan Kareen dan Tuhan juga yang menyatukan ia dengan Kareen perlahan-lahan rasa sakit yang dalam hatinya menghilang terkikis oleh waktu.


“Junior....aku sangat mencintai ibumu...”


__ADS_2