
Sesampainya di rumah,mereka berdua heran melihat bibi Shanty dan pak Adi yang mondar-mandir, berteriak memanggil-manggil nama JJ.Jantung Kareen seakan berhenti berdetak,dia takut terjadi sesuatu yang buruk menimpa pada kedua malaikat kecilnya!bibi Shanty dan pak Adi berlari bersamaan,menghampiri mereka berdua.
“Tuan Arka ,Tuan muda JJ menghilang!”
Bibir bibi Shanty bergetar bahkan tangannya yang sedang memegang benda berbentuk kotak kaca ikut-ikutan bergetar sementara pak Adi menundukkan wajahnya dan wajah Arka pucat seketika itu juga,kedua tangannya mengepal erat.
“kecerobohan macam apa ini?aku mempercayai kalian untuk menjaga mereka berdua! selagi aku pergi keluar!”
“dan sekarang kalian bilang kedua anak itu menghilang!bisa kalian berdua jelaskan apa yang terjadi sebenarnya?”
Arka memandang geram kepada mereka berdua,selama menjelaskan kepergian JJ.bibi Shanty selalu menatap pada Kareen selang beberapa detik,hatinya pilu mendengar kisah bibi Shanty yang mengatakan bahwa JJ pergi untuk kebahagiaannya,JJ menyalahkan dirinya sendiri atas pertengkaran yang terjadi antara dia dan Arka.
“JJ maafkan Mommy Kareen.”
Kareen terisak,Arka membalikkan badannya,sorot tajamnya sedingin es“Kau puas Kareen!Kau puas bukan?”
Arka menggoncang-goncang kan tubuh Kareen yang mematung sekuat tenaga,
“Jawab!kau puas bukan melihat JJ pergi mencari Ibunya,selamat Kareenina Wijaya kau memang wanita hebat tanpa perasaan!”
ada kemarahan tertahan dalam nada bicara Arka,Arka tertawa pahit padanya,Kareen merasa kakinya seolah-olah tertancap di tanah sedikit pun dia tidak bisa bergerak ataupun menjawab perkataan Arka,sampai tiba giliran Arka melangkahkan kakinya dengan emosi menggebu yang terus dia tahan dalam dirinya.
“Kareen jika mereka berdua terluka karena mu,aku tidak akan pernah memaafkan mu seumur hidupku!”
Arka tidak ingin menyakiti Kareen,ia telah
berjanji pada ibunya akan menjaga Kareen layaknya permata yang berharga,dia tidak mau melihat Kareen menangis ataupun menderita!namun apa yang terjadi saat ini adalah persoalan lain!Kareen sudah menggores luka di hatinya.bagi Arka kedua malaikat kecil itu bukanlah sekedar keponakannya tapi sudah ia anggap berlian paling berharga yang tak bisa tergantikan oleh apapun juga.hujan yang turun semakin deras membahasi bumi,senja sebentar lagi berganti malam,Kareen berbalik dan mendekap erat Arka dari belakang ketika tangannya akan mencapai pintu mobil,derai hujan mengguyur tubuh mereka berdua.
“Aku tahu,ini semua salahku dan yang bisa ku ku katakan padamu saat ini hanyalah sebuah kata Maaf.”
Kareen berusaha menahan air matanya agar tidak keluar tapi sekumpulan air mataku enggan bekerjasama dan terus- menerus menetes,Kareen bersyukur pada pencipta alam semesta,karena Ia menurunkan hujan dikala dirinya dilanda kesedihan,Arka mendesah,dia juga sama sepertinya sedang menahan tangis serta amarah,tangannya masih membentuk kepalan.
“Kareen..!”
Arka berusaha melepaskan diri dari pelukannya namun Kareen memeluknya lebih erat
“Panggil aku Moree..Husband kumohon!”
Arka tak juga bergeming,apa ini yang namanya ketika seseorang jatuh cinta?kali ini dia tidak mau lagi kehilangan orang yang di cintai nya!tidak akan ia lepas sampai sebentuk cinta itu menghampirinya!akan dia perjuangkan hingga akhir!
“Kareen seribu kesalahan kecil darimu, satu kata maaf akan berguna bagiku tapi satu kesalahan besar yang kau perbuat tidak mudah bagi hatiku untuk memaafkannya!”
Arka melepas kasar kedua tangannya,bibir Kareen bergetar,berterima kasihlah pada sang hujan yang telah menyamarkan air matanya.
“Arka andai saja Tuhan mengabulkan hal paling mustahil yang diminta seseorang yaitu memutar balikan waktu mungkinkah tidak akan ada sebuah penyesalan di hati manusia?”
__ADS_1
Yah dia ingin waktu berhenti detik ini juga dan memutarnya ke waktu lampau,Arka berbalik padanya sebelum masuk kedalam mobil,Ia tersenyum mengejek.
“Kareen sebuah penyesalan akan selalu datang terlambat!Ia datang dari arah belakang bukan depan jika sebentuk penyesalan datang dari arah depan maka dia tidak bisa menuntun seorang manusia menuju arah yang lebih baik dan manusia tanpa sebuah penyesalan mungkin tak akan bisa menemukan jati dirinya karena Ia akan selalu merasa sempurna dalam hidupnya!”
Begitu Arka masuk kedalam mobil,Kareen langsung menyambar pintu mobil samping dan duduk di kursi co-pilot,Arka memicingkan mata padanya.well Kareen tak memperdulikannya dan menatap lurus ke arah depan,baju mereka berdua basah kuyup.sepanjang perjalanan mereka berdua saling mengunci bibir,tak ada satupun dari mereka yang membuka mulut,Arka bersikap dingin Kareen pun juga bias!
Lihat saja Arka akan ku taklukan kau meski harus menyeret mu ke atas ranjang!Oh My sekarang bukan saatnya memikirkan bagaimana caranya merayu Arka!
Kareen memfokuskan matanya melihat ke jalan raya.memperhatikan satu per satu anak kecil yang sedang berjalan.andai saja ia mengetahui kebenaran mengenai Arka lebih awal,sebenarnya itu kebenaran tentang Kakaknya yang sudah meninggal.
Beberapa jam sebelumnya___
Arka berdiri di sebuah lukisan wanita berambut panjang yang sedang memegang seikat mawar putih dan Pandangannya beralih ke sebuah peti mati,Ia menyuruh Kareen mendekat padanya Kareen menurutinya tanpa banyak tanya.
“lukisan dan peti mati ini?”tanyanya sambil menelan ludah.
“Dia Kak Bells,Kakak terbaik ku dan juga ibu kandung dua malaikat kecilku..kau tahu Kareen dia meninggal dunia saat melahirkan Jason Michael enam bulan lalu,tepat Ketika tangisan Jason terdengar tepat saat itu pula Kak Bells menghembuskan nafas terakhirnya!Jordan masih kecil,dia belum siap kehilangan sosok seorang ibu.”
Arka terdiam sejenak,jari-jarinya mengelus lembut wajah kak Bells di dalam lukisan.
“Kakak Ipar Ku Johanes Michael tidak dapat menerima kenyataan bahwa Kak Bells telah tiada,Ia melimpahkan semua kesalahannya pada Jordan dan bayi kecil yang baru saja lahir ke dunia.Kak Johanes menggila saat kami akan memakamkan Jasad Kak Bells,Ia mengancam kami Jika kami berani mengubur kak Bells maka Dia akan mengakhiri hidupnya dengan membawa serta kedua putranya!untuk itu kami mengawetkan jasad kak Bells kemudian menyembunyikannya di tempat yang sedikit jauh dari hiruk-pikuk manusia.kematian Kak Bells tidak hanya mengguncang jiwa Kak Johanes tapi juga jiwa ibuku!”
Kareen menatap bingung Arka“Ibumu?”
Arka tertawa.
“Biar ku beritahu kau kebenarannya,wanita yang hadir di pesta pernikahan bukanlah ibu kandungku,wanita itu ibu tiri ku!ibuku ditemukan tewas bunuh diri di dalam kamar,kematian Kak Bells bukan satu-satunya alasan ibuku melakukan tindakan bunuh diri,ada hal lain Beliau memergoki ayahku berselingkuh dan bermain gila didalam kamarnya sendiri.”
Dada Kareen terasa sesak mendengarkan kisah pilu ini,Arka duduk di sebuah marmer dekat peti mati,Kareen menyadarkan kepalanya dipunggung Arka dan meletakkan kedua tangannya di pinggang Arka.
“Kondisi Kak Johanes yang terus bersikap kasar pada JJ dan JJ yang sering menanyakan keberadaan ibunya membuatku frustasi,keretakan hubunganku dengan ayah menambah rasa frustasi dalam diriku hingga akhirnya aku memutuskan keluar dari rumah dan membawa JJ untuk tinggal bersamaku.sampai saat ini Kak Johanes belum bisa menerima kepergian Kak Bells,dia beranggapan Kak Bells melarikan diri bersama pria lain dan akan kembali suatu saat,aku tidak berani membawa JJ menemui ayahnya kemudian aku mengarang cerita kalau Bells tidak mati melainkan hanya tinggal di surga lalu aku berkata pada JJ bahwa ayahnya sedang melakukan perawatan di luar negeri.”
Keheningan menyelimuti mereka berdua,gemericik air hujan mulai terdengar.
“Arka apa kau menyukai hujan?”
Arka menggeleng pelan
“Aku tidak tahu pasti apa yang kusukai dalam hidupku,apa kau menyukai hujan Kareen? Arka bertanya Balik.
“Ya,karena hujan dapat mengaburkan kesedihan seseorang.”Jawabnya serak.
Kareen membayangkan sosok JJ sedang berjalan dan mendorong kereta bayi,kedinginan oleh air hujan,dia menggelengkan-geleng kan kepala membuang segala pikiran buruk itu.
“Kau akan tetap tinggal di dalam mobil?atau ikut keluar denganku mencari JJ?”
__ADS_1
Arka bertanya sinis,tatapannya pada Kareen masih dipenuhi kebencian.
“Husband aku ibunya,JJ akan sedih kalau aku bersenang-senang di atas penderitaannya!aku tak sekejam yang kau pikirkan!”balas Kareen tak kalah sinis.
Kareen berpikir JJ belum pergi jauh,mungkin masih di sekitar perumahan (X).Arka menanyai orang-orang yang sedang berteduh dipinggir jalan sementara Kareen mencoba menanyai seorang petugas Polisi.Kareen menunjukkan foto kedua malaikat kecilnya dan Polisi itu tiba-tiba menangis.Ya Tuhan apa JJ terluka?pikir Kareen,Polisi itu memberi isyarat padanya agar mengikutinya,setibanya di dalam gedung Kareen menghambur Kearah JJ yang tengah meringkuk dipangkuan seseorang.
JJ meringkuk di pangkuan seorang petugas polisi wanita waktu ia ingin mengambil JJ,Si Polisi Wanita memberi isyarat dengan jari telunjuknya yang menempel di bibir agar Kareen tidak membangunkan JJ.Oh My,tenang saja juga tahu bagaimana cara menggendong seorang anak supaya tak terbangun.Polisi wanita itu memandangnya penuh selidik.
“Kau anggota keluarga kedua anak ini?”dia bertanya ragu-ragu.
“Ya,aku Ibu mereka berdua!”Kareen
menyombongkan diri.
“Nona anda tidak menipu kami kan?”tanya seorang polisi berkacamata hitam dan berkumis tipis.
“Apa aku terlihat seperti seorang penipu dimata kalian?”Kareen mendengus.
“Maaf Nona kami hanya mau memastikannya saja.”balas polisi berkacamata hitam.
“Paman Pedro.”
JJ mengucek-ngucek kedua matanya.si polisi berkacamata hitam menghampiri JJ.Oh Pedro!Kedua mata birunya terbelalak,bibirnya mengembangkan senyum dan JJ melompat gembira pada Kareen
“Mommy Kareen!”
Kareen menunduk lalu memeluknya“Maafkan Mommy Kareen Sayang.”
“tidak mommy Kareen,JJ yang seharusnya mengucapkan maaf pada Mommy Kareen..jangan membenci JJ Mommy,JJ tidak bisa menemukan Mommy Bells.”
Kareen mendekap lebih erat dan menciumi rambut JJ,apa yang sudah ia lalukan?JJ sungguh meanggap serius perkataannya!dia sangat berdosa karena telah melukai persaan seorang anak kecil,apa dia pantas di sebut sebagai seorang ibu?belum!dia belum pantas menyandang gelar seorang ibu!ibu mana yang tega menyakiti anaknya?bahkan seekor binatangpun menyayangi anak mereka lebih dari nyawanya.
“Tidak sayang,mommy hanya marah pada diri mommy,maafkan Mommy sayang.”
.tangan JJ mengusap lembut air mata Kareen yang jatuh.
“Jangan menangis Mommy,kalau Mommy sedih JJ akan ikut sedih.”
Kareen mendengar suara Arka berteriak dari belakang.
“JJ..sayang..”Arka berlari dan langsung memeluk JJ.
“Papi Arka,JJ merindukan Papi.”
JJ mengambil satu tangan Kareen dan satu tangan Arka,JJ menyatukan tangan mereka berdua lalu menciumnya“Jangan bertengkar lagi Ya karena JJ oke.”
__ADS_1
mereka berdua bersamaan merangkul JJ,Kareen tersenyum bahagia.Tuhan JJ memang malaikat kecilnya.