
ada keheningan di antara mereka berdua,wajah Athala sedikit memucat ketika Arka memutuskan dan memohon padanya agar memberitahu Kareen kalau Star masih hidup meskipun kemungkinan hidupnya sangatlah kecil namun Kareen memiliki hak untuk tahu kalau anaknya masih ada di dunia ini,memberikan harapan palsu itu kejam tapi menutupi kenyataan yang sebenarnya bahkan lebih kejam setidaknya dengan memberitahunya akan ada setitik cahaya di hidup Kareen yang terasa gelap.
Kareen adalah ibunya,satu-satunya orang yang berhak tahu tentang apapun mengenai kondisi anaknya di mana hak mereka untuk melarangnya menemui buah hatinya?Arka melewati Athala dan berjalan ke arah inkubator,membiarkan Athala memikirkan perkataannya.Arka berdiri diam di depan inkubator,kondisi Star masih sangat lemah,dia bayi kecil sangat kecil karena terlahir dengan keadaan prematur.
“Sayang kau harus selamat..ibumu tidak mau makan atau bahkan berbicara pada papi.Star kau adalah separuh hidupnya jika kau pergi ibumu akan sangat menderita!”entah Star mendengarnya atau tidak tapi Arka sangat yakin buah hati mereka berdua akan selamat.
“Apa moree tidak mau makan apapun?”suara itu terdengar lirih bahkan pedih.
“Dia bahkan tidak mau tidur!hidupnya bagai di ambang kematian tapi dia enggan mati!apa kau ingin melihatnya?”nada Arka sedikit tinggi saat berbicara padanya namun Athala selalu meresponnya dengan wajah tenang tanpa rasa bersalah.
Dia melangkah pergi tanpa mengucap sepatah katapun atau memberi jawaban atas permintaannya, Arka mengikutinya ke mana Athala pergi.dia menuju ruangan di mana Kareen di rawat,Athala membuka pintu perlahan.mendekati Kareen dengan langkah berat,dia melihat Kareen sedang berbaring miring.
Kondisi Kareen masih sama seperti sebelumnya,dia mengabaikan orang-orang yang ada di sekitarnya seolah mereka tidak ada di hadapannya.rambut panjangnya tersebar,dia bagaikan boneka porselen yang indah namun rapuh,Arka menghampirinya dan menaruhnya di pangkuannya.
Jari-jemarinya menyisir dengan hati-hati setiap helai rambut milik Kareen,dia masih tetap diam,apapun yang Arka lakukan kareen tidak memberikan respon apapun.Athala berdiri diam,dia memandangi Kareen dengan tatapan linglung.
“Moree,apa kau tahu kalau setiap harapan akan memberikan satu kebahagian namun terkadang akan ada harapan yang mengandung kekecewaan.katakan sesuatu padaku moree.”
Kareen mencengkram kuat lengan Arka dan dia hanya terisak,menangis dalam keputusasaan.
“Amore jika ku beritahu padamu kalau bintang kecil mu masih bernapas apa kau akan bahagia?”suara Athala sepelan hembusan angin,kesedihannya tak terelakkan bahkan pria seperti Athala tidak dapat menerima wanita yang di cintai nya tergolek bagaikan mayat hidup.
Kareen mendongak dan menatap Arka,ia tahu Kareen ingin mengatakan“apa Star benar-benar hidup?”
Kareen masih membisu,dia mungkin tidak percaya dengan apa yang di sampaikan Athala padanya sementara Athala hanya menatap Kareen dengan tatapan sedih sebab Kareen tidak ingin melihat atau berbicara padanya,wajahnya di penuhi rasa frustasi.
“Aku tahu kau membenciku bahkan kau ingin aku mati!Moree aku tahu kau masih tidak mau berbicara padaku.”Athala berbalik dan berdiri di dekat jendela tapi Arka masih dapat mendengarnya berbicara.
__ADS_1
“Amore,selamanya aku takkan mampu menggapai mu,untuk ku kau bagaikan sebuah bayangan!kau sangat dekat tapi sampai dunia berhenti berputar pun,aku tidak akan pernah bisa menyentuhmu!”
“Aku sekarang mengerti bagaimana mencintai tanpa harus menyakiti,aku akan mencintai mu dalam diam meskipun itu menyakitkan!karena mencintai seseorang tanpa harus berkata dan menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya itu sulit.”Athala terus menatap keluar jendela,berbicara tanpa berpaling.
“Arka,ayo kita bawa Kareen menemui bintang kecilnya.”setelah mengatakan itu Athala berbalik pergi tapi lima menit kemudian dia kembali dan membawa kursi roda bersama James.
“Sayang kau akan melihat bintangmu”
Kareen masih tetap bungkam namun tubuhnya merespon,tangannya yang meremas lengan Arka semakin kuat.mungkin Kareen berpikir kalau segalanya bagaikan mimpi dan ketika dia bangun dia takut jatuh.
“tidak apa-apa sayang,kau akan benar-benar dapat melihat Star.aku di sini bersama mu.”Arka meyakinkannya bahwa segalanya adalah nyata!itu bukanlah sebuah mimpi.
sebelum pergi Arka meminta James membawakan sisir serta ikat rambut,ia ingin merapikan rambut Kareen sebelum Kareen menemui Star.di masa lalu Arka melarangnya memotong rambut maka dari itu ia orang yang harus bertanggung jawab mengurusnya.Athala mendorong kursi roda ke arah mereka berdua,Arka menggendong Kareen dan meletakkannya dengan hati-hati ke kursi roda.dia terlihat seperti wanita yang rapuh tanpa perlindungan.
“Dokter mengatakan kesempatan hidup Star hanya sepuluh persen jika nanti dia tidak dapat bertahan hidup,aku berharap kau tidak kecewa!”Athala memperingatkan Kareen sebelum pergi.
Kareen mengangguk pelan.Arka mengecup keningnya,Tuhan ia tidak akan meminta apapun lagi asalkan Engkau memberi Kareen dunia di mana dia bisa bahagia dan tawa di setiap Jam,menit juga detik. begitu mereka sampai Kareen tidak kuasa menahan isak tangisnya,Arka memeluknya.
“moree tidak apa-apa,aku ada di sini.”
“Arka,dia Star apa dia benar-benar Star?”Kareen bertanya sambil terisak.
“Sayang akhirnya kau mau berbicara.”
Kareen bangkit dengan terburu-buru dan itu menyebabkan dirinya terjatuh dari kursi roda,Arka segera mengambilnya dan menggendongnya
“gadis bodoh,apa yang kau lakukan?”Arka bertanya dan Kareen tidak menjawab,Arka hanya mampu mendengar isak tangisnya.
__ADS_1
“Arka,aku ingin melihatnya lebih dekat...bawa aku lebih dekat padanya.”
“Ya..”sahut Arka tapi ia tidak membiarkan Kareen turun dari gendongannya.
“Star ....lihatlah siapa yang datang.”Arka menyapanya duluan.
Kareen menempelkan tangannya di inkubator seolah dia memeluk anak itu dalam dekapannya“Star....ini mommy.”
“Arka,dia hidup.”Kareen tersenyum-senyumnya secerah matahari di pagi hari.”
“tentu saja dia hidup..karena si kecil tidak ingin melihatmu bersedih.”Kareen memeluk erat leher Arka dan hampir mencekik.
“hei...aku belum mau di jemput malaikat maut!”kata Arka sambil terkekeh.
“maaf Arka,aku terlalu bahagia.”ucapnya masih dengan isak tangis yang menyertainya.
“Arka..bayiku akan terus hidup dan tumbuh dewasa kan?”
Arka mencium bibirnya dengan lembut,merasakan cintanya mengalir ke dalam darahnya.wanita di pelukannya ini akan menjadi wanita satu-satunya dalam hidupnya hingga saat ia menua dan semua rambut hitamnya memutih selama itu ia akan menjaga dan mencintainya.
“tentu saja dia akan hidup dan tumbuh dewasa,ia juga akan melihat kita hingga kita berdua memiliki rambut putih,tak mempunyai gigi serta kulit yang berlipat seperti daun aprikot kering.”
Kareen tertawa sampai terbatuk-batuk.kata-kata yang keluar dari bibir Arka selalu mampu menenangkan hatinya,sekarang hidupnya lengkap mungkin kehidupan yang ia jalani tidaklah sempurna namun dia mempunyai Arka di hidupnya.di tengah kebahagiaannya ia ingat sesuatu.dia ingat Athala pernah datang di hidupnya sejak dulu saat mereka masih kecil.
“Berhenti bercanda suami..”tangan Kareen memukul pelan bahunya.
Dia bagai pohon tegak sedangkan aku adalah akarnya yang akan senantiasa setia menemaninya.
__ADS_1
Seseorang memperhatikan mereka berdua di kejauhan,ada senyum pahit menghiasi bibirnya sebagai seorang pria yang terus di hantui kegelapan dia hanya ingin meraih cahayanya namun cahaya itu sama sekali tak dapat ia jangkau.