Istri Sempurna Milikku

Istri Sempurna Milikku
BaB V Istri Pemula Part2


__ADS_3

“istri sarapan ku.”Arka berkata manis persis anak kecil meminta Lollipop.


Kareen mengambil sebutir telur dari dalam lemari es,kira-kira apinya besar,kecil,atau sedang?pakai minyak atau mentega?Kareen bertanya pada dirinya sendiri,dia menghidupkan kompor dengan api besar supaya telurnya cepat matang sebab orang di belakangnya sudah berdecak tak sabar,tunggu sebentar,kenapa telurnya hancur sih?terus kenapa warnanya agak kehitaman langsung saja Kareen mematikan kompor,matanya mengintip Arka ke belakang sebentar,jari-jari Arka sedang mengetuk-ngetuk meja,Kareen menumpuk telur hitam buatannya bersama mayones,saus dan mentega.


“husband sarapan mu.”


Arka menatap curiga pada roti tawar yang di sodorkan Kareen padanya,Arka memandangi istrinya.Kareen berpura-pura tidak melihatnya dengan menundukkan kepala dan meminum susu coklat hangat favoritnya.


“sayang kau tak menaruh racun di makanan ku kan?”


Kareen terbatuk,susu coklat yang sedang di minumnya mencuat keluar “uhuk,husband aku tidak akan tega membunuh seekor semut apalagi manusia!”Kareen menyahut dengan marah.


“terus kenapa ini telurnya hitam?atau ini gosong?”


Arka menyeringai memperlihatkan seringai menawan khas seorang Arkana Ramadhan sungguh Kareen akan melupakan sejenak pria yang di cintai nya ketika melihat Arka yang seperti sekarang ini,dan ya sial dia tertangkap basah memasak telur setengah gosong tapi Kareen melihat Arka memakannya.


“duh bagaimana kalau Arka marah setelah memakannya?”hatinya mulai harap-harap cemas.


“istri ini sudah enak tapi kau masih belajar harus,kemari!”Arka melambaikan tangan pada Kareen memberi instruksi agar Kareen mendekat padanya.


“husband kau mau apa lagi sih?”tanya Kareen kesal.


Arka menarik Kareen ke arah dapur “hey istri ku tersayang suami mu ini serbaguna selain bisa memuaskan mu di atas ranjang,suami mu ini juga mengajari mu memasak.”Kareen enggan merespon gaya bicara Arka yang suka melantur itu.


“sayang kau harus perhatikan baik-baik suami mu ini memasak,agar kau juga bisa menjadi seorang istri yang memanjakan suaminya.”Arka mengedipkan sebelah matanya.


Arka dengan cekatan memperagakan dirinya bak seorang koki profesional,Kareen memperhatikan dengan seksama apa yang di lakukan Arka dan satu masakan bertengger sempurna di atas piring,satu bentuk telur mata sapi berbentuk sempurna.


“Ya Tuhan dimana lagi aku menemukan pria sempurna seperti Arka?kekasih ku belum tentu mengajari ku memasak.”jentikan jari Arka menyadarkan lamunannya.


“hey sayang aku tahu kau terpesona tapi sekarang giliranmu.”ujar Arka.


“siapa yang terpesona olehmu,kau terlalu percaya diri.”balas Kareen dengan nada ketus.


“oh... coba cicipi.”Arka menyuruh Kareen mencoba masakannya.


“em...ini lezat.”puji Kareen dengan takjub memandangnya.


“istri terimakasih atas pujian mu.”

__ADS_1


Kareen mempraktekkan apa yang di contohkan Arka sebelumnya sampai menghabiskan satu lusin telur terbuang sia-sia dan hampir menyerah tapi Arka menyuruhnya supaya tidak berhenti di tengah jalan“istri jika kau sedang berusaha tuntaskan hingga mencapai kesuksesan jangan terhenti di tengah jalan kalau kau tidak mau gagal.”


Tersisa satu telur lagi,Kareen memejamkan mata lalu berdoa akhirnya ia berhasil membuat satu masakan setelah sebelumnya berkali-kali gagal“yeay...akhirnya husband.” Kareen sangat gembira sampai tak menyadari Arka mengangkat dan memutar-mutar tubuhnya di selingi tawa riang.


“sayang selamat kau berhasil..tahap selanjutnya.”lanjut Arka.


“tahap selanjutnya?”Kareen mengulang kata-kata Arka.


“mengenal nama-nama bumbu dan bahan untuk membuat minuman agar nanti rasa kopi ku tidak terasa asin seperti air laut.”


Kareen menatap kesal padanya,kegembiraannya satu detik lalu lenyap begitu saja,Arka menyuruhnya mencicipi butiran putih itu,Kareen menurut dan menulis menggunakan huruf kapital berikutnya Arka menunjukkan bumbu masakan,ia bertanya pada Kareen,apakah Kareen sudah memahaminya,Kareen meanggukkan kepalanya sebagai tanda jawaban.


“istri aku sudah mengajari mu lalu mana bayaran ku?”rengek Arka.


“kau ingin uang?”tanya Kareen.


Wajah Arka cemberut kemudian berkata pongah pada Kareen“uang?kekayaan semua itu aku sudah memilikinya.”


“lalu?”tanya Kareen lagi.


“Setidaknya beri bibir ku kecupan manis.”Pipi Kareen merona merah,ia mengalihkan Pandangannya ke arah lain.


“Husband daripada kamu berkata yang tidak-tidak lebih baik kamu ke kantor!”


Arka malah memeluk erat Kareen dari belakang“Sayang aku ini Direktur Utamanya maka aku bebas untuk berangkat Ke kantor atau tidak hari ini.”Arka menggigit telinga Kareen.


“Husband jangan mengganggu ku..aku ingin membersihkan kekacauan ini!”jari Kareen menunjuk pada peralatan masak yang kotor.


Arka menekuk wajahnya dan berjalan menuju tangga,ia berhenti sebentar menanyakan pertanyaan yang tidak bisa Kareen jawab sama sekali


“Kareen apa kau tidak akan pernah mencintaiku?apa sikap patuhmu hanya karena kau tidak ingin melukai hati ayahmu?”


Kareen terdiam mematung menatap kedua mata Arka“Lupakan saja Kareen..kamu tidak usah memikirkan Perkataan ku barusan.” Arka melanjutkan langkahnya.


Kareen menarik nafas dalam-dalam,menggerakkan kakinya yang terasa berat menaiki undakan tangga,dan melangkah perlahan memasuki kamar,dalam benaknya ia memikirkan perkataan Arka barusan.


“Kareen apa kau tidak akan pernah mencintaiku?”Hatinya di penuhi perasaan bimbang di sisi lain hatinya masih milik Athala tapi di lain pihak dia harus bersikap layaknya seorang istri untuk pria yang sekarang sudah menjadi suaminya.


Kareen memutar matanya pada diri sendiri “sadarlah Kareen!kamu harus bisa melupakan masa lalu!lupakan dia,saat ini menata hatimu untuk suami mu teramat penting meskipun kamu tidak mencintainya setidaknya kamu mau berusaha menjaga perasaannya serta menghormatinya.”Kareen meyakinkan dirinya sendiri,ketika memasuki kamar Kareen melihat Arka meringkuk di sofa.

__ADS_1


Dokumen-dokumen pentingnya berserakan di atas meja,Kareen merapikannya lalu mengambil selimut di atas Kasur untuk menyelimuti tubuhnya supaya tidak kedinginan,Arka menarik lengannya hingga Kareen menindihnya,Arka merancau tak jelas.


“Istri aku ingin kau tulus berbuat sesuatu untukku bukan karena keterpaksaan!Kareen kau tahu kenapa aku tidak menolak pernikahan ini?”


Arka tidak meneruskan kata-katanya,dia tertidur nyenyak tangannya masih menggenggam erat tangan Kareen“Arka maafkan aku di hatiku masih terpatri nama orang yang ku cintai.”


“Papi Arka...mommy Kareen apa kalian berdua di dalam?”itu suara JJ,Kareen segera keluar menyambut gembira kedatangannya“Sst JJ sayang Papi Arka sedang tidur.”


Kareen menempelkan ibu jari di bibir memberi isyarat pada JJ untuk tidak berisik,JJ menganggukkan kepalanya“Mommy Kareen Ayo kita temui adik bayi..!!”


tangan mungil JJ menariknya berjalan menulusuri lantai dua,mereka berdua melewati dua ruangan yang lumayan luas sampai JJ berhenti di sebuah ruangan bercat biru langit berpadu kan lukisan awan putih cerah“Mommy Kareen ayo masuk!”ajaknya.


seorang wanita mengenakan seragam atasan dan bawahan berwarna putih menyunggingkan senyum pada Kareen,di perkirakan usianya sudah menginjak lima puluh tahun,Kareen jadi teringat akan Bibi Suzhi,apa kabarnya sekarang?baru satu hari disini,Kareen sudah merindukan suasana rumah.


“Bibi Shanty lihat aku sekarang punya mommy namanya Mommy Kareen...”


JJ menarik tangan Kareen untuk bisa berjabat tangan dengan Bibi Shanty,mereka berdua saling berjabat tangan“Hallo Bibi Aku Kareen mohon bantuannya.”Bibi Shanty mengangguk kemudian Dia hanya terdiam.


Suasana di antara mereka berdua terasa kaku


“Nona muda Kareen,apa Tuan muda Arka tidak bersikap kasar padamu?”Pertanyaan Bibi Shanty serupa bisikan karena bibi Shanty takut Arka akan mendengarnya,Kareen melongok ke arah ranjang bayi dan memberi jeda sedikit sebelum menjawab pertanyaan bibi Shanty,bayi Kecil itu sangat menggemaskan ia sedikit mirip Jordan bedanya hanya terletak pada warna mata,bayi mungil itu memiliki warna mata hijau batu safir yang sangat indah.


“Arka tidak pernah bersikap kasar padaku bibi,mengapa bibi menanyakan hal ini padaku?”melihat ekspresi Bibi Shanty yang terlihat khawatir,Kareen penasaran apa sebelumnya pernah terjadi sesuatu.


“Bibi Shanty tolong beritahu aku mengapa bibi Menanyakan hal itu padaku?”Bibi Shanty menatap JJ,Kareen mengerti maksudnya.


“JJ sayang mommy Kareen ingin berbicara sebentar dengan bibi Shanty,kau bisa bermain bersama adik bayi dulu?”JJ anak yang cerdas dia tahu kalau Kareen membutuhkan privasi.


JJ tak menaruh curiga pada Kareen sama sekali setelah yakin tidak ada orang disekitar mereka,bibi Shanty membuka mulut untuk bicara


“Nona muda Kareen sebelumnya Tuan Jonathan Pernah menikahkan Tuan muda dengan seorang wanita dari keluarga terhormat sama seperti Nona tapi bibi tidak tahu alasan mereka berdua bertikai,di hari malam setelah pernikahan Tuan muda Arka marah besar pada wanita itu,bibi mendengar keributan besar di dalam kamarnya,pagi harinya wanita itu meminta bercerai padahal mereka berdua baru satu hari menikah tapi sudah mau berpisah sejak kejadian itu Tuan Muda Arka selalu bersikap dingin pada setiap wanita yang Tuan Jonathan perkenalkan padanya.”


Bibi Shanty terisak-isak saat menceritakan semua kejadian pahit itu pada Kareen,ia memeluk erat bibi Shanty“Noona muda Kareen,Bibi mohon nona muda Kareen jangan Pernah meninggalkan Tuan muda Arka Walaupun nanti Tuan muda berbicara kasar pada nona Kareen,bibi kasihan pada dua tuan muda kecil itu.”


“Bibi Shanty tenang saja aku akan mencoba bertahan dalam keadaan apapun.”Kareen tersenyum pada bibi Shanty.


“Bibi Shanty kalau boleh Aku tahu di mana ibu kandung Jordan dan Jason berada sekarang?”Bibi Shanty terkejut sewaktu Kareen menanyakan salah satu orang tua kandung JJ.


“Nona muda Kareen tolong...bibi Mohon Nona muda Kareen jangan pernah menanyakan ibu dari mereka dan tolong juga jangan menanyakan hal ini kepada Tuan muda Arka karena hanya akan memancing kemarahan Tuan Muda.”

__ADS_1


Kareen semakin di buat Penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada hidup Arka dan kedua malaikat kecil itu.


__ADS_2