
Kareen menunggu Arka di sofa ruang tamu,Kedua malaikat kecilnya tertidur lelap di temani Bibi Shanty.rasa ingin tahu Kareen tentang istri satu harinya mulai memuncak kan rasa penasaran di hatinya,apa salah wanita itu hingga membuat Arka murka.Kareen melihat ke arah jam dinding sudah pukul sembilan lebih,Arka belum juga pulang.mungkin terlalu banyak pekerjaan di kantor!pikir Kareen,bel pintu berbunyi nyaring nyaris saja memecahkan gendang
telinga,Kareen melompat dari tidurnya dan berlari menuju pintu,ada apa dengannya hari ini?ia sangat merindukan sosok jahil Arka.
“Husband kau..?”Kareen terkejut melihat sosok tinggi berambut pirang sebahu dengan penampilan kusut.
“Ya Tuhan Apa dia Athala?”
Hatinya membeku!dimana sosok Athala yang dia kenal dulu?rambut rapinya menghilang dan ada kumis tipis menghiasi di sudut atas bibir dan darimana Athala tahu alamat rumah barunya?
“Moree ..selamat Kau telah berhasil menghukum ku!”
Athala berkata parau,mulutnya berbau alkohol,Kareen mengernyitkan hidung ketika ia mencoba mendekat padanya.
Kesabarannya sebagai seorang pria telah habis!wanita di depannya ini sudah berhasil membuat hidupnya diliputi kebingungan,dia mencintai Kareen melebihi nyawanya sendiri hanya pada seorang Kareen dia rela mengobarkan segalanya,meninggalkan rumah,menolak warisan peninggalan ayahnya karena ibunya menginginkan semua itu demi mendapat kasih sayang ibunya ia rela hidup dari nol tapi apa yang dia dapat ketika mengunjunginya di tempat itu hanyalah cacian yang keluar sebelum ia menyapanya.
“kau anak sial!jika saja kau tidak ada tidak mungkin hidupku menderita!pergi jangan tunjukkan wajahmu lagi di hadapanku!”
Seharusnya dia sadar sejak awal kalau rasa cinta hanya akan berujung pahit baginya tapi dia tetap nekat melangkah hanya kali ini saja ia ingin Tuhan mengabulkan satu permintaannya bersanding bersama orang yang ia cintai,mengapa teramat sulit baginya menggenggam sesuatu?rasanya bagaikan menggenggam kuat serpihan kaca yang telah hancur berkeping-keping.
“Athala kau mabuk!”
Athala menarik paksa lengan Kareen saat Kareen ingin menutup pintu,Athala tersenyum dingin.
“sadarlah Athala!apa yang kau harapkan?dia benar-benar telah melupakan mu!”ada rasa sakit yang menggigit saat ia ingin menyadarkan dirinya sendiri.
“Moree apa salahku?”tanyanya penuh kebencian.
“Katakan apa salahku?mengapa kau tega mengakhiri hubungan kita?aku telah mengorbankan segalanya untukmu,katakan padaku kau masih menginginkan ku dan mencintai ku!”
Athala memegangi wajah Kareen dengan erat,sekuat tenaga Kareen berusaha menepis lengannya namun Athala tak juga bergeming,dia memaksa ingin mencium Kareen.
“Athala lepaskan aku!jangan seperti ini ku mohon!”
Athala tersenyum dingin mendengar permohonan Kareen.
“Moree kau milik ku!”
Ya benar Kareen hanya miliknya orang tak pantas mendapatkannya!Kareen meronta menolak ciuman Athala,sebuah tinju keras menghantam wajahnya hingga Athala tersungkur ke tanah,wajah dingin Arka terlukis jelas ketika memukul Athala.Arka menarik kerah baju Athala,wajahnya di penuhi amarah seolah-olah ada kabut hitam di sekitarnya.
“Bandit berani sekali kau menyentuh istriku!”Kata Arka murka.
__ADS_1
Athala menyeringai“Siapa kau berani sekali menyebut kekasih orang lain sebagai istri mu hah?”Athala tersenyum menantang.
“Dan siapa kau bandit?berani-beraninya menganggap istriku sebagai kekasih mu!”
Satu lagi tinju keras menghantam wajah Athala.
“Arka hentikan..!”
Kareen memegangi lengan Arka mencoba melerai pertikaian di antara kedua Pria itu.
“Moree...!”
Athala dan Arka mengucapkan kata itu di waktu bersamaan,mereka saling menatap tajam satu sama lain.
“Sekali lagi memanggil mesra istri ku akan ku buat kau menyesal seumur hidup!”
Arka menarik Kareen berdiri,menyeret kasar tubuhnya ke dalam rumah sebelum masuk Kareen mendengar Athala bergumam“Kareen adalah milik ku,aku akan merebut apa yang sudah menjadi Milik ku,moree akan ku buat kau meninggalkannya dan berlari ke pelukan ku!”
Arka berbalik dan ingin kembali memukuli Athala,Perkataan Athala menyulut emosinya,Kareen mencengkeram kuat lengan berototnya,dia tidak mau Arka menjadi seorang pembunuh berdarah dingin.
“Arka kumohon..lepaskan dia!”
Kareen memohon padanya ini adalah hal paling sulit yang harus ia lakukan,Kareen tidak mau melihat Athala terluka lebih parah tapi di sisi lain dia ingin menjaga perasaan suaminya,Athala bangkit berdiri kedua pria itu mempunyai persamaan,tampan,penuh pesona, angkuh,dingin,dan tak menyukai kekalahan,Keduanya saling memandang penuh kebencian.
Arka menggertakkan giginya“Berhentilah memanggil Moree pada istriku,brengsek!”
Athala mengedipkan sebelah matanya ke arah Kareen,Arka akan melangkah maju namun sekali lagi Kareen menggenggam erat lengan Arka menggunakan Kedua tangannya,Athala berbalik dan berjalan pergi,Kareen mengakat sedikit wajahnya untuk melihat kepergian
Athala,cengkramannya melonggar bersamaan dengan rasa sakitnya, yang bisa dia lakukan sekarang hanyalah menangis.menutup rapat pintu hatinya untuk Athala dan membuat Athala menjauhi dirinya.
Arka menarik kasar lengannya,membawa Kareen Ke atas dan sesampainya di kamar.Arka melempar Kareen dengan kasar di ranjang,Kareen meringis kesakitan.Arka merangkak ke atas tubuhnya.
“Moree apa dia bintang yang tak bisa kau raih?jawablah!”
Arka melempar jas serta kemeja miliknya ke lantai kemudian berguling ke samping Kareen,lengannya melingkar di pinggang Kareen.
“Husband,Athala hanya masa lalu ku sekarang.”
Kareen melihat ke dalam mata biru gelap milik Arka,tidak yakin dengan apa yang ia ucapkan kepada Arka,Arka meraih telapak tangannya dan membawanya ke bibir untuk di cium.
“Moree bintangmu hanya boleh aku seorang!”
__ADS_1
Kareen mendengar sarat akan kesedihan dalam perkataanya.
“Kebahagiaan yang selalu ku miliki bagaikan sebuah buku lapuk,rapuh, mudah terkoyak dan akhirnya tak tersentuh seseorang lalu keberadaanya tertutup oleh kehadiran yang lain!”Arka menyelimuti dirinya dan Kareen.
“Moree aku takut kau pergi meninggalkan ku dan kedua jagoan kecil ku,maafkan aku karena emosi yang tak bisa ku tahan,tanpa sadar aku telah menyakiti mu,aku hanya marah ketika mengingat perkataan pria brengsek itu!tidak sepantasnya aku melampiaskan kemarahan ku,padamu.”
“Moree izinkan aku merasakan cinta seperti selembar kertas,ringan dan bisa menyampaikan perasaan seseorang melalui goresan tinta di atasnya.”
Kareen membisu mendengar kata yang keluar dari bibir Arka.
“Husband apa terjadi pada mu dan istri mu di masa lalu?”tanya Kareen.
Arka diam seribu bahasa,kedua matanya terpejam,tangannya menangkap wajah Kareen lalu Arka sudah tertidur lelap,Kareen meraih tangannya dan saling menautkan jari-jemari mereka.
“Husband aku tidak akan meninggalkan mu maupun JJ,mulai detik ini aku akan mencoba belajar mencintai suami ku bukan karena kamu sempurna untuk sekedar di miliki oleh seseorang tapi juga sisi lembut yang kamu miliki perlahan namun pasti,kamu telah meluluhkan hatiku yang sekeras batu.”Kareen mengecup keningnya sebagai tanda selamat malam.
haruskah dia menemui Athala di tempat biasanya dan menyakinkan Athala bahwa hubungan mereka tidak bisa terjalin kembali,Athala berkata padanya sebelum pergi kalau dia akan membuat Kareen meninggalkan Arka,apa yang akan Athala lakukan untuk membuatnya pergi dari sisi Arka?Kareen mengenyahkan segala pikiran buruk itu dari otaknya dan mulai menutup kedua matanya.
Arka membuka matanya,dia terpaksa berpura-pura tertidur,Arka juga mendengar ucapan Kareen padanya.ada rasa manis di hatinya tapi juga rasa pahit di sisi lainnya,Arka mengecup kening istrinya untuk waktu yang lama“Kareen maafkan aku karena sudah memaksa mu menerima kehadiran ku.”
“Kareen aku ingin pergi ke suatu tempat jangan berpikir aneh-aneh oke,aku tidak pergi untuk mencari wanita lain,aku hanya mau menemui seseorang yang terpenting di hidup ku.”
“sampai kapanpun kau adalah wanita satu-satunya di hati ku,seribu kali kau tidak mencintai ku maka akan ku balas rasa tidak suka mu dengan sejuta kasih sayang ku."
Arka menyelimuti tubuh Kareen dan memandang wajahnya sebelum ia beranjak pergi,Arka memacu mobilnya dengan cepat,dia turun di tempat yang sering di kunjunginya ketika dirinya sedang di liputi perasaan gelisah.
Arka tahu Kareen memiliki kekasih yang bernama Athala ia tahu hal itu dari Kusuma Wijaya. untuk itu dia takut Kareen meninggalkannya,namun ia juga merasa bersalah karena sudah mengikat Kareen dalam sebuah pernikahan,suatu hari nanti Arka harus melepaskan Kareen agar Kareen dapat mengejar kebahagiaannya sendiri,Arka akan menjelaskan kepada kedua putranya mengapa ia dan Kareen harus berpisah,Arka sudah siap menanggung segala resikonya,dia rela menahan berbagai rasa penderitaan demi kebahagian wanita yang di cintainya.
Arka menangkupkan kedua tangannya seraya berdoa untuk ibunya yang sudah berada di surga setelah berdoa dia berkata di depan pusara milik ibunya.
“Bu setelah bertahun-tahun lamanya akhirnya aku bisa merasakan yang namanya jatuh cinta,ku pikir aku tidak dapat mencintai seseorang dalam hidup ini ternyata aku salah!seorang wanita bernama Kareenina telah mencuri hati ku tapi ia sepenuhnya bukan milik ku.”
“Bu kau bilang seorang wanita bagaikan permata yang berharga dalam kehidupan seorang pria maka dari itu aku akan menjaga istri ku dengan sepenuh hati dan takkan ku biarkan dia menderita.”
“Bu jika suatu saat nanti dia ingin pergi dari ku demi mengejar cintai sejatinya,aku akan melepasnya pergi dan mendoakannya agar dia selalu bahagia dalam hidupnya.”
“Bu,tolong berkati istri ku Kareenina Wijaya dengan sebuah kebahagiaan.”
“aku ingin melihatnya selalu tersenyum dan bahagia.”
Arka menyadarkan tubuh lelahnya di kursi mobil,tangannya meraba-raba dasboard mobil untuk mengambil sekotak rokok tapi saat bayangan wajah Kareen berkelebat di matanya,ia segera membuangnya.
__ADS_1
“Arka Kareen tidak menyukai pria perokok!”Arka memperingatkan dirinya sendiri.
hati kecilnya berkata kalau ia belum bisa melepas Kareen pergi,Arka akan berusaha mempertahan kan bahtera ruma tangganya bersama Kareen meskipun sakit Karena cintanya belum bersambut sebab Kareen terpaksa menerima keberadaannya.