
“Arka....”
mendengar suara Athala yang memanggil Arka dengan nada canggung mereka berdua menoleh Arka tersenyum saat melihat Athala sedangkan Kareen yang masih dalam gendongan Arka memilih untuk menguburkan dalam-dalam kepalanya ke dada Arka.
dia bahkan tidak sudi hanya untuk sekedar menatapku..dia membenciku selamanya dia akan membenciku.
Athala berusaha setenang mungkin di hadapan kedua orang itu dan tak membiarkan mereka menemukan petunjuk apapun kalau dirinya merasakan rasa sakit yang luar biasa.
“Athala apa ada sesuatu?”
Arka tahu bahwa sebenarnya Athala sedang berpura-pura tenang dulu dia juga pernah berada di posisi Athala sampai akhirnya dia melepaskan segala kepalsuan dalam dirinya ketika menikah dengan Kareen namun ia juga tidak ingin menunjukkan hal itu pada Athala kalau sebetulnya dia tahu Athala sangat terluka atas perlakuan Kareen terhadapnya.
“ada kabar gembira putra kalian Star seratus persen dapat di selamatkan.”
Kareen yang semula tak ingin melihat Athala dia sedikit mendongak pada Athala dengan mata yang berbinar-binar,sungguh luar biasa Athala hanya mengucapkan kalimat itu dan Kareen langsung mau menatapnya lagi.ini mungkin bukan pernyataan cinta tapi hati Athala sangat luar biasa lega akhirnya dia mampu melepaskan segala beban yang menyergap dirinya beberapa waktu lalu.
“Athala benarkah apa yang kau katakan?”
Athala belum menjawab pertanyaan Kareen hatinya sedang di penuhi bunga,ini memang bukanlah pertanyaan apa kamu mencintai ku?tapi Athala merasa sangat senang setelah beberapa hari Kareen mengutuknya sekarang dia bertanya padanya tanpa nada kesal ataupun benci.
“Athala.”
suara Kareen menyadarkan Athala dari keterkejutannya,Arka tak dapat menahan senyum.dia bisa melihat binar bahagia di wajah Athala.
“Ya aku jamin kabar ini benar-benar nyata.”
Athala menjawab setenang permukaan air tanpa riak dia tidak mau Kareen melihat rasa senang di wajahnya biarkan selamanya seperti ini.biarkan orang-orang meanggap nya sebagai penjahat dan berpura-pura tidak mengetahui apa-apa di sekelilingnya itu lebih bagus.
Kareen lalu memandang Arka dan tersenyum bahagia padanya“Husband dia benar-benar akan hidup dan melihat kita menjadi tua.”
“gadis bodoh tentu saja dia hidup.”
“dia anak yang kuat seperti ibunya.”
Arka mengecup puncak kepala Kareen dan membawanya keluar ruangan sebelum pergi Arka mengucapkan sesuatu pada Star.
“Star harus tumbuh besar dan sehat oke.”
__ADS_1
“Star mommy mencintaimu jadi jangan dulu meninggalkan mommy.”
ketiganya meninggalkan ruangan,Arka mengantarkan Kareen ke kamar tapi bukan kamar di mana Kareen di rawat sebelumnya bukan juga kamar di lantai atas yang mereka tempati sebelumnya melainkan kamar lain yang telah di siapkan Athala untuk mereka berdua,Athala tidak ingin mengambil resiko dia tidak mau kejadian yang menimpa Kareen terjadi untuk yang kedua kalinya.
“Kak J apa adik bayi kita hidup?”Jason bertanya dengan wajah polosnya.
“adik kita sudah hidup sejak dia di dalam perut mommy Kareen jason.”JJ mencubit pelan hidung adiknya.
“Kak J sakit.”
JJ memeluk adiknya dan mengecup puncak kepala adiknya“Kak J minta maaf oke.”
“Kak J kita tidak akan pernah meninggalkan mommy Kareen kan?”
“kenapa tiba-tiba Jason bicara seperti itu?”JJ bertanya dengan bingung.
“karena mommy Kareen tidak pernah meninggalkan kita kalau suatu hari papi Johanes membawa kita pergi dari sisi mommy Kareen siapa yang akan Kak J pilih?”
Athala mendengar percakapan kedua kakak- beradik itu dan entah mengapa dia mendadak ingin ikut bergabung bersama mereka,Athala duduk di seberang mereka berdua melihat kehadiran Athala kedua kakak-beradik itu segera beranjak dari tempatnya dan menghambur ke arah Athala.JJ duduk di sisi kanan Athala sedangkan Jason duduk di sisi kirinya.
“Siapa papi Johanes?”tanyanya berpura-pura tidak tahu.
seberapa sering Athala mendengar ungkapan terimakasih dari mulut orang-orang?sudah pasti ribuan bahkan jutaan hanya kali ini dia dapat mendengar kalimat itu dengan tulus bahkan kata-kata itu keluar dari seorang anak kecil.
“terimakasih untuk?”Athala masih bingung kenapa tiba-tiba Jason mengucapkan terimakasih.
“Karena paman thala telah menyelamatkan adik bayi.”
“Paman tidak menyelamatkan adikmu itu semua berkat kegigihan ayah dan ibu kalian.”
“tidak...tidak..jika bukan karena paman adik bayi tidak akan selamat.”
mendengar ucapan tulus dari seorang anak kecil membuat hatinya merasa hangat serta damai,Arka kamu sungguh beruntung karena memiliki mereka berdua dan juga Kareen di sisimu.suatu hari mungkinkah dirinya dapat menemukan kebahagiaan yang sama terlepas dari segala perbuatan yang dia lakukan di masa lalu,penjahat juga layak mendapat kesempatan kedua bukan.
“lalu siapa papi Johanes?”Athala bertanya kembali pada Jason.
“Kak J dan papi Arka bilang papi Johanes adalah papi Kandung kami.”
__ADS_1
“tapi aku belum pernah bertemu dengannya dan Kak J hanya menunjukkan fotonya saja.”
“apa Jason merindukan papi Johanes?”
Jason merangkul leher Athala dan bersandar di dada kokohnya,James memperhatikannya dari kejauhan melihat pemandangan yang ada di depannya dia merasa Athala lebih seperti seorang ayah yang menyayangi kedua putranya.
“Jason sangat rindu papi Johanes tapi Kak J bilang papi Johanes sedang berada di luar negeri.”
“lalu apa JJ juga merindukan papi Johanes?”Athala bertanya pada JJ yang dari tadi hanya diam.
“um..um.”
JJ hanya menjawab singkat dia masih memikirkan perkataan Jason barusan jika Papi membawa kita pergi siapa yang akan Kak J pilih?JJ tidak tahu harus memilih siapa dia hanya anak-anak yang masih perlu kasih sayang.Arka mengatakan padanya kalau ayahnya tidak tahu kapan akan kembali.
“JJ...”
“Paman Athala kalau paman di suruh memilih dua permen yang sangat paman sukai apa paman akan memilih salah satunya dan mengabaikan yang lainnya?”tanya JJ yang masih bersandar di lengan Athala.
Athala tahu maksud perkataan JJ mengarah kemana ini berhubungan dengan pertanyaan yang Jason lontarkan barusan.
“biarkan paman berpikir sejenak.”
ketiganya terdiam sementara itu di dalam kamar Arka masih asyik bercakap-cakap bersama Kareen,suasana hati mereka membaik sejak mendengar kabar mengenai perkembangan Star.
“bagaimana kalau kita mempunyai seorang putri?”usul Arka,dia menyeringai jahil ke arah Kareen.
“jangan bicara omong kosong,Star belum dewasa dan kau sudah berpikiran yang aneh-aneh.”Kareen mencubit pinggang Arka.
“aneh?”
“ini namanya perencanaan.”
“Moree kita sudah mempunyai tiga putra..suatu hari kita dapat menambahkan satu putri bagaimana?”Arka menyeringai.
“husband kau tidak pernah berubah masih sama seperti dulu.”
dering ponsel menghentikan percakapan mereka,Arka menjawabnya dan dia sedikit terkejut saat melihat nomor yang tertera di layar.
__ADS_1
“Halo..”
“Arka..ini aku.”