
ini aneh Kareen bermimpi tentang ayahnya yang sedang dipegangi dua orang berjubah hitam,mimpi-mimpinya sangat jelas!dua orang berjubah hitam itu melepaskan ayahnya kemudian ia melihat ayahnya berjalan ke arahnya sambil menggendong seorang bocah laki-laki mungil,anak kecil itu mempunyai fitur wajah unik.wajahnya perpaduan antara wajahnya dan Arka,kedua matanya memiliki warna campuran hijau dan biru gelap,rambutnya hitam keemasan.bibir ayahnya mengukir senyum sewaktu menyerahkan anak itu kepadanya,dia lalu berbalik tanpa mengucapkan sepatah katapun dan menghilang dibalik kabut putih tebal,Kareen memanggil-manggilnya namun ayahnya tak mau menyahut.
“Ayah..!”
Tak lama kemudian Kareen terbangun dalam keadaan syok,mimpinya begitu nyata begitu hidup,ia terkesiap dengan suara keras,kebingungan dalam kamar yang gelap!baru sedetik yang lalu rasanya ia berada dalam kamar yang terang benderang.
“Moree..”
Arka berbisik,kedua lengannya memeluk Kareen erat-erat,mengguncangnya dengan lembut“Moree,kau tidak apa-apa?”
“Oh..”
Kareen terkesiap ternyata hanya mimpi tidak nyata!yang mengherankan air matanya meleleh begitu saja dari matanya,mengalir deras diwajahnya.
“Moree!” seru Arka-suaranya sekarang lebih keras,nadanya cemas.
“ ada apa?”
Arka menyeka air mata dari pipi Kareen dengan jari-jarinya yang indah dan ia panik karena air mata milik Kareen terus saja mengalir.
“Husband,aku bermimpi ayah meninggalkanku.”
Kareen tak mampu meredam Isak kan tangis yang memecah suaranya,air mata tak kunjung berhenti itu terasa mengganggu!tapi ia tak bisa mengendalikan perasaan sedih yang menyerangnya,ia tidak ingin mimpi itu menjadi kenyataan!
“Moree itu hanya mimpi!ayahmu sedang
berjuang agar pulih,tenanglah!aku di sini.”
Arka mencium lembut sudut matanya.
“Husband,aku juga bermimpi kita melakukannya.”
__ADS_1
“Melakukan apa?”
nadanya berubah dingin!lengan Kareen mencengkram kuat kemeja putih tipis yang melekat di tubuh Arka.
“Husband kau tahu kemana arah pembicaraan ini akan berujung!”
Kareen melingkarkan kedua tangannya dileher Arka dan mencium bibirnya,itu sama sekali bukan ciuman gairah melainkan kebutuhan akut seorang istri terhadap suaminya,Arka langsung merespon,tapi responnya dengan cepat berubah menjadi sebuah penolakan!Ia menolak Kareen selembut mungkin,mencengkram bahunya dan mendorong tubuh Kareen. menjauhinya.
“Moree tidak,ini tidak benar!”
Arka bersikeras,menatap Kareen seolah-olah ia sudah tidak waras!kedua lengan Kareen terkulai,dan air mata itu kembali mengalir diwajahnya.Well Arka benar,ia pasti sudah kehilangan akal!Arka memandanginya dengan tatapan bingung sekaligus sedih.
“Maaf husband,aku tidak akan memaksamu lagi!”gumamnya.
“Moree,aku tidak bisa melakukannya!”
Arka menariknya kembali kedalam pelukannya.
“Kumohon!Husband kumohon padamu!”pintanya.
Entah apakah hatinya luluh karena tangis yang menggetarkan suara Kareen,atau apakah kata-kata Kareen membuat ia mulai mengibarkan bendera putih padanya?atau ia mungkin tidak siap menghadapi serangan Kareen yang tiba-tiba!Kareen tahu Arka juga menginginkannya,Arka menarik kembali bibir Kareen ke bibirnya menyerah sambil mengerang.
Ini tidak benar!tapi Arka tidak peduli lagi!dia tidak tahu Kareen karena kasihan atau cinta!dia sudah tidak memikirkannya malam ini Kareen ingin dirinya menjadikannya ia istri dalam arti sebenarnya meskipun Arka tidak yakin Kareen melakukannya secara suka-rela atau tidak!malam ini Kareen bagaikan mawar panas yang bergairah yang bertabur di atas tubuhnya,harum lembut,wangi dan menggoda.Ini mimpi terindah yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya,gelombang panas memenuhi keduanya semalam suntuk.
Arka merapikan rambut Kareen,mencium kening istrinya dengan pelan agar tak membangunkan tidurnya“Kareen maafkan aku yang egois ini!aku sudah memaksa mu melakukan hal-hal yang tak kau sukai,terimakasih karena telah hadir dan mengisi hari-hari sepi ku,tetaplah bahagia walaupun tanpa ada aku di sisimu.”
Arka telah membuat keputusan ini baik-baik dia akan memberikan seluruh harta yang ia miliki untuk Kareen supaya istrinya tidak kekurangan suatu apapun saat ia pergi nanti dia hanya mengambil cincin yang pernah ia berikan pada Kareen di hari pernikahannya,ia ingin menyimpan satu-satunya kenangannya yang akan selalu mengingatkannya pada Kareen.
“Kareen selamat tinggal!semoga kau selalu memiliki kebahagiaan dalam hidup.”Arka mencium bibirnya sebelum beranjak pergi.
Kareen diam tak bergerak waktu terbangun pada pagi hari dan menjaga agar desah nafasnya teratur,ia tak berani membuka mata.ia berguling kesamping kiri,menatap malu pada seprai kusut dan bantal yang sedikit berantakan tapi ia tak melihat sosok pria seksinya pagi ini.Ia mengira Arka sedang bersiap pergi ke kantor,sebaiknya ia turun dan menyiapkan sarapan.Kareen mengernyit pada lembaran kertas yang ada di atas meja dan itu adalah proposal perceraian mereka berdua,ia mengambilnya dan berlari tergesagesa menuruni tangga,bibi Shanty sedang sibuk menyiapkan sarapan JJ,Arka tak terlihat dimana pun.
__ADS_1
“Bibi di mana Arka?”
“Tuan muda Arka baru saja keluar Nona,
mungkin masih ada di depan.”
tanpa menyahuti sapaan JJ ia langsung berlari ke depan,beruntungnya Arka belum pergi,dia baru saja mau mencapai pintu mobil.
“Husband bukankah aku sudah mengatakannya padamu bahwa aku tidak menginginkan perceraian ini!”
“Moree...!”
“Bersumpah Lah kau tidak akan menceraikan ku!berjanjilah atas nama ayahku kau tidak berniat untuk meninggalkanku!”
Kareen mencengkram lengannya agar Arka tidak pergi sebelum menjawab pertanyaannya!
“Moo...”
Bibi Shanty datang tergesagesa dan menyela percakapan mereka berdua.
“Nona muda Kareen,bibi Suzhi menyuruh saya memberitahu Nona kalau Kondisi ayah Nona sedang dalam keadaan kritis!”
Nafas Kareen seakan terhenti,Tuhan sengaja menguji kesabarannya!suami yang tiba-tiba ingin pergi meninggalkannya saat ia mampu menerima segalanya dengan ikhlas dan sekarang ayahnya mendadak kritis!dia memang terlalu terhanyut dalam gumpalan rasa manis hingga lupa rasa pahitnya yang tak terasa!
“Moree....segalanya akan baik-baik saja.”
Arka memegang bahunya begitu erat,bagaimana bisa ia meninggalkan Kareen dalam keadaan seperti ini?dia tidak kuat jika harus menyaksikan permata berharganya hancur perlahan-lahan,ini bukan waktu yang tepat baginya meninggalkan Kareen.
"Yah semua akan membaik,bibi Suzhi bilang keajaiban itu ada!”
Kareen bergumam tak jelas di dekat Arka,Arka harus menyeret Kareen yang melangkah dengan perasaan yang terasa berat,Kareen menatap kosong pada jalan raya,dibenaknya saat ini hanya ada ayahnya.
__ADS_1
Tuhan seseorang pernah bilang keajaiban-Mu adalah hal paling mutlak di Dunia.Dan Aku memohon Kepada-Mu dengan sungguh-sungguh agar Engkau memberi kehidupan yang sedikit lebih lama lagi bagi ayahku.
Kareen berdoa sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Ertains.berharap bahwa keajaiban itu memang benar adanya!mereka berdua berlari masuk dengan nafas terengahengah,ke gedung bernuansa putih bertuliskan Rumah sakit Ertains,Kareen beruntung ayahnya di pindahkan ke rumah sakit yang di kelola dibawah kepemimpinan Arka karena rumah sakit itu jaraknya lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.