Istri Tangguh Milik Tuan Arogan

Istri Tangguh Milik Tuan Arogan
Bidadari


__ADS_3

Morgan menatap wajah wanita yang baru saja masuk ke dalam ruangannya dengan mata yang berbinar. Dia bahkan membuka mulutnya lebar-lebar merasa tidak menyangka akan bertemu kembali dengan wanita yang sempat dia lihat di perjalanan saat dirinya hendak berangkat ke kantor.


Jiwa petualangannya seolah meronta-ronta, sifat mata keranjangnya semakin menjadi-jadi seketika seperti mendapatkan mangsa baru. Namun, entah mengapa terasa berbeda, wanita ini benar-benar memiliki kecantikan yang luar biasa.


"Wanita ini? Dia adalah bidadari surga yang tadi saya lihat di jalan. Ya Tuhan, apakah dia jodoh yang engkau kirimkan untuk hambamu yang tampan ini," gumam Morgan membuat wanita tersebut merasa heran tentu saja.


"Selamat pagi, Pak bos. Saya--"


"Kamu saya terima bekerja di sini sekarang juga? Kamu bahkan bisa langsung bekerja sekarang juga, siapa nama kamu?" sela Morgan membuat wanita berpakaian sopan tapi elegan itu pun semakin merasa heran.


"Maaf, Pak. Anda belum menginterview saya lho? Mana mungkin saya langsung diterima bekerja begitu saja?" tanyanya kemudian.


'Pakaianan wanita itu sopan dan tertutup, tapi entah mengapa masih saja terlihat se*si di mata saya. Saya penasaran seperti apa dalamnya? Pasti sesuatu yang tersembunyi di dalam situ sangat indah,' (batin Morgan).


"Pak?" tegur sang wanita merasa tidak nyaman tubuhnya di tatapan sedemikan rupa oleh calon bosnya.


"Hah? Eu ... Iya cantik? Siapa nama kamu?"


"Nama saya Iva Sherli Jovanka, Pak. Panggil saja Sherli."


"Sherli ya? Hmm ... Nama kamu cantik, secantik wajah kamu. Kamu seperti bidadari yang turun dari khayangan."


"Hah? Eu ... Maaf pak, kalau saya diterima bekerja di sini begitu saja, lebih baik saya mengundurkan diri sekarang juga."


"Hah? Kenapa? Jangan dong, banyak yang ingin bekerja di sini sebagai sekretaris saya. Ko kamu malah mengundurkan diri begitu saja?" Morgan terlihat kecewa tentunya.


"Bagaimana bisa Anda menerima saya padahal anda sama sekali belum interview saya? Apakah anda hanya menilai kemampuan seseorang dari kecantikannya saja? Saya memang harus melewati seleksi yang ketat untuk sampai di sini, tapi jika hasilnya di terima begitu saja tanpa bertanya apapun, saya rasa itu bukanlah hal yang sportif."


Morgan seketika tercengang. Apa yang baru saja diucapkan oleh wanita bernama Sherli ini benar-benar menunjukkan bahwa dia adalah wanita yang berbeda. Ya ... Memang tidak dapat dipungkiri bahwa apa yang baru saja diucapkan olehnya benar adanya. Dirinya memang menilai wanita ini hanya dari kecantikannya saja.


'Astaga Sherli, kamu benar-benar menggemaskan. Saya suka wanita seperti kamu, sayang,' (batin Morgan).


"Pak? Lagi-lagi bapak bengong," decak Sherli, lagi-lagi merasa tidak suka juga tidak nyaman dengan tatapan mata Morgan.

__ADS_1


'Sepertinya laki-laki ini mata keranjang? Dasar gak sopan. Pengen ta colok matanya itu,' (batin Sherli).


"Hah? Baiklah, saya akan interview kamu, cantik. Silahkan duduk di samping saya," pinta Morgan dengan tatapan mata genitnya.


Bukannya mengikuti apa yang diperintahkan oleh Morgan, Sherli kini duduk di kursi yang berbeda, cara duduknya pun entah mengapa terlihat anggun di mata Morgan tentu saja. Laki-laki itu tidak berhenti menyunggingkan senyuman.


"Sekarang perkenalkan diri kamu secara resmi. Kehidupan sehari-hari kamu seperti apa, pokoknya jangan sampai ada yang terlewatkan. Satu lagi alamat kamu juga katakan dengan jelas sejelas-jelasnya." Pinta Morgan kemudian.


''Perkenalkan pak Bos. Nama saya Iva Sherli Jovanka, usia saya 32 tahun. Status saya sudah menikah.''


Morgan seketika merasa terhenyak? Sudah menikah? Itu artinya dia sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk mendekati Sherli, karena pantang baginya untuk menggangu wanita milik orang lain. Lemas, kedua kakinya seketika merasa lemas tentu saja. Bidadarinya ternyata sudah ada yang memiliki.


"Kamu sudah menikah, Sherli?" tanya Morgan hanya ingin memastikan bahwa apa yang dia dengar tidaklah salah.


"Iya Pak bos. Tapi, saya sedang dalam proses perceraian. Itu sebabnya saya mencari pekerjaan sendiri. Saya juga punya seorang putra berusia 7 tahun.''


Kedua mata Morgan seketika kembali berbinar. Dalam proses perceraian? Itu artinya, dirinya masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan bidadari cantik ini. Ya meskipun dia sebenarnya tidak suka dengan sesuatu yang statusnya adalah bekas orang lain. Namun, wanita ini adalah pengecualian baginya.


"Sudah sampai mana proses perceraian kamu dengan mantan suami kamu itu?"


'Hah? Pertanyaan macam apa ini?' (batin Sherli).


"Maaf Pak bos. Bisakah anda tidak menanyakan sesuatu yang pribadi seperti ini? Bukankah pertanyaan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan pekerjaan?''


"Kata siapa? Tentu saja ada. Jika kamu masih dalam proses perceraian, itu berarti kamu tidak akan fokus dalam bekerja? Belum lagi, kamu harus bolak-balik ke kantor pangadilan. Tentu saja itu akan menyita banyak waktu kamu nantinya. Saya tahu betul tiap tahapan dalam proses perceraian itu seperti apa, karena saya juga seorang duda, saya bercerai dengan istri saya 2 tahun yang lalu,'' jawab Morgan yang sebenarnya hanya sebuah alasan yang klise.


'Saya gak nanya, Pak bos. Hadeuh, pasti bos bercerai karena sikap bos yang mata keranjang ini, jelas sekali terlihat dari mata laki-laki ini bahwa dia adalah laki-laki jelalatan,' (batin Sheli).


"Oh begitu, saya baru saja mengajukan gugatan cerai ke pengadilan Pak bos. Mungkin saya akan izin suatu saat nanti jika sidang perceraiannya sudah mulai di adakan,'' jawab Sheli merasa risih dengan pertanyaan yang sebenarnya tidak penting itu.


"Jadi begitu? Berapa lama kalian menikah?"


"Hah?"

__ADS_1


"Hahahaha! Untuk pertanyaan yang satu itu tidak usah di jawab. Kamu saya terima bekerja di sini, sebelum kamu mulai bekerja saya akan memberitahukan tugas-tugas kamu terlebih-lebih dahulu. Tugas kamu adalah mendampingi saya."


"Hah? Maksud pak bos?"


"Kamu 'kan sekertaris saya, selain mengerjakan pekerjaan sebagai sekretaris, tentu saja kamu juga bertugas mendampingi saya. Kamu juga harus melayani saya jika saya membutuhkan sesuatu."


"Maaf?"


"Jangan salah paham dulu, Sherli. Maksudnya melayani itu adalah, jika saya sedang membutuhkan berkas tentang pekerjaan. Jika saya kegerahan dan membutuhkan untuk di kipasin, kamu pun harus siapa melakukannya.''


"Tapi bos. Ruangan ini ber-AC mana mungkin Pak bos bisa kegerahan?"


"O iya saya lupa. Pokoknya, kamu adalah sekertaris saya. Jadi mulai hari ini waktu kamu adalah milik saya, oke?"


'Dasar laki-laki gila. Mata keranjang,' (batin Sherli).


"Ba-baik bos. Eu ... Apa saya bisa mulai bekerja sekarang? Saya mau mempelajari pekerjaan apa saja yang harus saya kerjakan. Saya izin permisi?" tanya Sheli kemudian.


"O tentu saja. Silahkan kamu bekerja mulai hari ini. Kalau saya membutuhkan kamu, saya akan menelepon kamu nantinya."


"Baik Pak bos."


Wanita itu pun berdiri dan membungkuk hormat sebelum dia benar-benar keluar dari dalam ruangan.


'Ya Tuhan, terima kasih karena engkau telah mengirimkan bidadari ini sebagai jodohku. Tak masalah meskipun dia bekas orang sekalipun,' (batin Morgan).


BERSAMBUNG


...****************...


PROMOSI NOVEL


__ADS_1


__ADS_2