Istri Tangguh Milik Tuan Arogan

Istri Tangguh Milik Tuan Arogan
Bercerai


__ADS_3

Megan Queeni benar-benar sedang berada di sebuah apartemen bersama seorang laki-laki muda. Laki-laki tersebut sepertinya masih berusia akhir 20-han. Sementara Megan sendiri sudah berada di usia pertengahan 30-han. Luar biasa bukan?


Karena Megan adalah wanita yang pandai merawat diri, dia juga memiliki kecantikan yang luar biasa. Tentu saja tidak sulit baginya untuk menggaet laki-laki muda juga masih segar menurutnya. Bagi Megan, kesenangan adalah prioritas utamanya saat ini.


Dia bahkan tidak segan untuk menjamin kehidupan kekasih brondongnya itu. Apartemen yang saat ini di huni oleh sang brondong pun sebenarnya adalah apartemen yang dia beli sendiri tanpa sepengatahuan suaminya.


"Kamu benar-benar luar biasa, Canon," ucap Megan duduk bersilang kaki, dengan tubuh yang hanya di balut dengan kimono handuk berwarna putih.


"Tentu saja. Tapi sayang, apa aku akan terus-menerus menjadi selingkuhanmu? Kapan kamu akan menceraikan suamimu si Morgan itu?'' jawab laki-laki bernama Canon, masih dalam keadaan berbaring di atas ranjang.


"Eit, aku sudah pernah bilang sama kamu, jangan pernah menuntut lebih sama hubungan kita. Aku tidak akan pernah menceraikan suamiku sampai kapan pun. Aku hanya mencari kesenangan di sini. Apa kamu mau aku mencabut semua pasilitas yang selama ini aku berikan? Aku tendang juga kamu dari apartemen ini nantinya, mau?" tegas Megan penuh penekanan.


"Hahahaha! Aku cuma bercanda, sayang. Gitu aja ko marah sih? Kamu tenang aja, aku akan selalu ada di sini untuk memberikan kamu kesenangan dan kepuasan. Hmm ... Bagaimana kalau kita melakukannya satu kali lagi?''


"Ish ... Dasar laki-laki tidak tahu diri, udah di kasih satu kali malah minta nambah lagi. Tapi, okelah sebelum kita berpisah. Puaskan aku satu kali lagi," jawab Megan tersenyum menyeringai, dia pun bangkit lalu berjalan ke arah ranjang.


Wanita itu menarik tali kimono yang masih melingkar di pinggangnya hingga bagian depan kimono tersebut benar-benar terbuka, dan bagian dalam yang semula tersembunyi pun seketika terekspos sempurna tentu saja.


Ting ... Tong ...


Suara bel yang terdengar nyaring tentu saja membuat Megan merasa kesal. Dia yang hendak naik ke atas ranjang pun seketika menghentikan gerakannya lalu mendengus kesal.


"Siapa yang datang? Bukankah apartemen ini hanya kita yang tahu?" tanya Megan memutar bola mata kesal.


"Memang iya, aku sama sekali tidak memberikan alamat apartemen ini kepada siapapun. Apa mungkin itu petugas apartemen yang datang?" jawab Canon seketika bangkit dan berdiri lalu turun dari atas ranjang, dia pun mengenakan kimono handuk yang sama persis seperti yang saat ini dikenakan oleh Megan Queeni.

__ADS_1


"Heuh, ngeganggu aja si. Menyebalkan!" Decak Megan merasa kesal tentu saja.


Ceklek!


Pintu apartemen pun di buka lebar. Dua orang laki-laki berdiri tepat di depan pintu kini. Ya ... Dia adalah Morgan dan Bram asistennya.


Bruk!


Morgan seketika melayangkan kakinya hingga mendarat sempurna tepat di dada laki-laki itu, sontak tubuh Canon pun seketika terjungkal dan terhempas di atas lantai. Tidak hanya itu saja, Morgan yang memang sedang dalam keadaan emosi pun kembali menghampiri Canon dan menghantam wajahnya secara berkali-kali hingga darah segar pun mengalir dari beberapa bagian wajah pemuda itu kini.


"MAS MORGAN!" Megan yang menyaksikan hal itu seketika berteriak histeris, tapi laki-laki itu sama sekali tidak menggubris teriakan istrinya.


Setelah puas menghantam tiada henti pemuda itu hingga wajahnya benar-benar babak belur, Morgan meraih tubuh Canon lalu menghempaskannya ke hadapan sang istri hingga tubuh Canon benar-benar tergeletak tepat di depan Megan kini.


"Tunggu surat cerai dari saya, sekarang juga kita bercerai!" Morgan balas berteriak, bola matanya nampak memerah menatap wajah sang istri dengan tatapan tajam.


"Kenapa kamu seperti ini? Bukankah kamu juga berkali-kali selingkuh dan aku selalu memaafkan kamu, Mas Morgan?"


"Memaafkan? Hahahaha! Apa maaf kamu itu tulus? Kamu bahkan selalu memperlakukan saya seenaknya. Kamu menjadikan kesalahan saya sebagai alasan agar kamu bisa menindas saya dan memperlakukan saya seperti budak!''


"Ya itu karena kamu memang salah. Karena kamu putra kita meninggal. Itu sebabnya aku mencari kesenangan lain di luar!''


"Iya, saya memang salah. Saya akui kalau kesalahan yang telah saya perbuat itu tidak termaafkan. Seharusnya kamu tidak pernah memaafkan saya, Megan Queeni. Saya telah menghabiskan waktu selama lebih dari 10 tahun untuk menahan rasa gatal saya kepada seorang wanita. Saya bahkan diperlakukan seperti keset, saya ikhlas. Tapi sudah cukup saya melakukannya. Saya akan menceraikan kamu secepatnya,'' tegas Morgan penuh penekanan membuat Megan merasa tertegun tentu saja.


Ini adalah kali pertamanya Morgan sang suami membentak dirinya. Ini adalah pertama kalinya Morgan yang biasanya penurut dan tidak pernah banyak menuntut berbicara tegas penuh penekanan, dan ini adalah pertama kalinya sejak 10 tahun lamanya dia melihat kedua mata suaminya memerah bahkan berapi-api.

__ADS_1


Morgan pun hendak pergi dengan hati dan perasaan hancur. Namun, dia tiba-tiba saja kembali menghentikan langkah kakinya dan menoleh juga menatap wajah Megan kemudian.


"O iya, saya sampai lupa. Cepat angkat kaki dari rumah saya, rumah itu murni saya beli dengan uang saya sendiri dan rumah itu juga saya beli dari sebelum kita menikah,'' ucapnya kemudian.


Grep!


Megan tiba-tiba saja memeluk tubuh suaminya erat.


"Aku mohon maafkan aku kali ini saja, sayang. Bukankah aku selalu memaafkan kamu setiap kamu berselingkuh? Masa hanya karena satu kali aku melakukan kesalahan yang sama seperti kamu, kamu langsung menceraikan aku begitu saja? Aku mohon maafkan aku sekali ini saja hiks hiks hiks!'' tangis Megan seketika pecah, memohon penuh harap tidak ingin diceraikan.


Perlahan, Morgan melepaskan lingkaran tangan istrinya. Dia pun menatap wajah Megan tajam penuh dengan kebencian. Laki-laki itu mencengkram kedua bahu Megan erat.


"Saya tidak ingin melihat wajah kamu lagi, Megan Queeni. Jadi, jangan pernah kembali ke rumah, tinggallah di sini. Bukankah apartemen ini kamu beli sendiri tanpa sepengetahuan saya? Sekarang kamu bebas melakukan apapun yang kamu mau,'' tegasnya lalu melepaskan cengkraman tangannya kasar, dan pergi begitu saja keluar dari dalam apartemen tersebut dengan hati dan perasaan terluka.


"Tunggu Morgan Maxime!''


Morgan sontak menghentikan langkah kakinya.


"Aku pastikan kamu akan menyesal karena telah bersikap seperti ini kepadaku. Aku yakin bahwa tidak lama lagi kamu akan memohon dan mengemis cinta kepadaku seperti yang selalu kamu lakukan selama ini!" teriak Megan, tapi tentu saja hanya di tanggapi dengan senyuman sinis oleh laki-laki itu dan melanjutkan langkah kakinya kemudian.


'Menyesal? Tak akan, saya tidak akan pernah menyesal. Saya justru senang karena akhirnya saya bebas, saya juga bebas mengencani wanita manapun mulai sekarang, hahahaha ...' (batin Morgan).


BERSAMBUNG


...****************...

__ADS_1


__ADS_2