Istri Tangguh Milik Tuan Arogan

Istri Tangguh Milik Tuan Arogan
Nahkoda


__ADS_3

Sherli menatap wajah Morgan dengan tatapan mata sayu. Bola matanya nampak memerah, buliran air mata pun memenuhi pelupuknya kini. Bagaimana tidak, wajah Laki-laki itu terlihat serius. Morgan yang biasanya selalu memasang wajah cengengesan, kini nampak hanya tersenyum kecil terlihat bersungguh-sungguh.


"Mas serius dengan semua yang Mas katakan ini? Mas janji gak akan jelalatan sama wanita lagi? Mas janji gak akan berpetualang dengan wanita-wanita di luaran sana? Mas janji akan setia setelah kita menikah nanti?" Sherli menghujani bebagai pertanyaan yang membuat Morgan seketika tertawa nyaring seperti biasanya.


"Hahahaha! Tentu saja, sayang. Mana mungkin mata saya masih jelalatan ketika saya punya istri yang sangat cantik seperti kamu? Mana mungkin saya masih berpetualang ke banyak wanita di saat saya sudah menemukan wanita yang saya cari? Saya janji semua kekhawatiran kamu itu tidak akan pernah terjadi. Saya akan menjadi suami yang setia sama satu istri saja, saya janji sher," jawab Morgan lagi-lagi terdengar meyakinkan.


Apa yang dia ucapkan memang bersungguh-sungguh dan bertekad akan berubah mulai sekarang. Terbukti, Morgan tidak pernah membeli kepuasan dari wanita seperti yang selalu dia lakukan selama ini. Semenjak dirinya mengenal wanita bernama Sherli, Morgan hanya fokus dalam mengejar cinta wanita itu, sampai-sampai dia melupakan hobinya selama ini.


Grep!


Sherli seketika memeluk tubuh Morgan. Dia pun menyandarkan kepalanya di dada bidang laki-laki itu dan merasakan betapa nyamannya berada di dalam dekapan hangat seorang Morgan. Tentu saja, laki-laki itu segera membalas pelukan Sherli dan mengecup pucuk kepalanya lembut dan penuh kasih sayang.


"Iya, Mas. Aku mau menikah sama kamu. Tunggu masa idah aku selesai dulu, baru kita benar-benar menikah," lirih Sherli kemudian.


"Saya cinta sama kamu, Sherli."


"Aku juga cinta sama Mas Morgan."


Deburan ombak menjadi saksi bisu akan ketulusan cinta mereka berdua. Semilir angin pantai mengiringi kebahagiaan yang saat ini sedang keduanya rasakan. Sinar matahari terasa begitu hangat, sehangat jiwa mereka yang merasa telah menemukan pelabuhan terkahir di hati masing-masing.


Ibarat sebuah kapal, Morgan seperti telah siap menjadi nahkoda yang akan membawa wanita bernama Sherli berlayar mengarungi samudera lepas. Sedangkan Sherli yang selama ini hidup sendiri dan terombang-ambing tanpa seorang yang membimbing, telah siap di bawa kemanapun sang nahkoda membawanya pergi.


Tidak peduli meskipun kerasnya gelombang yang akan menghadang perjalanan cinta mereka di depan. Karena sejatinya, rumah tangga itu seperti kita melihat lautan lepas dari kejauhan. Terlihat indah di pandang, tapi penuh dengan gelombang di dalamnya. Persis seperti itu perjalanan panjang yang akan mereka lewati ke depannya.


Perlahan, keduanya pun mulai mengurai pelukan. Satu kec*pan pun mendarat di kening Sherli kini. Wanita itu pun nampak memejamkan kedua matanya, merasakan betapa tenangnya saat bibir kenyal Morgan lembut menyentuh keningnya kini. Sampai akhirnya, bibir laki-laki itu mendarat di bibir tipisnya. Bak sebuah magnet, Sherli pun membalas ci*man tersebut dan daya tarik menarik pun terjadi.


Ci*man panas pun seketika tercipta. Baik Morgan maupun Sherli kini larut dalam ci*man masing-masing, keduanya memejamkan mata saling menyesap dan mel*mat bibir masing-masing. Merasakan nikmatnya sensasi berci*man layaknya anak muda yang baru pertama kali menyentuh bibir pasangan masing-masing untuk pertama kalinya.

__ADS_1


Di temani semilir angin, di saksikan ombak yang berguling di depan mereka, juga di iringi kicauan burung camar, keduanya benar-benar merasa bahagia. Kebahagiaan yang tidak mampu di ungkapkan dengan kata-kata.


* * *


3 bulan kemudian.


Tinggal menghitung hari saja, rencana pernikahan yang telah di rencanakan oleh Morgan akan segera di selenggarakan. Berbagai persiapan pun mereka lakukan. Dari mulai gedung yang akan dia jadikan tempatnya untuk mengucapkan ijab qobul, gaun pengantin yang akan dikenakan oleh mereka berdua. Semuanya dipersiapkan dengan sangat matang.


Kabar tentang pernikahan tersebut pun sampai di telinga Megan Queeni. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Sherli akan secepat ini menerima pinangan Morgan padahal wanita itu belum lama menyandang status janda.


Dengan hati dan perasaan terluka, wanita itu nekat mendatangi rumah Sherli. Dia akan membongkar sipat asli Morgan kepada wanita itu dan berharap bahwa Sherli akan membatalkan pernikahan yang akan di selenggarakan tidak lama lagi itu.


Tok! Tok! Tok!


Pintu pun di ketuk. Megan berdiri tepat di depan pintu kini. Dengan tidak tahu malunya dia benar-benar mendatangi kediaman Sherli. Tidak lama kemudian, pintu pun di buka, Sherli menatap wajah wanita itu dengan kening yang di kerutkan tentu saja.


"Sherli, boleh saya masuk? Ada yang ingin saya bicarakan sama kamu."


Sherli terdiam sejenak. Ada apa sebenarnya wanita ini bertamu ke rumahnya? Mengingat bahwa dia adalah mantan Istri dari calon suaminya, perasaan Sherli pun seketika diliputi berbagai tanda tanya.


"Eu ... Silahkan masuk, Mbak," jawan Sherli akhirnya.


"Terima kasih."


Megan pun masuk ke dalam rumah lalu duduk di kursi ruang tamu. Matanya nampak menatap seorang anak kecil yang saat ini sedang bermain di dalam kamar bersama seorang baby sister. Menyadari hal itu, Sherli segera menutup pintu kamar tidak ingin kalau sampai sang putra mendengarkan apa yang akan mereka bicarakan.


"Ada apa Mbak datang ke sini? Apa ada hal penting yang ingin Mbak bicarakan dengan saya?" tanya Sherli ingin segera mengobati rasa penasarannya.

__ADS_1


"Kamu yakin akan menikah dengan Mas Morgan?"


Sherli seketika hanya mengerutkan kening.


"Apa kamu tahu laki-laki seperti apa dia itu?"


Sherli semakin tidak paham dengan apa yang ditanyakan oleh Megan.


"Maksudnya Mbak apa? Bisakah anda langsung saja ke intinya?" tanya Sherli perasannya mulai merasa tidak enak.


"Saya tahu lebih dari siapapun siapa Mas Morgan itu sebenarnya. Kami menjalani rumah tangga selama lebih dari 10 tahun sampai aku memutuskan untuk bercerai. Dia itu laki-laki mata keranjang. Berkali-kali Mas Morgan berselingkuh dan aku selalu memaafkan dia."


"Putra kami bahkan meninggal karena dia. Jacky putra kami menyaksikan sendiri perselingkuhan ayahnya. Sampai akhirnya dia meregang nyawa karena terjatuh dari tangga. Aku pun masih memaafkan dia dan menjalani rumah tangga kami seperti biasa."


"Akan tetapi, Mas Morgan masih saja tidak berubah. Sifatnya yang mata keranjang dan hobi selingkuh tetap saja saja tidak bisa dia rubah, sampai akhirnya aku memilih untuk bercerai dengannya."


Sherli seketika mengepalkan kedua tangan. Ada rasa sesak yang saat ini terasa menghimpit dadanya, dia pun mulai meragukan Morgan. Namun, sisi lain hatinya mengatakan bahwa, belum tentu apa yang dikatakan oleh wanita bernama Megan ini seluruhnya benar.


"Jadi, aku minta kamu pikirkan baik-baik niatmu untuk menikah dengan Mas Morgan. Aku gak mau kamu berakhir seperti aku, Sherli. Kamu cantik, kamu masih bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari Mas Morgan. Aku hanya kasihan sama kamu, Sher."


'Karena hanya aku yang bisa mengendalikan Mas Morgan,' (batin Megan).


BERSAMBUNG


...****************...


PROMOSI NOVEL

__ADS_1



__ADS_2