Istri Tangguh Milik Tuan Arogan

Istri Tangguh Milik Tuan Arogan
Tegar


__ADS_3

Sherli memeluk tubuh mungil Sherli kecil, dia sama sekali tidak menyangka bahwa gadis kecil itu bisa setegar dan sekuat anak pada umumnya. Anak yang masih berusia 5 tahun itu, bisa mengatakan hal yang seharusnya diucapkan oleh orang dewasa.


"Kamu benar-benar anak yang hebat, Nak. Tidak semua anak kecil bisa setegar dan sekuat kamu, sayang. Tante bangga sekali sama kamu, Nak," gumam Sherli semakin mendekap erat tubuh mungil Sherli kecil.


* * *


Jenazah Megan Queeni langsung dikebumikan hari itu juga. Seperti pesan mendiang, mendiang dimakankan di samping makam Jacky, buah hatinya bersama Morgan Maxime sang suami.


Gunungan tanah berselimut kelopak bunga lengkap dengan kayu nisan bertuliskan Megan Queeni terpampang nyata di depan mata seorang Morgan. Masih terasa mimpi baginya bahwa wanita bernama Megan benar-benar telah beristirahat dengan tenang di samping pusara Jacky sama putra.


Para pelayat perlahan mulai meninggalkan area pemakaman. Menyisakan keluarga inti saja kini yang tidak lain dan tidak bukan adalah keluarga kecil Morgan dan Sherli kecil juga pastinya. Morgan nampak berjongkok tepat di samping pusara. Tangannya mengusap kayu nisan seraya menatapnya lekat.


"Beristirahatlah dengan tenang dia alam sana, Megan. Mas doakan semoga kamu di tempatkan di tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa."


'Maafkan Mas karena telah banyak melukai hatimu, kamu tetaplah wanita yang pernah Mas cintai dengan sepenuh hati pada masanya, meskipun perpisahan menjadi pilihan kita saat itu, tapi akhirnya, kamu bisa pergi seperti yang kamu inginkan. Kamu pergi sebagai Nyonya Morgan. Semoga kamu bisa pergi dengan tenang dan beristirahat dengan damai di alam sana. Mas cinta sama kamu, Megan. Meski tidak sebesar Cinta Mas kepada Sherli, tapi kamu tetap memiliki tempat tersendiri di dalam hati Mas,' (batin Morgan).

__ADS_1


Sementara itu, Sherli pun melakukan hal yang sama kini, dia mengusap punggung suaminya seolah mengerti kesedihan yang saat ini di rasakan oleh suaminya. Setelah itu, tatapan mata Sherli pun tertuju kepada kayu nisan bertuliskan Megan Queeni. Wanita yang baru saja di nikahi oleh suaminya dan segera menghembuskan napas terakhirnya tidak lama kemudian.


"Beristirahatlah dengan tenang di alam sana, Mbak. Jangan mengkhawatirkan Mas Morgan dan Sherli kecil di sini, ada aku yang akan menjaga mereka berdua," lirih Sherli kemudian.


"Mommy, aku sama Om Morgan dan Tante Sherli pulang dulu ya. Mommy istirahat dengan tenang di sini. Aku janji akan sering mengunjungi Mommy di sini. Aku sayang Mommy, aku juga senang karena Mommy sudah tidak kesakitan lagi sekarang. I love you, Mom," giliran Sherli kecil yang mengucapkan ucapan terakhirnya.


Mereka pun perlahan mulai bangkit dan berdiri tegak tepat di hadapan pusara. Tatapan mata mereka tertuju pada satu titik yang sama. Yaitu, kayu nisan bertuliskan nama Megan Queeni, Wanita yang memiliki kecantikan yang luar biasa, tapi harus meninggalkan dunia ini degan cara yang mengenaskan.


Setelah puas menatap dan juga meratapi kepergian mendiang, mereka pun berbalik dan mulai meninggalkan area pemakaman, meninggalkan tempat itu dengan perasaan ikhlas. Setiap yang bernyawa pasti meninggalkan dunia ini, manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah, kita hanya sedang menunggu giliran untuk di panggil oleh Tuhan Yang Maha Esa.


* * *


Hari berganti dan waktu berlalu, luka yang menyelimuti Morgan perlahan mulai menghilang dan terlupakan. Kepergian Megan Queeni benar-benar menyisakan luka yang mendalam. Andai saja status mereka tidak diikat kembali dengan tali pernikahan, mungkin tidak akan ada luka yang terlalu menganga, tidak akan ada rasa kehilangan yang mengusik dengan menghadirkan kenangan-kenangan masa lalu antara dirinya dan wanita bernama Megan Queeni itu.


Megan benar-benar telah pergi dengan tenang dengan menyandang sebagai Nyonya Morgan. Status yang sempat dia lepaskan beberapa tahun yang lalu. Sampai akhirnya pergi dengan menyandang kembali status sebagai Nyonya Morgan Maxime, status yang sebenarnya sangat dia banggakan.

__ADS_1


Aktifitas seperti biasa pun dia lakukan setiap harinya. Pagi ini, dirinya sudah bersiap untuk berangkat ke kantor. Morgan pun keluar dari dalam kamar berjalan menuju ruang makan.


"Sherli sayang, kamu dimana?" teriak Morgan suaranya terdengar membahana.


"Iya, Om. Aku di sini," jawab Sherli kecil yang sudah duduk manis di kursi meja makan.


"Eh, iya ... Sayang! Eu ... Sherli istrinya Om dimana?" tanya Morgan tersenyum cengengesan.


"Tadi Tante ada di belakang, Om. Aku lihat Tante muntah-muntah. Iya 'kan kak, kak Dami tadi juga lihat 'kan?"


"Hah? Muntah-muntah?"


...****************...


PROMOSI NOVEL

__ADS_1



__ADS_2